LUKA DARAH PALESTINA

Dari tanah yang sengketa kotanya tercipta.
Dari tumpah ruah warna merah darah terlahir sebuah sejarah.
Menjadikan dendam sebagai satu-satunya imam,
dan pembalasan tanpa mengenal belas kasihan.

Terkepung oleh tapal batas yang tegas memanas, bersama kerikil kotanya yang mengeras.
Menjadikan batu untuk setiap aturan yang berlaku.
Dari robekan luka yang menganga, terus mengalirkan sungai air mata.
Menjadi penyiram berbagai tumbuhan pangan, yang kini mereka makan bersama beberapa butir peluru
dan masakan beraroma mesiu.

Dari serentetan cerita sejarah terukir darah.
Dari keperihan peperangan tujuh turunan.
Dari ratusan kali gencatan senjata_oleh para petinggi negeri yang pura-pura mempeduli.
Ialah sepetak tanah bernama Palestina,
dengan getar gerhana gelap jelaga pada langitnya.
Dengan kelabu mutiara pengharapan sirna.
Terlahir dari rahim ibu pertiwi dengan erangan tangis yang meradang dan nyeri.

Hingga anak-anaknya yang belia turun ke jalan-jalan yang berserakan puing dan runtuhan.
Menggelar karnaval kematian besar-besaran.
Lukanya diperban putih kain kafan
saat nafasnya menggantung,
di antara asap sisa letupan senjata di angkasa yang mendung.

Dingin musim telah menggigilkan luka di kulit yang terbuka.
Mengkerutkan nestapa hati yang tak lagi kenal kata mengerti.

Di belakangnya ialah Zion, ialah Israel
ialah adidaya negara dengan kekuatan multikuasa.
Hanya Gaza,
menjadi perbatasan yang tak pernah sepi dari peristiwa pembantaian
(dan peperangan tanpa kemenangan)
yang tak lama lagi akan terhapus dari peta geografis dunia.
Karena dalamnya luka telah mengalirkan darah yang perlahan merampas segala.

April 2009

8 thoughts on “LUKA DARAH PALESTINA

  1. Miris dan tragis,
    ketika nyawa tanpa dosa beterbangan bagai debu tersapu sang bayu,,,
    berikan keadilanmu ya Robb…
    Anak anak yg semestinya bermanja dengan ayah bunda,
    tapi mimpi indahnya tlah terbantai sia,

    jadi nangis bun…
    Salut dg syairnya…
    Haru..
    Biru…
    Pilu…

    Salam santun selalu..

    Like

  2. menghadiri undangan ^-^
    nggak bisa bnyak comenlah..
    Tapi keren postx..
    Seperti kta mba Mytha :
    jadi nangis bun…
    Salut dg syairnya…
    Haru..
    Biru…
    Pilu…
    🙂 trus berkarya Bu.. Hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s