KETIKA RESEPSI PERKAWINAN MENYISAKAN UTANG

30marriage.jpg

Sudah jamak dan lumrah terjadi di lingkungan masyarakat kita, jika orang tua amat sangat berbahagia dengan anak-anaknya yang akan segera memasuki gerbang pernikahan. Terlebih lagi jika para orang tua sudah sangat mendambakan hadirnya cucu.

Ketika seorang anak telah cukup usianya, matang pribadinya dan mapan kehidupannya, maka tak ada lagi hal yang dapat lebih membahagiakan orang tua selain dari memiliki calon pendamping hidup. Sebagai penerus generasi, penyambung tongkat estafet kehidupan, sebuah keniscayaan insting dan fitrah yang paling manusiawi dan sebagai pelengkap separuh dien.

Karenanya Islam amat sangat memuliakan pernikahan dan memudahkan tatanan dan arah menuju sunah Rasul ini. Tidak diperkenankan memberatkan dan mempersulit dua sejoli yang ingin bersegera menikah. Sampai hanya dengan mahar selingkar cincin tembaga yang tak seberapa, semua demi kemudahan tercapainya tujuan suci dari pernikahan.

Tapi, sekali lagi, fakta seringkali menuai dilema. Kehidupan bermasyarakat telah sejak lama mengalami pergeseran nilai-nilai budaya, adat dan kebiasaan yang kini telah berurat dan berakar. Seakan menjadi suatu keharusan dan kepantasan yang tidak boleh tidak.

Euphoria pernikahan dan rancangan resepsi perkawinan seolah menjadi ukuran, eksistensi dan takaran status sosial masyarakat. Sudah jadi semacam kebanggaan dan kejumawaan tersendiri jika bisa melangsungkannya dengan meriah, megah, mewah atau kalau perlu serba wah dan wah.

Tengoklah fenomena resepsi perkawinan super glamor dari kalangan artis dan pejabat. Tak tanggung-tanggung budget yang disiapkan bisa mencapai bilangan angka sekian M. Tapi sesuailah. . . Dan mereka memang mampu.

Lain kisahnya apabila yang mengalaminya rakyat jelata. Saya paham, bahwa ini adalah momen sakral yang hanya sekali seumur hidup, yang ingin dikenang sepanjang hayat dan dinukilkan dalam lipatan sejarah anak manusia. Tapi yang tak saya pahami, adalah ketika keinginan tak berbanding lurus dengan kemampuan. Demi resepsi perkawinan rela kesana kemari mencari utangan.

Kalau dalam adat Banjar, mahar pernikahan termasuk jujuran adalah cincin, hantaran pengantin lengkap, atribut seisi kamar juga sekian rupiah untuk walimah dan resepsi biasanya ditanggung pihak laki-laki. Bisa terbayang betapa ‘berat’ pundak calon mempelai pria di saat itu. Pihak wanita pun juga menanggung beban serupa, apalagi jika keduanya ngotot mengadakan pesta. Saat dana yang tersedia tak mencukupi, tombok sana sini jadi solusi. Alhasil, usai acara daftar pinjaman menanti ke dua belah pihak.

Mulai dari cetak undangan, baju pengantin, jasa tata rias, sewa tempat, makanan dan katering, sampai hiburan mulai dari orkes organ tunggal hingga lakon wayang semalam suntuk. Tak pelak, setelah acara bubar, tensi darah meninggi, uang amplop yang diharapkan tak dapat menutupi meski separuh tagihan.

Yang lebih parah lagi, strata sosial dan tingkat pendidikan seseorang sangat mempengaruhi hal ini. Misal, karena si A sudah bertitel sarjana maka malu kan kalau kawinnya tidak meriah seperti si B yang hanya SMP saja.

Seakan jadi keharusan yang tidak boleh tidak, meriah dan mewahnya resepsi pernikahan seolah menjadi tolok ukur kesuksesan si anak dalam berkehidupan. Seakan jadi barometer kebanggaan si empunya hajatan dapat terpandang di hadapan khalayak, meski utang-utang menumpuk menggerogoti pikiran sampai koyak.

Walau ini perlu dalam kehidupan dan kemanusiaan dan dapat merekatkan kekerabatan, tapi tak adakah cara yang lebih nyaman tanpa masalah belakangan??

Katanya takut mendapat malu jika acara perkawinan anak tidak meriah dan wah. Tapi sebenarnya lebih malu mana jika dibandingkan dengan banyak utang dan jadi bahan gunjingan di belakang??

Resepsi yang harusnya sebagai penyambung silaturahmi, bertransformasi menjadi ajang pamer, arena gaya dan adu perasaan riya.

Sampai ada yang bilang ke saya: “Ini seumpama tumpukan kembang api yang kita persiapkan mati-matian, semuanya meledak dan gegap gempita dalam hitungan detik saja.”

Ah, ironisme macam apa ini, kawan??


Ilustrasi dari:
http://www.mirifica.net

Advertisements

30 thoughts on “KETIKA RESEPSI PERKAWINAN MENYISAKAN UTANG

  1. klo suku jawa/lampung emg udh jd kwjiban pesta prnikahan anak.y di bwt besar2an wlopun scra finansial gk mncukupi.. g ada modal, ngutang pun jadi xixixi

    Like

  2. mungkin jg karena menjadi raja n ratu sehari hanya sekali seumur hidup, makanya rela merogoh kocek dalam2 sampe tebalin muka ngutang sana sini demi membuat acara semeriah mungkin–hingga melupakan hakikat suci pernikahan..

    Like

  3. Tak perlu harus meriah, yg penting .. Lengkap.. Tak ada kekurangan, dan pada sa'at acra juga damai, nah.. Yg penting acra ya berjalan lancr.. :D,

    Like

  4. Mantap bos

    Mampir, Ada new post

    Video 7 Museum Terseram Di
    Dunia.3gp By On the spot trans 7
    Download Gratis [unik aneh]
    =======================
    Trik Internet Gratis Indosat anti Block bugs baru,Telkomsel, xl combo dan three

    Like

  5. Alhamdulillah hal semacam itu tak berlaku dalam keluarga saya,,.
    Semua saudara saya acara pernikahannya gak ada yg mengadakan pesta resepsi…
    Biarkan orang mau ngomong apa, yg pnting anaknya sudah sah menikah, ortu udah senang tanpa harus memikirkan utang…
    Dan Alhamdulillah dari pihak besan jg tak pernah ada tuntutan utk mengadakan pesta, karena sudah di bicarakan jauh sebelumnya…..

    Like

  6. kalo disekitar daerah saya, kurang tahu yang kaya gitu (mungkin jarang bahkan ada yang resepsinya sederhana). Yang penting memenuhi undangan, itu aja.

    Like

  7. @ψ MaCaN stRez ψ,

    Loh? Pdhl gak sy perbarui lg. post teman yg udah sy visit juga ada yg muncul lg. Apa lg eror atau apa?

    Trus, ni sy juga kalo mau masuk harus login kt sandi terus.

    Like

  8. Woa!,nice post, i like it,its intreasting,keep it up,,,,,please dont forget to visit back and folow ,And always visit my blog as i will always be online on your blog everyday Thanks and also add me on your blogroll as i will also add you to mine own blogroll,,my url is http://emilarbz.heck.in Thanks as You visit 

    Like

  9. Dlm kelg saya alhamdulillah pada biaya nikah sendiri..ortu tinggal mengayomi..
    Lg an semua adik kakak sy ( semua dah menikah ) gak ada yg gelar pesta meriah tp dipaksain..

    Like

  10. Kunjungan malam master… 😀
    Sorry tidak bisa berlama-lama mau ngeronda ke blog lainnya… 😀
    Maklumin ye… 😀
    Jangan lupa datang ke blogku ya…:-D
    follow blog dan Rating blog…:-D
    jika berkenan…:-D
    nanti saya akan follback dan Rateback… 😀
    Buat sobat yang suka game saya sediakan game-game terbaru… 😀
    Gak percaya silahkan cek sendiri… 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s