Aktif Kembali dan Jadi Working Mommy

Setelah sekian lama menghilang dari peredaran dunia maya akhirnya saya bisa kembali lagi. Banyak hal yang terjadi, banyak peristiwa terlewati. Sekarang saya bukan lagi ibu rumah tangga full time, sekarang saya sudah mendapatkan pekerjaan sebagai…. Jeng jeng jeng… Tererettetetttt…

Yakult Lady, yapp!!! Sekarang saya bekerja sebagai agen penyalur sebuah produk minuman kesehatan dari negeri Sakura Jepang, yaitu Yakult. Setiap hari, saya delivery dua kali sehari pagi dan sore mengunjungi dan mengantarkan Yakult kepada pelanggan. Gak hanya ke toko, tapi juga ke rumah-rumah, sekolah dan perkantoran juga. Dengan misi untuk membantu menyehatkan keluarga Indonesia dengan minum Yakult minimal satu botol setiap hari.

Dan saya senang banget, melalui pekerjaan saya ini saya mengalami berbagai hal menarik dan seperti “menemukan kembali diriku yang hilang dulu”

Intinya, bekerja dan bergabung dengan keluarga besar PT. Yakult Indonesia Persada itu adalah sesuatu yang “guweh banget”. Luar biasa, gambaroo!!

Dan bulan ini kita sedang ada kompetisi Sales Talk berhadiah ke Jepang. Kapan lagi bisa jelong-jelong gratis ke negeri Sakura?? Mungkinkah saya?? Oh…

Kalo foto ini kemarin kantor center kita di Landasan Ulin dapat kunjungan dari salah satu jajaran dewan Direksi Finance dan Advisor yaitu; Mr. Ohama Hirokazu dan Mr. Takayuki Hirose, membahas perihal kompetisi Sales Talk berhadiah ke Jepang. Super sekali pemirsa, senang banget bisa ketemu orang-orang penting dari negeri sakura ini dan bisa menjadi bagian dari pekerjaan mereka. Kan Yakult Lady seperti saya adalah ujung tombaknya perusahaan yang berhadapan langsung dengan para konsumen.

Wow… Perasaan seperti inilah mungkin yang membuat saya kini paham mengapa orang-orang bertahan dan tetap bergulat dengan pekerjaan mereka. Ternyata, bekerja itu sesuatu banget. Sesuatu hal yang lain yang bisa kita lakukan untuk ikut berkontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, untuk keluarga, dan yang terpenting untuk diri kita sendiri.

Advertisements

BISAKAH IBU RUMAH TANGGA TETAP TAMPIL CANTIK SAAT DI RUMAH???

Beberapa waktu lalu, saya pernah mendengar ceramah agama di sebuah acara peringatan Maulid Nabi. Isi ceramahnya banyak membahas masalah-masalah perempuan dan peranannya dalam kehidupan. Perempuan dalam posisinya sebagai anak, sebagai ibu dan sebagai istri.


Nah, bagian paling menariknya adalah saat posisi dan peran perempuan sebagai ibu dan istri. Dalam ceramah itu, si penceramah mengatakan bahwa perempuan-perempuan sekarang terbalik, ketika pergi ke luar rumah, apalagi acara kondangan, mereka pada berdandan habis-habisan, pakai baju bagus, bersih, cantik, wangi pula, disemprot parfum. Tetapi saat di rumah, apalagi   saat mau tidur, pakai daster butut, sobek-sobek, masker muka tebal, dan parahnya itu sebadan-badan dioles minyak angin, minyak kayu putih atau balsem. Bagaimana suami bisa enak mencium istri kalo baunya begitu?

Oke, sebagai pendengar, kala itu saya dan sebagian besar ibu-ibu lainnya tertawa dan mengiyakan, bahwa semua itu benar adanya. Saya suka dasteran, bisa kumal juga dan sering bau minyak angin gosok saat naik ranjang. Lalu kenapa??

Lalu si penceramah menjelaskan lebih rinci lagi tentang ayat- ayat dan hadis-hadis yang mendukung semua itu. Bahwa harusnya perempuan berhias saat bersama suaminya dan memberikan pelayanan terbaik baginya, dan sebagainya dan sebagainya.

Sampai di situ, mendadak saya gerah, hati saya sedikit berontak, dari sekian puluh menit si penceramah berkoar-koar dan mengkritisi perempuan ibu rumah tangga  sekarang, tidak sedikitpun ia memberi penjelasan berimbang tentang  timpangnya peran suami dalam rumah tangga yang memberi andil sangat besar mengapa istri bisa jadi pake daster seharian dan bau minyak angin saat naik peraduan. Seolah-olah semua kekucelan istri berdaster butut itu adalah murni hanya karena kekurangan dan keburukan si istri sendiri yang tidak bisa lagi tampil menawan di depan suami. Dan hanya bisa tampil aksi ketika pergi.

Itu benar-benar pandangan yang sangat tidak adil dan memojokkan. Saya benar-benar berharap para lelaki, terutama para suami bisa memahami ini. Agar mereka suatu hari nanti bisa melihat bahwa istrinya pun ternyata bisa tampil cantik dan wangi saat di rumah. 

Sejak pagi, para istri, apalagi yang sudah punya anak, harus berjibaku dengan berbagai kegiatan domestik rumah tangga yang benar-benar menguras tenaga, emosi dan pikiran. Kalau punya pembantu sih lumayan terbantu kerepotannya, kalau tidak? Maka ini jadilah drama, horor sekaligus action yang mengguncang hari-hari. 
Mulai dari menyiapkan sarapan, menyiapkan anak-anak sekolah, menyiapkan suami yang mau bekerja. Saat itu, coba kita tengok sedang apa para suami? Ada yang mau ikut bangun lebih awal dan membantu istrinya? Ada, tapi kebanyakan para suami cuek saja melihat rutinitas pagi itu, sebagian besar dengan tenang menikmati sarapan, atau asyik nonton berita pagi di TV, pencet-pencet gadget, atau malah merokok di teras sesaat sebelum berangkat kerja. Yang mengurus semuanya adalah istrinya tentu saja. Anak-anak yang sulit dimandikan, kadang-kadang makan harus disuapi, berangkat sekolah pun harus diantar. Walaupun sejak pagi sekali si istri sudah kece badai, alis landai, lipstik merah dan badan wangi aduhai, tetap saja, ketika harus ke dapur lagi berurusan dengan panci, penggorengan, bawang dan minyak, pasti jadi berkeringat. Belum lagi adu cepat dengan anak-anak yang menuntut perhatian besar di pagi hari itu.

Nah, itu baru pagi hari di rumah, belum lagi pergi ke pasar naik angkot atau motor panas-panasan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Kalau suami tipe yang tak mau turun tangan urusan rumah, SELESAI SUDAH, istri akan kewalahan dan tak akan punya waktu lagi untuk memperhatikan penampilan diri. Bisa mandi dengan benar saja itu sudah jadi kemewahan.

Karena itulah, saat pergi kondanganlah satu-satunya waktu di mana para istri tidak bersentuhan dengan pekerjaan rumah, sehingga mereka bisa berpenampilan terbaik. Kalau sudah di rumah, maka daster butut itulah yang jadi seragam dinas untuk bekerja membereskan segunung cucian, mencuci piring kotor, memotong ayam untuk makan siang, menyiangi ikan untuk makan malam, mengupas bawang yang selalu meninggalkan bau langu di badan dan pakaian. Daster itu pula yang sering menerima percikan air saat memandikan anak atau mencuci pakaian, daster itu pula yang kecipratan minyak saat menggoreng ikan.

Jadi, intinya adalah, istri bisa saja tampil lebih baik asalkan dibantu, dibantu diringankan tugas-tugas mereka yang membuat mereka tak bisa berpakaian yang indah, dibantu agar mereka tak terus-menerus berkeringat dan bau minyak atau bau bawang seharian. Karena polanya sudah jelas, kalau istri sudah kelelahan seharian, maka cuma minyak angin gosoklah yang paling mengerti untuk meringankan beban dan pegal di pundak mereka.

 Jadi, jangan salahkan minyak angin yang lebih enak menemani istirahat malam hari daripada sentuhan suami. 

Yang mau protes, silakan!!! Monggo dikomen.

Kisah Bahasa Banjar; SI LUMBAH TANGAN, SI BURIT LUNCUP wan SI TAHI MATAAN

Jadi ada sabuah kisah jaman bahari. Kisah batalu bakawan nang liwar rakat sarantang saruntung kasitu kamari kada tapisahakan. Hidup di kampung sama pada sakit, sama pada kada bakuitan lagi, jadi akrabnya bilang alahan pada badingsanak lagi. Jaka istilah urang wahini tu CS banar wan eksis-eksisnya. Urangnya gen kada dikenal ngarannya lagi, tapi galarannya haja; ada si Lumbah Tangan karana mangidap suatu panyakit kalainan genetik kah jaka wahini ujar urang tu lalu ukuran tangannya taganal pada ukuran urang nurmal. Ada si Burit Luncup ni tahuae kalu leh sudah burit tipang nang luncup bisa mancucuk. Yang katalu iya si Tahi Mataan, mambari maras haja ah matan lagi halus mata tu ti hibak kada baampihan batahi mataan.

Alkisah, tulak batalu bakawan ni ti bacari hundang, tulak ae manyusur sungai bajukung, bakayuh dilarut banyu. Sakalinya banyak ae leh dapat hundang, hibak saparu jukung hundang haja, jubung tinggi nang kaya gunung anak tuyukannya. Jadi bulikan ae leh ka kampung sambil manjaja hundang te.

“Hundang dang dang dang!!!!” Ujar si Lumbah Tangan.

“Murah murah… sakukut harganya sajampal sasuku haja!!” Ujar si Burit Luncup jua himung banar mamikir pacang banyak untungnya.

“Ayu lakasi siapa handak nukar!!” Ujar si Tahi  Mataan manawarakan.

Jadi leh, banyak ae urang handak manukari. Lalu ae kada maingat lagi si Lumbah Tangan mangukutakan hundangnya. Ada jua sawat barapa ikung ada urang manukar, habis sudah lingis hundang yang sing banyakan tadi. Bilang kaya dibariakan ae, rugi!!

“Iya haja am mun kaini ti rugi kita, lapah-lapah bacari hundang imbah dijual kada sabarapa hasilnya.” Ujar si Burit Luncup sangkal banar.

Sakalinya maka baduduk bagasut si Burit Luncup te, bakusur di jukung. Apang ada pada buntus ha lantai jukung, saitu saini naik banyu sungai.  Habut si Lumbah Tangan handak manciuki banyunya. Untung haja si Tahi Mataan sigap malihat kundisi darurat, langsung dikukutnya tahi matanya, dituplak akannya ka alah lantai jukung yang buntus te…. apa ada maslahat banar am salamatan sajukungan. Rupanya tahi matanya liat banar bilang kaya dampul jukung jua sakalinya.

“Han jaka tida habis kita tinggalam.” Ujar si Tahi Mataan bangga. “Untung tahi mataku kawa manapaliakan. Jaka tida apa habis kita jukung karam, karam….”

Karampuuut…… sakalinya…

Hahaha….

***

Kisah ini berdasarkan kisah yang sering diceritakan oleh orang tua dan kakak saya semasa kecil. Saya tidak tahu pasti pengarangnya siapa, saya menuliskannya hanya berdasarkan apa yang masih saya ingat saja. Semoga terhibur!!

MERAJUT LAGI

Di tengah kesibukan dunia maya dan pindahan ke blog baru dengan penyesuaian super ribet karena harus ngeblog di WordPress cuma pake ponsel, saya tetap sadar bahwa dunia nyata tetaplah prioritas utama. Karena itulah sekarang saya semakin intens menyalurkan hobi lama saya selain membaca atau menulis, yaitu merajut.


    Ya, beberapa bulan ini saya tengah konsen merajut, sebuah hobi lama yang baru sekarang bisa lagi melakoninya. Kali ini bukan sekedar untuk koleksi pribadi, saya juga membuatkan pesanan orang-orang di sekitar saya. Lumayan, alhamdulillah, dapat memperoleh rupiah. 


    Berikut ada beberapa gambar hasil olah tangan saya;


    Ini tas rajut Hello Kitty untuk anak tetangga yang kembar dua, tapi kakaknya mau juga, jadinya tiga buah tas.


    Kalo ini dompet buat seorang teman sesama ibu-ibu di sekolah TK anak saya. Cute ya, kaya roti lapis gitu penampakannya.


    Yang dua itu adalah model stroberi dan nanas dengan variasi yang agak ngawur, tapi tetap cantik kan… Sebenarnya ada yang warna merah terang versis stroberi yang besar, tapi lupa foto dan udah diambil sama yang punya.


    Nah, kalo ransel rajut anak gajah yang lucu ini adalah milik keponakan saya yang tahun depan nanti mau masuk PAUD. Ini perdana loh saya bikin tas rajutan ransel, biasanya yang selempang atau dompet aja. Unyu yaaaa….


    Ini dia buah nanasnya, tapi isinya bukan daging buah melainkan uang, karena ini dompet jinjing. Pertama kali belajar crocodile stitch ini dan belum rapih.


    Kalo yang sepasang ini bisa dibilang karya saya yang paling spektakuler dan susah. Karena ukurannya besar dan menghabiskan banyak benang, pakai granny square juga. Tas utama adalah tote bag yang ukurannya jumbo bisa muat mukena dan sajadahnya yang tebal. Tasnya ada anaknya, bentuk dompet yang ada tali pendek, dan tali panjang bisa buat selempang jadi mini bag, ukurannya cukup untuk memuat smartphone dan uang .
    Tas ini juga merupakan proyek terlama saya yang makan waktu hampir setahun, karena sempat stok benang kosong, hilang mood, bosan, hampir putus asa atau terhalang pengerjaan pesanan orang. Fiuhh…. Belum lagi proses pemasangan furing dalamnya supaya bisa tegak berdiri itu, dramanya juga super lebay, kudu dua kali bolak balik ke tukang jahit hanya untuk dibuat kecewa. Akhirnya saya nekat jahit furing plus busa hati itu manual dengan tanagan sendiri, merancang pola seadanya, jahit sebisanya. Untunglah, ada seorang teman yang bisa dan mau berbaik hati memperbaiki jahitan tangan saya dengan jahit mesin. Not bad lah, gak amburadul lagi benang jahitnya.


    Kalau yang empat buah tas di atas bisa dibilang pesanan terlaris abad ini, mulai yang ukurannya agak besar sampai yang bentuk mini bagnya, sampai bosan bikinnya, puyeng juga karena kok orang-orang pada suka warna hitam yang membuat mata perajut cepat lelah dan ngantuk berat. Awalnya cuma bikinin buat mama, tuh yang hitam dengan bunga pink dan merah. Ternyata pada banyak yang suka dan mau juga. Jadilah…. sampai saya sempat sakit dikejar setoran rajutan tas ini.


    Ini versi ukuran mini bagnya, yang merah hati itu saya pakai tiap hari ke sekolah atau ke pasar, simple, kecil tapi dalamnya bisa muat tiga biji hape loh (uang jutaan juga muat)…​

    Yang ini adalah mata yang tertidur karena sangat mengantuknya mungkin…

    Lumayan banyak juga ya , itu juga ada yang tidak sempat terdokumentasi atau terhapus. Ternyata merajut itu sangat menyenangkan dan gambaran tentang merajut hanya untuk nenek-nenek yang duduk si kursi goyang itu tidak selalu benar. Siapapun bisa merajut dan menjadikannya hobi, bahkan bisa menghasilkan materi.

    So, dari hobi jadi profesi, why not!!

    INI BLOG BARUNYA RUSMINAH QUMAINAH

    Setelah mendapatkan kabar buruk tentang akan dihapuskannya layanan blog ponsel gratis Mywapblog, maka saya sebagai salah satu usernya yang sudah terlanjur menetap selama kurang lebih tiga tahun di http://qhumaie.heck.in, kini sayapun terpaksa membangun rumah baru lagi dari awal. Benar-benar dari awal lagi. Meski sempat pesimis untuk ngeblog di platform lain semisal WordPress ini atau Blogspot karena ketiadaan laptop, tapi saya putuskan untuk tetap jadi pejuang kata melalui tulisan dan tetap ngeblog lagi. Ini lewat hape lo, untunglah WordPress udah cukup ramah buat orang-orang yang gak bisa akses blog lewat laptop, sudah ada aplikasi WordPress untuk android yang bisa diunduh langsung, gratis di Playstore.

    • So,welcome for me!!!

    OKTOBER BAPER (Edisi Kehilangan Mywapblog)

    Galaulah kalian, galaulah kita, galaulah saya!!

    Faktanya, di dunia ini ada banyak hal yang berada di luar kendali kekuasaan kita. Salah satunya adalah tentang masalah Mywapblog yang kita cintai ini, yang peredarannya akan segera hilang dari muka bumi ini. Padahal…..

    Dulu, bahkan sekarang pun jikalau Mywapblog resmi ditutup, ngeblog tanpa perangkat komputer atau laptop itu adalah suatu hal yang sangat niscaya mustahil. Kerena itulah kehadiran Mywapblog di tengah banyaknya umat manusia dengan kemampuan dan fasilitas terbatas yang hendak menyalurkan hobi sharing dan menulis tetapi tak punya laptop, itu laksana sebuah oase di tengah gersang dan kejamnya gurun pasir terpanas di dunia. Bayangkan, kita semua dapat bebas berkarya dan mengelola blog lewat ponsel saja, hampir nyaris semudah kita update status galau dan alay di facebook!!!
    Dan tentu saja, kita dapat juga bergaya, bangga, gak kalah dengan blog sebelah. Jiah!!

    Tapi mungkin memang benar apa kata orang, kegembiraan yang agak "terlalu" indah dan penuh euforia emang gak akan tahan lama. Dan… this is it, so inilah akhirnya, kita berkabung, saya berduka sodara sodara!!! Atas berita akan ditutupnya mywapblog.

    Terasa memang agak ganjil selama saya ngeblog di Mywapblog, tiga tahun pemirsa, bukan waktu singkat untuk sebuah kesabaran, yap! Selama itu saya terus bersabar dengan keterbatasan menulis lewat ponsel java yang harganya tak seberapa jika dibandingkan ponsel android terkini. Bersabar atas fasilitas ngeblog gratis yang servernya sering down hingga tak bisa diakses berhari-hari. Bersabar atas kwalitas lemotnya paket jaringan internet yang dibeli dengan harga rupiah termurah. Bersabar atas segalanya, bahkan saya bersabar ketika menkominfo, UC Browser dan provider kartu seluler yang saya pakai berkonspirasi memblokir banyak situs, termasuk Mywapblog, yang membuat saya tak lagi bisa maksimal dalam ngeblog ria. Kejaaaaaammm….

    Maka, kalau kalian yang baru aja tempo hari bikin blog di sini, dan udah mau nangis darah saking bapernya karena Mywapblog mau ditutup, PANDANGLAH SAYA, LIHATLAH SAYA DAN USER-USER LAWAS LAINNYA yang udah sedia ampe lumutan menulis dan koar-koar di Mywapblog selama ini, dan kemudian menemukan fakta paling menyakitkan seperti ini. HOW COULD IT BEEEE??!!!!! Bayangkan betapa bapernya kita!!! Yang udah pernah jatuh bangun merasakan rumit, nyesek, ngenes dan juga senangnya ngeblog lewat hape. Baper sebaper-bapernya sayang!!

    Dulu, harapan dan ekspektasi saya ketika pertama ngeblog adalah ingin mengabadikan kenangan dan membuat sejarah saya sendiri, kerena saya takut jikalau saya tua nanti saya akan semakin pelupa dan mulai tak bisa mengingat lagi moment-moment terbaik dalam hidup ini, karena itulah kelak blog inilah yang akan menjadi penyambung lidah atas kisah yang tak pernah bisa saya sampaikan secara lisan, blog inilah yang akan jadi kotak pandora berharga tempat saya menyimpan semua cerita. Lebih dari itu, blog ini adalah bukan sekadar karya tulis saja, blog ini adalah kumpulan KEKAYAAN INTELEKTUAL saya yang tak ternilai harganya!!

    Ok, mungkin memang agak berlebihan, tapi memang seperti itulah saya menganggapnya.

    Barangkali memang seperti inilah kehidupan, kita tetap harus bertahan. Seperti halnya dulu kejayaan Friendster yang digantikan Facebook, Multyply yang punya begitu banyak user pun akhirnya juga tutup yang membuat anggotanya juga kocar kacir entah kemana, situs Ngerumpi dot com yang punya motto ngerumpi tapi pake hati juga akhirnya tiada lagi. Seperti itu…. datang, hilang, pergi, hanyalah bagian kecil dari kehidupan, dan jikalau karena itu saya merana, baper, menangis dan insomnia lalu menulis keluh kesah penuh luka ini, maka itu juga hanyalah sebagian kecil saja dari masih banyaknya luka dan guncangan masalah yang akan menimpa dalam hidup ini.
    Harusnya tidak apa-apa, harusnya kita bisa, harusnya…. Tapi…..

    Mywapblog….
    Banyak hal yang tak dapat saya relakan dalam kehidupan, dan kau kini menjadi salah satu di antaranya.
    Hikz…..