UNJUN PAIR; KEPERCAYAAN, MASKULINITAS DAN KENISCAYAAN KAUM LELAKI

Baca juga:
Pria dan Hobi yang Membuat Cemas Pasangan

Hampir 7 tahun lamanya bergelut dengan dunia perikanan dan segala tetek bengek pancing memancing, membuat saya tergerak untuk menulis tentang ini. Sebuah keniscayaan hidup dalam hobi kaum lelaki, yang masih diyakini bahwa wanita tak boleh sembarangan memasuki.

unjun-pair-kalai.jpg
Unjun Pair

Ada sebuah tragedi (kalau tak bisa dibilang aib yang sangat pamali dan mengerikan sekaligus memalukan) yang melatarbelakangi tulisan ini. Yaitu saya dengan tidak sengaja telah “terlintasi/terlangkahi (talingkang)” unjun pair (alat pancing ikan gabus yang terbuat dari bambu jenis tertentu yang diameter batangnya kecil dengan panjang 5-8 meter) yang jadi barang jualan suami saya. Dan naasnya kejadian itu dilihat oleh seorang calon pembeli yang amat sangat meyakini :

“bila unjun pair talingkang seorang wanita maka bisa tidak dapat memperoleh ikan lagi.” (kada pamatukan, lapah manating haja)

Saya tidak terima karena kepercayaan itu tidak berlaku jika lelaki yang malingkangnya. Saya merasa disudutkan dan terhina sebagai perempuan. Sayapun mendebat calon pembeli yang sudah terbilang tua itu karena kesal ketika beliau tanya “kamu tidak datang bulan kan?!” Karena kalau talingkang pas datang bulan dijamin unjun itu tak akan ada gunanya lagi, tak termaafkan dan tak terampuni. Dibuang saja sudah, terkutuk, najis, dan haram memakai unjun yang telah dilintasi wanita yang sedang datang bulan.

Jadi saya jawab ketus; “saya tidak sedang haid, dan kalau anda percaya hal itu ya itu bisa saja terjadi karena anda sangat meyakininya. Padahal itu hanya mitos, kepercayaan saja!!”

Tapi bapak itu kekeuh, tak jadi membeli unjun pilihannya yang tak sengaja saya lingkang tadi dan malah memilih unjun dalam ikatan yang lain. Dengan wajah tuanya yang kesal masih menyalahkan saya. Sukses membuat penyakit kambuhan SSG (Sindrom Sensitifitas Gender) saya kumat di tempat. Ckckck. . .

Benar-benar saya tak habis pikir. Hal sepele tentang perkara memancingpun bisa jadi sesuatu yang dengan mudahnya mendiskriminasi jenis kelamin perempuan. Dalam dunia memancing ikan gabus (maunjun pair iwak haruan) jelas sekali tak ada emansipasi berlaku di sini. Tak akan ada kesetaraan gender untuk hak yang sama dalam maunjun pair tak peduli seberapa pintar, piawai dan inginnya wanita menyentuhnya.

“Dunia memancing tradisional (yang hanya memakai bambu dan bukan joran pancing buatan pabrik berbahan fiber) dalam masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan amat lekat dengan mitos, mistis dan hal-hal tak masuk akal yang masih saja diyakini hingga detik ini. Unjun-unjun itu diperlakukan sedemikian rupa, dianggap istimewa, diyakini bertuah dan sakti dalam memancing kehadiran ikan yang besar-besar sampai tak sungkan dikeramatkan dan disayangi melebihi istri sendiri”.

“Unjun pair adalah simbol kedigdayaan dan maskulinitas kaum lelaki. Bukan hanya sekadar hobi, itu adalah sebuah eksistensi, sebuah keniscayaan tentang superioritas tertinggi yang hanya ada pada tangan lelaki dan perempuan tak berhak menandingi”.


Sebagai pelengkap postingan saya kali ini, berikut saya sertakan link video Basarang, kampung unjun yang telah saya unggah ke youtube.

Advertisements

14 thoughts on “UNJUN PAIR; KEPERCAYAAN, MASKULINITAS DAN KENISCAYAAN KAUM LELAKI

  1. Assalamualaikum…

    Hnyr tau unda ada mitos ky tu. Mklum unda kd ktju m'unjun oleh kd suah kn. Bs oleh unjunnx suah unda lngkhi kl lh? Hehe…

    #cobai png unjunn yg nywa lngkhi tu d pkai m'unjun di prk rmh nywa tu!

    Like

  2. @eanreana,

    wa alaikumsalam.

    Kada marga itu jua.

    Unjun tu td ditukari sapupu lakiq, kana hj pang diunjunakan, bnyk ae kulihan Haruan. malabuhx di bnyu/di pdg iwak tapix.

    Artix, mslh talangkahi unjun tu mitos kepercyaan msg2 ja. Mun bujur2 diunjunakn, di niloni di kawati yg baik, diumpani anak kuduk, di labuh d bnyu yg kikira baharuan. Artix syarat sah nya maunjun pair dicukupi. INSYA ALLAH pasti kulihan iwak.

    Like

  3. Kalau didaerah saya ada mitos orang dilangkahi kucing bisa hidup,,he he he

    Dan kalau makanan dilangkahi,,baru tuh gak boleh,,

    Nah klo buat tapai kalu masih haid nanti jadinya tapai warnanya merah,,

    He he he nyambung gak sih,,maaf kali ini sayanya kok lg susah bgt nangkap tulisan ,,

    Like

  4. wkakak jujur agak susah nangkepnya, tapi aku sedikit paham secara keseluruhan.

    Ya bgitulah mbak, mayoritas masyarakat kita tu suka mengada ada.

    Like

  5. Bisa jw to.nangaran ujar orang tuha bahari?org tuha bahari tuhuk makan uyah dan garam??katuju m.unjun kah pian?

    Like

  6. @Abah najma,

    iya ae. Byk pangalaman. Mun byk mkn uyah wan garam hbs kaina kana darah tinggian. Xixixi. . .

    Ulun kd bs maunjun, yg ka7 maunjun laki ulun. Tiada hari tanpa memancing pang.

    Like

  7. @asul,

    Wah, maaf, ulun kurang tahu jua krn kami hanya membeli unjun pair yg sdh jadi/sdh bakadang yg siap dipakai hj, bkn menanam sendiri.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s