SWARANGAN, EKSOTISME PANTAI YANG DITINGGALKAN

Entah karena belum musim liburan dan bukan pada hari Minggu, rekreasi kami sekeluarga tempo hari ke pantai bisa dikatakan sepi. Pantai Swarangan siang itu sepi pengunjung, hanya ada beberapa orang yang terlihat menikmati panorama pantai sambil sesekali menjepret foto dan berselfie ria.

Tapi memang keheningan pantai itu yang kami sukai, tenang, misterius dan eksotis. Sepanjang pesisir pantai terlihat bersih tanpa ada sampah yang mengganggu pemandangan. Walau agak menyayangkan karena tak ada satupun fasilitas umum yang berfungsi, kamar bilas dan kamar kecilnya sepertinya telah lama tak lagi digunakan dan tak ada air bersih sama sekali (bahkan untuk buang air kecil saja saya harus membersihkannya dengan air minum kemasan). Juga warung-warung banyak yang rusak dan tak ada aktifitas jual beli apapun yang terjadi. Pokoknya jadi seperti pantai yang ditinggalkan begitu saja. Sepi, tak berpenghuni. Membuat kami harus mengurungkan niat untuk berenang atau main air, dan lagi saat itu gelombangnya cukup besar dan bahaya untuk berenang.derai2-cemara-pinus.jpg
Derai-derai Pohon Cemara Pinus menyambut mata dengan kesejukan dan keteduhan saat memasuki area pantai. Ada pondok kecil juga untuk sejenak melepas penat.

derai2-cemara-pinus-2.jpg
Cemara Pinus ini mengelilingi sebuah kolam danau (yang sepertinya) buatan masyarakat setempat yang mungkin digunakan untuk tambak ikan.

cemara-pinus-3.jpg
“Pas banget ni untuk lokasi foto pre wedding!”
Seru tukang supir kala itu. Tempatnya memang aduhai untuk dinikmati dengan orang terkasih. Kalau di India pasti deh dijamin udah nyanyi tumpas se aye. . . Yu mus kuraye. . . Kya karoon hai ye kuch kuch ho ta hai. . . Hmm. . .

pantai-swarangan-yg-ditin.jpg
“The Leaving Beach”

Pantai yang ditinggalkan, hening, hanya ombak putih ber buih, kontras dengan warna pasir coklat yang lembut.

swarangan-pantai-sunyi.jpg
Ku lari ke hutan,
kemudian menyanyiku.

Ku lari ke pantai,
kemudian teriakku.

Sepi, sepi dan sendiri aku benci.
Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar.

Bosan aku dengan penat,
Dan enyah saja kau pekat.
Seperti berjelaga jika ku sendiri.

Pecahkan saja gelasnya biar ramai,
biar mengaduh sampai gaduh.

Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera.

Atau aku harus lari ke hutan lalu belok ke pantai?
(Tentang Seseorang, AADC) sunyi.jpg
Adalah sunyi yang menggaungkan namamu.
Adalah sunyi yang bertalu pada dinding hatimu. Mencari sendiri kemana debaran itu beranjak pergi?

warung-rusak.jpg
Warung yang rusak dan ditelantarkan begitu saja. Apa yang tersisa darinya?

Adakah gerangan cerita apa?

gmbrn-fikri.jpg
Biarku melukis langit pada pasirmu, menghias hijau dingin pegunungan pada hangat pesisir. Dan kelak mempertemukan asam dan garam dalam belanga kehidupan.
(sebuah gambar karya anak sulung saya, Fikri).

pohon-aneh.jpg
Ada satu jenis flora langka, berdaun seperti pandan atau nanas tapi berbatang seperti pohon.

buah-pohon-aneh.jpg
Buahnya mirip durian, ini yang warnanya oranye mungkin sudah tua.

buah-pohon-aneh-2.jpg
Yang ini masih hijau mungkin yang muda.

Kira-kira tumbuhan apa itu? Apakah ada yang tahu?



Inilah sedikit catatan perjalanan kali ini, semoga menambah referensi Anda.

Foto: Dokumentasi pribadi.
Lokasi: Pantai Swarangan Desa Jorong Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.

Advertisements

18 thoughts on “SWARANGAN, EKSOTISME PANTAI YANG DITINGGALKAN

  1. Memang sangat disayangkan jika tempat wisata yang sangat indah tidak dikelola dg baik.

    Banyaknya warung2 yang dibiarkan rusak, mgkin saja juga karena sepi pengunjung.

    Like

  2. @Djacka Artub,

    iya, mungkin sj. Krn akses ke pantai ini memang sdkt tersembunyi. Saat kami kesana sj harus beberapa kali bertanya dgn warga setempat bru kemudian menemukanx.

    Like

  3. @Atep Setiawan,

    wa alaikum salam.
    Tp justru krn sepi pengunjung inilah kebersihan dan keindahan pantaix tetap terjaga.

    @Shaufiy Kahayan,

    iya memang, krn ini msh alami dan sgt asri.

    Apa kabar sanak??

    Like

  4. sudah baca dari atas dan berakhir di kolom komentar..
    Dan kesimpulannya saya pengen juga berkunjung kesitu. 😀 . Tp entahlah 🙂

    Like

  5. Saya baru hari ini tgl 16 juni k.pntai itu, memg sngt sepi pntai x dan terliht sprt misterius . . seandai nya pntai itu dilestarikan psti akan ramai pngunjung

    Like

  6. Banyak kemungkinan kenapa tempat itu sepi, salah satunya mungkin kurang promosi.

    Btw picnya keren, puisi juga gak kalah bagus. Terutama pada bagian, "sikut saja kandung kemihnya biar mengaduh sampai gaduh".

    Like

  7. @eanreana,

    wa alaikumsalam.

    Iya sepi, saat jepret foto gak ada org.
    Sbnrx ada, tp jauh dan hny beberapa org sj.

    Tp begini lbh asik.

    Like

  8. @nadia aprinda,
    @John Kampret

    iya memang sepi. Sepertix memang kurang maksimal pengelolaan dan promosix. Jauh beda dgn pantai Batakan dan Tangkisung yg sgt ramai namun kondisi pantaix mulai memprihatinkn krn sampah dan abrasi.

    Kalau Swarangan ini memang msh asri dan indah walaupun sepi.

    @John Kampret,

    haha. . . Puisix pas bgt kan ama moment and picnya.

    Like

  9. Masih tentang rekreasi kmaren ya ?
    Lihat jepretan dan puisinya aja dah,,
    Nanti klo ke Banjarmasin saya coba mampir dah..

    Like

  10. Aq jg prnh ksna,,tp sygx bnyk para pembajak jalan yg minta2 duit sblm msuk kpntai trsebut,,,suuerr neh byk pembajakx low msuk kstu,,mkx byk yg ngga mau lg kstuu

    Aq jg jera dtg ksna cuma gara2 si ulah para pembajakk d pntai swarangn itu

    Like

Leave a Reply to Ïsma Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s