CATATAN HITAM 17 AGUSTUS DI KOTA KECIL KAMI

CATATAN HITAM 17 AGUSTUS DI KOTA KECIL KAMI

Kami (saya dan suami) menerima sebuah undangan di hari Sabtu sore, sebuah undangan berdesain apik dan mewah berwarna merah hati. Biasa, saya mengiranya undangan walimah perkawinan karena tertanggal 17 Agustus hari Minggu.

Ternyata saya salah, di undangan itu tertera UNDANGAN SELAMATAN. Saya jadi bertanya dan ketika membuka isinya itu adalah acara syukuran dan makan-makan dalam rangka menyambut hari proklamasi.

Kening saya berkerut, ternyata si empunya hajatan adalah seorang bos pelangsir yang terkenal top di kota kecil (sebenarnya masih kecamatan) kami.

Kontan suami saya jadi murung sejurus, nama-nama yang turut mengundang adalah kawan-kawan lamanya dahulu ketika masih kerja di SPBU sekitar 6 tahun lalu sebelum ia kena PHK (PHK itu, adalah peristiwa paling menyakitkan dalam rumah tangga saya yang ternyata sekarang amat saya syukuri).

Saya menyarankan agar suami memenuhi undangan itu. Dan ia tak mau, bukan karena malu atau apa (kami alhamdulilah sudah punya lahan rejeki yang lebih dari pada di SPBU). Tapi dia sudah tahu acara itu akan seperti apa.

Apa pasal?

Sepertinya timing dan momennya memang pas, ada orang yang senang berpesta menikmati alam kemerdekaan dengan menjajah hak-hak sesama mereka.

Dengan sedih dan geram suami saya melanjutkan, katanya di acara semacam itu akan hadir berbagai macam manusia dari aneka kalangan. Mulai dari karyawan, sampai aparat dan pejabat berdahi yang -nota bene bukan rahasia lagi- menjadi beking dari kegiatan pelangsiran BBM yang kebanyakan diperuntukkan bagi kegiatan pertambangan batu bara.

Ya, BBM, solar ataupun premium bersubsidi yang harusnya menjadi jatah rakyat jelata untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya malah (selalu) beralih tangan ke ranah industri yang justru tidak mensejahterakan orang kecil.

Dan pembatasan solar bersubsidi saat ini justru semakin memperparah kebobrokan mekanisme dunia perminyakan di republik ini. Orang-orang sibuk dengan kepentingan mereka sendiri, beking membeking sudah biasa, yang penting saling untung. Lagi, rakyat jelata yang buntung.

Singkat kata, suami saya bilang kalau itu MEMAKAN HAK ORANG BANYAK.

Saya hanya bisa menyimpan airmata saat menyaksikan para nelayan sulit melaut karena tak dapat jatah solar, juga pabrik penggilingan padi terpaksa vakum karena kehabisan stok solar. Juga para sopir angkutan yang harus membawa berbagai barang kebutuhan hidup dipaksa antri berjam-jam bahkan mungkin berhari-hari jauh dari anak istri mereka demi solar subsidi yang kini kuota dan waktunya dibatasi.

Duh. . .

Bos pelangsiran itu dengan pongah menyebar undangan makan dan pesta pora di tengah krisis kesenjangan yang memalukan sekaligus memilukan ini. Lalu dilanjut dengan live show dangdut lokal erotika yang mempertontonkan segala perkakas kaum hawa. Tak puas, biasanya pasti dilanjut dengan euforia menenggak miras sampai nyaris gila. Dan ironisnya, banyak aparat dan pejabat yang mengamininya.

Enam puluh sembilan tahun Indonesia merdeka, dan kita memaknainya dengan terus mencorengkan noda.

Benarkah kita sudah merdeka??


Saya menulis ini seperti menambal luka serupa di Agustus tahun lalu DI SEBUAH PERAYAAN. Maaf jika kata-kata ini tak pantas.

8 thoughts on “CATATAN HITAM 17 AGUSTUS DI KOTA KECIL KAMI

  1. Yach, untung di tempatku gak ada bos gila mcm itu. . .

    Kini dan dulu Rakyat kecil Indonesia msih tetap sama, dipermainkan, diabaikan dan diacuhkan. . .

    Para aparat, pejabat tinggi yg katanya pro rakyat justru memboikot hak para rakyat kecil. . .

    Pembatasan BBM dan solar trhadap petani yg memberi kita makan slama ini. . . .justru di persulit. . . .sungguh negara ini jauh dr sejahtera dan tidak pantas dsb MERDEKA. . .

    Like

  2. Merdeka artinya bebas..
    kemerdekaan adalah kebebasan…

    Jadi manusia bebas melakukan apa saja demi kesenangan pribadinya tanpa memperdulikan nasib orang lain.

    ahh…. yang kaya makin kaya..
    yang miskin makin tertindas..

    udah ahh… ntar malah ngelantur kemana2…. hahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s