DI SEBUAH GANG bagian 4 (end)

Alotx proses perceraian termasuk gugatan nyonya Anti, istri tua bang Udi_ Onah dgn sabar mengikutinya.
Aneh kan? Menikah siri kok cerainya ke pengadilan, pun Onah sedang hamil.
Tapi ia memang cerdik, punya banyak relasi. Ia tak mau cuma gigit jari seperti pelaku siri lainnya. Maka ia mendaftarkan dan memanipulasi data, dari pada kasus ini sampai ke media lokal dan mengancam karier politik Bang Udi, nyonya Anti rela melakukan apa saja.

Maka jadilah Onah sebagai pihak yang diuntungkan.
Jika Ujang harus berpayah2 ‘manggaduh’ ayam untuk 50 juta. Maka cara yang seperti inilah yang dipilih Onah untuk hidupnya_ cara yang cukup ‘enak’ meski ada efek samping anak..
Tak sepenggal manusiapun di gang itu berani menduga berapa angka dan aset yang diterima Onah jika perceraiannya tuntas.

“Lawasnya aku badagang nasi kada kawa lagi batukar galang lacit inggan siku kaya ikam tu.”
Gerutu acil Irah saat Onah menyapanya dgn perut mulai membuncit dan berbagai embel2 kemewahan yang melekat padanya.

TAMAT

Cerita fiktif belaka, kesamaan nama dan tempat kebetulan semata, pembaca yang bingung isi cerita, jangan salahkan kita. . .
:-):-P

Jum’at dini hari 22 Januari 2010

2 thoughts on “DI SEBUAH GANG bagian 4 (end)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s