Ibu Rumah Tangga dan Teknologi

Sebelumnya, saya mengucapkan terima kasih banyak, thank you very much, arigato gozaimas, syukron katsiran, atas perhatian teman-teman dan pengunjung blog ini. Karena sampai hari ini, kalianlah yang membuat blog ini berarti, masih ingat sekitar 3 bulan lalu ketika saya membangun dan mengelolanya dengan susah payah. Dan ada banyak teman sesama bloger yang jadi sasaran rujukan saya untuk diminta bantuannya.

Dan MAAF karena saya jarang dan tak lagi membalas komentar-komentar di tiap postingan karena kuota terbatas dan minim waktu sedikit pulsa. Jadi saya lebih memilih langsung ke tempat kawan-kawan.

Yang paling membuat saya tersentuh adalah saran-saran dari kalian. Tentang kartu seluler apa yang murah buat internet, karena punya saya tergolong lumayan, tapi sekarang susah untuk putar haluan. Jadi thanks sarannya saya save dulu.

Oke, sekarang kita ke inti postingan Ibu Rumah Tangga dan Teknologi.

wanita-dan-gadget-medium.jpg

Kemarin, pagi hari seusai sarapan saya duduk santai bersama suami di depan rumah. Kala itu suami saya meminta saya untuk mengunduh lagu dangdut favoritnya karena ia lupa nama situsnya. Lalu saya ambil lah hape saya (karena hape suami layar sentuh yang menurut saya ribet). Saya pun mengetik situs yang menyediakan lagu mp3 gratis untuk diunduh.

Lalu tiba-tiba ada tetangga saya menegur begini: “Loh? Kok istrinya yang mencet-mencet hape? Apa suaminya gak bisa?!”

Kami pun santai menanggapinya, suami bukannya tak bisa, hanya saja_ kebetulan_ untuk urusan ini saya lebih terbiasa. Dalam hitungan menit lagu tersebut sukses diunduh dan telah berpindah ke file musik di hape suami. Dan saya juga sering diminta anak sulung saya untuk mencarikan game kesukaannya.

Tapi bagi sebagian orang adalah bukan hal biasa jika ibu-ibu macam saya bisa menggunakan hape diluar nelpon dan sms. Karena orang masih beranggapan bahwa laki-laki lebih pantas dan lebih bisa dalam penggunaan teknologi komunikasi semisal telepon genggam dan komputer.

Jadi ketika ada seorang family yang untuk membalas sms saja harus bingung dan menulis hampir setengah jam lamanya, adalah hal biasa dan terkesan memang itu seharusnya, sementara suaminya bisa chatting di socmed dan bebas sms an dengan kenalan wanitanya.

Hoho. . . Tapi itu tak berlaku bagi saya, saya tak mau jadi ibu-ibu yang gaptek, saya mau dan harus belajar untuk mengerti_ atau minimal tahu_ tentang kecanggihan teknologi bernama hape dan segala fitur pendukungnya agar anak-anak saya lebih memilih bertanya dengan ibunya daripada orang selain saya.

Dan segala aktivitas saya di dunia maya dan internet adalah bentuk ‘pembuktian’ saya bahwa ibu-ibu tak boleh hanya berkutat dengan urusan dapur sumur dan kasur atau hanya menggosip dengan tetangga. Tetapi ibu-ibu (terutama yang tak bekerja dan berpendidikan rendah) juga harus belajar dan mengerti teknologi saat ini, tentu saja tanpa melalaikan tugas dan kewajiban utamanya juga jangan sampai terseret efek negatif kemajuan teknologi tersebut.

Artikel lainnya:
Ketika Perempuan Pergi Bekerja

Gambar: http://www.tabloidnova.com

26 thoughts on “Ibu Rumah Tangga dan Teknologi

  1. oke buk memang seharusnya begitu jadi ibu rumahtangga biar gak dikibulin me suaminya hehe . . Tapi gk blh berlebihan ya

    Like

  2. Kalau masalah teknology dan internet ga da batasan umur deh bun, yg penting ats pengetahuan suami, ama pcr aja sring tukeran akun dan paswod apalagi ama suami, nanti kalau saling percaya kedepanya jadi rilexs dan enjoy, ga ush peduli dg org yg fikiranya negatif, selagi kita masi lurus" aja..:-)

    Like

  3. betul mbk..sekarang jamanya udah canggih ,kita sebagai ibu rumah tangga juga jangan ketinggalan 🙂 yang penting tau tanggungjawab kita sebagai ibu rumahtangga,selebihnya internet punya…hehehe

    Like

  4. Assalamualaikum wr wb.

    Seperti yg pernah kutulis kecerdasan itu tdk tergantung dr tingginya pendidikan, tp cr kita mengasahnya.

    Like

  5. ndak apa bund, keren kok.. selagi ada manfaat yang bisa kita peroleh dr technology, kenapa tidak??? 🙂

    bahkan ibukku mengangkat telpon masuk saja masih bingung. maklum, 0rang lama., hehe.. 😀

    Like

  6. wahh salut wat mba' Rus,,memg dah spantasnya wanita mengimbangi laki2 dlm hal apapun ar gag jdi saling pecundangi tntunya,,n memg antra laki n wanita sama drajat'a di hdapn Tuhan cuma daya aja yg di tkdirkan beda,,ok,lnjtkan prjuangn mba Rus,mga sks slu amin

    Like

  7. wah keren bun, bagaimana cuba kalu anak bunda tanyanya ama orang yang salah. 😀 seperti saya gtu. :p
    mt malem ja yah bun. Sukses buat semuanya. Assalamu'alaykum

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s