Aktif Kembali dan Jadi Working Mommy

Setelah sekian lama menghilang dari peredaran dunia maya akhirnya saya bisa kembali lagi. Banyak hal yang terjadi, banyak peristiwa terlewati. Sekarang saya bukan lagi ibu rumah tangga full time, sekarang saya sudah mendapatkan pekerjaan sebagai…. Jeng jeng jeng… Tererettetetttt…

Yakult Lady, yapp!!! Sekarang saya bekerja sebagai agen penyalur sebuah produk minuman kesehatan dari negeri Sakura Jepang, yaitu Yakult. Setiap hari, saya delivery dua kali sehari pagi dan sore mengunjungi dan mengantarkan Yakult kepada pelanggan. Gak hanya ke toko, tapi juga ke rumah-rumah, sekolah dan perkantoran juga. Dengan misi untuk membantu menyehatkan keluarga Indonesia dengan minum Yakult minimal satu botol setiap hari.

Dan saya senang banget, melalui pekerjaan saya ini saya mengalami berbagai hal menarik dan seperti “menemukan kembali diriku yang hilang dulu”

Intinya, bekerja dan bergabung dengan keluarga besar PT. Yakult Indonesia Persada itu adalah sesuatu yang “guweh banget”. Luar biasa, gambaroo!!

Dan bulan ini kita sedang ada kompetisi Sales Talk berhadiah ke Jepang. Kapan lagi bisa jelong-jelong gratis ke negeri Sakura?? Mungkinkah saya?? Oh…

Kalo foto ini kemarin kantor center kita di Landasan Ulin dapat kunjungan dari salah satu jajaran dewan Direksi Finance dan Advisor yaitu; Mr. Ohama Hirokazu dan Mr. Takayuki Hirose, membahas perihal kompetisi Sales Talk berhadiah ke Jepang. Super sekali pemirsa, senang banget bisa ketemu orang-orang penting dari negeri sakura ini dan bisa menjadi bagian dari pekerjaan mereka. Kan Yakult Lady seperti saya adalah ujung tombaknya perusahaan yang berhadapan langsung dengan para konsumen.

Wow… Perasaan seperti inilah mungkin yang membuat saya kini paham mengapa orang-orang bertahan dan tetap bergulat dengan pekerjaan mereka. Ternyata, bekerja itu sesuatu banget. Sesuatu hal yang lain yang bisa kita lakukan untuk ikut berkontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, untuk keluarga, dan yang terpenting untuk diri kita sendiri.

Advertisements

BISAKAH IBU RUMAH TANGGA TETAP TAMPIL CANTIK SAAT DI RUMAH???

Beberapa waktu lalu, saya pernah mendengar ceramah agama di sebuah acara peringatan Maulid Nabi. Isi ceramahnya banyak membahas masalah-masalah perempuan dan peranannya dalam kehidupan. Perempuan dalam posisinya sebagai anak, sebagai ibu dan sebagai istri.


Nah, bagian paling menariknya adalah saat posisi dan peran perempuan sebagai ibu dan istri. Dalam ceramah itu, si penceramah mengatakan bahwa perempuan-perempuan sekarang terbalik, ketika pergi ke luar rumah, apalagi acara kondangan, mereka pada berdandan habis-habisan, pakai baju bagus, bersih, cantik, wangi pula, disemprot parfum. Tetapi saat di rumah, apalagi   saat mau tidur, pakai daster butut, sobek-sobek, masker muka tebal, dan parahnya itu sebadan-badan dioles minyak angin, minyak kayu putih atau balsem. Bagaimana suami bisa enak mencium istri kalo baunya begitu?

Oke, sebagai pendengar, kala itu saya dan sebagian besar ibu-ibu lainnya tertawa dan mengiyakan, bahwa semua itu benar adanya. Saya suka dasteran, bisa kumal juga dan sering bau minyak angin gosok saat naik ranjang. Lalu kenapa??

Lalu si penceramah menjelaskan lebih rinci lagi tentang ayat- ayat dan hadis-hadis yang mendukung semua itu. Bahwa harusnya perempuan berhias saat bersama suaminya dan memberikan pelayanan terbaik baginya, dan sebagainya dan sebagainya.

Sampai di situ, mendadak saya gerah, hati saya sedikit berontak, dari sekian puluh menit si penceramah berkoar-koar dan mengkritisi perempuan ibu rumah tangga  sekarang, tidak sedikitpun ia memberi penjelasan berimbang tentang  timpangnya peran suami dalam rumah tangga yang memberi andil sangat besar mengapa istri bisa jadi pake daster seharian dan bau minyak angin saat naik peraduan. Seolah-olah semua kekucelan istri berdaster butut itu adalah murni hanya karena kekurangan dan keburukan si istri sendiri yang tidak bisa lagi tampil menawan di depan suami. Dan hanya bisa tampil aksi ketika pergi.

Itu benar-benar pandangan yang sangat tidak adil dan memojokkan. Saya benar-benar berharap para lelaki, terutama para suami bisa memahami ini. Agar mereka suatu hari nanti bisa melihat bahwa istrinya pun ternyata bisa tampil cantik dan wangi saat di rumah. 

Sejak pagi, para istri, apalagi yang sudah punya anak, harus berjibaku dengan berbagai kegiatan domestik rumah tangga yang benar-benar menguras tenaga, emosi dan pikiran. Kalau punya pembantu sih lumayan terbantu kerepotannya, kalau tidak? Maka ini jadilah drama, horor sekaligus action yang mengguncang hari-hari. 
Mulai dari menyiapkan sarapan, menyiapkan anak-anak sekolah, menyiapkan suami yang mau bekerja. Saat itu, coba kita tengok sedang apa para suami? Ada yang mau ikut bangun lebih awal dan membantu istrinya? Ada, tapi kebanyakan para suami cuek saja melihat rutinitas pagi itu, sebagian besar dengan tenang menikmati sarapan, atau asyik nonton berita pagi di TV, pencet-pencet gadget, atau malah merokok di teras sesaat sebelum berangkat kerja. Yang mengurus semuanya adalah istrinya tentu saja. Anak-anak yang sulit dimandikan, kadang-kadang makan harus disuapi, berangkat sekolah pun harus diantar. Walaupun sejak pagi sekali si istri sudah kece badai, alis landai, lipstik merah dan badan wangi aduhai, tetap saja, ketika harus ke dapur lagi berurusan dengan panci, penggorengan, bawang dan minyak, pasti jadi berkeringat. Belum lagi adu cepat dengan anak-anak yang menuntut perhatian besar di pagi hari itu.

Nah, itu baru pagi hari di rumah, belum lagi pergi ke pasar naik angkot atau motor panas-panasan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Kalau suami tipe yang tak mau turun tangan urusan rumah, SELESAI SUDAH, istri akan kewalahan dan tak akan punya waktu lagi untuk memperhatikan penampilan diri. Bisa mandi dengan benar saja itu sudah jadi kemewahan.

Karena itulah, saat pergi kondanganlah satu-satunya waktu di mana para istri tidak bersentuhan dengan pekerjaan rumah, sehingga mereka bisa berpenampilan terbaik. Kalau sudah di rumah, maka daster butut itulah yang jadi seragam dinas untuk bekerja membereskan segunung cucian, mencuci piring kotor, memotong ayam untuk makan siang, menyiangi ikan untuk makan malam, mengupas bawang yang selalu meninggalkan bau langu di badan dan pakaian. Daster itu pula yang sering menerima percikan air saat memandikan anak atau mencuci pakaian, daster itu pula yang kecipratan minyak saat menggoreng ikan.

Jadi, intinya adalah, istri bisa saja tampil lebih baik asalkan dibantu, dibantu diringankan tugas-tugas mereka yang membuat mereka tak bisa berpakaian yang indah, dibantu agar mereka tak terus-menerus berkeringat dan bau minyak atau bau bawang seharian. Karena polanya sudah jelas, kalau istri sudah kelelahan seharian, maka cuma minyak angin gosoklah yang paling mengerti untuk meringankan beban dan pegal di pundak mereka.

 Jadi, jangan salahkan minyak angin yang lebih enak menemani istirahat malam hari daripada sentuhan suami. 

Yang mau protes, silakan!!! Monggo dikomen.

OKTOBER BAPER (Edisi Kehilangan Mywapblog)

Galaulah kalian, galaulah kita, galaulah saya!!

Faktanya, di dunia ini ada banyak hal yang berada di luar kendali kekuasaan kita. Salah satunya adalah tentang masalah Mywapblog yang kita cintai ini, yang peredarannya akan segera hilang dari muka bumi ini. Padahal…..

Dulu, bahkan sekarang pun jikalau Mywapblog resmi ditutup, ngeblog tanpa perangkat komputer atau laptop itu adalah suatu hal yang sangat niscaya mustahil. Kerena itulah kehadiran Mywapblog di tengah banyaknya umat manusia dengan kemampuan dan fasilitas terbatas yang hendak menyalurkan hobi sharing dan menulis tetapi tak punya laptop, itu laksana sebuah oase di tengah gersang dan kejamnya gurun pasir terpanas di dunia. Bayangkan, kita semua dapat bebas berkarya dan mengelola blog lewat ponsel saja, hampir nyaris semudah kita update status galau dan alay di facebook!!!
Dan tentu saja, kita dapat juga bergaya, bangga, gak kalah dengan blog sebelah. Jiah!!

Tapi mungkin memang benar apa kata orang, kegembiraan yang agak "terlalu" indah dan penuh euforia emang gak akan tahan lama. Dan… this is it, so inilah akhirnya, kita berkabung, saya berduka sodara sodara!!! Atas berita akan ditutupnya mywapblog.

Terasa memang agak ganjil selama saya ngeblog di Mywapblog, tiga tahun pemirsa, bukan waktu singkat untuk sebuah kesabaran, yap! Selama itu saya terus bersabar dengan keterbatasan menulis lewat ponsel java yang harganya tak seberapa jika dibandingkan ponsel android terkini. Bersabar atas fasilitas ngeblog gratis yang servernya sering down hingga tak bisa diakses berhari-hari. Bersabar atas kwalitas lemotnya paket jaringan internet yang dibeli dengan harga rupiah termurah. Bersabar atas segalanya, bahkan saya bersabar ketika menkominfo, UC Browser dan provider kartu seluler yang saya pakai berkonspirasi memblokir banyak situs, termasuk Mywapblog, yang membuat saya tak lagi bisa maksimal dalam ngeblog ria. Kejaaaaaammm….

Maka, kalau kalian yang baru aja tempo hari bikin blog di sini, dan udah mau nangis darah saking bapernya karena Mywapblog mau ditutup, PANDANGLAH SAYA, LIHATLAH SAYA DAN USER-USER LAWAS LAINNYA yang udah sedia ampe lumutan menulis dan koar-koar di Mywapblog selama ini, dan kemudian menemukan fakta paling menyakitkan seperti ini. HOW COULD IT BEEEE??!!!!! Bayangkan betapa bapernya kita!!! Yang udah pernah jatuh bangun merasakan rumit, nyesek, ngenes dan juga senangnya ngeblog lewat hape. Baper sebaper-bapernya sayang!!

Dulu, harapan dan ekspektasi saya ketika pertama ngeblog adalah ingin mengabadikan kenangan dan membuat sejarah saya sendiri, kerena saya takut jikalau saya tua nanti saya akan semakin pelupa dan mulai tak bisa mengingat lagi moment-moment terbaik dalam hidup ini, karena itulah kelak blog inilah yang akan menjadi penyambung lidah atas kisah yang tak pernah bisa saya sampaikan secara lisan, blog inilah yang akan jadi kotak pandora berharga tempat saya menyimpan semua cerita. Lebih dari itu, blog ini adalah bukan sekadar karya tulis saja, blog ini adalah kumpulan KEKAYAAN INTELEKTUAL saya yang tak ternilai harganya!!

Ok, mungkin memang agak berlebihan, tapi memang seperti itulah saya menganggapnya.

Barangkali memang seperti inilah kehidupan, kita tetap harus bertahan. Seperti halnya dulu kejayaan Friendster yang digantikan Facebook, Multyply yang punya begitu banyak user pun akhirnya juga tutup yang membuat anggotanya juga kocar kacir entah kemana, situs Ngerumpi dot com yang punya motto ngerumpi tapi pake hati juga akhirnya tiada lagi. Seperti itu…. datang, hilang, pergi, hanyalah bagian kecil dari kehidupan, dan jikalau karena itu saya merana, baper, menangis dan insomnia lalu menulis keluh kesah penuh luka ini, maka itu juga hanyalah sebagian kecil saja dari masih banyaknya luka dan guncangan masalah yang akan menimpa dalam hidup ini.
Harusnya tidak apa-apa, harusnya kita bisa, harusnya…. Tapi…..

Mywapblog….
Banyak hal yang tak dapat saya relakan dalam kehidupan, dan kau kini menjadi salah satu di antaranya.
Hikz…..

KETIKA CANTIK HARUS PUTIH(KAH??)

Hai hai hai….. pemirsa budiman semua. Lama banget ya saya gak lagi mengisi blog ini, semakin terlantar saja kayaknya. Sampai-sampai gak ngeh kalo lagi ada event besar tahunan. Hmmm… semoga sukses aja semuanya!!

Okeh, sekarang saya mau coba menulis lagi. Kali ini tentang sesuatu yg wanita banget. Yap!! Saya mau bahas tentang kecantikan dan kosmetika di kalangan wanita.

Rasanya sudah sering banget ya kita lihat tontonan di TV atau baca-baca artikel di internet, majalah atau surat kabar deesbe, tentang efek samping krim pemutih wajah instan yang mengklaim dapat mencerahkan dalam waktu singkat. Gak kapok-kapok deh kayaknya, banyak produk pemutih gak jelas dan abal-abal yang beredar. Udah kena razia badan POM tapi kok teteup aja ada celah untuk beredar lagi. Dan gak kapok-kapok juga teteup aja kaum hawa apalagi buebu yang mau memakainya.

Memang menjadi cantik emang harus putih gitu??

Mestinya kita realistis aja, di Indonesia yang beriklim tropis yang lingkungannya cenderung panas dan penuh matahari sepanjang tahun, kulit mayoritas orang kita emang gak putih-putih banget, kuning langsat sampai cenderung ke sawo matang. Jadi yaaa… mau menjadi putih kinclong yang pake banget itu kalo menurut saya agak sedikit (ini nulis beginian apa gak bakal kena timpuk pengusaha kosmetik gak gue ni?) "melawan kodrat" kali ya. Lah? Habis tu kulit muka ampek dipaksa-paksa kelupasan sampe merah, perih, bengkak nyeri juga DEMI. Iya demi dapetin kulit yang putih kinclong ituh.

Yang membuat saya tergerak buat menulis ini adalah ketika saya menyaksikan dua orang (anggap saja) teman lah ya, yang nekad make produk pemutih yang gaje itu, yang beberapa tahun lalu udah pernah kena daftar sitanya badan POM sebagai salah satu produk kosmetik berbahaya. Nah lo!!!

Pemakai pertama adalah seorang remaja yang saat awal make itu dia masih SMP, sekarang sudah SMA siy. Sebenarnya kulitnya itu udah bagus, gak jerawatan kayak kebanyakan abege lainnya, tekstur kulitnya juga halus. Tapi ya itu tadi, warna kulitnya agak coklat, ya memang anaknya item manis padahal. Dan ketika saya melihat perubahan drastis pada wajahnya akhir-akhir ini, saya pun tahu kalo dia telah memakai produk pemutih. Saya jadi agak menyesalkan, sangat menyayangkan, dia masih muda, sangat muda, kasian kulitnya, kok make produk "keras" macam itu? Yang saya lihat warna wajah dan lehernya jadi kontras banget, wajahnya sekarang memang terlihat lebih putih, tapi jerawat merah-merah memenuhi pipi dan dahinya, dan bila panas mulai terik maka jadi merahlah wajahnya.

Apa perubahan dengan penampakan kulit putih kemerahan itu kah yang menjadi arti dari kata "cantik" dan "lebih baik" ??

Bukankah kulit luar kita yang menggelap itu sebagai tanda bahwa melanin bekerja keras untuk melindungi dari paparan sinar UV matahari yang dapat merusak kulit. So, kalo kulit pelindung luar itu kita kelupas? Apa jadinya? Rasanya sudah sangat banyak orang yang mengalami kerusakan kulit parah karena obsesi ingin putih ini, mengapa para wanita tak jua belajar dari sana??

Pemakai kedua, adalah seorang ibu muda. Yang ini lebih horrible lagi karena saya melihatnya langsung ketika ia sedang treatment wajahnya dan menjelaskan proses menyakitkan itu pada saya. Kala itu ia sudah melewati proses pengelupasan selama tiga hari, sedang parah-parahnya. Saya hanya bisa ternganga dibuatnya. Bahkan dia menyitir quotes tentang kecantikan wanita yang amat populer.

Katanya: "hidup ini pilihan, dan aku ini sedang memilih cara menyakitkan untuk memutihkan wajah. Bukankah bila tak ada rasa sakit, maka tak akan ada pencapaian?"

APA ?!!

Katanya, sambil terus mengipasi wajahnya yang mulai memerah, terasa panas terbakar dan perih karena krim dan toner pemutih itu, membuat saya speechless tapi tetap berusaha memahami "derita dan perjuangannya". Maka sayapun hanya #gagalpaham dibuatnya.

Iseng, saya membuka botol produk itu, mendekatkan nya ke hidung saya. Wekk!! Tercium aroma menyengat, yang terasa seperti campuran bau sengak ruang UGD RS dan cairan pembersih WC. Memang katanya, baunya sangat gak enak, bahkan adiknya sampai muntah-muntah karenanya. Hororr!!! Dan masih dipake juga, tiap harii !!! Hororr pangkat tiga buuuu.

Katanya, ini adalah percobaan yang ke sekian kalinya yang diterapkan pada wajahnya. Ia dengan gamblang mengakui bahwa wajahnya memang sering jadi kelinci percobaan berbagai macam kosmetik. Mulai dari produk yang terbilang aman yang ada ijin depkes dan bersertifikat halal dari MUI seperti yang biasa muncul tiap hari di iklan TV (katanya produk semacam ini proses nya lambat dan gak bikin putih kinclong bgt seperti maunya, memang kan itu untuk membersihkan dan merawat yang pada proses nya juga akan membuat kulit lebih cerah dan gak kusam. Dan ia gak cukup sabar pada proses itu.) dan sampai yang mengandung kode keras semacam produk pemutih yang bahkan tanpa izin edar, mulai dari krim pelembab biasa sampai krim racikan dokter ternama. Dari yang harga biasa sampai yang warbyazaaa. Dia pernah mencobanya sodara sodara!! Apalagi ia sempat berkutat pada bisnis online berbagai produk pemutih juga. Keberaniannya dalam hal yg satu ini, seketika membuat nyali saya ciut sekaligus bergidik ngeri.

Melihat semua perjuangannya itu dalam hati saya hanya dapat mendoakan semoga keinginannya dapat tercapai segera dan mengakhiri deritanya. Karena itu gak hanya berdampak pada wajah saja, tapi pada penggunaan jangka panjang juga dapat membahayakan organ dalam semisal ginjal dan bahaya juga buat kehamilan.

Karena itulah, saya tidak hanya berharap agar kaum hawa berpikir ulang untuk urusan kosmetik, berhati-hati dan lebih selektif lagi. Tetapi juga untuk para lelaki yang sering disinyalir lebih memilih cewek cantik (kecenderungannya sekarang pasti cantik itu putih, kan?) ketimbang cewek cerdas yang lebih mencintai kulitnya yang apa adanya dan memilih gak memutihkan wajahnya dengan cara-cara ekstrim (baca: jelek). Karena pada faktanya memang, para cowok lebih mungkin untuk menoleh dua kali pada cewek berwajah kinclong ketimbang yang tidak, ini saya sudah hapal banget rasanya, kenyang!!. Jadi dalam perkara kerusakan wajah akibat produk pemutih ini tidak hanya salah pada bahasa iklan kecantikan yang sering keterlaluan, tapi juga pada perlakuan kaum pria pada wanita. T E R L A L U.

Agaknya hal ini cukup membuktikan bahwa hidup itu keras, dan bila itu kehidupan perempuan maka akan dua kali lipatlah kerasnya. Wanita memang makhluk rumit yang suka hal keras tapi tidak pada kekerasan, yang senang putih dan pemutih tapi tidak pada keputihan. Haha….

Tetap semangat dan tetaplah mandi minimal dua kali sehari!!!
MERDEKAAA !!!!

Udah pernah tayang di sini juga :
ANTARA WANITA, KECANTIKAN DAN RIASAN WAJAH

INDONESIA DARURAT KEKERASAN SEKSUAL

Tulisan ini dikirimkan oleh saudari saya melalui Whats Ap tempo hari. Sebuah tulisan yang disebarkan di media sosial namun tak diketahui siapa persis penulisnya, yang jelas tulisan ini lahir dari keprihatinan kaum perempuan yang merasa hatinya luka ketika menyaksikan berbagai berita pelecehan terhadap perempuan dan anak-anak gadis kita. Saya tergerak ikut serta menyampaikannya di sini dengan harapan dapat menyentuh kesadaran kita semua dan semakin meningkatkan kewaspadaan kita terhadap segala bentuk kejahatan terhadap perempuan, terutama kejahatan dan kekerasan seksual.


Saya tidak pernah tertarik untuk memposting foto ataupun kisah tentang kasus seseorang, namun kali ini, izinkan saya, sebagai seorang perempuan, mengeluh kesahkan apa yang saya rasakan.

Tidak heran, di Indonesia, ketika ada suatu kasus yang timbul, maka barulah kasus-kasus yang serupa ikut naik ke permukaan. Tak ubahnya kasus pemerkosaan sekaligus pembunuhan kpd Almh. Yuyun, siswi kelas 1 SMP asal Bengkulu yang diperkosa bergiliran oleh 14 laki-laki biadab dan tak berakhlak, yang sedang mabuk dan melampiaskan hasrat hewaninya kepada Almh, lantas dengan kejinya membuang mayat Almh, yang ternyata sudah meninggal dunia saat akhir-akhir pemerkosaan tsb dilakukan. Tragis memang. Anak perempuan yang sangat disayang oleh orangtuanya, yang diimpikan akan menjadi sukses, Ayahnya, Yakin (39), yang sejak kecil menjaga agar Yuyun baik-baik saja dan kelak menjadi wanita sukses, kemudian direnggut kewanitaan anak gadisnya dan dihancurkan hidupnya. Di akhir hidupnya, Yuyun harus menjadi santapan mereka yang mengaku manusia namun tak manusiawi, dan yang tak ingin disebut binatang, namun lebih rendah daripada binatang.

Muncul kasus lagi yang terkuak ke permukaan, kasus kali ini, siapapun yang membacanya, pasti akan tersayat hatinya, dan mungkin menitikan airmata. Bagaimana tidak, Eno Farihah (19), seorang pekerja di Tanggerang yang dengan sangat keji diperkosa dan dibunuh oleh lelaki yang mengaku berpacaran dengan Almh selama 1 bulan. Almh yang dengan sekuat tenaga menolak untuk berhubungan seksual, akhirnya membuat pacarnya yang baru berumur 16 tahun itu geram, dengan 2 orang lainnya, yang keduanya sama sama pernah ditolak dan tidak ditanggapi oleh Almh, mereka berusaha untuk memperkosa Almh. Ia pukul kepala Almh sampai berdarah darah, setelah itu diperksoa bergiliran oleh 3 orang biadab tersebut, Payudara Almh di gigit hingga berdarah, dan, yang saya tidak habis fikir dan sama sekali tidak terlintas di otak saya bahwa seorang manusia, yang hidup, memiliki alat indera yang sempurna, memiliki akal dan otak yang ukurannya sama disetiap individu, tega untuk memasukkan gagang cangkul kedalam vagina orang yang sempat dia bangga banggakan sebagai pacarnya, hasil visum Eno yang diakibatkan oleh masuknya gagang cangkul sedalam 50CM kedalam tubuhnya, yang dipaksakan, namun kemudian ditendang dengan kejinya agar gagang cangkul tersebut dapat masuk sepenuhnya kedalam vagina Eno. Almh. patah tulang pipi kanan berlubang, patah tulang rahang kanan, luka terbuka yang menembus lapisan penutup rongga panggul penggantung urat besar sebelah kanan. Robeknya hati sampai belakang bawah menembus ke atas dekat rongga dada kanan, robeknya paru-paru kanan bagian atas sampai bawah, pendarahan pada rongga dada 200 cc dan rongga perut 300 cc. Dan ya, Eno, yang menjadi satu satunya tulang punggung keluarga, harus diakhiri hidupnya oleh lelaki yang biadab.

Saya tidak ingin menyalahkan atau membenarkan pihak siapapun. Karena tanpa saya harus paparkan, kalian semua pasti sadar siapa yang tidak bermoral dan tak berkemanusiaan dalam kasus tersebut. Saya hanya ingin menyerukan, kepada yang membaca, bahwa, dibalik kehidupan manusia, dibalik tumbuh kembangnya seorang anak, ada orang tua, yang dengan keringat, air mata, biaya, dan tenaga, berusaha keras untuk membahagiakan anak anaknya, untuk menjaga anak anaknya, yang berharap anaknya dapat mengangkat derajat orangtuanya kelak. Bayangkan betapa hancurnya orang tua Almh ketika anaknya dijadikan hasrat pelampiasan nafsu syaitan? Bayangkan betapa kecewanya orang tua tersangka ketika anak yang Ia besarkan lantas tumbuh dan bersikap tak ubahnya seperti hewan?

Sekarang, saya, sebagai perempuan, merasa tidak aman berada dimanapun. Saya tidak ingin mengeneralisasi bahwa setiap laki-laki akan berbuat perbuatan keji yang dilakukan tersangka, namun pada kenyataannya, banyak serigala yang berlapis bulu domba. Dimanapun, kapanpun, siapapun, laki-laki, ataupun perempuan, semuanya punya hak hidup dan hak berteman dengan sesama. Namun siapa yang harus disalahkan ketika perlahan kebebasan individu untuk hidup dan berteman dengan sesama disalah gunakan sebagai ajang pelampiasan nafsu syaitan?

Maka kalau mati harus dibayar mati, saya akan lebih memilih para tersangka untuk dihukum mati. Kalau kalian ingin berpendapat bahwa dihukum mati adalah tindakan yang tak berkemanusiaan, maka, apakah tindakan memperkosa lalu membunuh adalah suatu tindakan kemanusiaan?

[REPOST] tulisan diatas tersebar luas di media sosial dan admin tidak tau siapa sebenernya penulis. Yang jadi garis besar adalah maraknya kasus kekerasan seksual pada perempuan semakin naik kepermukaan. Tapi apa yang harus dilakukan ketika hukuman bahkan bagi pelaku dibawah umur terkendala dengan HAM sehingga tidak bisa ditahan atau diberi hukuman setimpal?

REMAJA DAN SEPEDA MOTOR

Ternyata begini ya kelamaan gak posting, otak sudah nyaris hijrah ke dengkul, jempol juga udah tumpul, terlalu terlena dengan rutinitas hidup memang membahayakan pemirsa.

Gak ada yang spesial kali ini meski saya sudah lama gak hadir ngeblog, tulisan saya masih seputar curhatan standar dan keresahan khas ibu-ibu, semoga masih ada pembaca budiman yang sudi menengok di mari.

Jadi ceritanya saya sedang jadi ibu-ibu yang spesilaisasinya cemas melulu ini melihat kelakuan anak-anak muda jaman sekarang. Setelah kemarin-kemarin anak-anak pada nagih gadget berlayar sentuh, sekarang sudah mulai sesumbar minta tunggangan kuda besi, iyah pemirsa, para abege super labil itu ngotot mau belajar naek motor. Gak kira-kira, yang nagih mah bocah SD yang buang ingus aja masih kagak bener.

Jadi ibu di era kekinian mah kudu banyak sabar (dan banyak duit juga) mestinya ya. Fenomena beginian juga ditambah parah ama tayangan sinetron yang lagi naek daun yang temanya tentang anak sekolahan yang kerjanya balapan trek-trekan pake motor guede itu, yang meski sudah ditegur komisi penyiaran tetap gak mempan. Ajibbbbbbb…..

Di daerah saya sudah banyak remaja yang jadi korban motornya sendiri, malah ada yang sampai hilang nyawa karena balapan sama temannya, orangnya baru kelas satu SMP, baru lulus SD tahun lalu, koit dengan kepala pecah dan rusuk hancur. Trus tempo hari, ada dua bocah yang dari penampakannya saya yakin banget masih sekolah dasar, jatuh saat mengendarai motor matic dan serta merta menabrak warung nasi di tepi jalan. Untungnya gak makan korban jiwa, tapi setelah itu heboh semua, mereka menangis, mewek cengeng pemirsa karena shock berat, gemetar, gugup plus takut banget akibat insiden itu. Sukses membuat ibunya harus ganti rugi dan ngomel-ngomel juga sepanjang perjalanan. Ckckck…..

Nah lu, kalo sudah ginikan yang salah siapa? Makanya pak polisi itu emang benar tentang peraturan mengendarai motor dan memiliki SIM haruslah usia 17 tahun, secara anak remaja di bawah usia itu memang belum matang, belum siap fisik dan mentalnya dalam mengendarai motor, plusssss menanggung resikonya kalo terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Yuk, para bunda, ayah, jangan keburu senang (kalo gak bisa dibilang bangga) dulu kalo anak remajanya sudah berani menggeber motor sendiri dan dengan enaknya pergi ke sekolah mengendarainya. Resikonya sangat besar pak, bu!

Anak-anak, dan adek-adek, sayangi dan jaga diri kalian, karena yang akan menanggung akibatnya bukan hanya diri sendiri saja tapi orang lain juga. Karena itulah saya sangat mendukung rencana pemerintah daerah dan dinas pendidikan Banjarmasin yang akan melarang penggunaan motor bagi anak SMP/SMA sederajat yang belum memiliki SIM. Itu sebuah langkah bagus yang sangat tepat untuk setidaknya mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja, semoga bisa terrealisasi secepatnya dan konsisten penerapannya.

IBU MASIH HARUS MENANGIS (LAGI)

kasih-ibu-tak-batas-waktu.jpg
(pic: iphincow.com)

Seorang Ibu,
adalah perempuan mulia yang mengalirkan curahan hujan dalam dekapan kasihnya.
Namun ia menyembunyikan mendung dan gerimis di balik matanya.

Adakah anak-anaknya dapat melihat itu?

Tidak.
Hanya kasih dan cintanya yang tampak,
dan cuma setia yang senantiasa terjaga.

Ibu masih harus sering menangis.
Mengemas airmata dan selaksa doa.
Untuk anak-anaknya yang lupa pada rumah.
Masih harus menghitung peluh matahari,
ketika anak-anaknya menjadi putra kenisbian zaman.
Diungsikan waktu.
Dan diasingkan peradaban.

Ibu. . .
Dalam hari-hari yang berkubang kecemasan demi kecemasan.
Dari pagi ke pagi.
Melalui malam demi malam.
Usia telah membuat derita dan pengorbanannya semakin kaya.

(Gambut nelangsa, 6 Nopember 2014)