SETITIK CAHAYA DI TENGAH KELAMNYA NUANSA KEBEBASAN DI TANAH RUSIA (Review Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman EL Shirazy)

Sebenarnya sempat bosan dan males sendiri dengan karya-karya Kang Abik yang sering bercerita tentang tokoh yang alim sempurna, gak neko-neko, taat dan pemberani. Sedikit terlalu idealis menurut saya di tengah tatanan duniawi yang amat rusak ini. Walau saya telah merampungkan beberapa novelnya dengan hampir selalu terkesima dan penuh lelehan airmata namun juga perlahan mencibir sendiri karenanya. Saya menyukai karya-karya kang Abik sekaligus kesal juga. Aneh ya, kok bisa?

Ada tokoh Fahri di Ayat-Ayat Cinta yang membuat saya gemes sendiri perihal hubungannya dengan dua wanita. Juga si Azzam di Ketika Cinta Bertasbih yang bukan main heroiknya karena mampu membiayai diri sendiri untuk menempuh pendidikan di luar negeri dan juga adik-adiknya yang terbilang sukses semua (justru membuat saya lebih cenderung pada Furqan yang mendapat ujian fitnah wanita dan ‘sedikit terjebak’ karenanya). Ada Pudarnya Pesona Cleopatra tentang ketulusan seorang istri yang menantikan cinta suaminya yang ternyata amat menggandrungi kecantikan eksotisme wanita negeri piramida. Juga Takbir Cinta Zahrana, tentang pentingnya menjaga kesucian diri dan impian sederhana dalam pencarian cinta sejati yang ternyata rumit di usia yang tak lagi muda.

Tokoh utama selalu digambarkan dengan karakter yang amat sangat baik-baik dan keimanan yang nyaris tanpa cela.

bumi-cinta.jpg
(pic: http://www.dakwatuna.com)

Tapi yang namanya hobi membaca, walau di Bumi Cinta kali inipun penulis tidak menawarkan hal baru, ada sesuatu yang mampu menarik minat saya untuk mencerna tiap katanya. Novel-novel Kang Abik selalu mampu jadi semacam oase di tengah gerah hedonisme dunia sastra modern yang digempur oleh karya-karya yang mengusung vulgarisme dan dominasi roman erotisme. Pun beliau tak segan menukilkan beberapa ayat Al Qur’an yang sekiranya sesuai dengan kondisi terkini dan situasi cerita. Jadi seolah membaca buku pelajaran agama ketika sekolah dulu namun tanpa bosan atau mengantuk sama sekali. Suatu nilai plus yang mungkin sulit saya temui di novel beraliran religius lainnya.

Yang terasa berbeda dalam Bumi Cinta ini adalah pemilihan setting lokasi di sebuah negara penganut free sex dan pengakses situs porno terbesar di dunia, Rusia. Ya, sebuah negara yang tersohor dengan cantik wanitanya yang amat menguji keimanan. Ini jelas sangat berbeda dengan eksotisme seribu piramida Mesir, jazirah Arabia atau ketentraman Indonesia yang cukup kondusif untuk mukim seorang muslim.

Adalah Muhammad Ayyas seorang mahasiswa Indonesia yang hendak menyelesaikan penelitian tesisnya untuk mempelajari Sejarah agama Islam di Rusia di era penjajahan komunis Stalin yang terkenal amat kejam, diktator dan tak berperikemanusiaan. Mengetahui kelamnya sejarah Rusia (dulu Uni Soviet) yang berkubang darah dan jeritan dari orang-orang tak bersalah yang dibantai selama perang dunia II mampu membuat saya merinding ngeri. Kebebasan yang amat sangat diagungkan di kota Moskwa justru dapat menjerat para penganutnya sendiri. Tidak beragama dan tak mengakui keberadaan Tuhan adalah keyakinan yang banyak dianut sebagian orang. Orang-orang bebas saja mau menuhankan apa atau siapa. Menuhankan materi, cinta, kebebasan, pengetahuan ataupun bertuhankan kecanggihan teknologi. Semua sah! Ternyata kemajuan negara Rusia sedikit dinodai oleh kemerosotan moral penduduknya.

Selama di Rusia Ayyas benar-benar dihadapkan dengan berbagai masalah. Mulai dari teman seapartemen yang ternyata adalah dua perempuan yang bebas saja membawa teman prianya dan lalu dapat dengan mudahnya ML di sofa ruang tamu. Berurusan dengan sadisme mafia Rusia. Tak ramahnya sopir taksi yang kerap menipu para pendatang dari Asia. Sampai godaan kerlingan mata nonik2 muda Gadis Rusia yang tak pelit berbagi daging paha dan belahan dada miliknya (tentu saja, bukan paha atau dada ayam).

Kecerdasan Ayyas juga diuji ketika profesor ahli sejarah yang akan menjadi pembimbingnya ada urusan penting sehingga terpaksa di gantikan oleh asistennya yang ternyata seorang Doktor wanita muda yang amat jelita. Ayyas sendiri menggambarkannya sebagai perpaduan pesona Tsarina Rusia dan wibawa kaisar Roma.

Duhai, Allah yang Maha membolak balik hati manusia. Mampukah Ayyas bertahan? Ketika menemukan fakta bahwa dua teman sekamarnya ternyata seorang Atheis yang berprofesi sebagai pelacur papan atas Rusia dan seorang agen rahasia Israel yang hendak menjebaknya dalam konspirasi terorisme dan teror bom yang ditujukan agar dunia membenci orang2 Islam. Semakin membenci Islam. Dan mampukah juga kita mempertahankan nilai2 iman yang setiap hari tanpa disadari kita lemahkan sendiri?

Semoga cahaya itu selalu menerangi kehidupan kita.

Sebuah kisah yang benar-benar membangun jiwa (sesuai tulisan covernya) dan penuh hikmah. Jua layak direnungkan. Jempol buat kang Abik untuk Bumi Cintanya.

Advertisements

LAMA GAK NGEBLOG, KENAPA ??

Kalau dihitung-hitung hampir 2 minggu sudah saya tidak update postingan. Apa kabar pemirsa semua? Baik, aman dan sehat normal sentosa bukan?
Semoga selalu.

Ada suatu hal yang kali ini terjadi dan efektif membuat saya tak bisa menggeser kekakuan jempol di layar ponsel. Maka dari itu saya ingin merangkum beberapa penyebab blogger jarang update postingan yaitu :

1. MALAS

Ini memang sudah jadi semacam rumus pasti yang paling simple, jurus andalan terjitu ketika seorang blogger tak lagi memperhatikan aktifitas bloggingnya. Entah karena memang enggan menyebutkan alasan yang lebih spesifik atau karena memang sedang malas ngapa-ngapain. Pokoknya malas saja, titik!

2. BOSAN

Iya, hanya sedang bosan, gak usah tanya kenapa.

3. PACEKLIK PULSA ATAU KUOTA

Saya baru saja mengalaminya karena paket internet bulanan saya baru kadaluarsa beberapa hari lalu. Maka jadilah draf yang sudah ada dibiarkan begitu saja. Cuma sebentar sempat tengok-tengok beranda dan berakhirlah masa berlakunya. Ini baru bisa daftar lagi makanya baru muncul sekarang. Sori, bukannya sombong, saya emang gak pernah pake gratisan karena gak pernah work dan gaptek juga jadi kagak paham dengan oprekan-oprekan browser gratis segala macamnya.

4. KUOTA PENUH TAPI LARI KE GAME, DOWNLOAD INI ITU dsb

Saya banget ini, kalau pas lagi kuota pol saya bisa kalap seharian browsing mendownload mp3 atau klip video musik lagu-lagu favorit dari yang lawas sampai yang anyar. Gak cukup, masih dilengkapi dengan lirik dan review serta sejarah perilisan lagu tsb.

Apalagi ketika kemarin baru punya android. Sayapun ikut keranjingan game online pemirsa budiman. Saya hobi baca juga, maka download ebook .pdf pun menjadi candu yang tak tertahankan. Membuat opsi menanggalkan kacamata minus saya terasa amat mustahil jadinya.

5. KESIBUKAN DI DUNIA NYATA

Yang namanya manusia hidup pasti berbagai macam kegiatannya. Setelah bisa punya waktu luang pun sering tubuh sudah lelah, jadi ketimbang menguras otak memikirkan kata-kata yang mantap buat tulisan, lebih baik istirahat saja.

6. MERASA LEBIH EKSPRESIF DI SOSIAL MEDIA

Banyak orang pasti tahulah kalau update status jauh lebih mudah dari pada menulis postingan di blog. Di sosmed kita bebas pakai bahasa atau gaya tulisan apapun. Kalau di blog tentu menulisnya gak bisa sembarangan dan harus memperhatikan kaidah berbahasa yang baik. Gak mutlak selalu pakai bahasa baku yang mungkin terasa monoton dan kaku, yang penting tetap sopan dan dapat dipahami karena blog adalah media sharing yang lebih serius dan luas.

Saya pernah mengalami sulit posting gara-gara sosmed. Penyebabnya adalah ketika ide muncul saya langsung mengetik sebuah status yang cukup menjelaskan isi kepala saat itu. Karena saya menganggap itu lebih cepat dan praktis. Saya berpikirnya nanti saja ditulis di blog karena repot. Eh ternyata itu membuat blog saya jadi kurang produktif, karena ide pokoknya telah disampaikan dengan singkat padat dan jelas dalam sebuah status di Facebook atau sosmed lainnya. Dan itu membuat kegiatan menuliskan ide dalam sebuah postingan blog terasa tak lagi penting dan agak berat.

7. KEBUNTUAN IDE a.k.a. MATI GAYA

“Kebuntuan ide bagi penulis adalah malapetaka yang bisa membuat mati gaya.”

Karenanya penting untuk menjadi aktif dan lebih kreatif dalam menemukan apapun yang sekiranya bisa jadi ide dan inspirasi untuk tulisan. Dan harus sigap pula ketika ide itu yang menemukan kita untuk segera mewujudkannya jadi tulisan.

8. JEMPOL CANTENGAN STADIUM LANJUT

Hohoho. . . Ini dia penyebab utama ketidakaktifan saya selama beberapa minggu ini. Jempol kanan saya terdiagnosa cantengan super nyut-nyut tingkat akut. Mau menulis dengan jempol kiri susah karena tak terbiasa. Amat sangat luar biasa sakitnya, sebelas duabelas lah sama bisulan di pantat dan nyeri menanggung rindu pada orang yang tak mempedulikanmu.

Begitulah kira-kira saya menganalogikan kasus cantengan di jempol kanan ini. Benar-benar mengenaskan dan sangat tidak keren ketika cantengan bernanah ini mampu mematikan kreatifitas menulis.

Nah, itulah mungkin beberapa penyebab vakumnya seorang blogger. Bagaimana dengan anda? Apa saja kiranya yang dapat menghambat kegiatan anda dalam menulis?? Monggo disharing di sini.

MENIKMATI MATAHARI

Galeri foto yang terdahulu:
Foto Pemandangan Di Dekat Rumah

Saya sangat menyukai pemandangan di area tempat tinggal saya. Udaranya yang sejuk, langitnya yang biru dan hangatnya matahari yang sangat bersahabat dengan jemuran cucian para ibu rumah tangga. Hal itu membuat rumah saya seakan terpisah dari kemegahan lingkungan komplek, seakan saya berada jauh dari keramaian kota.

Nah, saya akan coba lagi memposting foto-foto yang saya ambil di lingkungan saya. Kali ini bukan memakai kamera ponsel Java, melainkan dari lensa kamera ponsel Android.

Foto: dokumentasi pribadi.

Lokasi: Jl. A. Yani km. 14 komplek Lutfia Ujung, kecamatan Gambut, kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Alat: Android Oppo Neo kamera 5 megapixel.

sawah-berangin.jpg
Angin semilir membuat riak teratur pada air, melingkupi sawah yang baru mulai musim tanam.

the-sky.jpg
Langit biru dilapisi mendung kelabu dan menyembunyikan sinar matahari.

langit.jpg
Menikmati langit; luas, bebas, tanpa batas dan melindungi.

jalan-lain-menuju-rumahmu.jpg
Foto ini saya beri judul “ANOTHER WAY TO YOUR HOME” (Jalan lain menuju rumahmu).

langit-lanskap.jpg
My Landscape.

langit-dan-pondok.jpg
“Stay With Me, Here”

Jauh dari keramaian, berteman deru angin, menggigil dipagut hujan, dibakar hangat matahari dan biarkan dedaunan itu menari. Dan kita akan selalu pulang.

langit-dan-pohon-pisang.jpg
Meski angin mencabik daunmu. . .

senja1.jpg
Dan senja mencuri mataharimu. . .

jalan-masih-panjang.jpg
“Jalan masih panjang, kekasihku.”

senja-merah-pohan.jpg
Dan mengapa matahari nampak malu-malu? Mengintip sendu dari celah daun itu.

senja-makin-merah.jpg
Senja makin merah dan kelepak elang mengurai sunyi pada cakrawala.

Dan ini foto terakhir yang paling keren, mengesankan dan spektakuler, seorang pemancing sejati penakluk alam (penakluk umanya hadran, luku. . . Hahaha. . .)

fishing-man-siluet.jpg
“FISHING MAN SILUET”

Aku lelaki dan senja, kau tahu itu !!

Hahaha. . . Puas sekali rasanya hati saya pemirsa, jepret-jepret sepanjang sore tak peduli dengan komentar orang-orang yang mungkin mengatakan bahwa saya kurang kerjaan dan udik.

Biarlah saya berlagak seakan jadi seorang fotografer handal, bertingkah seperti seorang blogger traveler keren. Meski saya hanya seorang ibu rumah tangga yang diam-diam dalam hatinya berharap dapat memiliki kamera DLSR canggih yang harganya berbilang juta lalu beranjak keluar dari dalam ‘tempurung’ saya dan menjelajahi separuh dunia.

Salam fotografi !!
Salam blogger !!

TREND SOSIAL YANG PERNAH HITS DI INDONESIA (Dari Anggrek Selangit Sampai Jaman Batu)

2-hargabatuakikbacan2.jpg
Batu Akik
(pic: koleksibatu-akik.blogspot.com)

Beberapa waktu terakhir ini, di Indonesia kita tercinta ini tengah disibukkan oleh trend Batu Akik. Semua orang, dari kalangan artis sampai pejabat, yang tua ataupun muda, lelaki dan perempuan dari berbagai kalangan, semuanya tengah menggandrungi batu akik.

Fenomena semacam ini sebenarnya pernah berlangsung dan selalu berganti dengan berbagai trend yang menjadi hits di masyarakat. Apa sajakah itu? Dari percakapan orang-orang saya menyimpulkan ada beberapa macam trend yang pernah booming di Indonesia, terkhusus di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yaitu:

1. IKAN

ikan-cupang-crowntail-ser.jpg
Ikan Cupang
(pic: http://www.bibitikan.net)

Mulai dari ikan Cupang yang bisa diadu, ikan Koi dan Mas yang lucu unyu-unyu, ikan Sapu-Sapu yang hobinya ngesot di kaca aquarium, si benjol Lohan yang bermuka jelek sampai si ikan mahal yang konon katanya dpt membawa keberuntungan bagi pemiliknya, ikan Arwana. Semua pernah menjadi bagian dari trend di ranah hewan peliharaan.

2. BURUNG

kenari-5.jpg
Burung Kenari
(pic: http://www.gacormania.com)

Yang ini tidak terlalu booming tapi bisa dibilang yang paling awet sampai sekarang masih mendapat tempat di hati para pencintanya. Mulai dari Kenari yang cantik, Cucakrowo yang sukses dibikin lagunya sampai burung-burung langka yang dilindungi, tak ketinggalan pula mengikuti event-event kontes burung kicau tingkat nasional. Kalau sudah menang seekor burung bisa menjadi primadona dan mahal harganya.

3. BUNGA

anthurium-jenmanii-saw.jpg
Anthurium Jemani
(pic: jemani-klaten.blogspot.com)

Rasanya kita masih ingat ketika trend berkebun dan memelihara bunga mulai mewabah di Indonesia, sukses meracuni kaum hawa dan menyasar ibu-ibu rumah tangga.

anggrek-bulan.jpg
Anggrek Bulan
(pic: hiburan.dbagus.com)

Mulai dari bunga taman yang umum seperti mawar, melati, kembang sepatu, aster, bougenvil sampai melejitkan bunga Antherium Jemani dan Anggrek Hutan pedalaman Borneo dan Papua yang diklaim hingga puluhan juta rupiah. Benar-benar bukan ukuran yang murah untuk sebuah hobi dan trend.

4. TOKEK

gambar-tokek.jpg
Tokek
(pic: binatang.net)

Ini adalah trend yang saya paling tidak dapat memahaminya. Karena tokek yang dicari adalah yang berukuran besar (seperempat sampai setengah kg). Padahal kita semua tahu, tokek hanya sedikit lebih besar dari cicak. Dari kabar yang beredar, katanya tokek-tokek itu akan dibeli dengan harga yang mahal, dibawa ke perbatasan Kalimantan-Malaysia untuk selanjutnya dibuat obat AIDS di luar negeri sono.

Entah benar atau tidak, yang jelas sekarang trend tokek ini tak ada kabar beritanya lagi karena sulitnya (bisa dibilang mustahil) mendapatkan tokek yang ukurannya besar/memenuhi syarat.

5. HEWAN LUCU BERBULU

chihua2.jpg
Anjing Chi Hua Hua
(pic: anjingdijual.com)

Yang ini juga tak jauh beda dengan burung peliharaan, masih eksis hingga saat ini. Ada kucing jenis Anggora dan Persia yang anakannya saja bisa mencapai angka 3 juta rupiah perekornya. Anjing mungil lucu Chi Hua Hua yang sempat populer karena menjadi hewan peliharaan kesayangannya artis Hollywood, Paris Hilton. Atau dari kelas hewan pengerat jenis tikus-tikusan bernama Hamster.

Perawatan hewan-hewan ini juga tak sembarangan loh, ada salon, spa, butik dan tempat penitipannya juga kalau-kalau si pemiliknya mau mudik atau bepergian.

6. BATU AKIK

Inilah trend paling gress dan teranyar abad ini. Mulai dari Pacitan kampung halaman pak SBY sampai Martapura di Kal Sel yang dijuluki kota Intan, berbagai jenis batu-batu alam Indonesia yang kaya ragam pun bermunculan. Kecubung, Bacan, Merah Delima, Yakut, Zamrud, Giok, Batu Fosil sampai yang sedang naik daun sekarang Red Borneo, benar-benar mampu membuat mata siapa saja terpana. Hmm. . .

baturedborneo.jpg
Red Borneo
(pic: http://www.bifnews.com>

Kira-kira itulah beberapa trend yang pernah dan masih ada di lingkungan sosial masyarakat kita yang bisa saya tuliskan di sini. Mungkin masih banyak trend yang terlewatkan, dan entah akan ada trend apa lagi nantinya. Manusia memang makhluk sosial yang senang akan inovasi, perubahan, dan keunikan hobi. Dan Indonesia memang tempat istimewa yang dengan kekayaan alam dan keragaman budayanya mampu mendukung itu semua.

KADANG (PERNIKAHAN)

Terkadang. . .

Kita hanya perlu berterimakasih dan meminta maaf.

Tapi mengapa itu begitu sulit?

Ini terasa seperti sesungguhnya.
Kita saling berteriak, memaki dan berkata benci.
Kita mulai saling menyakiti satu sama lain.
Meski saling menyimpan cinta yang sama besarnya.

Tapi kita bisa apa??

Kau bukan lagi jemari yang pernah menghapus airmata di pipi.
Yang jatuh lantaran hal- hal sepele yang ternyata menyedihkan.
Kau kini telah jadi penyebab turunnya airmata itu,
menjadi hujan. . .
yang tenggelam ditelan bantal semalaman.



A poetry inspired by :
Korean Drama FULL HOUSE

UNJUN PAIR; KEPERCAYAAN, MASKULINITAS DAN KENISCAYAAN KAUM LELAKI

Baca juga:
Pria dan Hobi yang Membuat Cemas Pasangan

Hampir 7 tahun lamanya bergelut dengan dunia perikanan dan segala tetek bengek pancing memancing, membuat saya tergerak untuk menulis tentang ini. Sebuah keniscayaan hidup dalam hobi kaum lelaki, yang masih diyakini bahwa wanita tak boleh sembarangan memasuki.

unjun-pair-kalai.jpg
Unjun Pair

Ada sebuah tragedi (kalau tak bisa dibilang aib yang sangat pamali dan mengerikan sekaligus memalukan) yang melatarbelakangi tulisan ini. Yaitu saya dengan tidak sengaja telah “terlintasi/terlangkahi (talingkang)” unjun pair (alat pancing ikan gabus yang terbuat dari bambu jenis tertentu yang diameter batangnya kecil dengan panjang 5-8 meter) yang jadi barang jualan suami saya. Dan naasnya kejadian itu dilihat oleh seorang calon pembeli yang amat sangat meyakini :

“bila unjun pair talingkang seorang wanita maka bisa tidak dapat memperoleh ikan lagi.” (kada pamatukan, lapah manating haja)

Saya tidak terima karena kepercayaan itu tidak berlaku jika lelaki yang malingkangnya. Saya merasa disudutkan dan terhina sebagai perempuan. Sayapun mendebat calon pembeli yang sudah terbilang tua itu karena kesal ketika beliau tanya “kamu tidak datang bulan kan?!” Karena kalau talingkang pas datang bulan dijamin unjun itu tak akan ada gunanya lagi, tak termaafkan dan tak terampuni. Dibuang saja sudah, terkutuk, najis, dan haram memakai unjun yang telah dilintasi wanita yang sedang datang bulan.

Jadi saya jawab ketus; “saya tidak sedang haid, dan kalau anda percaya hal itu ya itu bisa saja terjadi karena anda sangat meyakininya. Padahal itu hanya mitos, kepercayaan saja!!”

Tapi bapak itu kekeuh, tak jadi membeli unjun pilihannya yang tak sengaja saya lingkang tadi dan malah memilih unjun dalam ikatan yang lain. Dengan wajah tuanya yang kesal masih menyalahkan saya. Sukses membuat penyakit kambuhan SSG (Sindrom Sensitifitas Gender) saya kumat di tempat. Ckckck. . .

Benar-benar saya tak habis pikir. Hal sepele tentang perkara memancingpun bisa jadi sesuatu yang dengan mudahnya mendiskriminasi jenis kelamin perempuan. Dalam dunia memancing ikan gabus (maunjun pair iwak haruan) jelas sekali tak ada emansipasi berlaku di sini. Tak akan ada kesetaraan gender untuk hak yang sama dalam maunjun pair tak peduli seberapa pintar, piawai dan inginnya wanita menyentuhnya.

“Dunia memancing tradisional (yang hanya memakai bambu dan bukan joran pancing buatan pabrik berbahan fiber) dalam masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan amat lekat dengan mitos, mistis dan hal-hal tak masuk akal yang masih saja diyakini hingga detik ini. Unjun-unjun itu diperlakukan sedemikian rupa, dianggap istimewa, diyakini bertuah dan sakti dalam memancing kehadiran ikan yang besar-besar sampai tak sungkan dikeramatkan dan disayangi melebihi istri sendiri”.

“Unjun pair adalah simbol kedigdayaan dan maskulinitas kaum lelaki. Bukan hanya sekadar hobi, itu adalah sebuah eksistensi, sebuah keniscayaan tentang superioritas tertinggi yang hanya ada pada tangan lelaki dan perempuan tak berhak menandingi”.


Sebagai pelengkap postingan saya kali ini, berikut saya sertakan link video Basarang, kampung unjun yang telah saya unggah ke youtube.

MENGULAS NOVEL BIDADARI-BIDADARI SURGA KARYA TERE LIYE

“Dan sungguh di surga ada bidadari-bidadari bermata jeli.” (Al Waqi’ah: 22)

“Pelupuk mata bidadari-bidadari itu selalu berkedip-kedip bagaikan sayap burung indah. Mereka baik lagi cantik jelita.” (Ar Rahman: 70)

Akhir-akhir ini alur kehidupan sedang berjalan kurang menyenangkan dan kurang memenuhi lumbung harapan. Hati pun dipenuhi mood jelek dan emosi negatif yang senantiasa mengancam produktifitas hidup. Belum lagi cuaca super panas sebulan terakhir ini. Pasca hujan lebat dan sedikit banjir di Januari lalu, hujan tak pernah benar-benar menyentuh tanah ini lagi. Sawah-samah mulai mengering padahal baru saja mulai musim tanam. Pun setali tiga uang dengan kebijakan para abdi negara yang nampaknya akan membuat kita lebih sering mengurut dada, menempa selaksa kesabaran hingga level paling mutakhir. Agar kepala tetap pada tempatnya meski harga BBM, tarif angkutan umum, kereta api, listrik, sembako sampai terasi busuk naik (sering juga turun naik, maju mundur cantik. . Gak cantik kalo gini mah !) gila-gilaan tak kenal kompromi.

Kalau sudah begini, saya bisa jadi uring-uringan sepanjang sore. Mau nyampah, sadar sudah gak punya akun FB lagi (syukurlah). Tapi beruntung ada novel bagus rekomendasi adik saya. Tentu saja bukan dalam bentuk buku fisik yang tebal, berat dan juga mahal itu, melainkan ebook berjenis pdf saja.

bidadari2-surga.jpg

Novel BBS karya Tere Liye ini benar-benar menggugah jiwa, inspiratif dan penuh hikmah. Bahkan ternyata sudah sukses difilmkan, yang saya baru tahu sekarang (saya sering dibuat kecewa oleh film yang diadaptasi dari buku, sering sangat berbeda dari buku aslinya). Karena saya seorang “enjoyed reader” yang lebih bisa menghayati bacaan ketimbang tontonan.

BBS menceritakan tentang kisah anak manusia di Gunung Kendeng, tepatnya di sebuah tempat indah nan asri Lembah Lahambay (di daerah Sumatera, mungkin). Adalah Laisa dan empat adiknya Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta yang berjuang dalam keterbatasan dan jeratan kemiskinan yang mengisolir kehidupan penduduk kampung. Betapa Tere Liye dengan apik menyampaikan kehidupan sederhana itu menjadi konflik yang luar biasa. Rumit tak terperi namun dapat dipahami.

5 anak yatim yang ditinggal mati bapaknya karena diterkam harimau gunung itu berusaha keras untuk tetap melanjutkan hidup tanpa ayah. Laisa, si sulung yang tak normal tubuhnya rela mengorbankan masa kanak-kanaknya dan membantu sang ibu di ladang agar ke 4 adiknya tetap bisa sekolah dan ‘jadi orang’, mencapai cita-cita, melihat dunia, tidak berakhir hanya menjadi penduduk lembah yang mencari kumbang, menyadap damar atau berladang sepanjang tahun berkutat dengan kemiskinan.

Benar-benar sebuah cerita yang membuat saya merasa hina jika dibandingkan dengan ketegaran dan keteguhan Laisa. Membuat keluhan-keluhan saya tadi tak ada apa-apanya. Laisa yang berkulit hitam legam karena sering terbakar matahari di ladang, yang tubuhnya pendek, berwajah jelek, namun berhati bidadari. Mengerjakan apa saja, bangun pukul 3 dini hari membantu sang ibu, memasak gula aren, mengantar adik-adiknya sekolah, lalu ke ladang dan malamnya mengerjakan anyaman. Sampai pada mimpi manis perkebunan Stroberi yang jadi kenyataan ketika rombongan mahasiswa KKN memberikan penyuluhan dan perubahan. Dan Laisa lah yang jadi pelopor gerakan perubahan di lembah itu.

Maka sukseslah si jenius Dalimunte (yang semasa kecil telah mampu membuat kincir air untuk mengairi sawah-sawah penduduk lembah) menjadi profesor ahli fisika dengan penelitian tentang Peristiwa Bulan Terbelah oleh Rasulullah dan Badai Gelombang Elektromagnetik Menjelang Kiamat. Juga menghantarkan Ikanuri dan Wibisana menjadi spesialis sparepart mobil balap yang mendunia, dan Yashinta yg menjadi aktivis pencinta lingkungan di bidang konservasi satwa langka, penakluk 27 gunung di seluruh dunia.

Laisa dan ke empat adiknya adalah kepahitan-kepahitan masa lalu yang berbuah manis. Semanis warna merah perkebunan Stroberi puluhan hektar milik Laisa. Pengorbanan dan ketegarannya sepanjang hidup hingga akhir hayatnya demi ibu dan adik-adik yang dikasihinya sungguh luar biasa. Laisa adalah sosok yang dapat mengerti hidup dan cinta pada pengertian yang paling hakiki (meski ia tak menikah sampai akhir hidupnya). Ia mencintai dan menerima kehidupannya dengan amat baik, pengorbanan-pengorbanan yang ia lakukan demi adik-adiknya adalah perwujudan cinta yg mampu memberdayakan dan mengubah kehidupan. Maka tak berlebihan jika penulis, Tere Liye menuliskan dengan sangat menakjubkan tentang “mimpi sejuta kunang2, cahaya yang mampu menerangi kegelapan lembah, jutaan warna pelangi dan seperti ribuan kupu-kupu bersayap kaca.”

Membuat saya harus lebih mensyukuri hidup ini dan menikmati matahari.

Sungguh, satu lagi karya Tere Liye yang amat sayang jika dilewatkan!