CINTA CINTA CINTA. . .

Seminggu ini matahari nyaris tak terlihat, entah bersemedi dimana, suasana begitu beku. Membuat saya buka2 buku lawas yang ngumpet dilemari. Eh. . Gak taunya nemu benda pusaka bertahun 2002-2003. Lama juga ya, jamannya pas SMU dulu, lagi getol2x ikut kegiatan kesiswaan dan jadi senior yang doyan kecengin adik kelas. šŸ˜‰

Dulu sih biar kata dah kelas 3 SMA, banyak yang baru kenal cinta, ada sih beberapa yang pernah pacaran. Tapi secara remaja dulu tak sevulgar sekarang. Lugu dan polos šŸ˜‰ (halah, bo'ong!)

Kebanyakan cuma bisa nulis kata2 doang. . .

CINTA adalah bintang yang berkelap kelip di angkasa kehidupan manusia. Mengisinya dengan asa, melengkapinya dengan derita dan airmata. Serta menganugerahinya dengan bahagia.

CINTA adalah luka yang memberi airmata membasahi kepingan jiwa lara.

CINTA adalah raga yang memberi tubuh pada jiwa dan memberi usia pada nyawa.

CINTA bukan untuk disesali dan dihindari, melainkan untuk disyukuri dan dihadapi.

CINTA adakalanya tidak selalu saling memberi dan menerima, namun saling mengerti dan berbagi.

CINTA sejati tidak untuk dicari. Ia akan datang sendiri namun tak akan pernah pergi lagi.

CINTA. . .
Ia menuliskan sebuah nama, menganugerahinya sebuah rasa, memberikan satu asa dan menorehkan segores luka.

CINTA bukanlah buaian semalam antara dua insan yang sedang berkasih2an, tetapi cinta adalah kasih sayang seumur hidup hingga ujung usia penghabisan.

CINTA adalah secercah cahaya di tengah kegelapan yang mampu menerangi hati manusia dari hitam kelamnya kebencian.

CINTA itu diungkapkan, dirasakan dan diabadikan dalam hati setiap insan.

CINTA yang baik selalu berasal dari kerelaan dua insan yang merasakan, tidak memaksakan suatu keinginan dan dijalani bersama keridhaan Tuhan.

Bila cinta berupa perjalanan, maka yang dijalaninya adalah cobaan.
Bila cinta berwujud pengharapan, maka yang diharapkannya adalah kesetiaan.
Bila cinta berbentuk penantian, maka yang dinantikannya adalah kejujuran.
Bila cinta berupa penyesalan, maka yang disesalinya adalah perpisahan.
Dan bila cinta berwujud pencarian, maka yang dicarinya adalah kebahagiaan.

Matinya cinta berasal dari perasaan hampa karena merasa tak bahagia.

Tak ada kesempurnaan dalam kehidupan kecuali perasaan cinta yang didasari keimanan. Dan tak ada keabadian dalam kematian kecuali penghabisan yang penuh kesadaran dan keampunan.

Old file 2003

13 thoughts on “CINTA CINTA CINTA. . .

  1. cinta" memang cerdik, bak Sengkuni bervisi instrinsik, multirupa bak Dasamuka, multirasa anti sara, superduper multikarakter

    salam santunku

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s