BELANJA DENGAN SADAR SAAT DI PASAR

Duh. . . Rasanya tahun ini menjalani puasa sebagai manusia yang kurang bersyukur dengan nikmat karunia Allah. Habisnya apa-apa mahal, sembako naik gila-gilaan tak alang kepalang. Niat berhemat dan walau sudah hemat tetap saja kok anggaran belanja ibu-ibu pada kiamat.

Apalagi kalo di kota saya hari Jum'at adalah hari pasaran, tadi kepasar bawa 60 ribu 'cuma' dapat ikan, sayur, sabun cuci, sabun mandi, udang dan jajan anak.

Ruwet ya? Apalagi kalo hari pasaran pasti banyak barang-barang yang menarik mata. So saya mau bagi tips berdasar apa yang saya alami hari ini:

1. PERJELAS BATAS ANTARA KEBUTUHAN DAN KEINGINAN

Biasa ibu-ibu, kalo udah belanja suka gak jelas apa yang tadinya mau dibeli karena memang dibutuhkan segera dan mana yang sekedar keinginan. Apa-apa mau dibeli. (tadi hampir nangis liat daster obralan, tapi duitnya buat beli ikan, wkwkwk. . .)

2. PENGENDALIAN DIRI

Intinya pengendalian diri, begitu jargon yang pernah populer dulu yang disampaikan alm. KH. Zainuddin MZ.
Sebenarnya ini adalah inti hakikat dari berpuasa, bukan berpuas-puas semaunya. So, tekan segala nafsu, hasrat dan gairah belanja untuk memuaskan keinginan! RIGHT NOW !

3. BUAT LIST BARANG YANG AKAN DI BELI

Ini penting, sebagai koridor penjaga kendali diri biar gak kalap menuntaskan rasa lapar mata. Buat daftar barang yang hanya benar-benar urgent (mendesak) dan memang dibutuhkan. Dan jangan beli yang lain dari itu.

4. BAWA UANG PAS PAS PAS

Saya tekankan agar tak membawa budget berlebih, agar tetap konsisten membeli apa yang telah kita list di rumah. Jadi kalo semua keperluan udah kebeli dan duitnya habis kita pasti segera pulang (masak ngotot mau ngutang?) Cukup sisakan untuk biaya transportasi saja.

5. USAHAKAN JANGAN BAWA ANAK-ANAK

Kalo yang dibeli sekedar keperluan dapur dengan budget seadanya, usahakan tak perlu bawa-bawa anak.
Percaya deh! Rempongnya bukan main, apalagi kalo masih balita kayak anak saya. Bukan hanya takut terpisah atau hilang di keramaian, pun anak -anak pasti doyan jajan dan off course gak bisa liat mainan yang bertebaran di seantero pasar.
Widih. . . Dan kalo gak dibeliin bisa mewek gak jelas ampe guling-gulingan di tanah pasar yang super duper becyek gitchu. *halah! Lebay biar dramatis. . .

6. PERKECIL UKURAN BARANG

Namanya serba mahal, tapi serba harus kebeli juga. Simalakama kan jadinya? Ya udah, gak bisa beli sekilo, ya setengah, gak setengah masih bisa seperempatnya. Yang penting ada, gak cukup? Dicukup-cukupin dong.
*maksa.

7. JANGAN KEBANYAKAN MENGELUH

Ini ni yang paling sering diwanti-wanti sama suami. Bawang seperempat 20 ribu, ikan naik sekian, beras mahal bla bla bla. . .
Ibu-ibu mah gak afdol kalo belum ngabsen harga-harga yang meroket gitu. Padahal dah kebeli juga, diam napa? Ribut amat kata suami, masih untung bisa beli, noh di sono noh! Masih banyak orang yang susah gak bisa beli apa-apa!
*manyun

8. BERSYUKUR

Nyanyi dolo. . .
Syukuri apa yang ada hidup adalah anugrah. . Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik. .

D'Massiv (bener gak tulisannya?) emang gak salah, saya mah kalo udah masak di dapur mengenang lembaran-lembaran uang yang melayang di pasar tadi siang, nyanyi dah lagu itu, berasa kesindir, satire ngena bgt.

Karena hanya dengan bersyukur kita bisa bahagia meski hidup sederhana.
😀

Advertisements

6 thoughts on “BELANJA DENGAN SADAR SAAT DI PASAR

  1. Assalamualaikum wr wb.
    Satu lagi yg harus dilakukan, yaitu usahakan jangan melewati pedagang yg barangnya sering bikin ngiler. Ya kaya obral daster diatas! (kl perlu merem deh jika terpaksa harus melewatinya! Hehehe….)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s