TAHUN BARU MASEHI, NGAPAIN AJA?

Tahun Baru Masehi, Ngapain Aja??

1 Januari 2015 tinggal dalam hitungan jam, hampir bisa dipastikan suasana riuh dan gegap gempita dalam menyambutnya.

Saya jadi teringat tahun lalu di akun FB ada sebuah foto yang diupload seorang remaja. Dalam foto itu ada dua remaja perempuan dan dua remaja laki-laki, mungkin pasangan pacaran. Tulisannya “get ready” kalau tak salah. Dan yang paling saya ingat adalah 2 remaja gadisnya memakai kaos lengan pendek hitam dan celana jins super pendek yang memproklamirkan belahan paha. Kumplit dengan gaya enerjik dan ceria sembari gandengan bahu.

Biasa memang jika para anak muda merayakannya, pun orang tua dan anak-anakpun sering juga ikut serta. Tapi gaya gaul remaja itu loh yang sukses bikin saya mengerutkan kulit dahi. Miris sendiri.

Tapi tahun baru kali ini, terjadi di tengah kesibukan tim SAR yang mengevakuasi ratusan mayat korban pesawat Air Asia yang jatuh di laut, di tengah riuhnya airmata korban banjir setinggi atap di beberapa daerah di tanah air, di antara ratapan dan tangis kehilangan korban longsor di Banjarnegara. Apa pantas kita turun ke jalan memborong petasan dan lantas menyalakannya di angkasa ketika masih banyak orang di pengungsian dengan wajah-wajah nelangsa??

Apa pantas kita hura-hura justru di tengah kondisi negara yang berduka karena terus dilanda musibah dan bencana??

Apakah tidak terbersit rasa takut jikalau barangkali pesta pisah sambut pergantian tahun kali ini akan menjadi sarana pengundang bencana yang lainnya lagi??

Karena sudah bukan rahasia lagi jika maksiat amat dekat dengan acara semacam ini. Yang bisa jadi gerbang pembuka berbagai kemalangan.

Tidakkah kita akan takut jika di saat kegembiraan meniup terompet di jam 12 malam bisa saja terompet Sangkakala malaikat Israfil yang berbunyi membahana memekakkan telinga?? Mengakhiri segala kealpaan manusia di dunia.

Masih pantaskah kita merayakan tahun baru Masehi kali ini??

Tidakkah (paling tidak) kita bisa ikut merasakan secuil simpati??

7 thoughts on “TAHUN BARU MASEHI, NGAPAIN AJA?

  1. Assalamualaikum…

    Makasih renungannya, Bu!

    Ya, bila tak mampu berempati, setidaknya kita masih punya hati tuk bersimpati pd saudara2 kita yg sedang dlm keadaan seperti yg telah ditulis diatas.

    Hal terbaik yg bisa dilakukan oleh siapa pun adalah berdoa untuk kebaikan semuanya.

    Like

  2. waduh jangan dulu di tiup atuh terompet sangkakala bisa nanti kita ga bisa ngeblog lg..he..he..
    tapi dari tahun ke tahun semakin parah ahlaq para manusia..

    Like

  3. Semoga renungan diatas, bisa menginspirasi banyak orang.

    Alhamdulillah sampai saat ini pun, aku belum pernah ikut merayakan glamornya tahun baru.
    paling cuma ngopi sambil liat keramaian kota aja.. hehe

    Like

  4. Semoga artikel ini bisa membasuhi hati para pembacanya,

    akan atau telah tiba saatnya ciri-ciri kiamat yg sudah mulai mendekat.

    W sempat sih lihat konser, tapi tak sampai lupa daratan, joged aja enggak…

    Like

  5. Dan faktanya gegap gempita itu masih tetap ada dibelahan bumi nusantara. Ditambah lagi dengan fenomena miris tentang k*nd*m aneka rasa yg menjadi best seller disetiap pergantian tahun.

    Like

  6. @John Kampret,

    ya memang fakta yg amat mengerikan, kbrx 'karet plastik' itu juga yg jd sampah di tempat2 wisata d luar kota.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s