LANGKAH YANG AKAN SELALU KU KENANG

Sepanjang jalan di kota kecil Beaufort menjadi terasa lebih pendek dan berarti ketika Landon mengantar Jamie pulang ke rumahnya. Dalam sesaat keheningan ia mulai mendapatkan kesadaran bahwa ia telah jatuh hati pada Jamie. Namun, dua orang yang saling mencintai sekalipun tak pernah tahu apa rencana Tuhan. Cinta dan takdir bisa saja menyatukan dua orang dengan cara paling manis atau malah memisahkannya dengan jalan yang sangat tragis.

Ini dia, salah satu karya fenomenal Nicholas Sparks: A Walk To Remember. Yang bertahun-tahun lalu telah menjadi keinginan dalam hati saya untuk dapat membaca kisahnya. Berdasarkan review dan sinopsis yang saya baca di internet, hanya dari judulnya saya sudah tahu bahwa Sparks dapat mengaduk perasaan dan mempermainkan emosi pembaca melalui kisahnya.

Buku ini berkisah tentang Landon yang akhirnya mencintai seorang gadis bernama Jamie yang merupakan putri seorang Pendeta. Ia dianggap gadis aneh dan tidak normal karena selalu membawa Al Kitab kemana-mana, hobi mengunjungi panti asuhan, baik hati pada siapapun sampai-sampai Landon mengibaratkan Jamie adalah tipe orang ‘yang dapat dengan mudah mendonorkan ginjalnya pada orang asing.’

Tapi siapa yang tahu rahasia hati manusia? Cinta bisa saja hadir pada hal-hal yang sebelumnya tak kita pikirkan, dan ketika itu terjadi kita akan merasa seluruh hidup dan tahun-tahun yang telah, sedang dan akan berlalu, seakan terserap pada moment itu. Ya, sebuah jalan yang akan kita kenang selamanya, langkah-langkah penting dalam hidup yang tak akan terlupakan, yang hanya bisa dijembatani oleh kenangan.

Seperti langkah kaki Jamie menuju altar pernikahan di penghujung kesakitannya dan Landon menyambutnya dengan ketulusan segenap jiwa.

Harusnya hidup memang seperti itu. Manusia mesti terus berbuat kebaikan dan tulus menyayangi siapapun. Karena kita tak pernah tahu, kapan maut menghentikan kita.

Nah, pembaca yang budiman dan pengunjung setia blog ini, inilah yang membuat saya jarang blogging sekarang. Saya lagi keranjingan membaca dan download ebook di internet. Karena saya hanya menggunakan hape maka ebook berformat jar yang bisa langsung dibuka dan dibaca bisa diunduh di situs ini, kode id file nya 4061, atau langsung coba klik di sini. Kalau sudah dibaca kita bisa saling berbagi airmata, hiks. . .huhu. . .

Ebook menarik dan keren lainnya juga banyak, lumayan dari pada lumanyun. Heheh. . .

Advertisements

KEANEHAN PENDIDIKAN: TAHUN AJARAN BARU, MASA ORIENTASI DAN KEKERASAN

Kita sudah berada hampir di penghujung Ramadhan yang juga menandai akan berakhirnya libur panjang akhir tahun. Ini saatnya kembali ke sekolah baru atau kelas baru.

Biasanya anak-anak sekolah sangat semangat menyambut tahun ajaran baru ini. Terlihat dari gegapgempitanya mengikuti kegiatan hari pertama di sekolah. Tentu saja masa orientasi siswa yang ditujukan untuk pengenalan dan adaptasi di lingkungan sekolah atau kampus yang baru. Nama lainnya ospek atau ajang perpeloncoan.

Sebenarnya ini tradisi tahunan yang sudah biasa, tapi saya tergerak menulisnya karena kok makin kesini acara orientasi siswa semacam itu makin aneh dan ‘tak terkendali’. Mulai dari dandanan ala orang gila sampai kekerasan yang kerap menghilangkan nyawa. Dan itu bukan sekali dua. Ada apa ini sebenarnya?

Dulu semasa SMA saya sering bergelut dengan kegiatan OSIS dan MOS, tapi saya menilai semuanya masih wajar. Tentang keharusan membawa sapu lidi, bakul dan topi anyaman, atau bata beberapa biji. Yah. . . Walau ada beberapa yang akhirnya tak berguna sama sekali. Semisal pita warna warni di kerudung, atau ngapain pake kaos kaki belang sebelah. Atau. . . Berasa aneh juga kalo kakak kelasnya diharuskan galak dan pemarah. Loh?

Sekarang malah tambah parah, 3 hari selama MOS para siswa dibuat ‘segila mungkin’. Bawa-bawa kalung tutup botol, dot bayi, apaan maksudnya? Gak menurut siap-siap dihukum senior, mulai dari sit up atau push up, atau bisa jadi di bullying.

Heran aja, kok dilingkungan pendidikan semua itu bebas terjadi?? Sekolah yang kita bayar gak bisa dibilang murah, tujuannya agar mencerdaskan, tapi kok dibeginikan? Dan ironisnya lagi selalu berulang saban tahun.

Masa orientasi telah menarik batas yang jelas antara senioritas dan superioritas tanpa batas yang mana para junior harus patuh dan manut bahkan untuk tindakan di luar batas.

Kalau tujuannya untuk pengenalan lingkungan sekolah, kenapa juga harus ada ajang plonco-plonco sok jago? Kenapa juga para siswa baru dapat nama julukan yang harus mengundang ejekan? Juga berdandan memalukan? Heran. . .

Bahkan ketika jatuh korban karena tindak kekerasan yang dilakukan kakak kelas pada adik kelasnya, semua hanya tinggal cerita tanpa ada perubahan bagaimana ini tak terulang lagi. Masa orientasi siswa telah lumrah menjadi pot subur menumbuhkembangkan bibit dendam pada para junior yang diam-diam berharap bisa melakukan hal serupa di tahun-tahun mendatang pada adik kelas mereka nantinya.

Hm. . . Sesuatu memang!!!

INILAH IRONISME ITU, KAWAN

Ini hanyalah catatan seorang perempuan, seorang ibu tak berdaya yang hanya bisa menyaksikan ketidakadilan meraja lela.

Selama ini kita terlena oleh apa yang setiap hari disuguhkan di depan mata kita. Membangun mimpi dan harapan kosong di atas permainan apik segelintir orang.

Kita, rakyat jelata, terus saja dibodohi dan diakali, bahkan nurani tertutupi.

Saat ini, Gaza siaga satu, anak-anak dan wanita Palestina ditembaki setiap hari. Israel dan antek-anteknya terus memborbardir kaum muslimin di sana. Tapi dimanakah kita? Sedang apakah kita saat tragedi kemanusiaan membumi hanguskan Palestina dan Suriah??

Kita masih ‘tidur’ dalam kekenyangan akut pasca ‘balas dendam’ buka puasa. Kita masih terlena oleh simpati tokoh teraniaya dalam sinetron dan drama. Kita masih sibuk menggaungkan euforia jelang final piala dunia dan tenggelam dalam kekalahan di meja pertaruhan perjudian. Dan KITA MASIH TERBIUS OLEH TAYANGAN TELEVISI YANG DENGAN SURVEY-SURVEY PASCA PILPRES MEMBUAT KITA MELONGO BERJAM-JAM MENYAKSIKAN WARTA TIPU-TIPU YANG MENYESATKAN RAKYAT. Kita hanya pikirkan siapa menang siapa kalah, padahal masih jauh panggang dari api.

INILAH IRONISME ITU KAWAN, DI TEMPAT SAYA ADA LIMA BELAS MACAM STASIUN TV TAPI TAK ADA SATU PUN YANG MENYIARKAN APA YANG SEBENARNYA TERJADI DENGAN SAUDARA SEIMAN KITA DI PALESTINA !!!

Bukalah mata dan hatimu kawan, dan siapapun yang membaca postingan ini Ya Allah. . . Selamatkan Palestina.

Selamatkan Palestina.

HARUAN BABANAM CACAPAN ASAM

Hm. . . Bulan Ramadhan selalu jd bulan ‘kembali ke dapur’ buat saya, makan teratur dan tak lupa sayur. Sampai terkadang bosan juga (memasaknya), hehe. . .

Lalu saat suami memancing dapat ikan Gabus/Haruan maka saya putuskan untuk dibakar tanpa bumbu yang ribet alias banam manis saja dengan tambahan cocolan irisan buah Asam/mangga muda. Pecah lidah terasa, apalagi saat menunggu beduk tiba.

RESEP HARUAN BABANAM CACAPAN ASAM:

300 gr ikan Gabus, bersihkan, baluri garam dan sedikit bawang merah yang telah dihaluskan. Biarkan bumbu meresap.

Kemudian panggang/bakar di atas bara sampai matang. Beri irisan buah asam, sedikit terasi bakar, garam, bawang dan cabe rawit, lalu siram dengan air hangat.

haruan-babanam-cacapan-as.jpg

Hm. . . Yummy, gurih-gurih pedas dan asam segar. Maknyus nampol. . . Dijamin nambah nasi berpiring-piring.

Selamat mencoba.