FAKTA: DRAKULA BUKAN VAMPIR PENGHISAP DARAH

Buku: Dracula
Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib
Penulis: Hyphatia Cneajna
Tebal: 190 halaman

Inilah buku ke 2 yang saya baca dengan kening berkerut, kepala sampai migrain, bahkan hati terasa sakit karenanya.
Mungkin judul postingan kali ini akan sangat bertentangan dengan apa yang kita ketahui selama ini tentang sosok drakula; bahwasanya ia hanya sosok mitos yang melegenda. Tenar lewat film-film Hollywood bergenre horor tentang sang pengisap darah.

Di buku berlabel Best Seller ini, sekali lagi, seperti buku sebelumnya THE HIDDEN HISTORY, sejarah pun bisa dibelokkan, fakta dan kebenaranpun dapat dikaburkan, kengerian peperanganpun ingin dihilangkan.
Iya, lagi-lagi konspirasi.

Dracula bernama asli Vlad Tsepes III (1431-1476 M) adalah salah satu panglima dalam pasukan Salib. Ia pernah memerintah Wallachia selama lebih kurang 7 tahun dan selama itu tidak kurang dari 300.000 umat Islam telah ia bunuh dengan cara-cara tersadis dan terkejam sepanjang sejarah. Tak terkecuali orang-orang non muslim yang menentangnya juga mengalami nasib serupa.

Para korban 'disula' (ditusuk dengan kayu berujung runcing seukuran pergelangan orang dewasa melalui dubur atau liang kemaluan sampai tembus pada perut atau kepala), direbus dan dikuliti hidup-hidup. Dan siksaan terngeri untuk kaum wanita adalah pemotongan payudara saat korban hidup dan lantas mengulitinya, serta masih banyak lagi.

Namun upaya-upaya konspirasi ala Barat yang tak ingin mengakui kekalahan telak dalam perang Salib saat Konstantinopel jatuh oleh kerajaan Turki, menjadikan drakula sosok pahlawan yang amat tangguh dan mereka kagumi sepanjang zaman. Dan jadilah mitos-mitos, legenda tentang vampir yang tak pernah mati kecuali dengan Salib itu sendiri.

Padahal Konstantinopel telah ditaklukkan dan Dracula telah terbunuh dengan dipenggal kepalanya saat perang dengan pasukan kerajaan Turki yang dipimpin oleh Sultan Mehmed II (30 Maret 1432-3 Mei 1481 M).

Tak banyak yang mengenal Sultan Mehmed II yang mendapat julukan Al Fatih (sang penakluk) ini. Ya, beliau adalah pahlawan yang berusaha di hapus dari mata rantai sejarah dunia Barat, dan usaha itu hampir berhasil. Mengingat selama ini dunia_ bahkan umat Islam sendiri_ lebih mengenal Dracula atau drakula dari pada Sultan Mehmed II; pahlawan yang dilupakan.

Dan penulis secara khusus dalam sebuah bab di halaman 161 berjudul PERJUANGAN MELAWAN LUPA menyitir kata-kata dari Milan Kundera seorang sastrawan Cekoslowakia:

"Langkah pertama untuk memusnahkan sebuah bangsa cukup dengan menghapuskan memorinya. Hancurkan buku-bukunya, kebudayaannya dan sejarahnya, maka tak lama setelah itu bangsa tersebut akan mulai melupakan apa yang terjadi sekarang dan pada masa lampau. Dunia sekelilingnya bahkan akan lupa lebih cepat."

Buku ini benar-benar membuka selubung hitam yang menutupi fakta holocoust (pemusnahan massal) yang pernah terjadi selama ini, terutama di jaman abad pertengahan.

Seperti itulah yang melanda kita, upaya-upaya penghapusan memori sejarah bangsa juga mulai terasa di sini. Terbukti dengan suksesnya budaya-budaya luar yang merangsek masuk tiada henti ke dalam negeri. Tak apa jika semua terjadi jikalau kita masih ingat akar kita berasal, tetap mengerti arah roda sejarah yang pernah luka dan berkubang darah.

Karena apalah artinya hari ini, apabila tak belajar dari sejarah tempo hari??

.

20 thoughts on “FAKTA: DRAKULA BUKAN VAMPIR PENGHISAP DARAH

  1. Assalamualaikum wr wb.

    Banyak tradisi barat yg sebenarnya tak pantas untuk kita rayakan sebagai seorang muslim. Salah satunya perayaan April MOP. Sejarah dari April MOP sebenarnya juga adalah pembantaian umat islam.

    Like

  2. Ibu memang kutu buku. Salut dech, smg anak2mu juga suka bc buku.

    Kemaren malem pas pergi ke RS (maaf comentnya sama lokasi) dalam perjalanan aku menceritakan semauku, (bahwa vampir itu adalah kebodohan, karena hanya mitos2 belaka, seperti halnya gendruwo, dan makhluk2 langka lainya). Jadi jika percya silahkan tidak juga silahkan.
    Krn pendapatku hanya pendapat belaka, krn blm teruji ke orisinilnya.

    Like

  3. @Mubari,

    amin. . .

    Kemarin sy juga kira gtu, taux vampir dan drakula ya dr novelx Bram Stoker Dan pelem2 barat. Trnyata ada sejarah kelam yg melatar belakangi itu smua.

    Spt pelem Rambo, di gmbrkn sbg pahlawan yg menang dlm perang Vietnam. Nyatax apa? Amerika kalah telak dlm perang sbnrx dgn Vietnam. Mrk gak mau dipandang rendah krn kalah lalu membuat bermcm konspirasi untuk menutupi fakta yg sbnrx.

    Like

  4. @Raka Prasetya Andreas,

    emang gtu. Apalg film yg diadaptasi dr buku/novel. Kdg filmx kurang menggambrkn cerita di buku aslix.

    Like

  5. Perang Salib…penumpukan konspirasi yang hingga kini msih kabur dan dikaburkan kebenarannya,sejatinya oknum2 brkepentingan merubah sejarah menjadi cerita fiksi yang melegenda.
    wallahualam..

    nice,sist.

    Like

  6. mungkin resensi diatas sedikit kurang komplit (namanya juga resensi), menurut sepengethuan saya, Vlad Tsepes itu berasal dari mana coba? yupz, sebuah kota kecil di Romania, Transylvania.

    Nama drakula itu sendiri berasal dari ordo dracul dari ayahnya yang artinya naga. Nah makanya si Vlad ini disebut dracula (anak naga).

    Like

  7. mantabs bu, post.a..
    Yah jujur memang aku lebih tau drakula, daripd sultan Mehmed..:)
    bahkan baru pertama kali sekali aku ngebaca nama Sultan Meimed IÌ.. Hhe makasi bu tlah menyadarkanku..

    Like

  8. @Tumenggung 666,

    benar skali, trimakasih tmbhnx.
    Maklum, ini hny coba2 mengulas buku sj, perdana lg.:-)

    btw, pnh bc buku ini juga kah?

    Like

  9. @Arif YangTersakiti,

    masama, sy juga bru tahu ini. Makax bela2 in me review buku ini, pdhl gak bs. Cuma ingin menympaikan 'kekeliruan sejarah' yg dipercyai hmpir 500 th lamax.

    Like

  10. @lutofafa,

    memang, drakula, april mop dll trnyata dilakukan waktu periode perang Salib, hbs2n mrk membntai umat Islam. Dan tau tdk?

    Perang Salib bukan perang nuansa agama, itu hny kedok sbg penggerak massa krn dgn 'mengusung' keyakinan masyarakat akn lbh mudah u/ disuruh brperang. Ini lbh kpd politik, sosial dan ekonomi krn tdk suka pd kemajuan Islam yg cemerlang pd abad pertengahan di daratan Eropa (masa2 keemasan/kejayaan) Islam)

    Like

  11. Kunjungan siang bun, dari fb loncat ke post ini.
    kita tiap hari dicekokin tayangan" ala barat, hingga lupa dg budaya sendiri.

    Santun siangku bun.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s