ELEGI SEORANG TUA

Catatan diary 20 Nopember 2012

Kenyataan memang menyakitkan, menerimanya dan lantas bersabar, rasanya tak akan pernah cukup. Luka-luka semacam ini tak akan sembuh meski tahun-tahun berlalu dan hari ini segera menjadi masa lalu. Tetap akan ada bekasnya yang tak akan pernah hilang begitu saja.

Nyatanya kita cuma manusia-manusia naif dan bodoh, karena seringkali berbagai peristiwa terjadi tanpa kita bisa ambil pelajaran dan hikmah dibaliknya. Seringkali kita sebagai manusia menjadi pembeo dan pembebek yang suka menduplikat dan mengekor segala hal. Sehingga berbagai kesalahan fatal yang terjadi akan selalu berulang lagi. KITA SENANG MEMBUAT LUKA, MEMBUATNYA TERUS BERDARAH DAN MENGANGA, DAN LANTAS BERSAMA-SAMA MENABUR GARAM DI ATASNYA.

Itulah fakta. . .
Nyatanya kita memang telah bertambah tua. Tapi tak pernah menjadi dewasa.
Kita masih serupa anak-anak kecil yang terperangkap dalam raga-raga keriput beraroma tanah, dan kita masih suka merengek, menyalahkan, menuding dan yang termudah; mengeluh. . .

Karena 'andai dan jikalau' itu tidak pernah lahir ke muka bumi ini. Keterlanjuran yang menyakitkan dan memusingkan ini harus segera kita lupakan (ah. . .andai itu mudah).
Mau atau tidak, suka apa tidak suka, waktu tak akan pernah menunggu kita untuk mau setuju bahwa dia akan segera berlalu dan meninggalkan detik sebelumnya sebagai masa lalu. Tinggal kita yang harus putuskan untuk tetap membuat luka-luka itu kian perih dan terbuka atau mencari cara mengobatinya.

Sekali lagi kita hanya manusia-manusia naif, yang seringkali kalah bertarung dengan laju arus waktu. Yang kadang ketinggalan dilindas roda zaman.

Kita cuma orang-orang yang beranjak tua, yang tidak bisa berkata "TIDAK" pada anak-anak kita, kita yang ingin dinilai sempurna dan penuh wibawa. Meski kadang karenanya kita seakan menggali kubur sendiri.

Terkenang ketika bertahun-tahun lalu, kita mendapati perut perempuan yang bergelar istri itu dihuni setitik bentuk kehidupan dan 9 bulan berlalu adalah 3 bulan pertama yang membingungkan.

Kata "TIDAK" itu seakan lenyap dari kamus kehidupan seorang pria; sebab orang gila mana yang ketika tengah malam buta sibuk mencari buah dari Negeri Antah Berantah yang entah apa namanya, ada dimana dan tidak sedang musimnya?

Kita,
sebagai orang tua, sejak dahulu sekali bahkan sebelum anak-anak terlahir, telah menjadi 'budak' bagi mereka. Kita telah mengajarkan pada generasi penerus kita bahwa semua adalah 'DEMI' dan 'AKAN KU LAKUKAN APAPUN DEMI. . .'

Sampai kita lupa, ketika anak-anak mengejar kebahagiaan dan kesenangan mereka sendiri. Kita masih berdiri, duduk dan bertindak serupa jongos.
Hingga kita menanya di mana kita berada dan mulai mengkaji makna bahagia yang semu terasa. Karena anak-anak tak bisa manis atau penurut selamanya.

Dilema-dilema berbagai masalah terus menggempur di depan mata, desakan-desakan terasa kian menyesakkan dada. Meski telah demikian kerasnya untuk menjadi sosok orang tua yang bijaksana, kok rasanya malah seperti seorang durjana yang memetik ranum simalakama;

Menuruti sama dengan bunuh diri.
Tak menuruti pun akan mati tanpa harga diri.

Image taken from:
http://www.anneahira.com
udailham.blogspot.com

.

5 thoughts on “ELEGI SEORANG TUA

  1. Assalamualaikum wr wb.

    Entahlah…!
    Tak ada kata & kalimat yang kususun tuk melukiskan apa yang kau rasakan.

    Kehidupan kita berbeda. Begitu pun cara kita memaknai derita atau bahagia.

    Nikmati saja setiap episode yang terjadi.
    Karena kuyakin kita punya kesamaan. Sama-sama yakin ALLAH tak akan membiarkan luka selalu berbekas ditubuh kita selama kita mengobatinya dengan keikhlasan & rasa syukur kepada-NYA.

    Like

  2. Absen malam sob 😀

    Ma'af telat 😆 , sekedar meramaikan sob

    Kunbal slalu di tunggu
    ADa new post ni :down:
    Bisnis Online Terbaru Di bayar
    Rp.250-Rp.600 per klik pembayaran bisa
    via pulsa dan Atm

    Untuk info selengkap nya silahkan lihat di blog ku

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s