ANTARA KB DAN IBADAH

"Dua anak cukup kata iklan itu, ma!"

Celoteh Fikri anak sulungku tiba-tiba saat ngumpul nonton TV. Anakku ini kritisnya emang bukan main, apa-apa pasti ada aja komentarnya, spontan aja. Kalo nanya sesuatu pun suka gak puas kalo jawabannya kurang jelas.

"Gak usah ditambah lagi, cukup 2, aku ama ade."
Lanjutnya lagi.

So, aku mikir, emang gak ada rencana nambah sih untuk sementara ini. Meski tak bisa dipungkiri akupun mendamba hadirnya anak perempuan yang cantik. Tapi bersyukur saja lah dengan 2 jagoan yang cerdas ini. 😀

Karena sebenarnya dalam prosesku sampai punya 2 anak ini agak berat juga. Bukan berat bikinnya loh. . .
🙂
Dulu itu pas Fikri masih TK aku sempat operasi tumor perut, untungnya gak di rahim. Setelah operasi itu gak boleh di KB hormon lagi oleh dokter (suntik,pil,susuk).

Dan hidup terus berjalan, karena belum pulih benar sedapat mungkin kita menghindari kehamilan. Tapi ternyata, 7 bulan pasca operasi aku dah isi 1 bulan. Antara senang dan khawatir sebenarnya, tapi setelah meyakinkan diri semuanya alhamdulilah lancar terlewati. Dan di tahun 2010 aku sukses melahirkan normal bungsuku Raffi, sekarang udah hampir 3 tahun, lagi lincah-lincahnya.

Maka jadilah punya 2 anak jagoan, saat itu nyantai aja ama apa yang dikasih Tuhan. Gak terlalu pengen anak perempuan. Karena saya 3 bersaudara cewek smua.

Kapok gak KB, takut jebol lagi sementara anak masih kecil. Bukannya gak yakin ama jaminan rejeki dari Tuhan. Tp mikirnya gini, setelah punya 2 anak repotnya gak tanggung-tanggung. Apalagi gak punya pembokat dan rawat anak pol sebagai ibu rumah tangga sedangkan misua seharian kerja.
Alhasil sudah 3 kali puasa 3 kali lebaran gak bisa tarawih dan shalat ied. Ibadah harian pun jangan ditanya deh. . Kalo orang Banjar bilang "balang kambingan" alias banyak bolongnya.

Nah lo, apalagi kalo mau ditambah lagi, bisa jadi pepes kita (sori bukan maksud copas iklan).
Gimana kita bisa mendidik anak dengan benar kalo jumlahnya terus ditambah tanpa memikirkan apakah anak ini sudah bisa shalat dan mengaji, gimana pergaulannya nanti?
Sedangkan ibunya sebagai sekolah pertama (madrasatul ula) kehilangan fungsi sebagai pendidik karena terus disibukkan tugas harian.

Bukannya sok alim, tapi cuma ingin anak-anak ini dapat yang terbaik. Bagaimana bisa mengajak anak beribadah kalo ia melihat mamahnya jarang menyentuh sajadah?
Rasanya kok miris.
So, biar lah KB meski sebenarnya dilarang dokter dan bidan sempat ogah-ogahan ngasih injeksi bulanan.

30 thoughts on “ANTARA KB DAN IBADAH

  1. ibu yg baik , 😀 , sama kayak saya, ibu saya punya 2 jagoan, saya dan adik saya jaraknya jauh,

    Like

  2. ibu yg baik , 😀 , sama kayak saya, ibu saya punya 2 jagoan, saya dan adik saya jaraknya jauh,

    Like

  3. balik lg ke blog ini untuk silaturahmi dan numpang promo ada new post

    BBM-an di Hp Biasa
    (tested nokia c5-00 to
    Blackberry Gemini) Work!!
    Check di

    http://
    itsmeraka.mywapblog.com/
    aplikasi-webtobb-untuk-
    bbm-an-tanpa-hp-b.xhtml

    hehehe 😀

    Like

  4. kunjungan pagi sob, sukses selalu buat blog nya dan sukses juga buat aktivitas nya sob.. jangan lupa mampir ke gubuk saya ya…

    Like

  5. Sudah kabe jebol juga yiaah.. Kakak iparku juga begitu, akhirnya anaknya 3, dan bener repot dan kesulitan dalam hal ekonominya.. Kasihan saya lihatnya, tapi aku dah bantu semampu aku.. Sedangkan adiknya yang jadi istriku, belum mau nambah anak lagi karena alasan ekonomi juga, tapi saya pengen anak laki..

    Like

  6. @ROAD TO HELL JALAN KE NERAKA,

    nah, makax kt perlu perencanaan dan kesiapan gak cuma materi, tp juga fisik dan mental. Punya anak itu bnr2 menguras segalax (kesbrn, smpai isi dompet). Gak sdkt yg stres krn tak tahan. Jgn smpai justru anak2 yg jd korban.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s