KETIKA PEREMPUAN PERGI BEKERJA

image: planetkentir.blogspot.com

Mungkin teman-teman pengunjung blog ini pasti bosan dengan postingan dan ulasan saya yang selalu bertema serupa. Kisruh dunia perempuan dan segala carut marutnya, positif dan negatifnya. Tapi mau bagaimana lagi? Tulisan-tulisan ini adalah serupa lava yang lama terpendam dalam dapur magma. Digodok, dimasak bertahun-tahun lamanya sampai waktunya tiba ia menjadi tumpahan lahar membara, siap membakar segala yang dilewatinya.

Saya tidak main-main dengan tema blog saya "DIARY DI BAWAH KASUR, CATATAN SEBELUM TIDUR."
Karena curhatan saya di rumah memang menumpuk, puluhan buku tebal dengan cover batik warna warni itu telah menjejali isi lemari. Dan untuk yang di bawah kasur adalah buku harian yang masih kosong tempat saya curhat hampir setiap malamnya. Sudah hampir penuh dan bersiap untuk beli yang baru lagi.

Karena saya IRT tak bekerja yang full mengurus keluarga jadi saya bisa menulis kapan saja, tentu setelah tugas rumah saya rampung, yah. . .walau sejatinya pekerjaan rumah tangga itu tak ada habisnya.

Kalau dilihat sejenak, ibu-ibu rumah tangga pengangguran seperti saya tampaknya tidak punya kontribusi apa-apa. Tidak produktif sama sekali, tak membantu kemorat-maritan kondisi ekonomi, tak menghasilkan materi seperti kata blognya Intan Baiduri dalam postingannya berjudul Emansipasi Wanita. . .???

Huft. . . Bernafas dulu, mulai sesak terasa. Tapi jikalau boleh saya pledoi keadaan ini; jika saya, seorang perempuan menikah, dengan dua anak yang masih kecil, pergi bekerja (kerja yang mengharuskan berada lama diluar rumah), maka akan ada pihak-pihak lain yang mau tak mau harus mampu dilibatkan.

Loh, kenapa?
Karena suami juga bekerja, maka tak mungkin dia yang membantu untuk merawat anak-anak seharian. Oke, bagus jika pekerjaan saya gajinya memadai (cuma lulus sekolah menengah tanpa skill dan pengalaman), sehingga bisa mempekerjakan pengasuh anak, beli susu formula dan tentu saja beli popok yang tak bisa dibilang murah. Dan kebanyakan orang tak mau mengasuh balita tanpa popok karena masih sering ngompol dan pup sembarangan.

Coba kita kalkulasi secara logika saja. Kalau di daerah tempat saya berdomisili, tarif umum pengasuh bayi otodidak alias tetangga yang pengalaman mengasuh anak adalah kisaran Rp. 450.000/bulan selama 8-10 jam sehari/sepanjang siang. Nah, apalagi kalau yang lewat jasa penyewaan baby sitter resmi.
Jadi bukannya saya ngoyo, kalau gaji saya hanya berada dikisaran 1-2 juta/bulan, lebih baik saya dirumah saja, dan tak perlu mengharuskan si kecil pakai popok tiap hari. Saya training sejak dini setiap hari untuk buang air di toilet.
Dan diusia bungsu saya yang belum 3 tahun, dia sudah bisa bilang pipis dan BAB, jadi tak pernah lagi merepotkan karena kotoran berceceran.
Apa jadinya jika sejak bayi saya tinggal bekerja? Mungkin si kecil tak akan 'sepintar' ini.

Memang sih ini hal kecil dan mungkin biasa, tapi percaya deh ini sangat berarti buat ibu kayak saya. Menanamkan kemandirian pada balita itu tak mudah. Popok termurah anggap 1.500 saja perbuah, minimal 2x ganti dalam sehari, malah sering sampai 4x. Ayo kali sebulan dan tambah pula biaya susu formula (kalau tak bekerja bisa hemat biaya susu karena ASI eksklusif).

Terus, alternatif lain minta bantuan mertua/orang tua untuk menjaga anak-anak kita. Kalau saya, itu tak akan pernah terjadi selama saya masih mampu. Karena mertua saya telah tiada, dan ortu saya pun sudah tua dan sering sakit. So, saya bekerja dan menjadikan ibu sebagai babu penjaga cucu NO WAY !!

Jadi saya sering miris juga lihat ibu2 muda jaman sekarang, jadi wanita karier, pergi kekantor mentereng. Tapi lihat ibunya di rumah, dengan kain sarung dan daster butut berkutat dengan cucu, cucian2 kotor dan seabrek kerjaan rumah lainnya. Ini fakta loh. . .
Dan ironisnya lagi, di akhir pekan pun si anak tak meliburkan ibunya sama sekali. Dengan bebas ia plesiran bersama suaminya sementara anaknya lagi2 dititip sama neneknya. Ckckckck. . .

Jadi, walau saya tidak bekerja dan hanya dirumah saja. Saya rasa itu sudah sangat membantu orang2 disekitar saya. Sedari awal menikah sampai punya 2 anak, saya tak pernah merepotkan orang tua, terutama ibu saya, dan meminta bantuan mereka untuk menjagakan cucu2nya. Alhamdulilah, saya bisa. Karena mereka sudah merawat saya dahulu, masa sekarang juga harus merawat cucu?

Biarkan abah dan mama tenang menikmati masa tua mereka, menjadi kakek nenek yang berbahagia dengan kemandirian anak dan cucu2nya.
Jangan terus menerus menjadi beban orang tua.

Dan dengan dirumah saja pun sesungguhnya saya 'bekerja'. Nanti gajinya saya ambil di syurga. INSYA ALLAH. . .

🙂

.

30 thoughts on “KETIKA PEREMPUAN PERGI BEKERJA

  1. wanita lagi yah…
    oke,,oke,,

    bismilah..

    sebelumnya,saya bukan ingin MENGHAKIMI wanita yang berkarir dan wanita IRT.

    karna saya pria jantan maka untuk memahi masalah wanita saya akan menjelma dulu menjadi seorang wanita. saya akan menempatkan diri saya di tengah,, saya akan menilainya dari perspektif yang berbeda pula,
    jadi begini..
    kita bisa memilih menjadi wanita karir apa menjadi ibu rusminah eh ibu rumah tangga
    .
    kalau saya melihat dr sudut pandang hal postiif maka untuk jabatan keduanya antara WANITA KARIR VS IRT saya katakan sama sama mempunyai andil yang begitu besar.

    untuk artikel diatas saya rasa ibu rusminah melihatnya dari sudut pandang NEGATIF yang akan berdampak buruk bagi anak.
    karna saya berada ditengah maka saya akan membahas dari positifnya.

    APA POSITIFNYA JIKA WANITA BERKARIR

    – TERHADAP KONDISI EKONOMI KELUARGA
    Dalam kehidupan manusia kebutuhan ekonomi merupakan kebutuhan primer yang dapat menunjang kebutuhan yang lainnya. Kesejahteraan manusia dapat tercipta manakala kehidupannya ditunjang dengan perekonomian yang baik pula. Dengan berkarir, seorang wanita tentu saja mendapatkan imbalan yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk menambah dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.
    Dalam konteks pembicaraan keluarga yang modern, wanita tidak lagi dianggap sebagai mahluk yang semata- mata tergantung pada penghasilan suaminya, melainkan ikut membantu berperan dalam meningkatkan penghasilan keluarga untuk satu pemenuhan kebutuhan keluarga yang semakin bervariasi.

    – SEBAGAI PENGISI WAKTU
    Pada zaman sekarang ini hampir semua peralatan rumah tangga memakai teknologi yang mutakhir, khususnya di kota-kota besar.
    Sehingga tugas wanita dalam rumah tangga menjadi lebih mudah dan ringan. Belum lagi mereka yang menggunakan jasa pramuwisma (pembantu rumah tangga), tentu saja tugas mereka di rumah akan menjadi sangat berkurang. Hal ini bisa menyebabkan wanita memiliki waktu luang yang sangat banyak dan seringkali membosankan. Maka untuk mengisi kekosongan tersebut diupayakanlah suatu kegiatan yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka.

    – PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
    Kemajuan teknologi di segala bidang kehidupan menuntut sumber daya manusia yang potensial untuk menjalankan teknologi tersebut. Bukan hanya pria bahka wanitapun dituntut untuk bisa dapat mengimbangi perkembangan teknologi yang makin kian pesat. Jenjang pendidikan yang tiada
    batas bagi wanita telah menjadikan mereka sebagai sumber daya potensial yang diharapkan dapat mampu berpartisipasi dan berperan aktif dalam pembangunan, serta dapat berguna bagi masyarakat, agama, nusa dan bangsanya.

    – PERCAYA DIRI DAN LEBIH MERAWAT PENAMPILAN
    Biasanya seorang wanita yang
    tidak aktif di luar rumah akan malas untuk berhias diri, karena ia merasa tidak diperhatikan dan kurang bermanfaat. Dengan berkarir, maka wanita merasa dibutuhkan dalam masyarakat sehingga timbullah kepercayaan diri. Wanita karir akan berusaha untuk memercantik diri dan penampilannya agar selalu enak dipandang. Tentu hal ini akan menjadikan kebanggaan tersendiri bagi suaminya, yang melihat istrinya tampil prima di depan para relasinya.

    begitulah POSTIFINYA alasan wanita berkarir,
    dan untuk negatifnya sudah ibu jelaskan diatas, karna saya berada dipihak penengah maka saya bahas juga positifnya yah bu… maaf ne,, kasian ibu ibu wanita karir kalu baca artikel ibu nanti jadi MUMET,BT,PNGEN BUNUH DIRI Loh.. hehehe..

    oia,satu lagi yang terlewat.
    untuk dampak negatif wanita berkarir saya tambahkan yah postingan ibu,, tapi ini dampakx untuk bapaknya.

    dampak negatif

    – kalu tengah malam dicolek colek pantat si istri buat… hehe.. suka NOLAK dengan alasan KECAPEAN, pdahal kan itu kewajiban juga untuk suami sang pemburu selangkangan.

    hahaha..
    komentar saya mohon dibls.

    Like

  2. wanita lagi yah…
    oke,,oke,,

    bismilah..

    sebelumnya,saya bukan ingin MENGHAKIMI wanita yang berkarir dan wanita IRT.

    karna saya pria jantan maka untuk memahi masalah wanita saya akan menjelma dulu menjadi seorang wanita. saya akan menempatkan diri saya di tengah,, saya akan menilainya dari perspektif yang berbeda pula,
    jadi begini..
    kita bisa memilih menjadi wanita karir apa menjadi ibu rusminah eh ibu rumah tangga
    .
    kalau saya melihat dr sudut pandang hal postiif maka untuk jabatan keduanya antara WANITA KARIR VS IRT saya katakan sama sama mempunyai andil yang begitu besar.

    untuk artikel diatas saya rasa ibu rusminah melihatnya dari sudut pandang NEGATIF yang akan berdampak buruk bagi anak.
    karna saya berada ditengah maka saya akan membahas dari positifnya.

    APA POSITIFNYA JIKA WANITA BERKARIR

    – TERHADAP KONDISI EKONOMI KELUARGA
    Dalam kehidupan manusia kebutuhan ekonomi merupakan kebutuhan primer yang dapat menunjang kebutuhan yang lainnya. Kesejahteraan manusia dapat tercipta manakala kehidupannya ditunjang dengan perekonomian yang baik pula. Dengan berkarir, seorang wanita tentu saja mendapatkan imbalan yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk menambah dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.
    Dalam konteks pembicaraan keluarga yang modern, wanita tidak lagi dianggap sebagai mahluk yang semata- mata tergantung pada penghasilan suaminya, melainkan ikut membantu berperan dalam meningkatkan penghasilan keluarga untuk satu pemenuhan kebutuhan keluarga yang semakin bervariasi.

    – SEBAGAI PENGISI WAKTU
    Pada zaman sekarang ini hampir semua peralatan rumah tangga memakai teknologi yang mutakhir, khususnya di kota-kota besar.
    Sehingga tugas wanita dalam rumah tangga menjadi lebih mudah dan ringan. Belum lagi mereka yang menggunakan jasa pramuwisma (pembantu rumah tangga), tentu saja tugas mereka di rumah akan menjadi sangat berkurang. Hal ini bisa menyebabkan wanita memiliki waktu luang yang sangat banyak dan seringkali membosankan. Maka untuk mengisi kekosongan tersebut diupayakanlah suatu kegiatan yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka.

    – PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
    Kemajuan teknologi di segala bidang kehidupan menuntut sumber daya manusia yang potensial untuk menjalankan teknologi tersebut. Bukan hanya pria bahka wanitapun dituntut untuk bisa dapat mengimbangi perkembangan teknologi yang makin kian pesat. Jenjang pendidikan yang tiada
    batas bagi wanita telah menjadikan mereka sebagai sumber daya potensial yang diharapkan dapat mampu berpartisipasi dan berperan aktif dalam pembangunan, serta dapat berguna bagi masyarakat, agama, nusa dan bangsanya.

    – PERCAYA DIRI DAN LEBIH MERAWAT PENAMPILAN
    Biasanya seorang wanita yang
    tidak aktif di luar rumah akan malas untuk berhias diri, karena ia merasa tidak diperhatikan dan kurang bermanfaat. Dengan berkarir, maka wanita merasa dibutuhkan dalam masyarakat sehingga timbullah kepercayaan diri. Wanita karir akan berusaha untuk memercantik diri dan penampilannya agar selalu enak dipandang. Tentu hal ini akan menjadikan kebanggaan tersendiri bagi suaminya, yang melihat istrinya tampil prima di depan para relasinya.

    begitulah POSTIFINYA alasan wanita berkarir,
    dan untuk negatifnya sudah ibu jelaskan diatas, karna saya berada dipihak penengah maka saya bahas juga positifnya yah bu… maaf ne,, kasian ibu ibu wanita karir kalu baca artikel ibu nanti jadi MUMET,BT,PNGEN BUNUH DIRI Loh.. hehehe..

    oia,satu lagi yang terlewat.
    untuk dampak negatif wanita berkarir saya tambahkan yah postingan ibu,, tapi ini dampakx untuk bapaknya.

    dampak negatif

    – kalu tengah malam dicolek colek pantat si istri buat… hehe.. suka NOLAK dengan alasan KECAPEAN, pdahal kan itu kewajiban juga untuk suami sang pemburu selangkangan.

    hahaha..
    komentar saya mohon dibls.

    Like

  3. @rammseiza,

    sip! Bung Ram, tp masak iya wanita karier jd pd mau bunuh diri gara2 postingan ini?
    Bukanx saya yg hampir mati gila krn 24 jam di rumah melulu?

    Oalah. . . Okeh buat yg wanita karier, semangat ya. . Dimana2 ada lahan ibadah buat kita.

    Dan yg dirumah saja. . Juga ladang pahala!
    Asal gak melanggar aturan dan suami jgn dilupakan.:-)
    kedip kedip mata nyamperin bapakx anak2

    Like

  4. Parah tuh, nenek nya yang mengurus cucu. Di jepang aja, seorang ibu wajib mengurus anaknya langsung. Ngga ada istilah pembantu di sana.

    Like

  5. @ALFARIZI BLOG,

    adat masyarakat di lingkungan saya banyak yg demikian.
    Krn di Jepang para lansiax pun byk yg msh bekerja. Budaya masyarakatx adlh malu apabl tak kerja dan workaholic.

    Like

  6. Assalamu'alaikum,.

    Yang terbaik adalah tetap mengasuh anaknya sendiri, tanpa melibatkan pihak ketiga. hehe,. 🙂

    Like

  7. Pagi buk.
    Saya akan memberikan sepirit aja.. Krn yg positif dan negatif udah terpampang di angkasa tuh. (akang ram lg koar2, sampei terdngar di Nganjuk Jatim)

    1. Tetaplah pada garis yang membwamu bhagia

    2. Tetaplah jadi IRT yg bijaksana

    3. Jadilah IRT yang memberikan semangat pada anak2.

    4. Jadilah sang ratu yg berwibawa

    5. Jadilah bidadari yg tercantik bg suami

    6. Didiklah anak2mu dngan prinsip agama

    7. Ikutilah suamimu dngan ikhlas

    8. Jangan pernah membantah sang raja dalam urusan kebaikan

    9. Diskusikan masalah yg ada dalam kehdupanmu

    10. Tetap PD walaupun jadi IBU RUMAH TANGGA.

    Walaupun tak ada gaji, pujian, mk tetaplah jadi IRT yg selalu taat agama.

    Berharaplah kepada Allah semata, jadikanlah ladang jihat sebgai wanita yg sholihah.

    Sekian dulu bu, kalo salah di hapus aja, memang saya belum punya ISTRI, masih mencari
    INTAN BAIDURI, tp akang RAMMSEIZA menghalangiku. Ha ha peace kang ramm.

    Like

  8. @mubari
    wadaaaaaww..
    Kita bersaing secara sehat yah bang,,

    maaf bu,, yang namax mubari sama rammseiza pasti bkalan bkin blog orang porak poranda. Hahaha

    Like

  9. @rammseiza. Waduh2 ketahuan. . . .
    Iyalah, tapi dianya ndak ada respon. Akhirnya MELONGO berdua, sambil ngudud ma ngopi.

    Maaf bu, jika tak berkenan, di delete aja.

    Like

  10. iya say kalau cm 1-2 jt mending drumah aja…. susu 1bln butuh 5-6kaleng X150rb plus pampers 2-3jam mesti ganti….kalkulasi jika suami dan istri bekerja hasilnya setiap bulan harus 2 digit jika tidak banyak waktu yg terbuang sia2…. salut saya dg ibu irt yg seharian drumah merawat,memasak dan bebersih tetek bengek…Cayoo….ibu irt….aja.aja.aja…fighting….

    Like

  11. @Bunda prabowo-blogsport.com,

    Makanya kan? Mending sy bntuin dagang suami tetap bs walau repot bw anak2.
    Kecuali someday sy tadi eksmud yg angkax 2 digit itu. . Huahohoho. *nyengir iblis.

    Thanks ya fren dah sudi mampir dr jauh2.:-)

    Like

  12. @Mubari,
    @Rammseiza.

    Ternyata kalian sodara kembar beda dunia beda pendapat ya!:-)

    tp komen kalian sgt cetar menggelegar bikin seisi blog kena otak gegar. Apa lg sy yg dengar. (ancur2 dah sekalian:-))

    Pasti, tetap semangat dan insya Allah tetap menjunjung nilai Islami meski cuma IRT atau pun juga yg wanita karier.
    Cayyo!:-D

    Like

  13. @Syahril,

    wa alaikum slm.
    Ya begitulah situasi sy saat ini, jalani dan syukuri, yg penting hepi, ke depanx liat bgmana nanti.
    Iya to?

    Like

  14. hadir, kunjungan pagi, postingan anda selalu menarik sob, sukses selalu dengan blog anda, jangan lupa mampir ya di blog saya, ditunggu..

    Like

  15. kunjungan perdana dan selamat siang gan.

    Postingan mu amat bagus dan berguna.
    🙂

    moga sukses selalu

    di tunggu kunjungan balik, new post css di blog ana.

    😀

    Like

  16. Nice post 😀

    Terimakasih atas kunjungannya dan komentarnya di blog saya 😀
    di tunggu kunbalnya lagi 😀

    Salam Bloger MWB

    Like

  17. Ngapunten lan matur suwun pangertosanipun.
    Tran. Maafkan dan terimakash pengertianya bu.
    Namine lare nem njeh ngoteniku.
    Namanya juga anak muda, ya seperti itu.

    Like

  18. Mantaf buat artikelnya.baik Irt atau bekerja berusahalh dgn sbaik"nya karna itu ladang amal kita. Cemungudh..ea he

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s