TANGAN IBU DAN KEREPOTAN PASCA MELAHIRKAN

Post terdahulu:
Antara Mitos dan Fakta Pantangan Pasca Melahirkan
ASI VS Susu Formula

Ah Nopember, bulannya musim kawin dan lahirnya momongan.

Dan seperti sudah jadi tradisi, para calon ibu yang sudah hamil besar biasanya pasti pulang ke rumah orang tuanya dan memilih untuk melewati hari baru sebagai ibu di sana. Terlebih jika yang dilahirkan adalah anak pertama. Gembira, repot dan bingung jadi satu saat tangis makhluk suci itu terdengar untuk kali pertama.

Lihat saja Kate Midleton, istri pangeran Inggris, ia lebih memilih pulang ke rumah ibunya saat kelahiran anak pertama ketimbang tetap di istana walau dengan fasilitas mewah dan serba wah. Para artis dan beberapa teman juga melakukan ‘tradisi kembali ke mama saat punya bayi’ (mungkin hanya saya yang tidak).

Kenapa ya?

Mungkin karena saat wanita jadi ibu, ia jadi teringat bagaimana ibunya saat merawatnya dahulu, sehingga hal ini membuat hubungan ibu dan anak gadisnya yang telah menikah dan punya anak menjadi tambah dekat. Mungkin juga karena anggapan bahwa orang tua lebih pengalaman dan mahir dalam hal merawat bayi. Padahal ini bukan tanpa masalah loh, malah yang saya lihat perbedaan pola asuh karena dua zaman yang tak sama, pandangan dan tata cara orang tua yang kerap dicap ketinggalan jaman, kolot dan jadul sangat bertentangan dengan faham modern dan tata cara perawatan bayi yang lebih dinamis yang dianut para ibu muda. Ini bisa membuat konflik terpendam dan juga bisa membuat si ibu bayi mengalami stres pasca melahirkan (baby blues).

Kalau saya pribadi lebih senang merawat anak dengan cara saya sendiri tanpa harus ditekan dengan aturan, anjuran ataupun pantangan dari orang tua.

Namun ada juga yang menikmati saat-saat ‘orang tua mengatur perawatan bayi’ dalam segala hal. Mulai dari memandikan bayi, memakaikan baju, menidurkan sampai membereskan segala cucian, semuanya jadi tugas si nenek. Sampai-sampai untuk mengganti popok bayi yang masih merah itu saja si ibu tak bisa. Kalau orang Banjar bilang “sapusial mangapit hadapan haja” yang artinya kurang lebih “khusus menjepit selangkangan saja” karena merasa sakit pasca melahirkan dan tak bisa melakukan aktivitas apa-apa. Padahal banyak gerak dan melakukan aktivitas harian sangat membantu pemulihan pasca melahirkan, baik secara normal maupun operasi sesar.

Jadi, hendaknya si ibu baru juga harus belajar dan proaktif dalam merawat anaknya sendiri. Masak sampai bayinya berumur 3 bulan baru bisa memandikan? Gak lucu banget kan. Makanya jangan heran kalau ada anggapan setelah melahirkan jadi punya 2 bayi. Lah iya, si bayi dan ibunya yang tidak bisa atau tidak berani untuk merawat anak sendiri. Apa-apa pasti panggil mama/nenek si bayi walau hanya untuk urusan sepele semisal ganti popok saat bayi buang air besar (ini keluhan yang biasa saya dengar dari para nenek yang kudu ngemong cucu).

Jadi ada lagi peribahasa “saat anak memberi cucu, si ibu mendadak jadi pembantu”. Gak papa sih sebenarnya sebagai ibu baru kita minta bantuan ibu, tapi jangan semua kerjaan beliau yang borong. Belajarlah jangan sungkan menggendong dan mengangkat anak tanpa risih atau takut karena masih kecil dan merah (dalam beberapa kasus ada yang mengangkat bayinya saja tak berani -_-“).

Komunikasikan pada orang tua bahwa kita juga bisa dan mau belajar merawat anak, karena kadang-kadang si nenek yang terlalu sayang cucu juga kurang percaya pada si ibu dalam merawat anaknya dan dianggap tidak telaten. Bukankah semua butuh proses?

Mintalah bantuan suami dan jangan selalu mengandalkan tangan ibu karena kelak juga akan kembali ke rumah sendiri dan mau tak mau harus merawat anak sendiri walaupun ada pengasuh kita juga tak boleh lepas tangan.

Yang terpenting percaya diri, karena jika telah dianugerahi anak itu tandanya kita bisa merawat dan membesarkannya. Boleh mendengarkan saran orang yang lebih pengalaman tapi jangan sampai merasa terbebani karena kita belum semahir mereka. Karena pada akhirnya kita akan menemukan cara dan gaya kita sendiri dalam merawat bayi.

Jangan terus mengurung diri di rumah. Biasanya ada saja mitos pantangan yang tak mengijinkan ibu dan bayi yang habis lahiran untuk keluar rumah sebelum 40 hari. Jalan-jalan di dekat rumah sambil menggendong si kecil menikmati segar udara dan hangat matahari pagi apa salahnya? Nikmati momen singkat ini karena anak-anak cepat sekali tumbuh besar.

26 thoughts on “TANGAN IBU DAN KEREPOTAN PASCA MELAHIRKAN

  1. Assalamu'alaikum wr wb

    kunjungn silaturrahim bunda

    Artikel'a sngt bgus wt nambah pengetahuan wt para calon ibu

    mksh bun dh berbagi:)

    Like

  2. Assalamu'alaikum wr wb

    kunjungn silaturrahim bunda

    Artikel'a sngt bgus wt nambah pengetahuan wt para calon ibu

    mksh bun dh berbagi:)

    Like

  3. Absen malam :mrgreen:

    Jd Ingat Ibu

    Kunbal di tunggu
    Ada post baru ni
    Trik internet Gratis xl combo via All apps handler dan BH,Kartu Axis, dan indosat angkat anak gajah awal november 2013 | Kumpulan Apps keren dan Game HD android

    Like

  4. wach betul…betul…betul…?
    nanti kalox aku dach jdi ibu, aku terapin dech tips diatas xixixi

    Like

  5. Setuju…:-)
    aQ juga pux impian utk jadi ibu yg piawai nguruz rumah tangga tanpa bantuan mami or mertua perempuan…;-)

    Like

  6. Assalamualaikum wr wb.

    Soal melahirkan no comment!
    Kl soal ngurus bayi, Alhamdulillah punya sedikit pengalaman dg para keponakan.

    Like

  7. assalaamu'alaikum,,mt sore mba Ros,,wahh mkin sks aja nh hehe,,

    Like

  8. wah bunda hebat yah, aku kira seperti kate midelton 😀 yang pulang kerumah saat melahirkan.. Salut dh buat bunda bunda hebat! He

    Like

  9. Ibu yang termulia..
    I love U bunda…

    maaf mbk baru nyampek sini…beberapa hari post komen error mulu…3..4..kali ngepost gagal terus 😦

    Like

  10. Setubuh,,dg mandiri paska melahirkan,tapi jg jangan ngecuekin saran ibu,,soalnya ibu suka berpatok pada naluri.
    mis,,habis nglairin kaki klo tidur harus lurus..klo yg melanggar pasti kakinya benjol2 biru varises.karena peredaran darah gak lancar ketika kaki nekuk…

    saya orang jawa,ibu saya reseh,tiap kali kaki nekuk di timpuk,,tp hasilnya betis saya tetep mulus sampe skrng.he he he
    dan aturan2 lain dr ibu ketika kita terapkan hasilnya pasti baik kok.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s