SEBUAH MALAM DI JALANAN

Malam mengendapkan warnanya di sepanjang jalan yang berdebu, ditinggalkan hujan berminggu-minggu. Cahaya lampu jalan bernyalaan meningkahi derak kendaraan yang hilir mudik silih berganti tiada henti.

Malam tak lagi menakutkan seperti cerita nenek buyut dahulu; malam bukan lagi tempat bergentayangannya hantu-hantu yang terbang dengan kepala dan tubuh yang ia tanggalkan. Juga bukan lagi tempat lolong anjing dan lengking serigala yang mencekam dan menakuti menciutkan nyali hati. Hantu-hantu itu lahir, tumbuh dan hidup, beberapa diantaranya tampan dan cantik serupa manusia.

Sementara pengais rejeki kembali mendorong gerobak dagangannya, kembali memenuhi sepanjang tepi jalanan utama yang dinaungi Akasia berpoles debu. Tenda-tenda mereka berkibar sesekali dielus angin kemarau, menjadi saksi bahwa kiprah kehidupan mereka mesti tetap berjibaku melawan nasib. Kontras dengan gedung-gedung megah yang mengitari setiap penjuru kota.

Pak tua mengayuh sadel becaknya yang reyot dan belum di isi penumpang barang satu pun sejak lepas Maghrib tadi. Sementara pengamen sibuk menyanyikan lagu Berita Kepada Kawan, sembari mengetuk kaca jendela mobil mewah pak pejabat yang habis seminar.

Di sisi lainnya seorang ibu paruh baya menadahkan mangkuk plastik kosong sembari menepuk-nepuk pantat bayi kurus yang menangis dalam gendongannya. Wajah-wajah itu pasi dan hitam, nyaris segelap malam tanpa bulan yang memendam awan mendung. Yang entah kapan akan ia tumpahkan.

Malam bukan lagi tempat seorang hamba yang setia menjatuhkan keningnya dalam kedalaman sujud dan doa-doa panjang di dalam bilik sunyi. Orang-orang menghamburkan diri mereka ke tengah arena jalanan. Malam tidak lagi menjadi tempat istirahat kita untuk kembali menyelami dunia mimpi-mimpi kita sendiri. Manusia mesti terjaga dan mewujudkan mimpi itu dengan segera sebelum pagi tiba.

Ketika malam semakin beranjak kelam dan tinggi, ia tak lagi melingkupi sepi, segalanya kian gegap gempita. Dan tepat sebelum jarum waktu berdentang aku bergegas meraih helm dan mengancingkan jaket ku. Menstarter motorku hingga perempatan jalan di dekat kios bensin tua yang tak lagi berguna. Sejurus kemudian Dewi datang seperti biasanya. Ku antarkan dia ke sebuah tempat hiburan, tempat ia bekerja sebagai ladies karaoke sebagaimana malam-malam yang telah dilewatinya.

26 thoughts on “SEBUAH MALAM DI JALANAN

  1. Assalamualaikum wr wb.

    Dan malam menjadi waktuku untuk menyusuri jalanan dunia maya ini. Menumpahkan segala imajinasi yang lahir dari inspirasi perjalanan kehidupan nyata.

    Like

  2. Lanjut koment

    Tetapi ku tahu ini hanyalah dunia maya bukan dunia nyata di mana kita hidup selalu mersakan kegelapan malam dan kesunyian…

    Koment selenjutnya Lanjutkan…

    Like

  3. malam adalah nafas hidupku
    disini kuraih kehidupan

    malam adalah kegelapan
    yang pertama kali kulihat
    dan terakhir kali akan kukenang

    malamku adalah kehidupanku
    dimana kunanti fajar menjemputku meraih mimpi tinggi
    bersama terbitnya mentari berharap kan terangi jalanku saat menjemput mimpi. πŸ˜€

    Like

  4. Malam adalah segumpal pekat yang disetiap lorongnya adalah resahku,
    dengan apa esok perut kan kenyang?
    masihkah paket internetku tuk jelajah dumay kembali?
    Wkwkwk..

    Salam pagi:-)

    Like

  5. saya merasa sedikit sangsi dengan penggunaan kata "bernyalaan" dan "pasi dan hitam"
    menurut saya itu tidak tepat dan kurang menyatu dengan tulisan….itu hanya, pendapatku saja, mungkin anda punya alasan lain menggunakannya…
    tetap menulis sob….:)

    Like

  6. Absen pagi sob
    Ma'af Ya telat lagi πŸ˜₯

    Ijin meramaikan dulu ya sob cz.a lg buru2

    Kunbal ya
    Ada post baru ni


    Trik internet gratis Indosat,xl combo,xl tanpa paket,Telkomsel download big file awal oktober
    Dan ada juga trik lain nya

    Like

  7. kalau malam ngepok ngepok janda bu,, asik bu..

    Hehe..

    Amazing lah buat postnya,,
    bu.. Blh gk ane jd anak angkat ibu..
    He

    Like

  8. malamku, berbeda dengan malam-mu..

    kala ku terpejam, kau malah keluyuran..!

    ini malamku..
    mana malam-mu?

    bagus tenan bund… saya suka sekali ..! πŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s