HUJAN MALAM MINGGU DAN PENANGKAL HUJAN UNTUK ACARA HAJATAN

air-hujan-biru-daun-kunin.jpg

Gambar dari:
http://www.dakwatuna.com

Desember telah membuktikan eksistensinya. Menjelang pergantian tahun, hujan terus turun tak kenal tempat dan waktu.

Jika ada 2 hal yang paling disukai para jomblo, maka itu adalah: gebetan yang baru putus sama pacarnya dan hujan yang turun di malam Minggu semalam suntuk. Hihihi. . . .

Itulah yang terjadi di daerah saya, kawasan Gambut dan sekitarnya diguyur hujan semalaman dan masih tak berhenti sampai siang hari Minggu ini.

Kalau saya pribadi, meski bukan jomblo, saya amat sangat menyukai hujan yang turun malam hari. Bukan perkara kelambu dan pintu kamar yang bisa jadi terkunci rapat lebih awal (ehem. . .), tapi bunyi hujan yang jatuh di atas atap itu loh, jauh lebih mujarab daripada lagu pengantar tidur yang paling syahdu sekalipun. Seisi rumah dijamin tidur nyenyak.

Tik tik tik bunyi hujan di atas genting.
Airnya turun tidak terkira. . .
Cobalah tengok dahan dan ranting, pohon dan kebun basah semua.

Lalu di daerah tempat tinggal saya ada kebiasaan mengadakan acara hajatan perkawinan di hari Minggu. Jadi diharapkan agar hari itu cuacanya cerah dan tidak hujan.

Untuk itu maka si empunya hajatan punya ritual khusus yang dipercaya untuk menangkal hujan. Yaitu dengan manyandaakan tudung panci (dari bahasa Banjar, artinya menggadaikan tutup panci) pada tetangga yang dianggap cukup berpengaruh/tetuha kampung dan satu lagi yaitu mamais batu (memepes batu seperti pepes ikan, dibalut dengan daun pisang, lalu dikukus atau bisa juga dibakar)

Bingung kan pasti??

Hari gini masih melakoni hal tak masuk akal semacam itu? Tapi mau bagaimana lagi, itu sudah jadi bagian tradisi turun temurun. Mungkin memang hanya mitos yang tidak terbukti kebenarannya (karena hanya Allah lah penentu segalanya), tapi para pelakunya selalu mensyaratkan ritual basanda tudung panci dan mamais batu ini sebagai bentuk ikhtiar agar acara tidak terkendala hujan dengan catatan hakikat hati dan keyakinan hanya kepada Allah semata.

Wallahualam. . .

Dan rupanya, matahari masih bersembunyi dibalik awan mendung dan hujan masih tak mau berhenti sampai saya publish postingan ini, keberangkatan saya ke tempat hajatan tetanggapun tertunda.

12 thoughts on “HUJAN MALAM MINGGU DAN PENANGKAL HUJAN UNTUK ACARA HAJATAN

  1. Oh jadi ini sembari nunggu hujan reda untuk berangkat hajatan toh xD

    Aku setuju banget enaknya hujan malam hari tuh bisa buat tidur tambah nyenyak. Suaranya ituloh :3 behhh

    Like

  2. wah batu kok di pepes, hmm kasih bumbu sekalian dijamin hujannya gk turun tp jin yg datang sambil ngakak terpingkal2 muehehe sembari bilang WOW LUCU BINGGOU..

    tp yaa itulah budaya, maklumin aja deh keberagaman. btw gk jd dapat nasi berkat dung, hehe

    Like

  3. kalo ditempat Cikal ritual penangkal hujannya dg cara lempar kancut bekas ke atas genteng tante.

    Walaupun hujan kadang nyebelin tp paling gk bisa menjadi berkah buat tuna asmara ya tante? Btw ntu ehem yg dikurungin apaan ya tante? Prosesi haha hihi pasti ya? Hayo ngaku! Kikiki

    Like

  4. Hujan terkadang bisa menenangkan jiwa
    Memang sih Bu itu sekedar tradisi
    Tapi, ditempat saya juga ada yg melakukannya terkadang 🙂

    Like

  5. Di desa saya juga masih ada kok mbak.

    Yang penting niat dan keyakinannya hanya kepada-Nya saja. Dan saya gak ada masalah jika ritual itu anggap saja sebagai ikhtiar.

    Hujan oh hujan tiap hari…..
    Jadi susah bedain kamar pengantin baru dengan yang sudah berbuntuk. Hkhkhkh….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s