Menikah Muda Atau Nanti Saja?

Maraknya pergaulan bebas, kehamilan tanpa ikatan pernikahan sampai lumrahnya kasus pengguguran kandungan dari kalangan remaja/dewasa muda saat ini, membuat mata kita seakan dipaksa terbuka menyaksikan realita.

Karena itulah sekarang mulai gencar dicanangkan pernikahan tanpa melalui proses pacaran. Yang sangat terlihat dipromosikan oleh para ikhwan dan akhwat, aktivis sosial muslim bermisi kemaslahatan umat.

Saya amat mendukung program ini, karena miris juga melihat gaya pergaulan anak muda jaman sekarang. Dan saya pribadi juga penganut faham pernikahan dini. Eit, jangan salah paham dulu, bukan pernikahan dini lantaran MBA (Married By Accident) atau istilah bahasa Banjarnya GBHN= Gawi Badahulu Hanyar Nikah.

Tapi karena dulu 9 tahun lalu saya menikah selepas 3 bulan pasca lulus SMU dengan pria yang saya kenal 'hanya' 3 minggu saja. Belum genap 18 usia saya kala itu. (dan saya mematahkan anggapan bahwa menikah tanpa penjajakan/pacaran tidak akan lama bertahan)

Ilustrasi Pernikahan

Pernikahan ini tak mengenal istilah pacaran apalagi berdua-duaan cipika cipika sampai cipokan apalagi kimpoian.

Mengembalikan hakikat pergaulan lawan jenis yang dilanda cinta dalam aturan Islam yang sesungguhnya, proses utamanya 2 saja; Taaruf (pengenalan/pendekatan dengan calon istri/suami dan keluarganya), setelah merasa cocok bisa langsung Khitbah (melamar) menuju pernikahan.

Karena para ikhwan dan akhwat paham betul seperti apa setan menggoda umat, ditengah serangan tayangan yang bebas mengumbar aurat, diantara lumrahnya pamer dada dan pantat. Siapa yang dapat menjamin iman selamanya akan kuat? Karena tarian syahwat tanpa akad adalah tingkatan maksiat yang paling nikmat.

Tapi ada sesuatu yang 'agak' bertolak belakang dengan konsep menikah muda, dan mengusik naluri keperempuanan saya. BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) menganjurkan untuk menikah diusia minimal bagi wanita 20
tahun dan pria 25 tahun (kalo gak salah). Dengan berbagai macam alasan demi kesehatan dan pentingnya pendidikan.

Padahal kalau mau jujur, sekali lagi, ada berapa banyak yang bisa 'bertahan' sampai angka itu? Sementara di luar sana lihat, tak sedikit bocah usia 13 yang telah kehilangan keperawanannya dan tidak sedikit pula yang telah berkali-kali menggugurkan kandungannya sebelum genap 17.
Dan para pemudanya sibuk menjadi pemerkosa, mencecer cairan sperma di mana saja yang ia suka.

Memang, menikah muda atau nanti adalah pilihan. Keduanya sama-sama menuntut pertanggungjawaban yang tidak ringan.

Tak masalah jika menikah muda telah siap segalanya. Yang sering jadi halangan adalah mereka yang ingin menikah tapi masih sekolah, kalau masih sekolah menengah jelas tak boleh.

Yang masih kuliah dan menikah, artinya harus siap memiliki tanggung jawab berdua bukan perorangan lagi.

Dan berbenturanlah dengan faktor ekonomi, kalau mereka sambil bekerja dan ada penghasilan akan sangat membantu kehidupan mereka ke depannya. Tapi yang kuliahnya masih dibiayai orang tua adalah masalah yang tak bisa dihindari, artinya ada satu perut lagi yang mesti diisi nasi, keperluannya harus terpenuhi.

Memang tak layak rasanya faktor materi seperti ini menjadi batu sandungan niat mulia sebuah pernikahan. Tuhan sudah menjamin rezeki setiap anak manusia.
Tapi tetap tak bisa dipungkiri, pernikahan bukan hanya jalan menuju bahagia yang ingin dilewati berdua saja. Ada orang lain yang terlibat didalamnya dan akan turut merasakan imbasnya apabila kedua pihak yang menikah tidak dapat bertanggung jawab penuh dan menanggung konsekuensi atas keputusannya.

Memutuskan melajang dan meraih cita-cita setinggi-tingginya juga menuntut tanggung jawab yang sama beratnya. Mungkin akan lebih ringan karena hanya sendiri, tapi siapa yang tahu dalam perjalanan itu kita bertemu seseorang yang membuat hati selalu mengingatnya dan amat sangat ingin selalu bertemu?

Siapa yang bisa menolak kehadiran perasaan cinta yang ingin dibalas dengan rasa yang serupa?
Ketika memutuskan menunda pernikahan, terbuka banyak kemungkinan untuk memilih berpacaran yang katanya sebagai ajang penjajakan.
Tapi terkadang dalam proses penjajakan itu tak sedikit harga diri yang terinjak-injak.

Maka sekarang saya baru mengerti mengapa tempo dulu, almh. Nenek dinikahkan bahkan sebelum beliau datang bulan. Terlepas dari efeknya pada kesehatan organ reproduksi, orang-orang jaman dulu tidak neko-neko, sederhana saja; menikahkan dua anak manusia yang saling cinta adalah 'mengamankan' pergaulan manusia yang kian hari kian hilang kendali, mungkin. . .

Tapi, ini hanya pemahaman pribadi.
Segalanya masih terserah anda.
πŸ™‚
Bagaimana?

Image taken from:
ciar-ciar.blogspot.com

.

Advertisements

30 thoughts on “Menikah Muda Atau Nanti Saja?

  1. @mubari.

    Ya, thanks. . .
    Dan anak sy suka kopi kok, emang bgus buat mencegah kejang, udah dibiasakan dari bayi.
    Alhamduliah ke 2 anak sy tidak ada yg pernah kejang2 smpai skrg.

    Like

  2. Assalamualaikum wr wb.

    Pernikahan emang sesuatu yg rumit.
    Jodoh juga hanya jadi rahasia ALLAH, termasuk orang akan menikah muda/tidak (diluar yg berlaku maksiat tentunya).
    Jadi balik lagi pada pribadi masing-masing.
    Kalo ingin dapat jodoh yang baik maka buatlah diri menjadi pribadi yang baik. Inilah janji ALLAH.

    Like

  3. kalo aku, maunya nikah umur 23 ato 24.. hahaa
    bbrp tahun lg, ntuk skrg lum siap.
    masih ingin menikmati masa remaja, hehe

    ada negatif positif klo milih nikah muda, tp smw trgantung yg menjalani…

    Like

  4. Assalamu'alaikum,.

    yah, itulah cinta..
    kalau menurut saya sih, nikah muda, dewasa atau tua ndak masalah. Yang penting jangan berlama2 pacaran sebelum menikah.

    ada yang mengatakan, laki2 lebih setia pada perempuan ketika mereka masih berpacaran. Sementara, ketika sudah menikah, perempuanlah yang lebih setia sama laki-laki…

    melihat fenomena seks bebas di kalangan muda mudi indonesia jaman sekarang memang sangat menyedihkan.
    sadis bin tragis minal miris wal ironis…!

    Like

  5. hhhe kmaren dah sempet , kpengen nkah cepet um.. tapi gtau knpa dianya ninggalin akuu tanpa alasan jelas, n tanpa kata maaf.. tapi yaudahlah, skarang dianya udah duluan nikah ma orang lain..

    Like

  6. Klo menikah muda hanya untuk mencegah berbuat dosa bagi saya krng pas..

    Mencegah berbuat dosa gak hrs nikah kan..?
    Apalagi dr segi tggjwbnya,nikah itu berat loh..
    Juga yg udah nikah pun kadang slingkuh,alasanya blm puas masa remajanya…

    Nah loh…tinggal niatnya aja ya..
    Dan hati2.jangan pake menikah buat alasan ….

    Like

  7. saya sudah nulis komentar disini,tapi sewaktu di terbitkan Internal server eror, jadi komentarnya saya buat postingan saja di blog saya bu..
    monggo dibaca ..

    Like

  8. positif dan negatifnya pasti ada, dan ini saya setujui karena bisa mencegah perbuatan yang 'di inginkan' πŸ˜€ .
    Nah kalo sudah terlanjur hamil di luar nikah, kata guru saya "meski mereka di nikahkan, maka pernikahan itu tidak akan sah. Dan seumur hidup hubungan mereka itu sama saja dengan berbuat zinah"
    dan satu lagi, hukum karmanya adalah. Dikemudian hari, di antara tujuh keturunan mereka akan ada satu keturunan yang sama yaitu berbuat zinah.

    Percaya atau tidak itu hak kalian

    Like

  9. 【kata guru saya
    "meski mereka di
    nikahkan, maka
    pernikahan itu tidak
    akan sah. Dan seumur
    hidup hubungan
    mereka itu sama saja
    dengan berbuat zinah"】

    Aku stju dngan pendapat anda, tp khusus kata guru saya, aku tdk setuju.

    1. Jika dia di nikahkan dan memenuhi syarat, mk dia sah menjadi suami istri.

    2. Hbungan mereka tetap sah dan tidak zina jika no 1 td dipenuhi.

    Tp soal anak dr hasil zina, mk sang ayah tdk bisa menjadi wali jika anaknya perempuan.

    Like

  10. Assalamu'alaikum wr wb

    kunjungan silaturrahim bunda:)

    nikah?lw ntan lum kpikiran mpe k situ bun:D

    Semoga Allah SWT,menjga keimanan,jgn mpe trjerumus dgn prgaulan yg da jelas,

    mt sore bunda:)

    Like

  11. Kunjungan siang sob πŸ˜€

    Ma'af telat πŸ˜† , ane masi 18 taon, . Tp udh pngen itu tu πŸ˜†

    Kunbal slalu di tunggu
    Banyak new post di blog ku

    Like

  12. Menikah Muda Atau Nanti Saja? | Rusminah Qumainah's Mobile Blog
    [url=http://www.drsushi.com/longchamp-mini/longchamp-le-pliage-navy-blue.html]longchamp le pliage navy blue[/url]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s