BISAKAH IBU RUMAH TANGGA TETAP TAMPIL CANTIK SAAT DI RUMAH???

Beberapa waktu lalu, saya pernah mendengar ceramah agama di sebuah acara peringatan Maulid Nabi. Isi ceramahnya banyak membahas masalah-masalah perempuan dan peranannya dalam kehidupan. Perempuan dalam posisinya sebagai anak, sebagai ibu dan sebagai istri.


Nah, bagian paling menariknya adalah saat posisi dan peran perempuan sebagai ibu dan istri. Dalam ceramah itu, si penceramah mengatakan bahwa perempuan-perempuan sekarang terbalik, ketika pergi ke luar rumah, apalagi acara kondangan, mereka pada berdandan habis-habisan, pakai baju bagus, bersih, cantik, wangi pula, disemprot parfum. Tetapi saat di rumah, apalagi   saat mau tidur, pakai daster butut, sobek-sobek, masker muka tebal, dan parahnya itu sebadan-badan dioles minyak angin, minyak kayu putih atau balsem. Bagaimana suami bisa enak mencium istri kalo baunya begitu?

Oke, sebagai pendengar, kala itu saya dan sebagian besar ibu-ibu lainnya tertawa dan mengiyakan, bahwa semua itu benar adanya. Saya suka dasteran, bisa kumal juga dan sering bau minyak angin gosok saat naik ranjang. Lalu kenapa??

Lalu si penceramah menjelaskan lebih rinci lagi tentang ayat- ayat dan hadis-hadis yang mendukung semua itu. Bahwa harusnya perempuan berhias saat bersama suaminya dan memberikan pelayanan terbaik baginya, dan sebagainya dan sebagainya.

Sampai di situ, mendadak saya gerah, hati saya sedikit berontak, dari sekian puluh menit si penceramah berkoar-koar dan mengkritisi perempuan ibu rumah tangga  sekarang, tidak sedikitpun ia memberi penjelasan berimbang tentang  timpangnya peran suami dalam rumah tangga yang memberi andil sangat besar mengapa istri bisa jadi pake daster seharian dan bau minyak angin saat naik peraduan. Seolah-olah semua kekucelan istri berdaster butut itu adalah murni hanya karena kekurangan dan keburukan si istri sendiri yang tidak bisa lagi tampil menawan di depan suami. Dan hanya bisa tampil aksi ketika pergi.

Itu benar-benar pandangan yang sangat tidak adil dan memojokkan. Saya benar-benar berharap para lelaki, terutama para suami bisa memahami ini. Agar mereka suatu hari nanti bisa melihat bahwa istrinya pun ternyata bisa tampil cantik dan wangi saat di rumah. 

Sejak pagi, para istri, apalagi yang sudah punya anak, harus berjibaku dengan berbagai kegiatan domestik rumah tangga yang benar-benar menguras tenaga, emosi dan pikiran. Kalau punya pembantu sih lumayan terbantu kerepotannya, kalau tidak? Maka ini jadilah drama, horor sekaligus action yang mengguncang hari-hari. 
Mulai dari menyiapkan sarapan, menyiapkan anak-anak sekolah, menyiapkan suami yang mau bekerja. Saat itu, coba kita tengok sedang apa para suami? Ada yang mau ikut bangun lebih awal dan membantu istrinya? Ada, tapi kebanyakan para suami cuek saja melihat rutinitas pagi itu, sebagian besar dengan tenang menikmati sarapan, atau asyik nonton berita pagi di TV, pencet-pencet gadget, atau malah merokok di teras sesaat sebelum berangkat kerja. Yang mengurus semuanya adalah istrinya tentu saja. Anak-anak yang sulit dimandikan, kadang-kadang makan harus disuapi, berangkat sekolah pun harus diantar. Walaupun sejak pagi sekali si istri sudah kece badai, alis landai, lipstik merah dan badan wangi aduhai, tetap saja, ketika harus ke dapur lagi berurusan dengan panci, penggorengan, bawang dan minyak, pasti jadi berkeringat. Belum lagi adu cepat dengan anak-anak yang menuntut perhatian besar di pagi hari itu.

Nah, itu baru pagi hari di rumah, belum lagi pergi ke pasar naik angkot atau motor panas-panasan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Kalau suami tipe yang tak mau turun tangan urusan rumah, SELESAI SUDAH, istri akan kewalahan dan tak akan punya waktu lagi untuk memperhatikan penampilan diri. Bisa mandi dengan benar saja itu sudah jadi kemewahan.

Karena itulah, saat pergi kondanganlah satu-satunya waktu di mana para istri tidak bersentuhan dengan pekerjaan rumah, sehingga mereka bisa berpenampilan terbaik. Kalau sudah di rumah, maka daster butut itulah yang jadi seragam dinas untuk bekerja membereskan segunung cucian, mencuci piring kotor, memotong ayam untuk makan siang, menyiangi ikan untuk makan malam, mengupas bawang yang selalu meninggalkan bau langu di badan dan pakaian. Daster itu pula yang sering menerima percikan air saat memandikan anak atau mencuci pakaian, daster itu pula yang kecipratan minyak saat menggoreng ikan.

Jadi, intinya adalah, istri bisa saja tampil lebih baik asalkan dibantu, dibantu diringankan tugas-tugas mereka yang membuat mereka tak bisa berpakaian yang indah, dibantu agar mereka tak terus-menerus berkeringat dan bau minyak atau bau bawang seharian. Karena polanya sudah jelas, kalau istri sudah kelelahan seharian, maka cuma minyak angin gosoklah yang paling mengerti untuk meringankan beban dan pegal di pundak mereka.

 Jadi, jangan salahkan minyak angin yang lebih enak menemani istirahat malam hari daripada sentuhan suami. 

Yang mau protes, silakan!!! Monggo dikomen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s