KETIKA CINTA DAN CITA-CITA MEMBUAT ORANG MENGHALALKAN SEGALA CARA (Review Drama Korea My Heart Twinkle-Twinkle)

my-heart-twinkle-twinkle.jpg
My Heart Twinkle-Twinkle
(pic: http://www.koreandrama.org)

Melihat dari judul drama ini saya kira akan menemukan kisah cinta yang manis dan mendebarkan khas anak muda. Ternyata saya justru disuguhi pemandangan cinta yang ‘dark, hard and hurt’ dari seorang taipan pengusaha kaya yang mencintai seorang gadis anak dari teman alm ayahnya yang menjadi rival abadi bisnisnya.

Saya juga dihadapkan pada adegan2 dan karakter khas sinetron, yaitu suami obsesif yang temperamental, istri yang lemah tak berdaya, saudari ipar yang judes plus ibu mertua yang memperlakukan menantunya seperti pembantu di rumahnya. Komplit ya. Haha. . . Membuat saya berpikir, kok ada ya drakor semacam ini? Hiks. .

bae-soo-bin.jpg
Bae Soo Bin as CEO Cheon Woon Tak
(pic : dramajjang.wordpress.com)

Saya suka akting dan wajah Ahjushi ini (sudah gak muda lagi) pertama kali di Dong Yi. Tapi di sana dia berperan protagonis, jadi kakak baik hati pelindung Dong Yi. Berbeda sekali dengan perannya di sini, bengis dan kejam.

Adalah Cheon Woon Tak (diperankan dengan apik oleh Bae Soo Bin) seorang owner dan CEO dari jaringan mega bisnis dan perusahaan Monachus Grup yang meliputi bisnis waralaba dan kuliner di Kyungsan. CWT ini meneruskan bisnis ayahnya yang telah meninggal. Dulu ayahnya bersahabat dgn Lee Jin Sam dalam mengelola restoran ayam, tapi kemudian karena perbedaan visi dan misi maka LJS memutuskan membuka restoran sendiri, walau tidak besar tapi cukup untuk menghidupi ke tiga anak gadisnya (Lee Soon Jin, Lee Soon Soo dan Lee Soon Jung) dan saudara perempuannya.

Sedangkan CWT setelah ayahnya meninggal ia menjadi sosok pengusaha ambisius yang menghalalkan segala cara dalam memajukan usahanya. Termasuk pemberian pengawet dan bahan berbahaya pada ayam goreng. Ini yang sangat ditentang oleh LJS.

CWT dihadapkan pada berbagai masalah hukum karena sepak terjangnya. LJS dan seorang temannya yang mengetahui rahasia dan kejahatan CWT sedang terancam nyawanya. Termasuk anak bungsu Lee Jin Sam, Lee Soon Jung, yang mendengarkan pembicaraan rahasia CWT dgn orang2 kepercayaannya. Hingga suatu malam dalam pelarian, LJS dan putrinya dibakar oleh bawahan CWT di sebuah peternakan ayam. Anak buah CWT itu bertindak atas kemauan sendiri, CWT marah dan segera ke lokasi kejadian. Tapi apa, ia tidak jadi menolong dua anak beranak itu. Sehingga LJS mati terbakar dan hanya bisa menyelamatkan Lee Soon Jung.

Disinilah babak baru keluarga Lee dimulai. CWT dgn heroik dan muka pahlawan datang ke acara pemakaman LJS. Bertindak sbg pemimpin upacara duka dan meminta maaf pada 3 anak gadis Lee dan bibi mereka. Hanya si bungsu yang tidak percaya pada kebaikan CWT. Tapi dgn segala akal bulusnya, CWT dapat mengambil hati keluarga Lee, si bibi sangat menyukainya apalagi ketika ia mengatakan sangat mencintai si sulung Lee Soon Jin dan hendak menikahinya.

Mengerikan bukan, bagaimana mungkin seorang durjana yang menyebabkan kematian seorang ayah tapi justru menikahi anak gadisnya yg tidak tahu apa2?

Karena itulah memang tak berlebihan jika ada ungkapan:

“Everything is fair in love and war.”
Segalanya adil/sah dalam perang dan cinta.

Singkat kata, meski tak direstui sang ibu, CWT tetap menikah dan membawa istrinya ke rumahnya yang megah itu. Bisa ditebak, Lee Soon Jin jadi bulan2an mertua yang memang tidak menyukainya. Terlebih ketika si bungsu juga diajak tinggal di rumah itu. Sampai kemudian karena hobi ‘main detektif’ sejak kematian ayah mereka Lee Soon Jung lagi2 mendengar pembicaraan tentang kronologis kebakaran malam itu. Maka bertambah yakinlah ia bahwa kakak iparnya adalah penjahat berwajah pahlawan yg amat berbahaya. Karena diancam dan demi kakaknya, iapun akhirnya melarikan diri ke Seoul, tiga tahun berlalu dan tanpa kabar sama sekali.

Sedangkan Lee Soon Jin sedikit demi sedikit mulai menemukan fakta tentang siapa sebenarnya suaminya. Ia shock setelah mengetahui apa yg sebenarnya terjadi dan semakin tak berdaya ketika ia sendiri mengandung anak dari orang yg telah membunuh ayahnya dan menghancurkan keluarganya.

Akan kemana cinta obsesif nan kejam sang taipan bermuara?

Dapatkah Lee Soon Jin menguatkan dirinya dan mempertemukan kembali keluarganya?

Bagaimana nasib anak yg dikandungnya, sang calon pewaris Monachus Grup yang berharga?

Bagaimana nasib adik bungsunya dalam pelarian?

Benar2 sebuah drama yg penuh intrik dan konspirasi kotor. Ternyata bisnis tak ubahnya seperti politik, orang2 bisa menjadi demikian kejam demi mencapai tujuan. Rasa cinta dan kehilangan pun tak lagi membuat manusia dapat melembutkan hatinya namun melahirkan pemahaman keliru yang sekeras batu.

#gak nyesel udah nonton

Advertisements

FUNNY BLOCKS: MAINAN MURAH MERIAH YANG MERANGSANG KREATIFITAS ANAK

Sebenarnya sudah lama mengenal mainan jenis bongkar pasang ini, sejak punya anak satu sudah sering dibuat pusing karena saya selalu dapat jatah merangkai dan membereskan bentuk mainan yang kecil dan berserakan ini. Tapi mengingat bagusnya mainan ini maka tetap saja anak saya ngotot membelinya, gak cukup sebungkus, besok-besok kalau ketemu tukang mainan keliling pasti beli lagi. Karena bagiannya yang kecil-kecil itu memang sering banget hilang entah kemana.

raffi-dan-mainan.jpg
Dari sebungkus Funny Blocks bisa dibuat rumah-rumahan seperti ini.

Yang membuat saya tidak keberatan saat membelinya adalah juga karena harganya yang murah meriah, sebungkus Funny Blocks yang berwarna cerah ini hanya dibandrol sepuluh ribu rupiah. Kadang malah masih bisa kurang dengan sedikit menawar atau membeli lebih dari satu. *buebumodeon

Sekarang anak saya sudah mulai pandai dan mau duduk tenang merangkai mainan rumah-rumahan ini. Tapi kalau untuk anak/balita yg lebih kecil harus hati-hati dan diawasi orang dewasa, takutnya kalau anak-anak iseng memasukannya ke mulut.

funny-blocks.jpg
Di kertasnya ada gambar aneka bentuk dan model rumah-rumahan yang bisa dibuat. Membuat anak-anak semakin kreatif.

blocks.jpg
Banyak banget kan, punya Raffi sudah lebih dari tiga bungkus.

blocks-2.jpg
Asyik juga loh buat main sama-sama, biar beresinnya juga sama-sama.
#berantakan.

blocks-rumah-2.jpg
Yang ini tipe rumah mewah. Keren kan?

Yang lebih keren lagi mainan Funny Blocks ini made in Indonesia. Senangnya ada produk dalam negeri yang bagus seperti ini.

raffi-mainan-blocks.jpg
Raffi berpose dulu, siapa tahu setelah gede bisa jadi owner bisnis real estate. Haha. . .

Nah ini mainanku, apa mainanmu??

SWARANGAN, EKSOTISME PANTAI YANG DITINGGALKAN

Entah karena belum musim liburan dan bukan pada hari Minggu, rekreasi kami sekeluarga tempo hari ke pantai bisa dikatakan sepi. Pantai Swarangan siang itu sepi pengunjung, hanya ada beberapa orang yang terlihat menikmati panorama pantai sambil sesekali menjepret foto dan berselfie ria.

Tapi memang keheningan pantai itu yang kami sukai, tenang, misterius dan eksotis. Sepanjang pesisir pantai terlihat bersih tanpa ada sampah yang mengganggu pemandangan. Walau agak menyayangkan karena tak ada satupun fasilitas umum yang berfungsi, kamar bilas dan kamar kecilnya sepertinya telah lama tak lagi digunakan dan tak ada air bersih sama sekali (bahkan untuk buang air kecil saja saya harus membersihkannya dengan air minum kemasan). Juga warung-warung banyak yang rusak dan tak ada aktifitas jual beli apapun yang terjadi. Pokoknya jadi seperti pantai yang ditinggalkan begitu saja. Sepi, tak berpenghuni. Membuat kami harus mengurungkan niat untuk berenang atau main air, dan lagi saat itu gelombangnya cukup besar dan bahaya untuk berenang.derai2-cemara-pinus.jpg
Derai-derai Pohon Cemara Pinus menyambut mata dengan kesejukan dan keteduhan saat memasuki area pantai. Ada pondok kecil juga untuk sejenak melepas penat.

derai2-cemara-pinus-2.jpg
Cemara Pinus ini mengelilingi sebuah kolam danau (yang sepertinya) buatan masyarakat setempat yang mungkin digunakan untuk tambak ikan.

cemara-pinus-3.jpg
“Pas banget ni untuk lokasi foto pre wedding!”
Seru tukang supir kala itu. Tempatnya memang aduhai untuk dinikmati dengan orang terkasih. Kalau di India pasti deh dijamin udah nyanyi tumpas se aye. . . Yu mus kuraye. . . Kya karoon hai ye kuch kuch ho ta hai. . . Hmm. . .

pantai-swarangan-yg-ditin.jpg
“The Leaving Beach”

Pantai yang ditinggalkan, hening, hanya ombak putih ber buih, kontras dengan warna pasir coklat yang lembut.

swarangan-pantai-sunyi.jpg
Ku lari ke hutan,
kemudian menyanyiku.

Ku lari ke pantai,
kemudian teriakku.

Sepi, sepi dan sendiri aku benci.
Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar.

Bosan aku dengan penat,
Dan enyah saja kau pekat.
Seperti berjelaga jika ku sendiri.

Pecahkan saja gelasnya biar ramai,
biar mengaduh sampai gaduh.

Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera.

Atau aku harus lari ke hutan lalu belok ke pantai?
(Tentang Seseorang, AADC) sunyi.jpg
Adalah sunyi yang menggaungkan namamu.
Adalah sunyi yang bertalu pada dinding hatimu. Mencari sendiri kemana debaran itu beranjak pergi?

warung-rusak.jpg
Warung yang rusak dan ditelantarkan begitu saja. Apa yang tersisa darinya?

Adakah gerangan cerita apa?

gmbrn-fikri.jpg
Biarku melukis langit pada pasirmu, menghias hijau dingin pegunungan pada hangat pesisir. Dan kelak mempertemukan asam dan garam dalam belanga kehidupan.
(sebuah gambar karya anak sulung saya, Fikri).

pohon-aneh.jpg
Ada satu jenis flora langka, berdaun seperti pandan atau nanas tapi berbatang seperti pohon.

buah-pohon-aneh.jpg
Buahnya mirip durian, ini yang warnanya oranye mungkin sudah tua.

buah-pohon-aneh-2.jpg
Yang ini masih hijau mungkin yang muda.

Kira-kira tumbuhan apa itu? Apakah ada yang tahu?



Inilah sedikit catatan perjalanan kali ini, semoga menambah referensi Anda.

Foto: Dokumentasi pribadi.
Lokasi: Pantai Swarangan Desa Jorong Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.

LIBURAN; PANTAI OH PANTAI. . .

Hari Rabu kemarin saya dan keluarga liburan ke pantai setelah sekian lamanya tak pernah lagi bepergian seperti ini. Dengan mancarter mobil seorang teman, kitapun berangkat menuju kota Pelaihari kabupaten Tanah Laut yang berjarak sekitar 100 km dari kecamatan Gambut, kota Banjarmasin. Tepatnya di pantai desa Swarangan Kecamatan Jorong.

Yeah. . . Ini dia:

summer-holiday.jpg
This is real “SUMMER HOLIDAY”

Bersama hangat matahari, gemuruh ombak yang membuih menyapu bibir pantai.

walk-on-sand.jpg
“Walk on Brown Sand”

ba-4-baranak.jpg Akhirnya punya sebuah foto keluarga juga. Pas banget kayak iklan BKKBN: “2 Anak Lebih Baik.”

mas-galau-memandang-laut.jpg
Pose “Mas Galau Memandang Laut” (tapi gak galau lantaran mikirin budget liburan ini kan mas?)

penunggu-pohon.jpg
“A Man Under The Tree” a.k.a. makhluk penunggu pohon.

menatap-langit.jpg Lihatlah langit, ia menyaksikan bagaimana kebersamaan kita.

gadis-jadul.jpg

“Perawan Tempo Doeloe” (maksudnya dulu pernah perawan, hahaha. . .)

jadul-coupel.jpg “11 Years Together”

Meski kita tak lagi muda,
mungkin cinta tak lagi sama,
tapi ku ingin kita tetap bisa tertawa, menangis, dan tersenyum bersama.

color-couple.jpg
“Thanks u so much for this great holiday.”

mas-supir-dan-istri.jpg
“Happiest Young Couple in The World”
(Mas Supir dan istrinya)

couple-in-black.jpg
“Couple in Black”

black-couple-2.jpg
This is what that i called “ROMANTIC”

sweet-couple.jpg
Generasi tua pun tak mau kalah. Senyuuuum dong. . .

raffi-muka-takut.jpg
Muhammad Raffi Azhari

“Apa yang kau takutkan anakku?”

fikri-gaya-selancar.jpg
Muhammad Fikri.

Tak ada rotan akarpun jadi, tak ada selancar batang kayu pun oke! Yang penting eksiissss. . .

raffi-dan-mama.jpg
“Sini sayang, duduk dekat mama.”

2-2-wanita.jpg
Dua Wanita
(tambun, bongsor, look so old; saya mah -_-“)

Bagaimana foto-foto di atas?

Keren kan? Kerreeen harusnya. Mana menurut pemirsa yang paling oke? Beri masukan di komentar ya.

Momen-momen seperti inilah yang semakin membuat saya berharap some day. . . suatu hari saya harus punya kamera DSLR Canon seri paling mutakhir yang harganya too expensive for me itu. Hm. . . Semoga.

And this is the last photo:

from-gambut-with-love.jpg
“Dari Gambut dengan Cinta.”



Admin: Rusminah Qumainah
Foto-foto: dokumentasi pribadi .
Lokasi: Pantai Swarangan Kecamatan Jorong, Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.
Alat: camera phone Oppo Neo 5 mp.

MISTERI DAN RAHASIA HATI (Review Buku Sepotong Hati yang Baru Karya Tere Liye)

sepotong-hati2.jpg
(pic: sitimariiyam.wordpress.com)

Lagi, kali ini saya dibuat kepincut abis oleh kisah2 apik karya Tere Liye (bangga banget Indonesia punya penulis handal seperti beliau). Buku ini berisi 8 cerita pendek yang di setiap kisahnya memiliki berragam konflik, tokoh dan latar yang berbeda. Menuturkan dengan puitis dan menyentuh perihal urusan hati anak manusia ketika berhadapan dengan biang keanehan dan sumber kegilaan hidup yang selama ini kita sebut cinta.

Ya, Tere Liye memang amat piawai dalam hal mengaduk2 emosi pembaca. Menyinggung perkara cinta langsung menohok pada porosnya. Bagaimana tentang sepotong hati yang cuma satu2nya kita miliki mesti disakiti berkali2? Bagaimana bisa cinta yang demikian besarnya bisa tumbuh tanpa rasa percaya?

Makanya, siapa suruh ge’er? Saat kebenaran itu datang, maka bagai embun yang terkena cahaya matahari, debu disiram air, musnah sudah semua harapan2 palsu itu. Menyisakan kesedihan. Salah siapa? Mau menyalahkan orang lain?
(1. Hiks, kupikir itu sungguhan)

Di cerpen pertama ini berkisah tentang dua sahabat yang menyukai cowok yang sama, mereka terlena akan kebaikan dan keramahan cowok itu dan dilambung harapan yang mereka bangun sendiri, kege’eran sendiri. Sampai kemudian fakta menunjukkan semuanya. Membaca bab ini dijamin senyum sambil meringis sendiri, mengingat betapa konyolnya kita ketika sedang jatuh cinta dan berasumsi sendiri bahwa si doi pun punya rasa yang sama. Padahal tidak. Haha. . . Alamak jleb nampol!

Sayangnya, kebencian yang besar tidak cukup untuk melawan sesuatu.
(2. Kisah Cinta Sie Sie)

Kisah ke dua ini tentang seorang amoy, gadis muda usia 16 tahun keturunan Cina yang terjerat kehidupan sulit di pinggiran kota Singkawang, Pontianak. Sie Sie terpaksa menjadi ‘istri belian’ bersama seorang pemuda Taiwan yang amat buruk dan kasar perangainya. Di sinilah rasanya sulit dipercaya bahwa cinta bisa dengan hebatnya menguatkan hati seseorang dan lalu mengubah hati yang lainnya yang tadinya tidak suka menjadi cinta. Sie sie yang tetap tulus mencintai suaminya, yang walau sekian puluh tahun menyiksanya dan tak memperlakukan Sie Sie sebagai manusia, akhirnya bisa memenuhi janjinya di kala belia, ia bisa ‘memaksa’ menghadirkan rasa cinta itu dan mengubah perangai suaminya. Benar2 pengorbanan dan perjuangan yang luar biasa.

Buat apa cinta jika kau tidak percaya padaku, buat apa sayang jika kau terus berprasangka yang bukan2.

Bukankah orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama termasuk definisi orang gila?

Kepercayaan adalah pondasi penting sebuah cinta.

Tetapi cinta tanpa disertai kepercayaan, maka ibarat meja kehilangan tiga dari empat kaki2nya, runtuh menyakitkan.

Cinta yang besar, tanpa disertai komitmen dan kepercayaan maka dia hanya akan menelan diri sendiri.
(3. Percayakah Kau Padaku)

Ini yang sangat mengenaskan sekaligus paling inspiratif menurut saya, tentang seorang ayah yang bercerita pada pusara kuburan anaknya, kisah tentang legenda Rama dan Shinta yang mengilhami kisah cintanya pada mantan istrinya. Seperti halnya besarnya rasa cinta Rama dan Shinta yang diuji oleh kelemahan hati Rama yang sangat curiga dan tak percaya pada kesuciannya ketika dalam tawanan Rahwana. Maka cinta itupun tak berakhir bahagia. Terpisah dengan sangat tragisnya karena tak ada rasa percaya.

Seperti itu pula kisah hidup si ayah yang karena profesinya sebagai seorang pelaut yang harus pergi berbulan2, membuat istrinya tak percaya lagi pada kesetiaan suaminya (si ayah). Lalu meninggalkan suami dan anaknya yang sedang sakit, sampai kemudian si anak meninggal. Itulah tragedi terbesar dalam cinta yang lahir dari ketiadaan rasa percaya, pada akhirnya justru membinasakan buah cinta itu sendiri.

Itulah sedikit ulasan dan cuplikan kata dari beberapa cerita pendek (yang sebenarnya agak panjang) di buku Sepotong Hati yang Baru ini. Karena keterbatasan ruang tulis saya tak bisa mengulas semuanya. Pokoknya buku ini recomended lah. Tere Liye selalu sukses mengharu biru jiwa saya dan menumbuhkan pemahaman baru tentang arti kehidupan dan juga cinta.

Sebagai penutup, ijinkan saya mengutip kalimat di cerpen ke delapan yang berjudul sama dengan bukunya:

Cinta bukan sekadar soal menerima apa adanya. Cinta adalah harga diri. Cinta adalah rasionalitas sempurna. Jika kau memahami cinta adalah perasaan irrasional/sesuatu yg tak masuk akal dan tak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat luka itu akan kembali menganga. Kau dgn mudah membenarkan apapun yg terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kau tidak mampu mengendalikan perasaan tsb. Tidak lebih, tidak kurang.

Nah, keep reading! ^_^v

SAYA DAN KENANGAN ONE NIGHT STAND

Rasanya tanpa harus saya jelaskanpun sebagian besar dari kita pasti tahu apa itu ONE NIGHT STAND. Sebenarnya ini hanya dikhususkan untuk orang dewasa alias adult only zone. Kalau belum tahu artinya bisa digoogling sendiri deh.

Kali ini saya hendak berbagi pengalaman saja. Kira-kira sepuluh tahun silam saya pernah mengalami langsung one night stand ini. Kenangan yang benar-benar tak terlupakan. Kejadian tepatnya adalah ketika saya baru punya anak pertama setelah setahun lebih menikah. Karena agak nervous dengan peran sebagai ibu baru dan kelelahan merawat si kecil, saya jadi bertengkar dengan suami dan lalu iapun pergi kerja shift malam dan meninggalkan saya sendirian di rumah.

Saya tak bisa tidur dan melewati malam dengan sedih, sendiri dan hampa. Kemudian selepas tengah malam suami saya pulang untuk menengok keadaan kami (saat itu si kecil masih sakit), dan betapa TERKEJUTNYA dia menyaksikan saya sedang melakukan one night stand saat anak sedang sakit. Iya pemirsa, saya one night stand alias berdiri satu malam sambil menggendong si kecil yang rewel karena sakit. Spontan saja suami memeluk kami, dan segera mengambil alih gendongan lalu menyuruh saya istrirahat melemaskan bahu barang sejenak (perlu diketahui saat itu anak saya berbobot 10,5 kg di usia 6 bulan. Jadi bisa dibayangkan nyeri pegelnya one night stand menggendongnya sendirian, berjam-jam nyaris semalaman).

Nah itulah pengalaman saya tentang one night stand.
Apa? Otaknya sudah pada porno ya mikir yang gak gak? Kan secara harfiah one night stand artinya memang berdiri satu malam. Dan saya memang tidak sedang menceritakan one night stand yang secara kiasan berarti hubungan intim tanpa ikatan yang terjadi dalam semalam yang sedang trend saat ini. Karena itu adalah pertanda degradasi moral masyarakat yang udah kadung ketularan budaya barat/luar. See??

MENULIS DAN MOMENT KERASUKAN ITU

Menilik judul di atas sepertinya ada sebuah kesan magis yang berurusan langsung dengan dunia lain. Sebenarnya ini tak ada hubungannya dengan gangguan roh halus, makhluk astral atau semacamnya. Lalu apa hubungannya antara menulis dan ‘kerasukan’?

Jadi begini, saya sempat membuka-buka lagi buku-buku harian lawas saya, dan juga membaca kembali tulisan-tulisan lama di blog ini. Ada yang membuat saya heran, karena saya lupa kapan tepatnya menulis itu, kejadian apa yang membuat saya bisa menuliskan sesuatu yang setelah sekian tahun berlalu membuat saya bertanya “apa benar saya yang menuliskannya?”

Nah, karena itulah saya menyebutnya momen kerasukan karena dari tulisan-tulisan itu saya seakan menangkap kesan bahwa ada pribadi atau sosok yang lain yang menuliskannya (dalam beberapa bagian bahkan mengendalikannya, hihi. . .syerem), dan itu bukan saya secara normalnya. Tapi ini bukan kepribadian ganda.

Mungkin setiap tulisan punya kesan emosional tersendiri, apalagi tulisan saya yang memang hasil ungkapan pikiran dan perasaan yang dilandasi sentimen khas perempuan. Dan selalu ada peristiwa atau situasi yang melatarbelakangi tulisan tersebut. Sehingga saat menuliskannya, emosi yang mewarnai peristiwa itulah yang mengendalikannya dan seakan menjadi “The Another Soul.”

Ada sebuah pepatah mengatakan:

Yang dibutuhkan seorang penyair (berlaku juga untuk penulis) hanyalah hujan dan patah hati.

Jujur, saya memang dapat lebih produktif dan banyak menulis ketika sedang patah hati, galau, marah, tertekan atau sedih. Saat-saat dipenuhi emosi negatif dan sedang down itu terasa lebih menyentuh kemanusiaan saya, terasa ada sesuatu yang merasuki ambang batas kesadaran, mungkin itulah yang disebut dengan inspirasi.

Karena di saat sedih manusia memang jadi lebih banyak merenung, lebih mudah menyelami hati dan menelaah ruang jiwa. Sehingga di saat badai telah berlalu, dalam diri manusia diharapkan telah tumbuh semangat yang baru.

Tapi harus hati-hati loh ya, bisa-bisa kerasukan beneran. Hahaha. . .

Mau?