RINDU PERAWAN

Senyummu masih segar
dan kerinduan segera hingar bingar.
Menyerang hati, berderap-derap, berdentam-dentam.
Memukul kelam,
menyulam langit malam.
Dengan putih perawan sinar bulan.
Dan pelangi bidadari yang berkaca di tepi kali.

Sementara mataku masih nyalang.
Pada langit kamar usang.
Ada bayangmu yang hampiri bibir mimpi,
mencumbu sepi.
Saat kerinduan menjadi gaung tertahan.
Di pelukan senja kita belajar mengeja cinta.

April 2009

Advertisements

INSPIRASIKU BERSAMA MYWAPBLOG

Bahwasanya ada sesuatu dalam kepala manusia yang harus dikeluarkan segera.
Dan ada yang menggebu di kedalaman nurani yang menuntut untuk dibagi.

Jika seorang seniman bisa meluapkannya dengan melukis, dan seorang musisi dengan lagunya.
Lalu bagaimana cara mengungkapkan inspirasi bagi manusia biasa macam saya?

Apa dengan menangis?
Ah. . . Saya sudah belajar untuk tak berlama-lama menangis, karena ia tak pernah menghasilkan sesuatu kecuali air mata.

Atau berteriak ?
Saat dada terasa sesak dan pikiran dijejalii rasa muak.Tapi tidak, itu hanya akan mengganggu ketenangan manusia lainnya, para tetangga tentu tak akan suka.

Atau dengan melamun?
Menatap hampa pada langit yang bahkan tak peduli pada panas dan hujan yang melukisinya setiap hari silih berganti.

Kesedihan dan kegembiraan bisa kapan saja memenuhi kepala dan hati setiap anak manusia. Pada sentuhan cinta malah rasanya hari-hari menjadi semakin gila. Dan di sanalah titik awal sebuah inspirasi itu hadir. Yang menuntut ruang, eksistensi, cara dan sesuatu untuk mengungkapkannya.

Dan saya memilih menulis. Menodai putihnya helaian kertas dengan hitamnya tinta. Meski tulisan yang bukan menyenangkan untuk dibaca. Karena sejatinya berangkat dari kegalauan jiwa yang kian menggulana, berasal dari kesedihan patah cinta yang mewabah dan menggejala. Pun jauh dari kedalaman rasa kerinduan yang tak tertanggungkan. Bahkan lahir dari jeritan kerasnya hempasan trotoar jalanan yang diselimuti kemunafikan.

Maka bertumpuk-tumpuklah buah hasil inspirasi yang lama saya tanam di benak, tumbuh beranak pinak, kadang sakit kadang enak. Seringkali terselip di bawah tempat tidur, menuliskan segala kepenatan siang hari dan mengadukannya pada malam hari. Perihal repotnya anak beranak, sampai harga-harga barang yang terus naik menanjak.

Seorang penulis tak pernah cukup puas hanya dengan menyimpan catatannya, membekukan inspirasinya atau menyembunyikan kata-katanya.
Ketika sebuah koran lokal menerima karya tulisan, ada semacam panggilan dari dalam jiwa yang meletup-letup laksana petasan di bulan Ramadhan. Terus berdebam-debam menghantam jantung. Meski tanpa honor satu sen pun untuk setiap karya yang diterbitkan_ saya ingin, tetap dan telah mengirimkan karya-karya saya. Namun hasilnya tak seperti yang diharapkan.

"Mestinya kamu punya blog sendiri agar bisa menulis dan dibaca orang lain."

Itulah kata yang sepenuhnya mengguncang hati saya, saran dari seorang pengurus warnet yang saya mintai tolong untuk mengetikkan puisi-puisi picisan yang akan dikirimkan.

Dan saya tahu, dulu blog hanya bisa diakses melalui komputer. Akses internet untuk orang biasa seperti saya terasa amat sangat jauhnya, sangat mutlak ketidakmungkinannya.
Ah. .kejam rasanya.
Tiba-tiba saya merasa terlempar melintas 7 benua, terdampar entah di mana, menjadi titik kecil tak berharga yang tak mungkin diketahui mata dunia.
Tulisan-tulisan ini hanya akan menjadi sampah selamanya.
Apa artinya ketika suatu kreatifitas terkendala fasilitas?
Apa jadinya saat sebuah bakat dibatasi ruang bersekat?

Inilah yang namanya pelanggaran hak asasi manusia sesungguhnya. Aku tak lagi merasa sebagai manusia karena apa yang terpendam tak selamanya bisa kita simpan dengan hanya duduk dan diam.
Ironis. . .

Dan tahun-tahun berlalu cepat, rangkaian nasib bahkan terasa berkali-kali mendepak saya dari jalurnya. Membuat menangis, sekilas menghampiri bahagia, menghujat takdir dan kadang sesekali menyalahkan Tuhan, karena sebagai manusia biasa penuh dosa.

Meski agak terlambat tapi untunglah daripada tidak sama sekali. Sepertinya saya telah menjadi titik yang bisa bergabung dalam luasnya dunia maya.
Karena ada seorang teman yang berbaik hati membuatkan alamat email. Di sanalah segalanya bermula dan mulai terasa benderang bagi saya. Dan saya mengenal MYWAPBLOG kurang dari sebulan lalu.

Tak terlukiskan bagaimana rasanya ketika bisa menuliskan kata-kata dan merangkainya lalu mempostingnya dan lantas menerbitkannya. Istimewanya lagi ada yang mau singgah di blog saya yang gaptek ini, lalu membacanya dan meninggalkan jejak komentar di bawahnya. Saya merasa berharga dan dunia tahu bahwa saya 'ada'. Dan itu semua melalui handphone sederhana yang saya punya.

Bahkan saya baru menyadari beberapa hari lalu bahwa pemilik MYWAPBLOG berada di bagian bumi yang lain, di sebuah benua yang berbeda dari saya berada. Sebuah negara yang sering kita kenal dengan film-film romantisnya yang mendunia dan lagu-lagunya yang menggugah jiwa; MR. Arvind Gupta dari India (saya titip salam dan terima kasih dari Indonesia).
Yang membuat segalanya ada dan mungkin terlaksana, tulisan ini sebagai bentuk apresiasi dan atensi dari saya.

Tak banyak yang dapat saya lakukan di tengah keterbatasan ini. Saya hanya ingin terus menulis, meluangkan aspirasi, meruangkan imajinasi dan mengungkapkan inspirasi. Dan bagi saya MYWAPBLOG adalah sebuah solusi.

Terima kasih saya pada PAPA REYHANZ atas bimbingannya dalam mengadakan kontes ini.

NILA BAKAR BUMBU MANIS

Beginilah tampilan nila bakar buatan saya buat menu buka puasa hari ini. Standar, biasa banget malah. Tapi saya membuatnya dengan penuh cinta, itu yang akan membuatnya beda dan tentu saja lezat. . .

Sebenarnya bingung namanya apa, tapi karena ada gula dalam bumbunya, manis-manis gurih gitu. Maka jadilah nila bakar manis.

Bahan:
1/2 kg ikan nila.

Bumbu:
2 siung bawang merah.
2 siung bawang putih.
1 ruas jari jahe.
1 ruas jari kencur.
Garam dan gula secukupnya.

Tambahan:
3 sendok makan kecap asin.
3 sendok makan saus tomat.

CARA MEMBUAT:

Ikan nila dibersihkan (disiangi) lalu di iris-iris atau dilukai kulitnya.

Haluskan semua bumbu lalu balurkan pada ikan sampai merata. Diamkan kira-kira 15 menit agar bumbu meresap sempurna.

Campurkan kecap dan saus tomat sampai merata.

Panggang di atas bara hingga matang.

Nila siap disajikan dengan lalapan dan sambal acan (terasi).
Hmm. . .yummy. .:-)

Note: ikan nila bisa diganti ikan mas, gabus (haruan), ikan laut atau bahkan ayam.

BELANJA DENGAN SADAR SAAT DI PASAR

Duh. . . Rasanya tahun ini menjalani puasa sebagai manusia yang kurang bersyukur dengan nikmat karunia Allah. Habisnya apa-apa mahal, sembako naik gila-gilaan tak alang kepalang. Niat berhemat dan walau sudah hemat tetap saja kok anggaran belanja ibu-ibu pada kiamat.

Apalagi kalo di kota saya hari Jum'at adalah hari pasaran, tadi kepasar bawa 60 ribu 'cuma' dapat ikan, sayur, sabun cuci, sabun mandi, udang dan jajan anak.

Ruwet ya? Apalagi kalo hari pasaran pasti banyak barang-barang yang menarik mata. So saya mau bagi tips berdasar apa yang saya alami hari ini:

1. PERJELAS BATAS ANTARA KEBUTUHAN DAN KEINGINAN

Biasa ibu-ibu, kalo udah belanja suka gak jelas apa yang tadinya mau dibeli karena memang dibutuhkan segera dan mana yang sekedar keinginan. Apa-apa mau dibeli. (tadi hampir nangis liat daster obralan, tapi duitnya buat beli ikan, wkwkwk. . .)

2. PENGENDALIAN DIRI

Intinya pengendalian diri, begitu jargon yang pernah populer dulu yang disampaikan alm. KH. Zainuddin MZ.
Sebenarnya ini adalah inti hakikat dari berpuasa, bukan berpuas-puas semaunya. So, tekan segala nafsu, hasrat dan gairah belanja untuk memuaskan keinginan! RIGHT NOW !

3. BUAT LIST BARANG YANG AKAN DI BELI

Ini penting, sebagai koridor penjaga kendali diri biar gak kalap menuntaskan rasa lapar mata. Buat daftar barang yang hanya benar-benar urgent (mendesak) dan memang dibutuhkan. Dan jangan beli yang lain dari itu.

4. BAWA UANG PAS PAS PAS

Saya tekankan agar tak membawa budget berlebih, agar tetap konsisten membeli apa yang telah kita list di rumah. Jadi kalo semua keperluan udah kebeli dan duitnya habis kita pasti segera pulang (masak ngotot mau ngutang?) Cukup sisakan untuk biaya transportasi saja.

5. USAHAKAN JANGAN BAWA ANAK-ANAK

Kalo yang dibeli sekedar keperluan dapur dengan budget seadanya, usahakan tak perlu bawa-bawa anak.
Percaya deh! Rempongnya bukan main, apalagi kalo masih balita kayak anak saya. Bukan hanya takut terpisah atau hilang di keramaian, pun anak -anak pasti doyan jajan dan off course gak bisa liat mainan yang bertebaran di seantero pasar.
Widih. . . Dan kalo gak dibeliin bisa mewek gak jelas ampe guling-gulingan di tanah pasar yang super duper becyek gitchu. *halah! Lebay biar dramatis. . .

6. PERKECIL UKURAN BARANG

Namanya serba mahal, tapi serba harus kebeli juga. Simalakama kan jadinya? Ya udah, gak bisa beli sekilo, ya setengah, gak setengah masih bisa seperempatnya. Yang penting ada, gak cukup? Dicukup-cukupin dong.
*maksa.

7. JANGAN KEBANYAKAN MENGELUH

Ini ni yang paling sering diwanti-wanti sama suami. Bawang seperempat 20 ribu, ikan naik sekian, beras mahal bla bla bla. . .
Ibu-ibu mah gak afdol kalo belum ngabsen harga-harga yang meroket gitu. Padahal dah kebeli juga, diam napa? Ribut amat kata suami, masih untung bisa beli, noh di sono noh! Masih banyak orang yang susah gak bisa beli apa-apa!
*manyun

8. BERSYUKUR

Nyanyi dolo. . .
Syukuri apa yang ada hidup adalah anugrah. . Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik. .

D'Massiv (bener gak tulisannya?) emang gak salah, saya mah kalo udah masak di dapur mengenang lembaran-lembaran uang yang melayang di pasar tadi siang, nyanyi dah lagu itu, berasa kesindir, satire ngena bgt.

Karena hanya dengan bersyukur kita bisa bahagia meski hidup sederhana.
😀

ORANG GILA

Dirinya masih terbilang muda, berperawakan kecil dengan kulit langsat. Tak jelek, walaupun jua tak rupawan. Hanya ada yang sedikit membedakan dengan orang kebanyakan. Rambutnya masai, wajahnya kotor, pakaiannya acak-acakan tak beraturan. Sering membawa buntalan yang entah apa isinya, pun tak sungkan menari di tengah jalan raya.

Mereka menyebutnya orang gila. Ya, gadis muda itu telah kehilangan kewarasannya. Kabarnya karena ditinggal pujaan hatinya entah kemana. Membuatnya merana dalam nestapa tak tertanggungkan hingga ia memutuskan untuk bertukar akal pikiran.

Ramadhan berlalu belum separuhnya, sementara gerimis masih terus mengundang mendung di tengah cakrawala yang kehilangan birunya. Para penjual takjil menu berbuka kerap mengeluh dan mengumpat, dagangan mereka tak habis terjual karena hujan selalu jatuh sore hari.

Gadis gila itu biasa dipanggil Aluh. Ia biasa berjalan beberapa kilometer jauhnya menuju pasar dan menemui apa saja dalam hingar bingar praktek jual beli..
Hari ini ia menari-nari di tengah senandung lagu kereta malam. Dan semakin heboh ia bergoyang ketika sampai pada refrain jak ijak ijak ijuk ijak ijuk. . .kereta berangkat. . . Begitu seterusnya. Semua orang yang melihatnya ada yang mencibir sinis, ada yang tertawa, ada yang diam saja dan ada beberapa yang bersorak;

"Ayak tarus Luh. . .assek!"

Lagu yang tersiar dari VCD bajakan itu seakan amat menggembirakan dirinya. Sehingga Aluh menjadi satu-satunya orang yang tak tahu dengan harga sembako yang naik gila-gilaan di bulan puasa. Ia juga tak ambil pusing dengan gejolak akibat naiknya harga BBM.
Ia telah merasa cukup dengan kegilaannya tanpa harus ikut-ikutan latah mengumbar aurat di depan media berkedok seni dan profesionalitas.

Satu hal rasanya aneh terdengar, ganjil dan absurd. Ada seorang bidan desa yang rutin menyuntik KB 3 bulanan pada Aluh.
Iya, Aluh di suntik KB agar tak hamil dan beranak. Lah untuk apa? Padahal ia tak bersuami, pun ia tak mungkin memiliki rasa tertarik akan seks dan lawan jenis. Lagian. . . Siapa yang mau dengan orang gila??

Tapi nyatanya ibu bidan hanya belajar pada fakta yang pernah membelalakkan mata realita.
Dulu, ada seorang wanita yang terkapar di sebuah terminal, bersimbah darah dengan bayi di bawah selangkangannya, tanpa satu lembar kainpun menutupi dirinya. Ternyata wanita itu seorang gila yang telah melahirkan anaknya dalam ketidakwarasan pikiran yang entah buah karya siapa. Pria durjana mana yang sudi menghamili wanita gila yang bahkan tak lagi sadar akan dirinya ??!

Pun di sebuah loteng pasar di kota, pada malam jahanam terkutuk tempat domisili setan-setan tak berbudi. 7 pemuda memperkosa seorang wanita gila yang legam kulitnya yang biasa berkeliaran tanpa busana.
Bermodal sebatang sabun mereka memandikan wanita gila yang malang tersebut dan lantas menggilirnya habis-habisan sampai koyak moyak nasib takdirnya di hadapan dunia.

LALU SIAPA SEBENARNYA YANG GILA DI SINI ??

Aluh hanya segelintir orang yang tak bisa bedakan antara jenius dan gila yang justru teramat tipis antaranya.
Nun banyak di luar sana yang berpendidikan tinggi, jabatan prestisius justru gila-gilaan bersama wanita atau pria yang bukan pasangan sahnya. Dari hotel ke hotel, losmen ke losmen, mendeklarasikan syahwat, saling berbuka paha mengumbar maksiat.

Setali tiga uang dengan banyak pekerja seni yang telah meninggalkan inti harga diri. Ramai-ramai pamer aurat, membuat payudara dan pantat pantas untuk dicatat dan dilihat.

Sebuah tulisan pernah saya baca "ini jaman edan, kalau tak ikut edan tak kebagian."

Senja menghampiri beranda malam yang akan segera menutup hari dengan tirai kelam. Aluh melangkah pulang menenteng satu bungkusan plastik berisi wadai sumapan amparan tatak pemberian acil penjual kue yang tak habis terjual.

Gerimis merapat menjelma hujan, genangan air menjadi kubangan.

*

BASED ON A TRUE STORY

Seorang Ibu Rumah Tangga dan Blognya

menulis3.jpg

Sebenarnya ini seperti sebuah impian yang lama bercokol dan tumbuh dikepala.
Berawal dari rasa terdiskriminasi atas dominasi laki-laki. Bukan perkara mudah seorang ibu rumah tangga untuk bisa mendapatkan hiburan sebagai pelepas kejenuhan atas pekerjaan dapur yang tak ada shift, tanpa libur, apalagi cuti dan of course TANPA LIBUR AKHIR PEKAN.

Di titik terrendah kejenuhan, nyaris mati bosan, muak sendiri dengan gaya gaul ibu-ibu di lingkungan sekitar yang cuma mentingin style tanpa mikirin ekonomi negara yang anjlok * wes. . .mau ikut demo, gaya bahasanya.

Dan aku mulai kenal facebook (buat temannya adek gue thanks dah bikinin alamat email, dan aku jadi bisa sampai di blog ini).
😀
Awalnya utak atik opera mini doang, ngabisin pulsa begadang semaleman. Paginya pasti misua sewot karena gak bisa nelpon relasinya *bahasanya bo!

Tapi aku tahu hape itu gak cukup canggih untuk menjelajah dunia dan berpartisipasi dalam arus global informasi.

Sah sudah!! SAH SUDAH AKULAH KATAK DALAM TEMPURUNG, MAYA PRITADIA;
MANUSIA BERKARYA PENYAIR YANG TAK DIANGGAP.
Aku tahu caranya, tapi tak punya alatnya.
Kreatifitas terbelenggu fasilitas. . . .

Tapi coba lihat, ada banyak teman yang pinter dan bisa kuliah, punya komputer, laptop ada, gadgetnya super canggih keluaran seri terbaru. DAN BAHKAN MEREKA MENGETIK AJA GAK BISA.
What the world said?!
Appa kata gua. . .

Inilah hiburanku, sebuah interpretasi atas inspirasi yang merangsek ruang imajinasi. Menjadikan aku sebagai THE REAL ME,
Bagaimana sebuah tulisan seakan-akan mampu membuat seseorang punya kehidupan yang berarti dan pantas diceritakan.

Dan postingan ini ku tulis susah payah melalui hape yang harganya tak seberapa seringkali halamannya hilang entah kemana
This is really really ironic life. .
Tapi aku punya sesuatu untuk ku bagi, aku mau dan aku_akan_mampu. KEEP LEARNING AND ALWAYS TRYING.
🙂

CINTA CINTA CINTA. . .

Seminggu ini matahari nyaris tak terlihat, entah bersemedi dimana, suasana begitu beku. Membuat saya buka2 buku lawas yang ngumpet dilemari. Eh. . Gak taunya nemu benda pusaka bertahun 2002-2003. Lama juga ya, jamannya pas SMU dulu, lagi getol2x ikut kegiatan kesiswaan dan jadi senior yang doyan kecengin adik kelas. 😉

Dulu sih biar kata dah kelas 3 SMA, banyak yang baru kenal cinta, ada sih beberapa yang pernah pacaran. Tapi secara remaja dulu tak sevulgar sekarang. Lugu dan polos 😉 (halah, bo'ong!)

Kebanyakan cuma bisa nulis kata2 doang. . .

CINTA adalah bintang yang berkelap kelip di angkasa kehidupan manusia. Mengisinya dengan asa, melengkapinya dengan derita dan airmata. Serta menganugerahinya dengan bahagia.

CINTA adalah luka yang memberi airmata membasahi kepingan jiwa lara.

CINTA adalah raga yang memberi tubuh pada jiwa dan memberi usia pada nyawa.

CINTA bukan untuk disesali dan dihindari, melainkan untuk disyukuri dan dihadapi.

CINTA adakalanya tidak selalu saling memberi dan menerima, namun saling mengerti dan berbagi.

CINTA sejati tidak untuk dicari. Ia akan datang sendiri namun tak akan pernah pergi lagi.

CINTA. . .
Ia menuliskan sebuah nama, menganugerahinya sebuah rasa, memberikan satu asa dan menorehkan segores luka.

CINTA bukanlah buaian semalam antara dua insan yang sedang berkasih2an, tetapi cinta adalah kasih sayang seumur hidup hingga ujung usia penghabisan.

CINTA adalah secercah cahaya di tengah kegelapan yang mampu menerangi hati manusia dari hitam kelamnya kebencian.

CINTA itu diungkapkan, dirasakan dan diabadikan dalam hati setiap insan.

CINTA yang baik selalu berasal dari kerelaan dua insan yang merasakan, tidak memaksakan suatu keinginan dan dijalani bersama keridhaan Tuhan.

Bila cinta berupa perjalanan, maka yang dijalaninya adalah cobaan.
Bila cinta berwujud pengharapan, maka yang diharapkannya adalah kesetiaan.
Bila cinta berbentuk penantian, maka yang dinantikannya adalah kejujuran.
Bila cinta berupa penyesalan, maka yang disesalinya adalah perpisahan.
Dan bila cinta berwujud pencarian, maka yang dicarinya adalah kebahagiaan.

Matinya cinta berasal dari perasaan hampa karena merasa tak bahagia.

Tak ada kesempurnaan dalam kehidupan kecuali perasaan cinta yang didasari keimanan. Dan tak ada keabadian dalam kematian kecuali penghabisan yang penuh kesadaran dan keampunan.

Old file 2003