DENDAM RINDU

Sampai batas limit terendah.
Terkapar, terpental-pental. . Lintang pukang dilindas tempias waktu.
Terseok di antara trotoar berdebu.
Bersajak atas nama luka.
Berteriak menghidupkan atma dusta.
Bergentayangan memanggil roh buta para pendosa.

Tersungkur dengan kaki berdarah.
Meneruskan langkah.
Menancapkan duri-duri menyemai dalam-dalam pada ladang hati.
Menuai dendam.
Rindu yang terdiam.
Cinta yang selamanya terpendam.

Kamis,
27 Juni 2013

2 thoughts on “DENDAM RINDU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s