ASI VS SUSU FORMULA

Sebenarnya postingan ini tak bermaksud membanding2kan 2 jenis produk susu untuk bayi, hanya tentang ini saya pernah punya cerita tersendiri dan merupakan peristiwa yang pernah pula membuat mental dan kepercayaan diri saya jatuh hingga limit terendah.

Dulu, sekitar 8 tahun silam tepatnya di tahun 2005 saya melahirkan anak sulung saya. Saya masih ingat kalau dulu itu kampanye ASI sebagai susu terbaik untuk bayi tidak segetol sekarang. Kalau sekarang kita dapat dengan mudah melihat iklan2 di TV dan para selebriti dalam maupun luar negeri lebih memilih memberikan ASI ketimbang susu formula. Dan alhamdulilah, nampaknya sekarang pemerintah juga mendukung pentingnya ASI.

Nah, kalau dulu malah susu formula yang dijago-jagokan, yang punya kandungan gizi setara ASI juga ada. Pokoknya iklannya benar2 mengecilkan hati dan nyali saya untuk tetap konsisten memberikan ASI pada bayi saya.

Ditambah lagi kala itu banyak family yang kok kesannya lebih pro ke susu formula walapun dia juga masih memberikan bayi nya ASI, sebagai sampingan saja.

Maka jadilah saya direcoki satu keluarga, mulai dari suami, mertua sampai tetangga. Katanya lebih baik pakai sampingan susu formula biar enak kalau saya mau pergi kemana-mana. Loh? Bukannya malah repot kalau harus bawa botol susu, air panas dan sebagainya, karena kakak saya tak bisa maksimal memberikan ASI pada anaknya dan terpaksa pakai susu formula. Jadi saya tahu benar kerepotannya.

Suami malah wanti-wanti, jangan-jangan saya nanti malah sembarangan menyusui anak padahal ditempat umum, gak sungkan mengeluarkan payudara meski dilihat orang banyak. Wah, saya pastikan itu tak akan terjadi! Meski saya mengakui kalau di lingkungan saya mah lumrah biasa ibu-ibu yang 'pamer' payudara saat menyusui anaknya. Saya sebagai perempuan sebenarnya risih melihatnya, tapi mau gimana lagi? Sudah tradisi kayaknya. Entah bagaimana kaum laki-laki yang melihatnya?

Nah, karena saya seorang wanita yang selalu menggunakan kerudung bila keluar rumah, dan meski tidak terlalu lebar saya usahakan selalu menutup dada. Alhamdulillah, meski anak saya selalu dibawa kemana-mana dan suka netek tak kenal tempat. Aurat saya tetap aman dan tak perlu dipampangkan di tempat umum lantaran menyusui anak.

Ironisnya lagi, setiap ada yang melahirkan di RS apalagi yang operasi cesar, hampir bisa dipastikan bayinya harus minum susu formula. Entah apa alasannya, mungkin karena ibu si bayi masih lemah. Padahal pemberian ASI mempercepat pemulihan si ibu dan menguatkan sistem imun/kekebalan bayinya. Dan parahnya lagi susu yang diberikan pihak RS memilih brand tertentu yang harganya selangit, yang dijualnya tak ada di pasar, harus beli di super market atau mall. Gak tahu juga ya apa memang ada kerjasama komersil antara pihak RS dan brand perusahaan susu formula??

Tapi saya tetap pada pilihan memberikan ASI eksklusif tanpa tambahan makanan lain selama 6 bulan dan akan diteruskan sampai usia anak 2 tahun dengan makanan tambahan pendamping ASI.

Sempat kurus ini badan karena stres dan lelah dan bayi sering gumoh (muntah tanpa sebab). Dan sedihnya setiap kali anak muntah saya kena semprot, pasti saya makan sembarangan, minum es atau makan buah yang asam-asam. Saya, karena tak punya pengalaman mengasuh anak, bisanya hanya menangis. Belakangan, sekarang baru saya tahu kalau dalam pemberian ASI makanan si ibu tak harus dibatasi, asal tidak alergi atau membuat gangguan pada ibu dan bayinya semua makanan oke-oke saja, terutama asupan gizinya diperhatikan.
Juga masalah bayi muntah juga bukan karena dia sakit tapi itu juga suatu cara alami untuk melatih perut kecilnya. Dan dengan ASI bayi jadi sering BAB sampai 6 kali sehari, ini juga normal karena gerakan peristaltik ususnya bagus dalam mencerna ASI. Bukannya diare.

Jika pakai susu formula memang bayi tak terlalu sering BAB, dari sinilah muncul anggapan kalau anak bisa lebih sehat dan gemuk badannya dibandingkan dengan ASI.

Sampai-sampai dianggap pelit karena ngotot tetap ASI saja, kata tetangga "biar mahal toh buat anak ada aja rezekinya, kan bagus buat perkembangan otak!"
Korban iklan ni kayaknya, padahal sudah jelas tak ada yang lebih baik dari ASI. Nah kecuali jika si ibu memang tak bisa memberikan ASI karena sesuatu hal atau bayinya memang tak bisa netek.

Drop sudah, kepercayaan diri saya jatuh pada titik nadir. Saya menangis, tapi waktu membuktikan kesabaran saya, di usia 6 bulan si kecil tumbuh menjadi gembul dan sehat. Sekarang sudah kelas 3 dan bisa bersaing dengan anak2 susu formula brand luar negeri yang harganya muahhal sekali.

ASI memang makanan terbaik untuk bayi dan Tuhan sudah mendesain tubuh wanita sedemikian rupa untuk menjalankan fungsi utama sebagai ibu. Tapi tak semua bisa memberikan ASI maksimal pada bayinya dan susu formula juga amat sangat penting keberadaannya sebagai alternatif pilihan.
Jadi sangat tak bijak rasanya 'menghakimi' ibu yang memilih ASI atau susu formula.

KARENA SETIAP ORANG TUA SAMA, INGIN MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK ANAK ANAKNYA.

.

27 thoughts on “ASI VS SUSU FORMULA

  1. Kata emakku, saya dulu diberi ASI sampai 2 tahun.

    Alhamdulillahirabbil 'alaamiin, bdanku sehat wal afiat.

    Aku tadi di RS, juga melihat iklan gerakan ASI, bagi Ibu pekerja, entah pakai dot atau apa, yg mana memberikan kebebasan kepada Ibu.

    Memang benar adanya berita yg Ibu sampaikan. Walaupun sy jomblo tp pernah dengar bahwar RS merekomendasikan susu formula.

    Jadi kesimpulanku. Nanti istriku tak suruh beri Asi pada anak2ku nanti.

    Like

  2. Hmmm, jadi ingat kasus temuan susu formula berbakteri. Meski udah diketok palu, bahkan pemerintah pun ngak berani mengumumkan siapa saja.

    Kalau pemerintah saja kalah, bagaimana media yang memang cari duit dari iklan. Modal yang berkuasa… lalu mendoktrinkan apa yang mereka suka.

    Like

  3. ASI yah,,

    saya sedikit berbeda ne bu,,

    asi vs susu frmla
    masih mending,

    saya sering liat keluarga tak mampu memberikan asi itu dengan digantikan teh manis,/air biasa.

    Sedih saya,,
    kasian amat..
    Namun saya liat anaknya sehat2 saja karna ada suatu kekuatan yang berperan diatasnya,siapa ? Allah.

    Trz ada wanita yang tidak mau menyusui anaknya dengan ASI ,kenapa? Alasannya Takut payudaranyaberubah bentuk.
    Gila….

    Oia,saya kurus loh bu… Kalau saya sekarang minum asi bkal gemuk gk yah…
    Hehehe.,

    sebenarnya mungkin susu formula dibuat untuk membantu para ibu yang tidak bisa menghasilkan air susu,tapi kita salah kaprah dalam penerapannya,

    maaf kalu agak menyimpang,
    saya blm menikah,jadi kurang tau tentang permasalahan ibu&anak.

    Tapi kalu disuruh pilih saya pilih payudara(ASI)

    Like

  4. @rammseiza,

    itulah ironismex, sufor dibandrol dgn harga selangit sementara disisi lain byk bayi yg ASI ibux sj tak bs ia dptkn lg. Byk yg smpai dikasih air tajin/air beras yg tlh dididihkan. Tak apa2 sih, bayix sehat sj, tp tak sdkt pula yg jd gizi buruk krnx.

    Olh krn sy seorg ibu yg hny dirmh sj dan dpt optimal memberi ASI pd anak2 sy, jd sy memilih untuk tdk pakai sufor sama sekali. Tp jikalau keadaan memaksa krn suatu hal dan sbgx, apa boleh buat, sufor tetap bs dijadikan pilihan.

    Like

  5. Assalamu'alaikum wr wb

    mv tlat ne bun:(
    memang sebaikny d ksih ASI ea bun,yar ikatan bathin antara ank n ibu
    lebih dkat..

    (halaah ntan sok thu:))

    Like

  6. Assalamaulaikum

    bermanfaat nih ..
    Kunjungan Perdana Kawan..Kunbal Ya!

    Kalo Berkenan Silakan Follow Blog Saya Pasti 100% di Follback, No Hoax, No Omdo

    setelah follow harap lapor via guetsbook/komentar

    Wassalamualaikum

    Like

  7. Meski harga susu formula yg paling mahal sekalipun ttp ga bsa mengalahkan kualitas asi exklusive ibu, terutama colostrum/cairan kuning yg pertama keluar stlh ibu melahirkan,,,
    yg ironis lgi skarang colostrom diperjual belikan dg harga yg selangit.
    Smoga para ibu dan calon ibu ttp berusaha memberikan ASI, pdank" nya, sekalipun kerja tpi asi bisa dikeluarin dg alat dan ditaro botol…
    Jd jngn bnyk alesan deh ea..

    Kunj sore bun..dari bun juga ne..he he..

    Like

  8. @Enha,

    sama juga dong kayak sy, dipikir2 beli popok dan perlengkapan bayi aja udah hbs byk, apalg kalo mesti beli susu.

    Jadi ASI: gizi dan nutrisix lengkap, praktis, efisien, aman, mudah dan pasti MURAH.

    Like

  9. @Intan Baiduri,

    wa alaikum salam.
    Intan bnr, hub.ibu dan anakx emang jd lbh dkt, mkx kemana2 susah buat ditinggal. Sudah gede juga msh suka nempel mamahx.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s