Sajak tentang Perempuan dari Nizar Qabany

image taken from: m.muslimahzone.com

Kebudayaan kita tergelincir dalam lumpur dan sabun.
Masih kita lestarikan warisan Abu Jahal dan Fir'aun.
Kita masih hidup dalam logika gembok dan kuncinya.
Melipat kaum perempuan dalam gumpalan kapas.
Menguburnya dalam pasir.
Memilikinya seperti benda.
Melepasnya ke sawah di siang hari seperti sapi,
dan mengembalikannya ke kandang pada malam hari.

Kita memerlukan hak istri seperti kuda pacuan.
Di pukul agar berlari kencang.
Tanpa perasaan, tanpa cinta dan kerinduan.
Tanpa kasih sayang.
Kita memerlukannya sebagai alat.
Untuk bekerja dan dipekerjakan.
Kemudian kita terlelap meninggalkan mereka di tengah api.
Di tengah tanah berlumpur.
Mereka terbunuh tanpa luka
dan kita campakkan di tengah perjalanan.

NB: Puisi ini diambil dari buku THE GIRLS OF RIYADH karya RAJAA AL-SANEA, saya jadi trenyuh dan jadi merenung panjang sekali.
Saya menemukannya 3 tahun lalu (2010)

15 thoughts on “Sajak tentang Perempuan dari Nizar Qabany

  1. Perempuan adalah seorang ibu, dalam pijak kasihnya pint u firdaus kan terbuka,,,
    namun terabai hanya sebelah mata,,,, menarik ulur langkahnya bagai benang layangan di ujung mega…
    Yg dg tarikan kasarnya helai benang terputus hingga hempas kebumi'brakk'
    tinggalah goresan nyeri di ulu hati…

    Kunjungan mlm q bundha Rus..

    Like

  2. Mantap sekali bagian ini:

    Melepasnya ke sawah di siang hari seperti sapi,
    dan mengembalikannya ke kandang pada malam hari.

    Like

  3. Assalamualaikum wr wb.

    Merenung panjang juga dulu ah..! Biar bisa kasih koment buat ni tulisan.

    Sory ya…! Di otakku mungkin lg kehabisan air makanya ga bisa mengalirkan kata2 buat dijadikan kalimat yg indah.

    Like

  4. @Rien,

    ya, smcm bentuk lain dari penindasan buat kaum perempuan di saat para pria memilikix hanya sbg benda.

    Like

  5. Wow syairnya (Y)

    Terimakasih sudah berkunjung di blog saya, di tunggu updatenya lagi, di tunggu juga kunbalnya lagi :

    Salam bloger MWB

    #ingat jika belum follback harap follback, karena nanti saya unfollow jika tidak follback πŸ˜€

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s