MUNGKINKAH INI CINTA ? (Sebuah Tulisan Gusur Adhikarya)

sendiri-di-kursi.jpg
Gambar: mimbarjumat.com

Di sudut taman itu aku berteman dengan kekosongan. Sebuah sore yang bening. Daun-daun dihempas angin, dan sebagian yang kuning jatuh berserakan di rerumputan. Burung-burung mematuk makanannya yang terakhir, sebelum akhirnya pulang ke sarang menyongsong malam. Mengendapkan sebuah hari yang telah dilalui bersama anak-anaknya. Sebuah hari yang mungkin letih. Atau sebuah hari yang mungkin saja menyenangkan.

Kusobek surat itu dalam gigitan udara yang mulai membeku.

Adakah ia surat cinta ??

Warnanya. . .

Harumnya. . .

Bentuknya. . .

Bahkan caranya menuliskan sesuatu yang begitu penuh rahasia, semua mencirikan sebuah cinta yang purba.

surat-cinta-untuk-kekasih.jpg
Gambar: oediku.wordpress.com

Tapi dari siapa?

Tak seorangpun yang ku kenal dengan khusus di Valentine yang manis ini.

Sore semakin kosong. Matahari tergelincir di peraduannya. Burung-burung, daun-daun, tenggelam dalam kegelapan yang suntuk. Ku sobek dan coba ku baca surat itu dalam temaram rembulan. Tak ada yang bisa ku baca. Bukan karena gelap. Tapi memang tak ada satu huruf pun yang tertulis di surat itu. Ya, hanya sehelai kertas kosong yang ku temui.

Tapi aneh, tiba-tiba sebuah getaran menjalar, beringsut dan menyergap di kedalaman hatiku. Dan aku merasakan getaran cinta yang begitu kental. Begitu melankolik dan memabukkan.

Cinta ?

Bagaimana mungkin ?

Memang sulit dipercaya. Tapi itulah yang ku alami, betapa cinta itu tumbuh, dan kurasakan justru ketika tak ada satu kata pun yang mewakilinya. Tak ada sepotong isyarat pun kecuali sehelai kertas kosong belaka.

definisi-cinta.jpg
Gambar: ditsaaaiueo.wordpress.com

Cinta memang tidak butuh kata.

Cinta butuh sebuah perlakuan.

Sebongkah puisi yang paling legit bicara soal cinta sekali pun, pada akhirnya akan terasa hambar jika tak dibarengi dengan perlakuan. Perlakuan dalam konteksnya di sini tentu saja perlakuan yang bercitarasa pengorbanan.

“Seorang pejuang sejati lebih suka disiksa pihak musuh daripada berkhianat, karena dia mencintai negaranya.

Seorang pemberontak lebih suka masuk penjara daripada harus berkata yang tidak sesuai hati nuraninya, karena dia mencintai ideologinya.”

Dengan dua contoh ini saja kita sudah bisa menarik kesimpulan, betapa dalam tujuannya yang paling murni cinta membutuhkan pengorbanan.

Cinta adalah pengorbanan.

Itu adalah statemen klise yang kerap kita dengar. Yang mungkin kita ucapkan sambil terus terang mencibir. Tapi itu faktanya, sebab kita tak berhak memaknai cinta sebatas apa yang kita inginkan. Sebatas apa yang menjadi kebutuhan kita saja.

Cinta adalah pengertian dua kutub yang tadinya berjauhan dan kemudian bersatu karena perasaan. Puisi-puisi meyakinkan kita bahwa cinta merupakan pengorbanan. Pengorbanan untuk seseorang yang menjadi bagian hidup kita, karenanya ia begitu romantis dan enak untuk dikenangkan.

(Oleh Gusur Adhikarya dari majalah GAUL)

8 thoughts on “MUNGKINKAH INI CINTA ? (Sebuah Tulisan Gusur Adhikarya)

  1. Assalamualaikum…

    Biar haja zr inya bamamay, kd pp ae! Asalnya hakun za basuara. Daripadanya hinip kd sing bunyian lg, lwn kd diheraninya.
    Inikah cinta?

    Like

  2. Di salah satu blog penulis blogspot yg pernah aku baca, Cinta adl suatu rasa yg merupakan kasta paling tinggi. Dan cinta memang memerlukan pengorbanan tuk raih kebahagiaan seperti yg diinginkan.

    Like

  3. Siapapun pasti memiliki kalimat sendiri untuk mengulaskan cinta,,tapi yg penting cinta mesti memberi motivasi, apapun itu tindakanya..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s