WHAT ARE THEY LOOKING FOR? (refleksi wanita terpasung)

Terlalu terhormat untuk disebut pelacur, pun terlalu hina untuk disebut wanita baik-baik.
Lebih tepatnya amfibi, paruh waktu, abu-abu, ngambang, gak jelas. . .

Fisik dengan lekuk aduhai itu tak ubahnya seperti bantal guling yang tertata rapi di sudut ranjang; hangat tapi kesunyian.
Suami-suami yang picik enggan menyentuhnya dan istri-istri menandaskan waktu sepanjang siang dengan dipusingkan perkara mengatur anggaran belanja, yang selalu overlimit dan tak pernah cukup.
Selalu menyisakan hutang di akhir bulan di toko kelontong seberang rumah. . .dan selalu juga ratapan panjang usai pertengkaran hebat karena desakan kebutuhan hidup yang terus membengkak, akut, nyaris meledak.

Apa yang mereka cari?

Sejuta mimpi telah lenyap terbenam dalam bantal usang 5 atau 10 tahun usia pernikahan yang ditikam derasnya hujan airmata, dikhianati pengabdian dan tanggung jawab yang telah lama tiada lagi mengandung cinta. Yang menyisakan duka, nelangsa, nestapa dan perlawanan wanita tanpa daya.

Sementara sejuta mimpi lainnya menari-nari di luar tembok otoriter bernama prioritas rumah tangga. Memanggil jiwa-jiwa mereka dengan gaungnya. Menarik keluar paksa hati-hati mereka yang terluka dengan jerat gemerlap dunianya, dan menyeret kaki-kaki lelah para wanita menuju altar persembahan jiwa raga.

Mereka tak berdaya melawannya_ tak ingin mencegahnya.
Mereka mencarinya, mencari kesenangan di luar diri mereka yang teraniaya. Karena iman dan Tuhannya kali inipun tak akan cukup sanggup untuk menghentikan mereka.

Dan kini apa yang mereka cari??

Ketika kesusahan dan himpitan perih kehidupan menjadi dasar pembenaran?
Ketika harta dan kelimpahan kemewahan hanya menjadikan mereka kosong iman?
Ketika deras airmata menjadi jalan membuka pintu tawa dan bahagia tanpa norma?

Kemana dan apa?

Roh-roh merana dan jiwa-jiwa hampa itu beterbangan lepas dari jeruji penjara jiwanya. Satu persatu mulai menjemput mimpi yang tak akan kau peroleh jika tak bermodal nekat, gila dan berontak.
Seolah itu bisa membebaskan mereka dari keterbelengguannya selama ini, padahal mereka baru saja mencipta penjara yang baru lagi untuk nurani, yang lebih intens, posesif, kejam dan lebih menjerat lahir dan batinnya.

Karena malam tak akan pernah memberikan pagi tanpa menukar gelapnya dgn lenguhan, desahan dan lembab udara bergantian pada aroma cuaca yang menjanjikan bencana!!

Kalian cuma wanita!

Malam-malam selalu mengutuk dan menghujat sedemikian rupa. Karena seperti apapun kalian memberi ataupun menerima, dua-duanya adalah kerugian yang sama besarnya_ atas hak m o n o p o l i kaum lelaki yang t a k t e r b a n t a h k a n lagi.

Selasa, 2 Nopember 2010

(serpih rindu yang tertinggal)

27 thoughts on “WHAT ARE THEY LOOKING FOR? (refleksi wanita terpasung)

  1. Assalamualaikum wr wb.

    Ketidak ikhlasan dalam menerima setiap episode kehidupanlah yg membuat kebebasan hati terpasung dalam sempitnya nurani, menjadikan pikirannya picik.

    Like

  2. @mubari
    wkwkwkwkw..
    Bacanya belakangan ?

    Apa hilang akal ne buat berkomentar pak bos,,
    wkwkwk…

    Oia, saya juga absen dulu,baca belakangan mau berkunjung ke pondok intan baiduri dl.

    Wkwkwkwk

    Like

  3. Ku rajut tanpa arti karena rasa tak pernah bohong. (inti goresan sang Ibu di atas).

    Galau di atas duri2.

    Wah2, super berat mikirku. Hu m m m m

    Oia, gni aja komenku.

    Wanita baik akan mendapatkan lk2 baik.

    Wanita baik akan mendapatkan laki2 kurang baik

    Wanita baik akan dapat laki2 bejat.

    Sebaliknya untk laki2, ah capek.

    Jadi jika memang keduanya punya dasar CINTA krn ALLAH, maka hal2 yg ada pada ARTIKEL DI atas tak akan laku.

    Apa modalnya cinta krn Allah.

    Hanya IMTAQ, IMAN DAN TAQWA.

    Itu aja bu, krn sy blm kenal dunia RT.

    @ram. Ngawur aja, lha tulisannya pakai bhasa planet, jadi aku harus menjadi manusia planet dulu bos.

    Like

  4. 💡
    mikir dulu super berat…

    ….mmm…
    Gene aja dah bu,,

    Satu lg, yg harus di ingat.
    Islam dan Rasulullah amat
    sgt memuliakan hak kaum
    perempuan/para istri/para
    ibu/anak2 gadis.

    Hanya sj yg menutupi smua
    itu adlh keterbtsn
    pemikiran manusia sehingga
    akhrx yg ada malah
    terkesan terkekang dan mengekang
    dan merendahkan perempuan.
    Padahal tdk demikian.
    (komentar ibu di postingan saya)

    saya edit dikit.

    Bang mubari,keren gak komentar ane..
    Wkwk..
    Kabor dulu ah.. Mau samperin intan..

    Like

  5. ijin nyimak aja deh.. ^-^
    terlalu pelik kebutuhanmu
    terlalu sempit gerak gerikmu
    tapi ternyata luasnya kasihmu tak bisa aku ukur.
    #buat ibu

    Like

  6. 1 lg bu.

    Orang2 yang anda hujat, puji, atau apapun.

    Itu semua karena korban nafsunya. Jika nafsunya dah menang, apapun yg dilakukan akan bebas mengartikan.

    Padahal Allah dan RasulNya sangat bijak dalam mengatur kehidupan ini.

    Tinggal manusianya saja yang tau berfikir jernih.
    Setan <vs> setan = bubar tatanan hidup.

    Like

  7. maaf bu kosa kata mentok..
    Ngikut mubari aja :mrgreen:

    oia,kemana aja bu baru nongol,
    saya ma mubari udah beribu2 kali kesni tp yg punya blog blm keluar2, udah abis brapa bungkus ne rokok ma kopi,untung punya duit buat byrx,, gk kaya yang ber inisial (M) nganjuk mulu mentang mentang tempat kediamannya di daerah nganjuk..
    Wkwkwk..
    (kita frend kan bang?)

    Like

  8. @rammseiza,

    ya eya lah bru nongol, wong org abis nyuci.:-)

    maklum yg punya blog ini kan emak2.
    Wkwkwk. . .

    Like

  9. @naslah enelida,

    iya, kebykn postingan sy ini emang file2 buku harian saya yg udah lama.
    Apalg yg puisi, gak ada yg baru, ditulisx udah berbln2 bhkn brtahun2 lalu.:-)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s