PILIH KASIH DALAM PELAYANAN KESEHATAN (REVIEW DRAMA KOREA MEDICAL TOP TEAM)

editing-medical-top-team.jpgMEDICAL TOP TEAM

Setelah kepincut kagum dengan drama Korea tentang dunia medis Good Doctor, kali ini saya lagi-lagi menikmati cerita serupa di Medical Top Team. Tentu saja, walau bertema sama, drama dengan 20 episode ini isinya jelas berbeda dan lebih membuka mata saya tentang lika liku dunia kedokteran modern.

Terlepas dari nyata atau tidak, ada pelajaran yang dapat kita ambil dari drama ini, yang juga kerap kita temui di kehidupan nyata.

KETIKA KEMANUSIAAN DIPENGARUHI BERBAGAI KEPENTINGAN.

Drama ini mengisahkan tentang sekelompok Dokter handal yang tergabung dalam Medical Top Team yang bertujuan untuk mengobati dan meneliti penyakit-penyakit langka dan berat untuk semua kalangan, termasuk dari golongan ekonomi lemah.

Adalah Park Tae Shin, seorang dokter yang pernah praktek di AS, seorang ahli bedah yang handal, berdedikasi tinggi dan memiliki idealisme yang kuat, ikut bergabung dalam Top Team setelah RS gratis tempatnya bekerja ditutup karena pailit. Ia bertujuan dapat membangkitkan dan membangun lagi RS gratis di pinggiran kota itu setelah ia menjadi anggota Top Team.

Tapi kemudian konflik tercipta ketika pelayanan kesehatan terbaik terbentur dengan masalah keuangan. Karena dianggap menghabiskan anggaran dana RS, Top Team dipaksa mengubah visi dan misi awalnya menjadi Tim Dokter khusus yang kelak hanya akan melayani pasien-pasien VIP. Juga sebagai alat untuk membangun RS elite yang baru Royal Medical Center yang diperuntukkan bagi pasien kelas atas dari luar negeri.

Dr. Park kecewa dan ia memilih keluar dari Top Team menjadi dokter jaga malam. Yang lebih memilukan lagi ketika Dr. Park menemui pasien yang tak datang untuk periksa. Saat ia ke rumah pasien dengan penyakit pernapasan akut ini, ia menemukan ayah si pasien hampir mati karena bunuh diri dan si anak yang sakit itu pingsan tak bisa bernapas.

Ternyata si ayah sangat putus asa untuk mengupayakan pengobatan dan operasi bagi anaknya itu. Semuanya karena kemiskinan dan ketidakmampuan ekonomi.

Inilah fakta yang sering kita temui di kehidupan nyata; pendidikan layak, pekerjaan bagus dan pelayanan kesehatan yang memadai (seakan-akan) hanya milik mereka-mereka yang berkantong tebal. Mudah sekali kita temui penolakan dan pemulangan paksa pasien dikarenakan ia hanya membawa selembar kertas jaminan kesehatan dari pemerintah dan bukan lembaran-lembaran uang. Adalah klise dan lumrah terjadi bila terjadi kematian karena keterlambatan penanganan. Lagi-lagi, dengan dalih prosedur dan urusan administrasi.

Dan drama ini dengan baik menampilkan itu semua. Satu hal yang penting diingat, para dokter bekerja di bawah tekanan yang sangat tinggi dan intens. Mereka juga bukan Tuhan, ketika sesekali terjadi kegagalan atau kesalahan dalam pengobatan pasien mereka ada di garda terdepan untuk disalahkan, dipojokkan bahkan diseret ke ranah hukum (jadi teringat kasus dr. Ayu dkk). Jadi semua ini seperti lingkaran setan yang berputar di situ saja; penolakan pasien kerap terjadi karena adanya kekhawatiran semacam ini, penyelamatan yang gagal bisa jadi bumerang.

Karenanya penting menjadi pribadi yang tak mementingkan diri sendiri. Menjadi pasien cerdas dan terbuka pemikirannya, menjadi dokter yang sigap dan ahli dibidangnya, jujur dan tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Agar pasien dan dokter bisa bekerjasama dalam menangani masalah kesehatan yang diderita pasien.

Ah. . . Saya hanya terbawa suasana, ini hanya pandangan dan pendapat saya saja. Walau terkadang realitas hidup sesekali melukai, tapi bukankah itu yang akan menguatkan kita?

Ok, selamat menikmati dramanya.


Gambar:
asianwiki.com

Advertisements

10 thoughts on “PILIH KASIH DALAM PELAYANAN KESEHATAN (REVIEW DRAMA KOREA MEDICAL TOP TEAM)

  1. btl bgt.
    Realitas.y banyak kasus, pasien datang ke dokter atau Rumah
    Sakit dalam keadaan pasrah menyerahkan sepenuhnya pengobatan bwt.y,ini yg sharus.y hubungan pasien dan
    dokter lebih menyerupai hubungan orang tua dengan anak, atau bersifat ”paternalistik”.
    Kerja sama pasien dan tim medis makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak-haknya,
    hubungan pasien dengan dokter atau pasien dengan Rumah Sakit
    mengalami perubahan yang cukup berarti. Apalgi pasien sdr klw dia harus tahu tentang kondisi kantong n penyakitnya serta apa yang akan dilakukan dokter atau Rumah Sakit terhadap dirinya, bahkan sering kali
    pasien merasa perlu berdiskusi dengan dokter yang merawatnya.

    btw, drama medical top team ini kusuka bgt,wlopun rating nya jelek bgt dikorea…(genre ttg medis2 gt emg kurg diminati sma k-lovers hihi) kusuka aktingnya Minho oppa dsni 😛

    Like

  2. $y suka bnget medical too team.
    Jjr saja,menjadi tenaga media itu sulit.byk tekanan dr brbagai pihak mul dr pusat plyan ksehtan maupun pasien.sring Kli mndapat pilihn y bert ktika hrs mmentingkan kselamatan pasien ataupun pekerjaan.Tenaga medis sering kali terikat dg pkerjaan dan aturan" nya yg mmbuat tenaga medis bs mmberikn pelayanan ssuai yg di harapkan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s