ANALOGI PLAYBOY; BUAYA ATAU KUCING ??

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menghadiri acara walimah perkawinan seorang kerabat yang masih terbilang saudara satu bapak dari suami saya. Ya, suami saya yang selama ini saya ketahui sebagai anak tunggal ternyata punya saudara sebapak. Dan tidak hanya satu, ada banyak, saya menyebut banyak karena tidak tahu jumlah persisnya dan mereka saling terpisah satu sama lain bahkan ada beberapa yang tidak saling kenal.

Jangan tanya soal hubungan silaturahmi yang terputus puluhan tahun, hal itu terjadi bukan tanpa sebab. Ternyata renggangnya hubungan kekeluargaan ini terjadi karena imbas dari sifat playboy akut yang diderita seorang ayah.

Kok bisa?

Maaf sebelumnya, bukan bermaksud membuka aib orang yang telah tiada, tapi saya hanya ingin menjadikan ini sebagai bahan pelajaran bagi kita semua.

Seorang playboy biasanya diidentikkan sebagai Pria Buaya, tidak setia dan senang bermain wanita. Padahal ini analogi yang agak kurang tepat, sebab Buaya itu termasuk hewan yang setia pada pasangannya, sama seperti Penguin dan Merpati yang termasuk hewan paling setia di dunia.

Kalau menurut saya, analogi yang tepat untuk sifat playboy adalah Kucing. Mengapa kucing?

Jadi dalam sebuah percakapan antara suami saya dan salah seorang saudaranya sebapak (kakak), saya mendengar begini:

“Aneh sekali , kita ini saudara yang bahkan tidak tahu satu sama lain. Kita bahkan punya banyak keponakan. Kalau seperti sinetron bisa jadi terjadi hubungan sedarah. Karena bapak dahulu benar-benar bertindak seperti Kucing. Tukang kawin, membuat anak dan lalu meninggalkan istri-istrinya yang membesarkan anak-anak seorang diri, lalu kemudian mencari istri baru lagi.”

Soal tanggung jawab, jangan tanya itu pula. Playboy semacam ini benar-benar bertindak seperti Kucing, datang pada saat musim kawin dan pergi saat perbuatannya mulai menunjukkan hasilnya. Bukankah kucing jantan biasanya pergi setelah sukses menghamili betinanya??

Sangat memiriskan hati membayangkan seperti apa kondisi anak-anak yang ditinggalkan bapaknya itu, anak-anak yang mesti berjuang untuk bertahan hidup tanpa kepedulian seorang ayah dan beban mental karena beribukan seorang wanita yang mesti menyandang status janda gantung di usia yang masih muda.

Benar-benar Kucing garong penjahat wanita. Dan yang paling membuat saya tak habis pikir, ada saja (bahkan banyak) wanita yang terjerat cinta sesaat playboy cap Kucing ini. Mungkin pepatah yang menyatakan bahwa “wanita lebih tertarik pada pria bajingan” ada benarnya. Karena sepak terjang dan predikat playboy ini seakan-akan jadi rekam jejak yang serupa piagam penghargaan yang dapat melegitimasi upaya mereka dalam penaklukan hati wanita. Tak terelakkan sekaligus tak terbantahkan. Hsseeeh. . . . .

Ternyata ‘Kucing’ yang berbulu lembut, jinak dan menggemaskan itu bisa sangat mengesalkan kaum hawa. Ckckck. . .

Nah, men!!
Mau jadi pria gentleman atau manusia serigala setengah kucing??

Advertisements

17 thoughts on “ANALOGI PLAYBOY; BUAYA ATAU KUCING ??

  1. mendingan gue jadi diri sendiri aja lah..
    nggak mau jadi kucing. maupun buaya. kan gue ayam…hhe

    semoga saja artikelnya bermanfaat bagi playboy. dan semoga yang merasa seperti artikel diatas bisa sadar dan tanggung jawab.. jangan jadikan anak orang habis manis sepah dibuang ya..

    Like

  2. Kawin itu menyenangkan, tapi jangan senang kawin.
    Nanti bisa mendapat predikat kucing
    jika habis kawin, langsung berpaling
    setelah istrinya bunting.

    Aku mau jadi kelinci aja dech..
    Kelinci kan, type makhluk setia. wakakakakak

    Like

  3. Assalamualaikum…

    Aku suka sama kucing, tp yg beneran bukan jadi2an ky kucing garong!

    Semoga para kucing garong cepet sadar.

    @Djacka Artub,
    Kamu mau jd kelinci?
    Kelinci kan identik sebagai lambang playboy?
    Hehehe… Piss Kang!

    Like

  4. Ya emang kucing yg bener, belum pernah denger kan lagu buaya garong?

    Aku mah pengen tetep jadi Kampret aja deh, makhluk sensitif yang bisa melihat sesuatu sekalipun gak pake mata.

    Like

  5. Mungkin post ini ada kaitannya dengan new post w yg isinya tentang filosfi,..

    Apapun itu kucing buaya atau bahkan tokek belang sekalipun, mereka tetap aja pintar menyamar jadi baik… Jhahaa

    Like

  6. Harus diubah nih pengistilahannya 😀 Yang biasanya Buaya Darat, jadi Kucing Garong xD

    Kenapa gak ayam aja mbak? Ayam kan kayak gitu juga xD

    Like

  7. he..he…
    bener juga penggambaran yg cocok dari seorang playboy adalah kucing garong..
    kalo ane sih milih jadi manusia setengah dewa aja deh biar unsur srigala ama kucingnya dibelenggu semua 🙂

    Like

  8. s7 bgt, kucing garong lbh pas analoginya ketimbang buaya darat untk lambang playboy…

    q jg prnh liat d tv, penelitian org2 bule sana, buaya t'msuk slah satu binatang paling setia pd psangan'y, berarti yg ciptain lagu "buaya darat" itu ga tw fakta ttg buaya.. upss hihi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s