LAGU SLOW ROCK MALAYSIA; ANTARA TOTALITAS SENI, GETIRNYA CINTA DAN KENANGAN

Entah mengapa tiba-tiba jadi ingin menulis ini. Nostalgia sejenak yuk…….

Siapa yang tak kenal lagu-lagu bertema galau dari negeri jiran Malaysia? Yang dahulu pernah merajai chart-chart tangga lagu di radio di era 90 an. Mengenang ini, disadari atau tidak, maka kita sudah mulai tua. Sebutlah lagu milik Slam yang cukup fenomenal, Gerimis Mengundang, dulu, di masa jayanya dulu selalu diputar dimana-mana, sampai dirilis ulang dengan genre kedangdut-dangdutan oleh biduanita Indonesia. Atau lagu milik Iklim berjudul Suci Dalam Debu, atau dari band Fenomena Tiada yang Lain, yang sangat hits dengan lirik sendu dibuka oleh “semilirnya angin malam ini….. membuaiku larut dalam lamunan…” Ada juga grup band Screen, Stings, UKAY’s,Spoon, Eye, Lestari, Exist, dari penyanyi solo ada Darmansyah dan Sultan and many more…(dapatkan kaset dan CD mereka, udah kayak iklan penjualan kaset ajah, hahaha….)

Intinya, lagu-lagu jadul mereka sangat melekat di ingatan bagi orang-orang yang melalui masa muda/remaja nya di era itu. Everlasting love song lah pokoknya. Bahkan sampai detik ini saya masih ingat betul suasana ketika lagu-lagu Malaysia sedang trend-trend nya. Di dalam kelas ada gitar, sebuah buku lagu catatan sendiri, beberapa remaja SMA/SMP yang galau (dulu belum trend istilah galau ya) saat jam-jam kosong, duduk berkelompok sambil telapak tangan menepuk meja, alunan gitar, menyanyi, patah hati dan merasa terwakili oleh lagu-lagu itu. Benar-benar unforgettable moment banget dah.

Kinipun saya mengakui, bahwa suatu karya dapat jadi abadi di hati pencintanya (pengecualian bagi mereka yang menganggap itu musik menye-menye atau cengeng) karena memang ada “sesuatu” di dalamnya yang akan membuat orang tak bisa melupakan nya. Itu adalah totalitas mereka dalam seni musik, hampir bisa dipastikan, seingat saya, mereka benar-benar menjual kwalitas musik dan suara, bukan kelebihan fisik semisal ketampanan wajah (atau kelebihan onderdil dalam goyangan pengundang syahwat), bahkan ada yang sudah cukup berumur (untuk tak menyebut tua) seperti vokalis Iklim itu, Saleem kalo gak salah nama beliau. Suara serak nan menghanyutkan, dentuman drum yang menghentak dipadu irama gitar yang menyampaikan berjuta makna akan kegetiran takdir cinta dan kenangan yang tak akan terlupa.

Ya, sepertinya kita harus sepakat, bahwa kenangan-kenangan punya moment, timing, dan lagunya tersendiri, setiap kita punya itu, dan beberapa diantaranya saya temukan dalam kumpulan lagu-lagu lawas slow rock Malaysia.

Bahkan kala itu ada beberapa nama musisi dan penyanyi Indonesia yang sempat berkolaborasi dengan penyanyi Malaysia, sebutlah Inka Cristy dan Ami Search (penyanyi lagu Isabella yang fenomenal itu). Melahirkan lagu yang tak kalah fenomenal juga berjudul Nafas Cinta;

“sesaknya nafas di dadaku, mengenang percintaan kita….. Dapatkah kita meneruskan impian dan harapan…..”

Warna musik mereka sangat mempengaruhi trend musik di pasar tanah air, genre slow rock seakan jadi trademark tersendiri di era 90 an. Banyak nama-nama musisi yang mau tidak mau akan menyeret kita pada era kejayaan yang telah ditinggalkan itu. Ada Deddy Dores, pencipta lagu bertangan dingin yang melejitkan nama besar Nike Ardila dan Nafa Urbach. Yang mana kematian di usia muda Nike Ardila telah menjadi tragedi terbesar adalam sejarah industri musik tanah air.

Hmmm….. sedikit out of the topic ya, tapi gak papa, itu berarti bahwa lagu Malaysia memang sangat mempengaruhi kita di Indonesia, sebuah kenyataan yang tak terbantahkan. Tapi sayang, di era kekinian sepertinya eksistensi lagu-lagu semacam ini mulai memudar, di awal tahun 2000 an muncul musisi Malaysia dengan wajah lumayan dari kalangan muda, sebutlah New Boyz yang memulai debut pertama mereka bahkan bisa dibilang masih usia kanak-kanak, ada juga Spin yang sempat hits dengan lagu duetnya, atau Thomas dengan lagu andalannya Syahara. Setelah itu dunia musik Malaysia seakan tak terdengar lagi suaranya, mungkin yang masih bisa kita lihat di layar kaca hanya biduanita Malaysia lintas benua; Siti Nurhaliza, yang sempat wara wiri diundang jadi juri di sebuah acara pencarian bakat penyanyi dangdut.

Tak hanya musiknya saja yang membuat terlena, kata-kata dan liriknya pun puitis dan mengena. Sedikit perbedaan bahasa sama sekali bukan kendala untuk memahami maknanya. Maka sebagai penutup, ijinkan saya mengutip sebuah lagu milik FAIR, sebuah lagu berjudul TERLANJUR MENYINTA yang GUEH BUANGET :

Dari dahulu mendengarkan suaranya.
Siapakah ia intan atau permata. Lalu ku tulis kata-kata pujangga. Menghiasi isi hatiku, hanya untukmu….

Luas lautan usah cuba diduga. Jadi ingatan teman sebagai pedoman. Namun ku terus cuba mendekatimu. Tetapi aku tertewas, kita tak serupa.

Kau bandingkan ku dengan kekayaan, ternyata aku ketinggalan walau ikhlas mencintaimu. Kau hina tanpa rasa simpati. Masih kedengaran cinta yang ku cari.

Baru kini aku sedari, bukan mudah untuk melewati… Sememangnya aku bersalah tidak mengerti.

Ku antara sejuta yang mencintaimu. Terlanjur menyinta dengan tulus suci tanpa jawapan pasti.

Bagaimana, adakah kiranya lagu Malaysia yang jadi theme songnya kehidupan Anda??

Advertisements

KETIKA ANAK LELAKI MENANYAKAN SEKS

Nulis beginian porno gak yah?? Tahu deh, saya cuma mau sharing pengalaman dan menularkan kegundahan saja.Hihihi……

Akhirnya, pertanyaan “rumit” itu keluar juga dari mulut bocah lelaki saya yang duduk di kelas 5 sekolah dasar itu.

Kemarin sore yang tenang, sepulangnya dari bermain dengan teman sebayanya, Fikri duduk menghampiri saya yang tengah santai di depan televisi. Dan bertanya;

“Mama, bersetubuh itu apa?”

(Iya pemirsa, suerrrrr Fikri nanya gitu, gak dengan kata-kata yang lebih halus semisal hubungan intim.)

JDER…..

Kaget laksana disambar copet di siang bolong adalah reaksi saya dimenit-menit awal, padahal saya sudah menyiapkan momen ini sejak setahun lalu saat ia mulai bertanya masalah tanda-tanda pubertas pada anak laki-laki. Ternyata ini loh saatnya , membatin saya kala itu. Maka mau tidak mau saya jelaskan dengan sebenar-benarnya dengan kata-kata dan istilah umum (nama kelamin tidak diganti dengan istilah lain, tetap apa adanya) yang dapat ia pahami. Sedapat mungkin saya coba singkirkan perasaan malu dan tabu, saya mesti jujur dan terbuka tanpa harus vulgar tentunya.

Anak saya itu memang sejak kecil kritisnya bukan main (bapaknya saja bilang anak cowok kok mulutnya bawel kayak cewek, udah kayak penyidik KPK saja saking cerewet dan detailnya), dari satu pertanyaan yang dijelaskan muncul lg serentetan pertanyaan. “Cairan yang keluar kalau mimpi basah itu apa ma?”. Ya saya jawab itu sperma namanya yang kalau ketemu sel telur wanita bisa jadi hamil lalu jadi anak karena bersetubuh (saya beri atau berhubungan seksual/suami istri) tadi (dari pertanyaan ini juga merembet ke masalah kenapa saya tiap hari menkonsumsi pil KB untuk mencegah dan merencanakan kehamilan), tapi itu HANYA UNTUK ORANG YANG SUDAH MENIKAH SEPERTI AYAH DAN IBU, kalau belum menikah gak boleh melakukannya. INGAT, disini kita perlu menekankan adanya konsep pernikahan agar anak paham bahwa hubungan seksual tak boleh dilakukan tanpa ikatan pernikahan yang sah dan juga menuntut tanggung jawab yang besar dan tidak main-main.

Dia mengangguk paham, saya kira selesai disana, ternyata masih ada lagi: “kalau air mani itu apa ma?”

Saya garuk-garuk hidung jadinya, ya itu sperma, nama lain dari sperma yang bisa keluar karena berhubungan suami istri atau karena mimpi basah jelang pubertas itu. Oh… manggut-manggut lagi, nah nanti kalo Fikri sudah ada tanda-tanda mimpi basah itu, nanti bilang ke mama ya, biar nanti mama ajari niat dan tata cara mandi wajib karena itu termasuk hadas besar. Paham? Dia mengangguk, ok ma !!

Oke sipp!

Sementara ini sih saya lihat wajahnya cukup puas dengan penjelasan itu, pokoknya sampai dia gak nanya2 lagi. Kemudian saya yang bertanya kenapa Fikri menanyakan itu, ternyata katanya tadi siang pas di sekolah dia belajar agama tentang hal2 yang membatalkan puasa, bersetubuh dan keluar air mani dengan sengaja termasuk diantaranya, maka jadi penasaran lah bocah lanang saya yang tahun ini baru memasuki usia 11 tahun itu. Oh… pantesan kata saya dalam hati, yang walaupun sudah dijelaskan secara garis besar oleh gurunya, rupanya anak saya ini tetap membawa segudang penasaran ketika pulang ke rumah. Ckckck……

Saya selalu berpikir seandainya anak saya perempuan mungkin saya tak akan semumet ini menjelaskan masalah pubertas dan seks, paling tidak karena saya juga perempuan itu pasti akan lebih mudah menyampaikannya. Tapi apa daya saya, alhamdulillah selalu karena saya punya dua anak lelaki yang cerdas, sangat kritis, dan untungnya masih mau bertanya dengan mamanya. Artinya mereka masih menganggap saya sebagai narasumber utama yang terpercaya (semoga) untuk melengkapi referensi khazanah kekayaan hidup dan dunia anak-anak mereka yang penuh warna dan tantangan ke depannya. Hahay……. bahasanya bo, kebanyakan stress ala ibu muda gini mah jadinya..

Muter-muter ngomongin masalah itu kemarin sampai sejam lebih, saya berusaha memberikan penjelasan gak hanya dari segi agama dan norma saja, tapi juga dari siklus normal manusia karena anak-anak juga sudah belajar mengenai sistem reproduksi makhluk hidup, jadi semua itu sangat penting agar anak-anak dapat mengenal diri mereka dengan baik, dan dapat lebih menghormati sesama dan juga lawan jenis mereka. Agar mereka tahu bahwa ada batasan dalam pergaulan dan berperilaku.

Membuat saya teringat dulu saat mungkin seusia Fikri saya pernah bertanya dengan saudara tua ayah (kami biasa memanggil beliau Amang) tentang kondom itu apa? Ha… Ternyata buah memang telah jatuh di bawah pohonnya. Skak mat!!

Hmmm…… Begini rasanya setelah “bom waktu pertanyaan rumit” itu akhirnya meletus, menjelaskan masalah pubertas ternyata lebih menakutkan dari menghadapi pubertas itu sendiri. Dan lagi, satu lagi cah lanang cah bagus yang juga menuntut ketabahan mamanya, Raffi minta di sunat liburan bulan puasa tahun ini. Bapaknya panik, belum genap 6 tahun lo, masih TK kecil lo…….

Selalu, bagi saya menjadi ibu adalah enjoying sweet horrible moment, menikmati momen mengerikan yang manissss. 🙂

HADIAH KEJUTAN UNTUK ISTRI TERCINTA

Sejak saya menjadi pengguna internet aktif beberapa tahun terakhir ini, saya suka dan sering browsing membaca situs-situs bertema parenting, keluarga dan rumah tangga. Senang saja mengetahui bahwa banyak hal yang saya alami juga pernah dialami oleh banyak ibu-ibu di luar sana. Apalagi setelah memiliki blog sendiri, saya gak hanya bisa jadi pembaca, tapi bisa sharing tulisan dan curhatan juga.

Nah, dari situ saya pernah membaca artikel yang menyatakan bahwa wanita yang sudah menikah dan berstatus istri, apalagi yang usia pernikahan nya sudah cukup lama, harus di refresh atau diupgrade lagi agar tidak monoton dan kehangatan cinta tetap terpelihara. Karena memang ya, semakin lama kita semakin terbiasa dan tak lagi saling mengucapkan cinta, terjebak rutinitas dan dihempas realita peliknya hidup berrumah tangga. Bah!! Lebay lah….

Salah satu caranya adalah dengan memberikan istri hadiah kejutan, katanya itu cukup ampuh untuk merekatkan lagi rasa kasih sayang yang selama ini merenggang karena aktifitas harian yang sangat menyita waktu, tenaga dan pikiran. Hadiah kejutan itu disinyalir dapat menjadi mood booster bagi para istri yang kewalahan menghadapi berbagai masalah dan tugas kerumahtanggaan, dapat menjadi penyemangat dan sebagai doping penambah kekuatan dalam menjalankan kewajiban. Hmmmm…..

Agaknya semua itu memang benar adanya, saya setuju dan mengamini. Tapi sejatinya hidup memang selalu penuh kejutan. Kalau bagi saya pribadi, meski suami bukan tipikal pria romantis seperti di film-film atau drama, hadiah kejutan itu lumayan sering terasa, ada lah pokoknya.

Kejutan itu sering hadir di pagi hari saat saya hendak belanja ke pasar; sembako yang kemarin lusa harganya sekian mendadak naik ke level sekian. Benar-benar “hadiah kejutan” buat para istri yang cukup membuat senam jantung pemirsah!!!

HAHAHA……

Kalau pembaca budiman, kira-kira ada kejutan apa hari ini?