AKU CUMA MAU LANGSING !!! Bagian 2

Yg tanpa sensor sedikitpun memperlihatkan wujud lemak dan selulit di perut, pinggang dan paha mrk. Hanya ada beberapa yg agak tdk terlalu gemuk, itupun yg sdh lebih 3 bln bercokol 3x seminggu di tempat ini.

Pengecualian untuk 3 instruktur yg bohay dan aduhai itu. Ketigax sdh bersuami dan punya anak, bhkn ada yg punya 3 anak, itu yg namay Ella, usiax 37, bobotx 50 dgn TB 160. Sgt ideal menurut ukuran, krn berat ideal adlh TB-110.

Yg kedua Reni, punya 1 anak, tahun ini usiax 25. Tinggix 171. Sangat langsing, nyaris bs di bilang kurus, tp penampilanx sbg pelatih senam handal tak akan bisa menghalangi aura kesehatan yg dimilikix. Ia bhkn paling top dan hebat di antara semua pelatih.

Instruktur ketiga namax Mirna, atau mami Chika. Dialah pemilik sekaligus pengelola tempat fitnes ini. Wajahx bulat, tubuhx agak pendek dibnding Reni dan Ella. Usiax jelang 40, tp ia cuma punya satu anak, ya Chika itu yg sdh 17 thn.

Terinspirasi dari beratx usaha dirix untuk melangsingkan badan dan mengecilkan lingkar pinggang, maka bu Mirna membuka usaha ini. Dimodali oleh suamix yg bonafide, yg punya usaha maskapai penerbangan dan unit penggosokan intan yg berbasis di Jerman. Mirna bs dibilang sukses dgn program dan usaha yg digelutix.
Terbukti dahulu ia sempat down krn obesitas yg dideritax, kesehatanx pun sempat mengkhawatirkan, tp itu dulu dan sekarang kondisix membaik setelah bertahun2 melawan obesitas dan penyakit turunanx.

Dan baru setahun ia menjalani usaha ini, berbagi kesuksesan dlm hal pelangsingan. Mengekor keberhasilan sepupux yg sdh 4 thn lalu membuka usaha serupa. Lumayan daripd lumanyun, hitung2 mempertebal kantong dan dompet mrk yg sudah penuh itu.

“Sore ibu2!”
Sapa bu Mirna dgn bugarx pada puluhan manusia di depanx yg siap untuk menuruti apapun perintahx untuk 2 jam ke depan.

“Selamat sore jeng Mirna!”
balas ibu2 serempak.

Dgn seragam senam super mini, celana hot pants hitam ketat dan tanktop abu2 dgn perut terbuka dan berleher rendah, nyonya Mirna yg sdh hampir menopause itu nampak sgt enerjik. Krn pengaruh kehidupan kota yg serba glamour maka diusiax yg blm setengah abad ia sdh tdk teratur lg siklus bulananx.
Kata dokter pribadix ia akan menopause tak lama lg.
Itulah slh satu bentuk dr penuaan dini krn pengaruh apa yg kt konsumsi stiap harix.

*

“Minggu lalu kt sdh senam spesialisasi mengencangkan otot panggul dan perut. Skrg kt latihan untuk otot dada, tulang belakang dan menjelang pendinginan kt sertakan latihan untuk otot Miss V.” Seru jeng Mirna lg penuh semangat.

Sontak ibu2 jadi berbisik2 riuh rendah ditingkahi cekikikan di sana sini. Krn olahraga khusus yg inilah yg selalu ditunggu. Mrk berharap suami2 mrk akan merasakan lain dgn perubahan diri luar dan dlm.

“Oke Ren, siapkan musik yg ngebeat ya, skalian pemanasan!”
Perintah Mirna pada si kurus Reni. Kontan si langsing itu berjalan cepat membelakangi para peserta untuk mengoperasikan seperangkat alat sound system pemutar musiu dan irama dari koleksi kaset yg di inginkan.

Terlihat jelas body jangkungx dgn bahu kering tetapi penuh tonjolan otot berpadu lekukan tulang yg jelas2 tak bisa disembunyikan dari balik baju senamx yg nyaris seperti bikini.
Pemandangan yg sungguh bertolak belakang dgn barisan ibu2 gemuk di belakangx yg menatap penuh kagum dan bangga.

Maka intro musik disco senampun mengalun.
“Oke, five six seven eight!”

Maka semuapun larut dlm gerakan2 enerjik yg katax bs menguruskan badan itu.
Setelah beberapa lama tibalah pada bagian akhir senam.

“Sekarang kita senam otot selangkangan!”
seru Mirna.

“Siap ibu2. . Kaki dijinjitkan sebentar, lalu jongkok dgn nafas tahan di perut dan seperti menahan pipis.”

Wajah mrk memerah dgn tubuh banjir keringat, tenggorok mrk tercekat rasa haus dan nafas tertahan membuat kentut mencari jalan keluar sendiri.

“Lepaskan.”

Ibu2 itu mendengus lega, ada pula yg terduduk2 krn lemak di lipatan perut dan paha mrk tak bisa menahan jongkok lbh lama lg.
Ada pula yg ngakak tertawa melihat tubuh melar nan gombyor itu hilang keseimbangan. Jadilah ruangan itu hiruk pikuk oleh suara yg jelas bukan dari bagian senam.

“Ulang lagi, tahan. . .”
seru Mirna lg sampai hitungan yg ditentukan.

*

Bersambung AKU CUMA MAU LANGSING bagian 3 (end)

Advertisements

NABI MULIA (Pantun Pengantar tidur warisan almh. Mertua)

Nabi kita nabi mulia,
penghulu segala rasul Ambiya.
Mukanya indah terang bercahaya,
seperti bulan purnama raya.

Mukanya indah terang gemilang
seperti bulan yang amat terang.
Kepada umatnya terlalu sayang
Nabi mendoakan mlm dan siang.

Tatkala diperanakkan Nabi Mulia
teranglah rumah oleh cahaya.
Bidadari turun umat mulia
Maryam Asiah ikut sedia.

Bidadari turun berkawan-kawan
melipurkan hati Rasul junjungan
Jibrilpun duduk di sebelah kanan.
Mikail Israfil turut berteman.

Tasbih dan Tahlil yang dibacanya.
Puji-pujian disebutkannya.
Kepada Allah nyata tujunya.
Inilah Allah bunyi katanya.

Allah ya Allah Malikurrahman.
Kurniakan kami tetapkan iman.
Berkat menjunjung Rasul pilihan.
Terangkan hati anakku membaca Qur’an.

AKU CUMA MAU LANGSING !!!

Tubuh2 melar penuh lemak; payudara kelewat besar, perut bertingkat dan pantat yang gombyor berkibaran dimana2. Kaos tanpa lengan dan celana legging semi pendek menempel terpaksa di tubuh2 yg sangat nampak di dera obesitas itu.
Rambut kasar yg dilembutkan di salon oleh hasil rebonding yg konon katax mahal tergerai kaku di bahu yg lebar. Pemilikx segera mengikatx dgn gelang ikat rambut yg sedari tadi terpasang ditangan kananx. Selesai, dan rambut itu menggantung jadi satu dlm ikatan, persis ijuk sapu yg byk rontok krn kelewat sering dipakai.

Tempat parkir yg luas itu masih belum terlalu ramai oleh kendaraan yg ingin mengisix.

“CHIKA FITNESS CENTRE”

Nama tempat itu tertulis besar didepan bangunan bertingkat 2 tersebut. Inilah primadona baru di kota kecil ini, kehadiran pusat kebugaran ini bagai oase ditengah gersangx padang pasir. Bagai penawar surga bagi mereka2 yg terkontaminasi bhn pewarna, pengawet yg melebihi batas toleransi, titik kulminasi dari tinggix kadar pestisida dlm sayur dan buah2an, juga pemanis buatan yg tak bisa dibinasakan dr sgala jenis makanan dan minuman.
Dan nyaris 70% org mengalami obesitas beserta penyakit turunan dan kroni2x; diabetes, asam urat, hipertensi hingga jantung koroner. Pdhl ibu2 yg hadir untuk senam hari ini adalah mereka2 yg berusia kurang dr 40 tahun.

Dari problem rumah tangga, penuaan dini sampai vagina yg tak sintal lg bs ditemukan solusix disini. Apalg kalau cuma program pelangsingan badan. Gampang!! Kata instruktur2 yg bohay, cantik dan seksi itu.
Disini semuax alami, tanpa obat, injeksi apalg operasi. Cukup goyang, hati senang, stres hilang, lemak melayang, dgn harapan bobot yg lbh dr 60 kg itu bs jd byk brkurang dan stop di standar ideal berat badan, cantik langsing, aksi bak selebriti ibu kota.

Sebuah Beat berwarna biru meluncur berat dr arah jalan raya, parkir tepat di sisi pohon ketapang yg tumbuh di sudut halaman fintes centre tsb. Sementara penumpangx di jok belakang sebelah kakix yg berselop tinggi menggapai2 ubin semen lantai parkir di bwhx. Motor tsb oleng, rupax berat badan penumpangx melebihi berat yg semestix.

GUBRAK !!!

Beat yg malang itupun roboh seketika, dgn kedua penunggangx sebelah badan dan kakix di tindih body motor yg ramping dan kecil tsb. Sgt kontras dgn 2 org yg meringis dan teriak minta tolong di bwhx. Bobot mrk gak mungkin kurang dari 70 kg. Persis buah semangka terjatuh dr gerobak sayur.

“Aduh!”
Yg di depan meringis mencoba bangkit.
“Kamu kalo mau turun hati2 dong! Udah tau pendek, gendut pulak, maen turun se enakx, jdx gini deh. Aw. . Kakiku, aduh skt bgt, jgn2 patah lg.” Omelx bersungut2.
Percuma ia mencoba bangkit, bodi motorx tak bs ia alihkan dr atas kaki kirix.

“Sorry deh jeng, ike kan gak sengaja, selop ike aja ampe buntung nih, pdhl belix mahal loh, baru kemaren oleh2 suami dr Bangkok.” Keluh yg di belakang membela diri.

Untungx ada satpam di parkiran itu, jd mrk berdua tak perlu lama2 guling2an di sana.

“Ayo bu, biar sy bantu.”
Dgn sigap satpam itu mendirikan motor yg tumbang tsb.
Stlh motor itu tegak barulah kedua ‘beruang nyasar’ itu bangkit dgn teramat susah payahx. Pak satpam cuma bisa geleng kepala melihat kedua makhluk yg sdh gak karu2an lg bentukx itu..

Si ibu yg di depan td rambutx acak2an, dan dgn segera membenarkan letak kacamata hitamx yg melorot dr hidungx yg pesek. Lalu serta merta menepuk baju ketatx yg berdebu menutupi daging dan lemak yg kini banjir keringat.

Sdgkn yg di belakang, membungkuk untuk melepas selopx yg patah hakx, smbil menatap nelangsa pd brg impor yg mahal itu, yg sepasangx nyaris sama dg gaji 4 bln pak satpam. emang gaji satpam brpa?

“Papi. . . . Selop imporku pi. . .!”
Teriakx sambil melangkah terpincang2 ke dlm gedung pusat kebugaran tsb.

*

Berselang 30 menit kemudian berkumpullah semua peserta senam hari ini. Di tempat ini untuk jadwal kegiatan terbagi dari berbagai kategori;
REMAJA hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.
IBU2 hari Senin, Rabu dan Jum’at.
Sdgkn LANSIA khusus hari Minggu.

Ruangan tsb berukuran 25×35 meter. Lantai dasar di gunakan ibu2 dan lansia, sdgkan lantai 2 untuk para remaja.
Maka jadilah gedung senam itu selalu ramai pd setiap harix dgn org2 yg ingin melangsingkan badan atau sekadar berolahraga demi kesehatan. Lengkap dgn seragam senam, buku panduan pola hdup sehat, buku petunjuk program diet tanpa obat, juga buku bergerak untuk sehat yg bs dilakukan di rumah.

*

Tetapi sdh 3 bln brjalan, belum terlalu nampak perubahan yg signifikan dr para pesertax.
Mrk msh datang dengan tubuh tambun. . .

Next: BAGIAN 2

Pantun Banjar

Ampat lima kuriding patah,
kuriding patah di bawah ranjang.
Ampat lima ku tanding sudah,
kada manyama si rambut panjang.

Jaruju padang jumampai, paikat laki dadayan kain.
Amun judu baluman sampai, hakikat hati jangan kalain.

Pananjak satu pananjak dua, pananjak tiga di atas gadang.
Baranak satu baranak dua, balu anak tiga tatap ku hadang.

DAN TERJADILAH. . .

Meski berat, meski was was, walau deg2an dan takut luar biasa. Kulaksanakan juga kewajiban seorg muslim.
Dan terjadilah. . . Anakku di khitan hari ini.

Krn sunat bkn hanya sekadar kewajiban, tp sekaligus mengukuhkan identitas sebagai muslim yg menjunjung perintah Allah dan Rasul Nya. Pun dari segi kesehatan konon sdh byk dirasakan manfaatx. Dan bhkn byk mereka yg non muslim melakukan sunat demi alasan kesehatan tsb. Tak ada alasan menunda lg.

Satu fase yg agak menyakitkan inipun telah dilalui. Ku temani anakq dr awal sampai akhir prosesi sunatan di puskesmas terdekat (biar pulangx cepet en gak ribet).
Rasax tak sepicingpun dpt kualihkan pandanganganq dr tangan dokter, mulai membersihkan, suntikan pertama dan teriakanx 'aduh' pun terdgr. Disambung suntikan kedua dan anakq jd lbh histeris lg.
kok kesanx lbh sakit dr org beranak yak?

beberapa menit berselang krn efek bius lokalx sudah bekerja maka proses intix pun berjalan lancar tanpa hambatan. Anak sulungku sukses disunat Alhamdulilah, dan mamahx gak pingsan lo. . .

Pulang dgn tenang+senang, disambut wajah2 sumringah para tetangga yg menyapa ketika kami lewat dgn sebuah becak (inipun rasax istemewa bgt krn udah lama bgt gak naik beca, kemana2 pake motor aja.)

Kira2 satu jam kemudian, maka dimulailah drama sesungguhx, sungguh sesuatu yg pecah membahana. Efek biusx hilang dan jadilang tangis yang tak tertanggungkan.
Jagoanq yang kuat akhrx menangis krn amat sgt sakitx. Ah. . .andai bs pindahkan sj sakitx ke pada mama!

Untunglah tdk berlangsung lama, stlh minum obat dan lelah diapun tertidur. Ku harap stlh terbangun nanti kondisix membaik dan cepat kembali bs aktif lg.

Untuk jagoanku Muhammad Fikri, yg kuat dan jdlah anak soleh.

AKHIR TAHUN AJARAN

Gak

kerasa. . .waktu cepat meninggalkan kt. Setahun lg berlalu, bagi
tabungan udah, bagi raport udah. .ALHAMDULILLAH si kakak naik kelas 3
dgn nilai yg lumayan baik. (cemas bgt krn gak mau belajar dan tiap hari
cuma main sepeda)
Malah gak ada 6 sebiji pun, 7 dan 8 smua.

Yg punya budget lebih mungkin bisa liburan ke pulau Jawa dan berwisata
disana. Hmm. . . Tp liburan kali ini ada misi yg harus segera
diselesaikan. krn udah tertunda dari tahun kemaren.

Sulungku Fikri harus segera di sunat, ntar ketuaan, keburu alot. .xixi. . .:-)
Iya, deg2an saya, dan si ayah udah bilang gak mau nemenin, gak tegaaaa ktx.
Ya udah lah, minta kakek aja ya, pasti beliau dgn senang hati nemenin sunatan cucu pertamax ini.