ANTARA IBU-IBU, KONTRASEPSI DAN KENAIKAN BERAT BADAN

Postingan terdahulu:
ANTARA KB DAN IBADAH
AKU CUMA MAU LANGSING

Entah apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan segitiga ANTARA IBU-IBU, KONTRASEPSI DAN KENAIKAN BERAT BADAN? Saya juga tak mengerti, setelah beberapa tahun menikah dan punya satu atau dua anak, sebagian wanita mengalami kegemukan karena berat badannya naik secara drastis.

fatgemuk.jpg

Ilustrasi

Termasuk saya mengalami hal ini juga. Dulu ketika masih remaja SMU bobot saya ada di kisaran 45-50 kg dengan tinggi 158 cm. Sekarang sudah menanjak di level 60 kg plus.

Dan ternyata saya tidak sendirian mengalami syndrome kenaikan berat badan pasca menikah dan punya anak ini. Banyak di antara teman-teman sekolah dulu juga mengalami hal serupa. Rata-rata yang sudah punya anak badannya tambah bongsor dan berisi. Bahkan yang lebih mengejutkannya lagi ada yang semasa sekolahnya tubuhnya amat sangat kurus dan setelah punya anak menjadi big size.

Kalau kata para ahli kesehatan katanya kondisi ini dikarenakan para ibu-ibu jarang, malas atau tidak berolahraga. Oke, memang sejak menikah dan punya anak para wanita jadi punya ‘dunia sibuk’ nya sendiri, jadi olahraga adalah hal paling terakhir yang mungkin sempat dipikirkan.

Kalau menurut saya bukannya karena malas olahraga, tapi karena pekerjaan rumah tangga itu amat sangat menguras tenaga dan saya rasa dapat melebihi aktivitas olahraga, terlebih jika para ibu juga bekerja/wanita karier. Tapi anehnya kok malah jadi gemuk ya?

Lalu apa sebenarnya akar masalah kegemukan di kalangan ibu-ibu muda ini?

Hmm. . . Saya dengar-dengar ini lantaran alat kontrasepsi/KB yang mereka gunakan untuk mencegah, menunda, atau merencanakan kehamilan. Benar apa tidak sih??

Wah, efek samping yang kurang mengenakkan dong ini namanya. Biasanya ini berlaku pada pengguna kontrasepsi hormonal semisal pil dan suntikan, karena ini KB yang paling umum dan lumrah digunakan para wanita menikah. Dan kata orang juga, pil atau suntikan bila sudah cocok bagi penggunanya biasanya ditandai dengan kenaikan berat badan. Loh ??

Tapi saya menulis ini hanya berdasarkan asumsi publik dan apa yang saya lihat di sekitar saya. Jadi kalau untuk memastikan perlu penelitian intensif lebih lanjut. Tunggulah sampai saya jadi ilmuwan/peneliti.

Dan sebuah tayangan iklan alat KB di TV juga seakan ‘mengamini bahwa penggunaan pil atau suntikan KB menyebabkan kegemukan’. Lalu ramailah obat KB anti gemuk bermunculan yang diklaim dapat membuat badan langsing dan tidak gemuk. Apa itu benar?

Kalau menurut saya pribadi selaku pengguna aktif pil KB, semua itu relatif. Kita tak bisa memvonis mati bahwa alat KB menjadi biang kegemukan bagi wanita.

Karena sebenarnya wanita yang telah menikah mempunyai pikiran dan emosi yang bisa membuat nafsu makannya lebih dari biasanya. Jadi walau pun aktivitasnya banyak dan melelahkan, bukannya jadi langsing malah bisa sebaliknya.

Apalagi jika punya anak-anak hobi jajan tapi tak dihabiskan, maka karena sayang daripada terbuang, seringkali para ibu menghabiskan aneka cemilan manis, gurih dan penuh lemak itu.

Jadi, pil atau suntikan KB bukan penyebab utama kenaikan berat badan, ia hanya pendukung situasi tersebut. Karena pada beberapa kasus (seperti yang saya alami) pil KB membuat mudah mengantuk dan cepat tertidur terutama setelah makan.

Sebagai contoh, ada family yang memakai pil KB karena menikah tapi masih kuliah. Setahun berlalu tampilannya tetap dan tidak gemuk. Sedangkan saya walau memakai obat dengan jenis dan merek yang sama dari hari ke hari saya semakin ‘bertumbuh’. He. . .

Tapi, perlu diingat!! Saya menulis ini bukan mengatakan bahwa wanita tak boleh gemuk. Yang penting kita tetap sehat dan berbahagia. Kalau saya pribadi saya lebih bahagia karena pertambahan 10 kg berat badan saya ini. Bohay. . . . Wkwkwkwkwk. . .

ilustrasi: http://www.anehdidunia.com

30 thoughts on “ANTARA IBU-IBU, KONTRASEPSI DAN KENAIKAN BERAT BADAN

  1. makan yang tidak teratur juga bisa menyebabkan kegemukkan,itu yang lisa tahu mbk..untuk menjaga keseimbangan berat badan biar tidak naik turun BB sebenarnya mudah dan gampang,pertama jangan tinggalkan sarapan,karena sarapan sangat di butuhkan tubuh kita saat pagi hari tubuh kita perlu nutrisi..dan ini tips lisa menjaga BB lisa pribadi:
    sarapan lebih banyak dari makan siang dan makan malam lebih sedikit dari makan malam serta tidak ngemil saat nonton tv di mlm hari juga 2000 ml air putih/hari lisa minum,Alhamdililah BB lisa 50 kg 157 tinggi,
    waduh..maaf mbk komenya puanjang 🙂

    Like

  2. Hadir berkunjung soobbb !
    Ane lagi BlogWalking nichh.. jadi gak bisa lama-lama 😀

    Di tunggu kunjungan balik ama comment nya.

    Like

  3. sya ibu2 rmah tgga umur 24 thn anak 1 umr 4thn slm in sya mnjlani kb suntik brat bdan sy sllu brtmbh bgaiman cra mnrunkan brt bdan sya..tlg usuly

    Like

  4. @dezi,

    wah, sbnrx sy juga bkn org yg sukses dlm menurunkan berat bdn, krn slama ini BB sy juga nambh seiring nmbhx anak.

    Tp kalo skdr saran mungkin Anda bs mencoba rutin brolahraga ringan spt jln kaki atau lari2 kecil dkt rmh, kurangi pemakaian kendaraan brmotor untuk jarak yg bs ditempuh dgn jln kaki atau sepeda.
    Dan ganti cemilan atau roti2an dgn buah2n, perbyk sayurx juga dan kurangi asupan karbohidrat dr nasi dan mknan berat lainx..

    Jgn lupa perbyk minum air putih.
    Thanks atas hadirx di blog ini, sukses selalu buat anda sekeluarga.:-)

    Like

  5. @anita,

    wah, gak tau ya, tp sy dgr2 biasax ibu bidan tau jenis pil yg gak bikin gemuk. Tp tetap aja trgantung pola hdup dan pola mkn juga.

    Like

  6. @diana,

    maaf sy kurang tahu. Tp dr beberapa crita teman memang ada KB yg tdk menaikkan brt bdn. Mungkin bunda bs tanya ke dokter/bidan ahlix.

    Tp dgn catatan tetap menjaga pola mkn, olahraga dan istirahat yg cukup.

    Like

  7. @fatbar,
    wah, kurang tau ya. tapi kan kalo tubektomi itu gak mengandung hormon krn itu pengikatan saluran telur (kalo gak slh) . jd ya kembali lg ke pola mkn dan gaya hidup kt.

    Like

  8. Saya sejak mlahirkan sampe skrg tepatnya 1.tahun umur anksaya, saya ga pernah KB, tapi bb naik, sbnarnya nafsu mkn itu yg bikin gemuk.. kb itu mah cuma media pendorong aja, nasib gemuk tidaknya tubuh berada ditangan mulut, kalo ngunyah trs ya lama2 kaya ban buldozer… bulet padat bisa buat gilas..

    Like

  9. @novietan,

    haha. . .
    Iya, bener bgt. Krn mungkin sbuah pernikahan juga sbg sarana penunjang dan perbaikan gizi bg perempuan mkx tmbh berisi (kan apa2 sdh ada yg menjamin; terutama kebutuhan pangan/mkn).
    Alat kontrasepsi/KB cuma sbgn kecil faktor sj.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s