KEANEHAN PENDIDIKAN: TAHUN AJARAN BARU, MASA ORIENTASI DAN KEKERASAN

Kita sudah berada hampir di penghujung Ramadhan yang juga menandai akan berakhirnya libur panjang akhir tahun. Ini saatnya kembali ke sekolah baru atau kelas baru.

Biasanya anak-anak sekolah sangat semangat menyambut tahun ajaran baru ini. Terlihat dari gegapgempitanya mengikuti kegiatan hari pertama di sekolah. Tentu saja masa orientasi siswa yang ditujukan untuk pengenalan dan adaptasi di lingkungan sekolah atau kampus yang baru. Nama lainnya ospek atau ajang perpeloncoan.

Sebenarnya ini tradisi tahunan yang sudah biasa, tapi saya tergerak menulisnya karena kok makin kesini acara orientasi siswa semacam itu makin aneh dan ‘tak terkendali’. Mulai dari dandanan ala orang gila sampai kekerasan yang kerap menghilangkan nyawa. Dan itu bukan sekali dua. Ada apa ini sebenarnya?

Dulu semasa SMA saya sering bergelut dengan kegiatan OSIS dan MOS, tapi saya menilai semuanya masih wajar. Tentang keharusan membawa sapu lidi, bakul dan topi anyaman, atau bata beberapa biji. Yah. . . Walau ada beberapa yang akhirnya tak berguna sama sekali. Semisal pita warna warni di kerudung, atau ngapain pake kaos kaki belang sebelah. Atau. . . Berasa aneh juga kalo kakak kelasnya diharuskan galak dan pemarah. Loh?

Sekarang malah tambah parah, 3 hari selama MOS para siswa dibuat ‘segila mungkin’. Bawa-bawa kalung tutup botol, dot bayi, apaan maksudnya? Gak menurut siap-siap dihukum senior, mulai dari sit up atau push up, atau bisa jadi di bullying.

Heran aja, kok dilingkungan pendidikan semua itu bebas terjadi?? Sekolah yang kita bayar gak bisa dibilang murah, tujuannya agar mencerdaskan, tapi kok dibeginikan? Dan ironisnya lagi selalu berulang saban tahun.

Masa orientasi telah menarik batas yang jelas antara senioritas dan superioritas tanpa batas yang mana para junior harus patuh dan manut bahkan untuk tindakan di luar batas.

Kalau tujuannya untuk pengenalan lingkungan sekolah, kenapa juga harus ada ajang plonco-plonco sok jago? Kenapa juga para siswa baru dapat nama julukan yang harus mengundang ejekan? Juga berdandan memalukan? Heran. . .

Bahkan ketika jatuh korban karena tindak kekerasan yang dilakukan kakak kelas pada adik kelasnya, semua hanya tinggal cerita tanpa ada perubahan bagaimana ini tak terulang lagi. Masa orientasi siswa telah lumrah menjadi pot subur menumbuhkembangkan bibit dendam pada para junior yang diam-diam berharap bisa melakukan hal serupa di tahun-tahun mendatang pada adik kelas mereka nantinya.

Hm. . . Sesuatu memang!!!

10 thoughts on “KEANEHAN PENDIDIKAN: TAHUN AJARAN BARU, MASA ORIENTASI DAN KEKERASAN

  1. Dunia pendidikan yang tidak mendidik kearah yang benar..
    melainkan mendidik kearah dendam…..

    Meski aku sudah gak sekolah, tapi aku sama sekali gak setuju dg program semacam itu….
    kenapa gak di bikin program pengenalan lingkungan dg cara gotong royong membersihkan lingkungan sekolah atau kerja bakti di kampung2 bersama masyarakat aja..

    Like

  2. Hadir berkunjung
    benar sekali sepertinya kegiatan 'mos' makin tahun makin aneh, bukan memberi contoh yang baik malah semakin eror. Harusnya kegiatan 'mos' bersifat positif dan mendidik

    Like

  3. Assalamualaikum wr wb.

    Kl jaman kita dulu ospek atau sekarang disebut mos benar2 untuk mengenal lingkungan sekolah. Makanya dulu disuruh bawa sapu buat membersihkan sekolah, bw tanaman buat bikin indah sekolah, dll. Tapi sekarang sepertinya hanya sebagai ajang permainan. Disini pentingnya peran guru pembina OSIS untuk membuat kegiatan yg bermanfaat & penuh kreatifitas.

    Like

  4. Suatu keanehan memang, saya berpikir apakah sama sekali tidak ada peran dari pihak sekolah dalam acara MOS, seharusnya ada pihak sekolah yang mengawasi kegiatan tahunan ini. Banyak sekali setelah terjadi sesuatu misal kematian, pengurus sekolah seperti tidak tahu menahu… Peran sekolah memang penting untuk membatasi kegiatan yang dilakukan oleh para senior-senior ini agar tidak menyebabkan suatu tindakan berlebihan yang mengawali tumbuhnya dendam di hati para junior…

    Like

  5. Suatu kegiatan yang ga penting.Saya dahulu hanya ada Penataran P4,Wawasan Wiyata Mandala ,dll, tanpa ada perploncoan seperti sekarang.Acara ga bermutu dan justru banyak di salahgunakan.

    Like

  6. wah wah…. Saya cuma sedikit aja bacanya sobb,,, saya cuma silaturahmi.. jika berkenan,, mampir yaa…
    Hehee 🙂 salam olah raga

    Like

Leave a Reply to Rusminah Qumainah Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s