INSPIRASIKU BERSAMA MYWAPBLOG

Bahwasanya ada sesuatu dalam kepala manusia yang harus dikeluarkan segera.
Dan ada yang menggebu di kedalaman nurani yang menuntut untuk dibagi.

Jika seorang seniman bisa meluapkannya dengan melukis, dan seorang musisi dengan lagunya.
Lalu bagaimana cara mengungkapkan inspirasi bagi manusia biasa macam saya?

Apa dengan menangis?
Ah. . . Saya sudah belajar untuk tak berlama-lama menangis, karena ia tak pernah menghasilkan sesuatu kecuali air mata.

Atau berteriak ?
Saat dada terasa sesak dan pikiran dijejalii rasa muak.Tapi tidak, itu hanya akan mengganggu ketenangan manusia lainnya, para tetangga tentu tak akan suka.

Atau dengan melamun?
Menatap hampa pada langit yang bahkan tak peduli pada panas dan hujan yang melukisinya setiap hari silih berganti.

Kesedihan dan kegembiraan bisa kapan saja memenuhi kepala dan hati setiap anak manusia. Pada sentuhan cinta malah rasanya hari-hari menjadi semakin gila. Dan di sanalah titik awal sebuah inspirasi itu hadir. Yang menuntut ruang, eksistensi, cara dan sesuatu untuk mengungkapkannya.

Dan saya memilih menulis. Menodai putihnya helaian kertas dengan hitamnya tinta. Meski tulisan yang bukan menyenangkan untuk dibaca. Karena sejatinya berangkat dari kegalauan jiwa yang kian menggulana, berasal dari kesedihan patah cinta yang mewabah dan menggejala. Pun jauh dari kedalaman rasa kerinduan yang tak tertanggungkan. Bahkan lahir dari jeritan kerasnya hempasan trotoar jalanan yang diselimuti kemunafikan.

Maka bertumpuk-tumpuklah buah hasil inspirasi yang lama saya tanam di benak, tumbuh beranak pinak, kadang sakit kadang enak. Seringkali terselip di bawah tempat tidur, menuliskan segala kepenatan siang hari dan mengadukannya pada malam hari. Perihal repotnya anak beranak, sampai harga-harga barang yang terus naik menanjak.

Seorang penulis tak pernah cukup puas hanya dengan menyimpan catatannya, membekukan inspirasinya atau menyembunyikan kata-katanya.
Ketika sebuah koran lokal menerima karya tulisan, ada semacam panggilan dari dalam jiwa yang meletup-letup laksana petasan di bulan Ramadhan. Terus berdebam-debam menghantam jantung. Meski tanpa honor satu sen pun untuk setiap karya yang diterbitkan_ saya ingin, tetap dan telah mengirimkan karya-karya saya. Namun hasilnya tak seperti yang diharapkan.

"Mestinya kamu punya blog sendiri agar bisa menulis dan dibaca orang lain."

Itulah kata yang sepenuhnya mengguncang hati saya, saran dari seorang pengurus warnet yang saya mintai tolong untuk mengetikkan puisi-puisi picisan yang akan dikirimkan.

Dan saya tahu, dulu blog hanya bisa diakses melalui komputer. Akses internet untuk orang biasa seperti saya terasa amat sangat jauhnya, sangat mutlak ketidakmungkinannya.
Ah. .kejam rasanya.
Tiba-tiba saya merasa terlempar melintas 7 benua, terdampar entah di mana, menjadi titik kecil tak berharga yang tak mungkin diketahui mata dunia.
Tulisan-tulisan ini hanya akan menjadi sampah selamanya.
Apa artinya ketika suatu kreatifitas terkendala fasilitas?
Apa jadinya saat sebuah bakat dibatasi ruang bersekat?

Inilah yang namanya pelanggaran hak asasi manusia sesungguhnya. Aku tak lagi merasa sebagai manusia karena apa yang terpendam tak selamanya bisa kita simpan dengan hanya duduk dan diam.
Ironis. . .

Dan tahun-tahun berlalu cepat, rangkaian nasib bahkan terasa berkali-kali mendepak saya dari jalurnya. Membuat menangis, sekilas menghampiri bahagia, menghujat takdir dan kadang sesekali menyalahkan Tuhan, karena sebagai manusia biasa penuh dosa.

Meski agak terlambat tapi untunglah daripada tidak sama sekali. Sepertinya saya telah menjadi titik yang bisa bergabung dalam luasnya dunia maya.
Karena ada seorang teman yang berbaik hati membuatkan alamat email. Di sanalah segalanya bermula dan mulai terasa benderang bagi saya. Dan saya mengenal MYWAPBLOG kurang dari sebulan lalu.

Tak terlukiskan bagaimana rasanya ketika bisa menuliskan kata-kata dan merangkainya lalu mempostingnya dan lantas menerbitkannya. Istimewanya lagi ada yang mau singgah di blog saya yang gaptek ini, lalu membacanya dan meninggalkan jejak komentar di bawahnya. Saya merasa berharga dan dunia tahu bahwa saya 'ada'. Dan itu semua melalui handphone sederhana yang saya punya.

Bahkan saya baru menyadari beberapa hari lalu bahwa pemilik MYWAPBLOG berada di bagian bumi yang lain, di sebuah benua yang berbeda dari saya berada. Sebuah negara yang sering kita kenal dengan film-film romantisnya yang mendunia dan lagu-lagunya yang menggugah jiwa; MR. Arvind Gupta dari India (saya titip salam dan terima kasih dari Indonesia).
Yang membuat segalanya ada dan mungkin terlaksana, tulisan ini sebagai bentuk apresiasi dan atensi dari saya.

Tak banyak yang dapat saya lakukan di tengah keterbatasan ini. Saya hanya ingin terus menulis, meluangkan aspirasi, meruangkan imajinasi dan mengungkapkan inspirasi. Dan bagi saya MYWAPBLOG adalah sebuah solusi.

Terima kasih saya pada PAPA REYHANZ atas bimbingannya dalam mengadakan kontes ini.

13 thoughts on “INSPIRASIKU BERSAMA MYWAPBLOG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s