IBU DAN SEPIRING NASI DINGIN SISA KEMARIN

Dahulu. . . Ketika saya belum menikah dan masih sekolah. Saban subuh ibu memasak nasi buat kami sekeluarga makan pagi. Berlauk sederhana, telor rebus atau dadar.

Kala itu ada hal yang luput dari perhatian saya, dan baru saya sadari sekarang. Biasanya di panci atau dalam magic jar ada sedikit nasi sisa kemarin yang sudah agak mengeras karena dingin. Kadang ibu panaskan bersama nasi yang baru dimasak, sering juga beliau makan langsung.

Dan walau dipanaskan kami (saya dan saudara-saudara saya) tak mau memakan nasi tersebut karena sudah tak pulen lagi. Sungguh egois sekali!

Kemudian saya menikah dan menemukan kebiasaan serupa pada ibu mertua saya. Beliau setiap memasak bila ada nasi dingin pasti beliau yang memakannya, anak dan menantunya dihidangkan nasi panas yang baru masak.

Entah kenapa, para ibu ini doyan sekali nasi dingin, padahal nasi panas telah tersedia??

Sampai saya punya anak, ternyata si nasi dingin ini punya filosofi hidup yang dalam. Walau tak seenak nasi hangat, nasi dingin ini mengajarkan konsep menyayangi tanpa batas seorang ibu. Cinta yang ia berikan selalu sehangat nasi yang disantap anak-anaknya, ia terbiasa selalu memberikan yang terbaik pada mereka.

Nasi dingin yang dibuat nasi goreng juga mengajarkan kecintaan pada makanan. Pantang bagi ibu membuang nasi yang masih layak konsumsi. Di luar sana masih banyak orang yang tak bisa makan nasi, dan harus mengais sisa makanan basi di tong sampah.

Karena bagi ibu, untuk sepiring nasi yang kita santap setiap hari ayah harus banting tulang cari uang, dan ibu harus putar otak menekan anggaran belanja sehemat mungkin tapi sekeluarga tetap makan dengan gizi terpenuhi.

Dan hari ini saat saya mau memasak dan membersihkan penanak nasi listrik, ada sedikit sisa nasi dingin, dengan saya tambah nasi panas yang baru masak saya nikmati nasi dingin sisa kemarin itu. Alhamdulilah, saya menyantapnya dengan karih daging pemberian panitia qurban tempo hari.

16 thoughts on “IBU DAN SEPIRING NASI DINGIN SISA KEMARIN

  1. masih untung bisa makan nasi dingin ketimbang nasi kering yg d.olah kembali…
    Alhamdulilah walaupun berkecukupan nasi dinginpun d.mkan, stu tahun lama.a menunggu buah padi… Kalau dibuang begitu saja syng…kalau dingin / basi mending d.jemur buat makan ayam/itik…

    Like

  2. Jadi inget waktu dulu juga bun, wktu nenek masih sehat nenek yg urusin tetek begek kebutuhan sy, beliau juga yg rela makan nasi wadang(dingin) dan melarang sy memakannya, tpi sekarang nenek dah tua, sy ygmerawat beliau, dan melarang nya memakan nasi itu, sekarang gantian sy yg memakan nasi sisa itu.
    Mungkin saat ini 'cinta' ank q juga diperlaku kan sama spt nenek memperlakukan ku wkt kecil.
    Sejarah berulang bun…tpi apa daya…takdir cinta yg memisahkan.

    Like

  3. Bermakna sekali nasi dingin..
    tentu saja semua ibu akan melakukan hal yg sama..
    Bahkan ketika tidak ada dirumahpun pikiran apa sudah ada untuk makan anak yg ditinggal dirumah…

    meski saya tinggal di kota tp saya ternak ayam,,
    jika nasi dingin sisa gak da yg makan,saya sediakan tempat untuk mengumpulkanya buat ayam.

    Like

  4. Filosofi nasi dingin begitu luar biasa,kasih sayang dan juga rasa syukur….Maka pantas lah ( Syurga itu terletak dibawah kaki ibu)

    Like

  5. itulah ibuk..
    ia slalu berusaha memberikan yg terbaik untuk buah hatinya. bahkan kisah diatas juga biasa saya alami bund… 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s