MERAJUT LAGI

Di tengah kesibukan dunia maya dan pindahan ke blog baru dengan penyesuaian super ribet karena harus ngeblog di WordPress cuma pake ponsel, saya tetap sadar bahwa dunia nyata tetaplah prioritas utama. Karena itulah sekarang saya semakin intens menyalurkan hobi lama saya selain membaca atau menulis, yaitu merajut.


    Ya, beberapa bulan ini saya tengah konsen merajut, sebuah hobi lama yang baru sekarang bisa lagi melakoninya. Kali ini bukan sekedar untuk koleksi pribadi, saya juga membuatkan pesanan orang-orang di sekitar saya. Lumayan, alhamdulillah, dapat memperoleh rupiah. 


    Berikut ada beberapa gambar hasil olah tangan saya;


    Ini tas rajut Hello Kitty untuk anak tetangga yang kembar dua, tapi kakaknya mau juga, jadinya tiga buah tas.


    Kalo ini dompet buat seorang teman sesama ibu-ibu di sekolah TK anak saya. Cute ya, kaya roti lapis gitu penampakannya.


    Yang dua itu adalah model stroberi dan nanas dengan variasi yang agak ngawur, tapi tetap cantik kan… Sebenarnya ada yang warna merah terang versis stroberi yang besar, tapi lupa foto dan udah diambil sama yang punya.


    Nah, kalo ransel rajut anak gajah yang lucu ini adalah milik keponakan saya yang tahun depan nanti mau masuk PAUD. Ini perdana loh saya bikin tas rajutan ransel, biasanya yang selempang atau dompet aja. Unyu yaaaa….


    Ini dia buah nanasnya, tapi isinya bukan daging buah melainkan uang, karena ini dompet jinjing. Pertama kali belajar crocodile stitch ini dan belum rapih.


    Kalo yang sepasang ini bisa dibilang karya saya yang paling spektakuler dan susah. Karena ukurannya besar dan menghabiskan banyak benang, pakai granny square juga. Tas utama adalah tote bag yang ukurannya jumbo bisa muat mukena dan sajadahnya yang tebal. Tasnya ada anaknya, bentuk dompet yang ada tali pendek, dan tali panjang bisa buat selempang jadi mini bag, ukurannya cukup untuk memuat smartphone dan uang .
    Tas ini juga merupakan proyek terlama saya yang makan waktu hampir setahun, karena sempat stok benang kosong, hilang mood, bosan, hampir putus asa atau terhalang pengerjaan pesanan orang. Fiuhh…. Belum lagi proses pemasangan furing dalamnya supaya bisa tegak berdiri itu, dramanya juga super lebay, kudu dua kali bolak balik ke tukang jahit hanya untuk dibuat kecewa. Akhirnya saya nekat jahit furing plus busa hati itu manual dengan tanagan sendiri, merancang pola seadanya, jahit sebisanya. Untunglah, ada seorang teman yang bisa dan mau berbaik hati memperbaiki jahitan tangan saya dengan jahit mesin. Not bad lah, gak amburadul lagi benang jahitnya.


    Kalau yang empat buah tas di atas bisa dibilang pesanan terlaris abad ini, mulai yang ukurannya agak besar sampai yang bentuk mini bagnya, sampai bosan bikinnya, puyeng juga karena kok orang-orang pada suka warna hitam yang membuat mata perajut cepat lelah dan ngantuk berat. Awalnya cuma bikinin buat mama, tuh yang hitam dengan bunga pink dan merah. Ternyata pada banyak yang suka dan mau juga. Jadilah…. sampai saya sempat sakit dikejar setoran rajutan tas ini.


    Ini versi ukuran mini bagnya, yang merah hati itu saya pakai tiap hari ke sekolah atau ke pasar, simple, kecil tapi dalamnya bisa muat tiga biji hape loh (uang jutaan juga muat)…​

    Yang ini adalah mata yang tertidur karena sangat mengantuknya mungkin…

    Lumayan banyak juga ya , itu juga ada yang tidak sempat terdokumentasi atau terhapus. Ternyata merajut itu sangat menyenangkan dan gambaran tentang merajut hanya untuk nenek-nenek yang duduk si kursi goyang itu tidak selalu benar. Siapapun bisa merajut dan menjadikannya hobi, bahkan bisa menghasilkan materi.

    So, dari hobi jadi profesi, why not!!

    OKTOBER BAPER (Edisi Kehilangan Mywapblog)

    Galaulah kalian, galaulah kita, galaulah saya!!

    Faktanya, di dunia ini ada banyak hal yang berada di luar kendali kekuasaan kita. Salah satunya adalah tentang masalah Mywapblog yang kita cintai ini, yang peredarannya akan segera hilang dari muka bumi ini. Padahal…..

    Dulu, bahkan sekarang pun jikalau Mywapblog resmi ditutup, ngeblog tanpa perangkat komputer atau laptop itu adalah suatu hal yang sangat niscaya mustahil. Kerena itulah kehadiran Mywapblog di tengah banyaknya umat manusia dengan kemampuan dan fasilitas terbatas yang hendak menyalurkan hobi sharing dan menulis tetapi tak punya laptop, itu laksana sebuah oase di tengah gersang dan kejamnya gurun pasir terpanas di dunia. Bayangkan, kita semua dapat bebas berkarya dan mengelola blog lewat ponsel saja, hampir nyaris semudah kita update status galau dan alay di facebook!!!
    Dan tentu saja, kita dapat juga bergaya, bangga, gak kalah dengan blog sebelah. Jiah!!

    Tapi mungkin memang benar apa kata orang, kegembiraan yang agak "terlalu" indah dan penuh euforia emang gak akan tahan lama. Dan… this is it, so inilah akhirnya, kita berkabung, saya berduka sodara sodara!!! Atas berita akan ditutupnya mywapblog.

    Terasa memang agak ganjil selama saya ngeblog di Mywapblog, tiga tahun pemirsa, bukan waktu singkat untuk sebuah kesabaran, yap! Selama itu saya terus bersabar dengan keterbatasan menulis lewat ponsel java yang harganya tak seberapa jika dibandingkan ponsel android terkini. Bersabar atas fasilitas ngeblog gratis yang servernya sering down hingga tak bisa diakses berhari-hari. Bersabar atas kwalitas lemotnya paket jaringan internet yang dibeli dengan harga rupiah termurah. Bersabar atas segalanya, bahkan saya bersabar ketika menkominfo, UC Browser dan provider kartu seluler yang saya pakai berkonspirasi memblokir banyak situs, termasuk Mywapblog, yang membuat saya tak lagi bisa maksimal dalam ngeblog ria. Kejaaaaaammm….

    Maka, kalau kalian yang baru aja tempo hari bikin blog di sini, dan udah mau nangis darah saking bapernya karena Mywapblog mau ditutup, PANDANGLAH SAYA, LIHATLAH SAYA DAN USER-USER LAWAS LAINNYA yang udah sedia ampe lumutan menulis dan koar-koar di Mywapblog selama ini, dan kemudian menemukan fakta paling menyakitkan seperti ini. HOW COULD IT BEEEE??!!!!! Bayangkan betapa bapernya kita!!! Yang udah pernah jatuh bangun merasakan rumit, nyesek, ngenes dan juga senangnya ngeblog lewat hape. Baper sebaper-bapernya sayang!!

    Dulu, harapan dan ekspektasi saya ketika pertama ngeblog adalah ingin mengabadikan kenangan dan membuat sejarah saya sendiri, kerena saya takut jikalau saya tua nanti saya akan semakin pelupa dan mulai tak bisa mengingat lagi moment-moment terbaik dalam hidup ini, karena itulah kelak blog inilah yang akan menjadi penyambung lidah atas kisah yang tak pernah bisa saya sampaikan secara lisan, blog inilah yang akan jadi kotak pandora berharga tempat saya menyimpan semua cerita. Lebih dari itu, blog ini adalah bukan sekadar karya tulis saja, blog ini adalah kumpulan KEKAYAAN INTELEKTUAL saya yang tak ternilai harganya!!

    Ok, mungkin memang agak berlebihan, tapi memang seperti itulah saya menganggapnya.

    Barangkali memang seperti inilah kehidupan, kita tetap harus bertahan. Seperti halnya dulu kejayaan Friendster yang digantikan Facebook, Multyply yang punya begitu banyak user pun akhirnya juga tutup yang membuat anggotanya juga kocar kacir entah kemana, situs Ngerumpi dot com yang punya motto ngerumpi tapi pake hati juga akhirnya tiada lagi. Seperti itu…. datang, hilang, pergi, hanyalah bagian kecil dari kehidupan, dan jikalau karena itu saya merana, baper, menangis dan insomnia lalu menulis keluh kesah penuh luka ini, maka itu juga hanyalah sebagian kecil saja dari masih banyaknya luka dan guncangan masalah yang akan menimpa dalam hidup ini.
    Harusnya tidak apa-apa, harusnya kita bisa, harusnya…. Tapi…..

    Mywapblog….
    Banyak hal yang tak dapat saya relakan dalam kehidupan, dan kau kini menjadi salah satu di antaranya.
    Hikz…..

    AKHIRNYA DESCENDANTS OF THE SUN TAYANG DI INDONESIA


    Gambar dari; lensaremaja.com

    Kabar gembira buat pencinta drama Korea, drama yang paling hits di awal tahun 2016 dan paling ditunggu-tunggu kehadirannya akhirnya tayang di televisi swasta di Indonesia. RCTI menyiarkan drama ini sejak hari Senin tanggal 25 Juli 2016 kemarin, dari Senin sampai Jumat jelang tengah malam, pukul 22.30 WIB (jam tayang favorit penderita insomnia). Kalo di tempat saya, Banjarmsin dan sekitarnya kena hampir jam 12 WITA. Horee….

    Senang banget juga tayangnya pake subtitel aja dan bukan dubbing, soalnya saya kurang sreg dengan drama korea yang didubbing. Kurang greget karena gak bisa denger oppa, daebak, omo, atau gomawo dengan aksen khas yang terdengar begitu seksi di kuping saya. Thanks ya RCTI.

    Drama yang dibintangi oleh si mega bintang Korea super cantik Song Hye Kyo dan aktor cute Song Joong Ki ini berkisah tentang dua anak manusia berbeda profesi, visi dan misi namun punya satu perasaan yang sama. Tentang seorang tentara anggota pasukan khusus dan seorang gadis dokter. Fix banget yah dua profesi itu emang paling klop kayaknya, di kehidupan nyata juga kalo ada pasutri yang profesi serupa itu pasti deh dimana-mana jadi bahan kebanggaan buat keluarganya dan membuat nyempil-nyempil rasa iri dari orang disekitarnya.

    Baru di episode pertama saja saya sudah dibuat ngiler klepek-klepek oleh aksi Joong Ki yang super terus terang tentang rasa sukanya pada si dokter cantik. Hye Kyo juga gak kalah menawan, perannya sebagai dokter muda ahli bedah yang sudah menyandang gelar profesor itu sangat pas dengannya. Membuat saya percaya, pantas saja netizen dalam dan luar negeri pada heboh tentang drama ini. Pantas saja sampai ada meme-meme yang bikin mupeng tentang Song Joong Ki yang dibanding-bandingkan dengan tentara ganteng di kehidupan nyata; Agus Harimurti, anaknya pak SBY. Pantas saja ke dua pemerannya dapat julukan SONG SONG COUPLE. Pantas saja mereka berdua digosipkan menjalin hubungan asmara beneran di luar drama. Pantas saja rating dramanya menanjak naik terus. Pantas saja drama dan artis pemeran nya dapat banyak penghargaan dan booming di seantero asia. ARRRGHHHHH….. JOONG KI. .. kamu terlalu manis untuk jadi tentara yang mesti baku tembak dan bersimbah darah!! Tidaaakkkkkkkk….

    Gambar dari: hmetro.com.my

    Lihat kacamatanya, betapa keren dan gagahnya Song Joong Ki oppa di drama ini. Dari sekian judul drama yang pernah dibintanginya, bisa dibilang drama inilah yang paling sukses melambungkan namanya.

    Gak sabar seperti apa ceritanya (padahal guenya aja yang paling gak sabar, adahay nasib tak punya saluran TV digital), pantengin aja di RCTI setiap Senin sampai Jumat pukul 22.30 WIB. (sambil berdoa dalam hati semoga tayangnya konsisten sampai selesai).

    Amiin!!

    LEBARAN KALI INI

    Assalamualaikum…. pemirsa semuanya… masih dalam suasana lebaran kan ya. Saya dan keluarga mengucapkan selamat hari raya idul fitri dan mohon maaf lahir dan batin.

    Berbulan-bulan lamanya saya tidak lagi mengisi blog ini dan baru sekarang muncul kembali, sungguh terlalu. Akhir-akhir ini saya memang sedang dibuat ribet oleh layanan kartu operator seluler yang saya pakai dan saya percayai, kartu itu dengan teganya telah "mengkhianati" saya dengan bekerjasama bersama UC browser dan Menkominfo; mereka memblokir banyak sekali situs bermuatan negatif, dan yang anehnya Mywapblog juga termasuk dalam daftar blokir mereka. Kalo situs porno sih saya setuju aja diblokir, tapi ini MWB loh, situs penyedia blog kesayangan kita semua loh, kok bisa?? Memang sih gak sepenuhnya diblokir, hanya fitur pengunggahan foto yang tak bisa lagi digunakan lewat UC browser. Setiap kali saya mau mengunggah foto pasti begini:

    Kejam kan? oh kenapa?

    Saya juga sudah mendownload aplikasi MWB di Google play store, dan hebatnya sama sekali gak bisa diakses, sepertinya provider Three punya masalah tersendiri dengan MWB. Karena sepertinya itu tak ada masalah bagi pengguna kartu operator yang lain.

    Jadi saya terpaksa mengunggah foto lewat opera mini, yah walau agak lama dan berat loadingnya (untung opmin gak ikut-ikutan sekongkol). Hiks….

    Okelah, cukup dengan keluhannya. Kali ini saya cuma mau sharing kegiatan lebaran tempo hari. Biasa aja sih, silaturrahmi, sungkeman, makan-makan. Hari pertama setelah salat ied ngumpul di rumah ortu, dan juga ortu saya yang ke dua (eh?), maksudnya ke rumahnya father's second wife sama kakak, ketemu adik2 satu bapak beda ibu, ketemu adik tiri juga, terus ziarah kubur almarhumah mertua. Hmmm…. Setelah semua cerita panjang, konflik, guncangan kehidupan itu, menerima segalanya adalah suatu keharusan, kalo kita tetap mau waras sepanjang sisa umur yang singkat ini.

    Kemarin-kemarin sempat terlibat konflik juga antara kita tiga saudara dengan orang tua, biasalah… beda visi dan misi antara dua lintas generasi. Karena itulah moment lebaran ini harus jadi titik balik untuk berbuat yang lebih baik, itu juga kan yang mewarnai kehidupan anak manusia? Dari konflik itu kita akan belajar cara menyelesaikan masalah dan meluruskan kekeliruan, menerima kenyataan, dan yang terpenting meminta dan memberi maaf. Semogaa…

    Nah, yang paling saya senang sekali di lebaran tahun ini adalah saat berkunjung ke rumah adik kita yang bungsu, dia dan keluarga kecilnya baru pindahan, sekalian juga kakak saya yang berdomisili di luar kota ikut ke sana dan menjadikan mudiknya tahun ini paling berharga (biasanya cuma ngumpul di rumah mama). Maka jadi hebohlah ketika tiga saudara ini bersama, membuat para suami geleng-geleng kepala. Haha….

    My beloved sisters; Kakak, adik
    dan penampakan bocah-bocah nyempil dimana-mana.


    Rencananya cuma mau foto bertiga, e tapi anak-anak ini gak mau ketinggalan. Putri kecil anak adik saya lah yang paling menawan, tertib dan manis, dia dijagain tiga sepupu laki-laki yang sangat menyayanginya.
    Gadis kecil kesayangan kita!


    Kata adik, saya itu adalah "jembatan yang membuat kita tetap keep in touch". Anak tengah mah gitu….
    co cwiiit….

    #jembatan yang dari tahun ketahun tambah lebar.
    Tapi gue tetep paling tinggi kan kan kan.


    Ini ni, trio huru-hara, pembuat ramai seisi dunia. Very great moment, see them grow up day bay day from kids, a boy, and then be a man. Cool?

    Trio bapak-bapak, yang dua itu senderan di tembok kecapean bawa kita para ibu naik motor di sore hari yang panas.

    Wefie ma kakak, gede-gedean muka.

    Wefie ma adik, gak tahu dulu mama ngidam apaan sehingga si bungsu ini jadi yang paling mungil, dan cantik jugak :p

    Teteup… penampakan dimana-mana.

    Trio charlies angles, kakak tercinta di tengah ya….

    Ini gak jelas ni apa yang diketawain?

    Seru ya bisa ngumpul bareng gini, rasanya baru kemarin kita rebutan kamar mandi setiap mau ke sekolah, ribut terus, sekarang kita sudah punya kehidupan masing-masing dan tinggal berjauhan, cuma Idul Fitri yang bisa mempertemukan kita lagi. Huaaaaaaa….. kakak, adek, aku mewek neh…

    Malam harinya kita mampir sebentar ke taman patung bekantan. Saya kurang tahu apa nama persisnya tempat ini, ada tulisan TAHER SQUARE di dekat taman yang masih terbilang baru dibangun di tengah kota Banjarmasin ini.

    Di sini juga ada lapangan basket, wisata air dengan naik kelotok keliling alur sungai Barito, bisa foto-foto juga. Tapi sayang, mungkin karena masih baru, pepohonannya masih kurang sehingga di siang hari di sini sangat panas.
    Semoga nanti tambah baik ya dan bisa benar-benar jadi ruang terbuka hijau yang rindang dan asri.


    yang paling senang dan paling gak bisa diem dari semuanya.


    foto sekali lagi ya kak, besok sudah mau pulang ke Batu Licin. Setahun lagi baru kita bisa ketemu.

    #fotonya kurang mantap dalam gelap, cahayanya buram dan pecah…


    Patung bekantannya ternyata bisa nyemprot air loh… kita bisa basah-basahan di bawahnya, brrrr….

    Patung bekantan ini mengingatkan saya pada patung singa Merlion yang jadi ikon Singapura. Gak kalah kan kan kan…

    Dan ini Banjarmasin punya!!

    GAMBAR BERCERITA; EUFORIA KEMARAU

    meranggas.jpg

    Hujan belum turun, musim kemarau cukup betah menyambangi bumi Borneo, matahari masih setia menyala. Kalau sudah begini, maka usaha perniagaan kami di bidang perikanan dan pemancingan pun terpaksa harus vakum sejenak. Jadi bapaknya punya lebih banyak waktu di rumah ngumpul sama anak-anak, sampai sempat-sempatnya membuatkan ayunan dari ban bekas karena area persawahan di sekitar rumah kami mengering, asik buat bermain. Kalau padi sudah dipanen semua nanti mau buat lapangan bola. Cihuy!

    Inilah euforia kemarau itu :

    main-ayunan-2.jpg
    Ayo, siapa dulu yang giliran naik ayunan pertama? Gak boleh rebutan ya.

    main-ayunan-3.jpg
    Ok, sudah diputuskan perempuan dapat giliran pertama, ladies first! Cowok-cowok ngalah.

    main-ayunan-1.jpg
    Berpeganganlah kuat-kuat! Kawan-kawanmu akan mendorongmu tinggi-tinggi dan jauh, menembus angin menyongsong langit.

    main-ayunan-1b.jpg
    Inilah kebebasan itu kawan. Jika aku terbang, pastilah aku elang. Dan jika aku hinggap maka aku adalah kupu-kupu bersayap.

    abah-maayun-anak.jpg
    Bukankah Ayah janji, jika aku pintar di sekolah dan jadi anak yang patuh maka Ayah akan mengayunku kencang-kencang seratus kali. Sanggup?

    jalan-sawah.jpg
    Jalan setapak ini menuju pada sesuatu, tentang kemuning padi yang menjanjikan harapan. Kali ini alam berbaik hati, tak perlu jumawa dengan gedungmu yang congkak berdiri. Maka nikmat yang mana yang akan kau ingkari?

    sawah-ku-banyak.jpg
    Aku gak usah jadi direktur atau pengusaha batu bara, gak juga CEO, juga gak perlu jadi PNS. Cukup dengan punya kontrakan dua puluh lima pintu dan ladang padi beras Siam Unus sepuluh ribu hektar!

    menunjuk-sawah.jpg
    Ayah lihat itu tidak?! Orang-orang itu membangun komplek perumahan di area persawahan, kelak bagaimana kita menanam padi? Apa nanti kita berhenti makan nasi? Apa mesti diganti beras plastik? Sorry, perutku gak toleran dengan bahan pangan berbahan sintetis.

    manggumba-banih.jpg
    Semua masih tradisional di sini, padi dipanen dengan ranggaman dan arit, lalu diirik dan kemudian dibersihkan dari gayang banih dengan alat besar bernama Gumbaan ini. Jadi gak usah kalian usik kami dengan wacana modernisasi bidang pertanian. Tahun lalu, ketika hama membuat kami gagal panen, toh kalian semua angkat tangan.

    sawah-dan-saya.jpg
    “Great Smile under Topi Purun

    our-place.jpg
    In my place, in my place Were lines that I couldn’t change I was lost, oh yeah I was lost, I was lost Crossed lines I shouldn’t have crossed I was lost, oh yeah. . .

    If you go, if you go Leave me down here on my own Then I’ll wait for you, yeah. Yeah, how long must you wait for it? Yeah, how long must you pay for it? Yeah, how long must you wait for it, oh, for it? Singing Please, please, please Come back and sing to me To me, to me. . .
    (In My Place, Cold Play)

    meranggas.jpg
    Sejumput musim gugur turun di depan rumah kita, meluruhkan daun-daun yang jatuh kala dicumbu angin. Dan jika kemarau ini masih lama, hujan pasti akan tiba karena langit berhutang janji cuaca pada kita.



    Beras Siam Unus= jenis beras unggulan khas Kalimantan Selatan (terutama kecamatan Gambut) yang memiliki karakteristik bulir yang halus memanjang, putih bersih dan pulen tapi tidak lembek dimasak. Hanya panen setahun sekali.

    Ranggaman= alat untuk memanen padi khas Kalimantan, terbuat dari lembaran kayu tipis dan sepotong bambu kecil, di bagian tengahnya dipasangi silet untuk memotong batang padi.

    Diirik/mairik banih= proses pemisahan bulir padi dari batang dan daunnya dengan cara diinjak-injak.

    Gayang banih= batang dan daun padi yang telah kering.

    Topi Purun= Topi tradisional yang terbuat dari anyaman tanaman Purun (sejenis pandan-pandanan berdaun kecil panjang yang dalamnya berronga) yang dikeringkan dan dipipihkan.

    Lokasi foto: kecamatan Gambut, kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

    SWARANGAN, EKSOTISME PANTAI YANG DITINGGALKAN

    Entah karena belum musim liburan dan bukan pada hari Minggu, rekreasi kami sekeluarga tempo hari ke pantai bisa dikatakan sepi. Pantai Swarangan siang itu sepi pengunjung, hanya ada beberapa orang yang terlihat menikmati panorama pantai sambil sesekali menjepret foto dan berselfie ria.

    Tapi memang keheningan pantai itu yang kami sukai, tenang, misterius dan eksotis. Sepanjang pesisir pantai terlihat bersih tanpa ada sampah yang mengganggu pemandangan. Walau agak menyayangkan karena tak ada satupun fasilitas umum yang berfungsi, kamar bilas dan kamar kecilnya sepertinya telah lama tak lagi digunakan dan tak ada air bersih sama sekali (bahkan untuk buang air kecil saja saya harus membersihkannya dengan air minum kemasan). Juga warung-warung banyak yang rusak dan tak ada aktifitas jual beli apapun yang terjadi. Pokoknya jadi seperti pantai yang ditinggalkan begitu saja. Sepi, tak berpenghuni. Membuat kami harus mengurungkan niat untuk berenang atau main air, dan lagi saat itu gelombangnya cukup besar dan bahaya untuk berenang.derai2-cemara-pinus.jpg
    Derai-derai Pohon Cemara Pinus menyambut mata dengan kesejukan dan keteduhan saat memasuki area pantai. Ada pondok kecil juga untuk sejenak melepas penat.

    derai2-cemara-pinus-2.jpg
    Cemara Pinus ini mengelilingi sebuah kolam danau (yang sepertinya) buatan masyarakat setempat yang mungkin digunakan untuk tambak ikan.

    cemara-pinus-3.jpg
    “Pas banget ni untuk lokasi foto pre wedding!”
    Seru tukang supir kala itu. Tempatnya memang aduhai untuk dinikmati dengan orang terkasih. Kalau di India pasti deh dijamin udah nyanyi tumpas se aye. . . Yu mus kuraye. . . Kya karoon hai ye kuch kuch ho ta hai. . . Hmm. . .

    pantai-swarangan-yg-ditin.jpg
    “The Leaving Beach”

    Pantai yang ditinggalkan, hening, hanya ombak putih ber buih, kontras dengan warna pasir coklat yang lembut.

    swarangan-pantai-sunyi.jpg
    Ku lari ke hutan,
    kemudian menyanyiku.

    Ku lari ke pantai,
    kemudian teriakku.

    Sepi, sepi dan sendiri aku benci.
    Aku ingin bingar,
    Aku mau di pasar.

    Bosan aku dengan penat,
    Dan enyah saja kau pekat.
    Seperti berjelaga jika ku sendiri.

    Pecahkan saja gelasnya biar ramai,
    biar mengaduh sampai gaduh.

    Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,
    Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera.

    Atau aku harus lari ke hutan lalu belok ke pantai?
    (Tentang Seseorang, AADC) sunyi.jpg
    Adalah sunyi yang menggaungkan namamu.
    Adalah sunyi yang bertalu pada dinding hatimu. Mencari sendiri kemana debaran itu beranjak pergi?

    warung-rusak.jpg
    Warung yang rusak dan ditelantarkan begitu saja. Apa yang tersisa darinya?

    Adakah gerangan cerita apa?

    gmbrn-fikri.jpg
    Biarku melukis langit pada pasirmu, menghias hijau dingin pegunungan pada hangat pesisir. Dan kelak mempertemukan asam dan garam dalam belanga kehidupan.
    (sebuah gambar karya anak sulung saya, Fikri).

    pohon-aneh.jpg
    Ada satu jenis flora langka, berdaun seperti pandan atau nanas tapi berbatang seperti pohon.

    buah-pohon-aneh.jpg
    Buahnya mirip durian, ini yang warnanya oranye mungkin sudah tua.

    buah-pohon-aneh-2.jpg
    Yang ini masih hijau mungkin yang muda.

    Kira-kira tumbuhan apa itu? Apakah ada yang tahu?



    Inilah sedikit catatan perjalanan kali ini, semoga menambah referensi Anda.

    Foto: Dokumentasi pribadi.
    Lokasi: Pantai Swarangan Desa Jorong Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.

    LIBURAN; PANTAI OH PANTAI. . .

    Hari Rabu kemarin saya dan keluarga liburan ke pantai setelah sekian lamanya tak pernah lagi bepergian seperti ini. Dengan mancarter mobil seorang teman, kitapun berangkat menuju kota Pelaihari kabupaten Tanah Laut yang berjarak sekitar 100 km dari kecamatan Gambut, kota Banjarmasin. Tepatnya di pantai desa Swarangan Kecamatan Jorong.

    Yeah. . . Ini dia:

    summer-holiday.jpg
    This is real “SUMMER HOLIDAY”

    Bersama hangat matahari, gemuruh ombak yang membuih menyapu bibir pantai.

    walk-on-sand.jpg
    “Walk on Brown Sand”

    ba-4-baranak.jpg Akhirnya punya sebuah foto keluarga juga. Pas banget kayak iklan BKKBN: “2 Anak Lebih Baik.”

    mas-galau-memandang-laut.jpg
    Pose “Mas Galau Memandang Laut” (tapi gak galau lantaran mikirin budget liburan ini kan mas?)

    penunggu-pohon.jpg
    “A Man Under The Tree” a.k.a. makhluk penunggu pohon.

    menatap-langit.jpg Lihatlah langit, ia menyaksikan bagaimana kebersamaan kita.

    gadis-jadul.jpg

    “Perawan Tempo Doeloe” (maksudnya dulu pernah perawan, hahaha. . .)

    jadul-coupel.jpg “11 Years Together”

    Meski kita tak lagi muda,
    mungkin cinta tak lagi sama,
    tapi ku ingin kita tetap bisa tertawa, menangis, dan tersenyum bersama.

    color-couple.jpg
    “Thanks u so much for this great holiday.”

    mas-supir-dan-istri.jpg
    “Happiest Young Couple in The World”
    (Mas Supir dan istrinya)

    couple-in-black.jpg
    “Couple in Black”

    black-couple-2.jpg
    This is what that i called “ROMANTIC”

    sweet-couple.jpg
    Generasi tua pun tak mau kalah. Senyuuuum dong. . .

    raffi-muka-takut.jpg
    Muhammad Raffi Azhari

    “Apa yang kau takutkan anakku?”

    fikri-gaya-selancar.jpg
    Muhammad Fikri.

    Tak ada rotan akarpun jadi, tak ada selancar batang kayu pun oke! Yang penting eksiissss. . .

    raffi-dan-mama.jpg
    “Sini sayang, duduk dekat mama.”

    2-2-wanita.jpg
    Dua Wanita
    (tambun, bongsor, look so old; saya mah -_-“)

    Bagaimana foto-foto di atas?

    Keren kan? Kerreeen harusnya. Mana menurut pemirsa yang paling oke? Beri masukan di komentar ya.

    Momen-momen seperti inilah yang semakin membuat saya berharap some day. . . suatu hari saya harus punya kamera DSLR Canon seri paling mutakhir yang harganya too expensive for me itu. Hm. . . Semoga.

    And this is the last photo:

    from-gambut-with-love.jpg
    “Dari Gambut dengan Cinta.”



    Admin: Rusminah Qumainah
    Foto-foto: dokumentasi pribadi .
    Lokasi: Pantai Swarangan Kecamatan Jorong, Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.
    Alat: camera phone Oppo Neo 5 mp.

    MENULIS DAN MOMENT KERASUKAN ITU

    Menilik judul di atas sepertinya ada sebuah kesan magis yang berurusan langsung dengan dunia lain. Sebenarnya ini tak ada hubungannya dengan gangguan roh halus, makhluk astral atau semacamnya. Lalu apa hubungannya antara menulis dan ‘kerasukan’?

    Jadi begini, saya sempat membuka-buka lagi buku-buku harian lawas saya, dan juga membaca kembali tulisan-tulisan lama di blog ini. Ada yang membuat saya heran, karena saya lupa kapan tepatnya menulis itu, kejadian apa yang membuat saya bisa menuliskan sesuatu yang setelah sekian tahun berlalu membuat saya bertanya “apa benar saya yang menuliskannya?”

    Nah, karena itulah saya menyebutnya momen kerasukan karena dari tulisan-tulisan itu saya seakan menangkap kesan bahwa ada pribadi atau sosok yang lain yang menuliskannya (dalam beberapa bagian bahkan mengendalikannya, hihi. . .syerem), dan itu bukan saya secara normalnya. Tapi ini bukan kepribadian ganda.

    Mungkin setiap tulisan punya kesan emosional tersendiri, apalagi tulisan saya yang memang hasil ungkapan pikiran dan perasaan yang dilandasi sentimen khas perempuan. Dan selalu ada peristiwa atau situasi yang melatarbelakangi tulisan tersebut. Sehingga saat menuliskannya, emosi yang mewarnai peristiwa itulah yang mengendalikannya dan seakan menjadi “The Another Soul.”

    Ada sebuah pepatah mengatakan:

    Yang dibutuhkan seorang penyair (berlaku juga untuk penulis) hanyalah hujan dan patah hati.

    Jujur, saya memang dapat lebih produktif dan banyak menulis ketika sedang patah hati, galau, marah, tertekan atau sedih. Saat-saat dipenuhi emosi negatif dan sedang down itu terasa lebih menyentuh kemanusiaan saya, terasa ada sesuatu yang merasuki ambang batas kesadaran, mungkin itulah yang disebut dengan inspirasi.

    Karena di saat sedih manusia memang jadi lebih banyak merenung, lebih mudah menyelami hati dan menelaah ruang jiwa. Sehingga di saat badai telah berlalu, dalam diri manusia diharapkan telah tumbuh semangat yang baru.

    Tapi harus hati-hati loh ya, bisa-bisa kerasukan beneran. Hahaha. . .

    Mau?

    NGEBLOG (MENULIS), DAPAT APA ??

    Entah sudah berapa sekian kalinya saya diberondong pertanyaan serupa ini sejak memiliki hobi merangkai kata dalam tulisan, terlebih ketika saya putuskan untuk konsisten mengelola sebuah blog selama kurang lebih 2 tahun terakhir ini. Saya tak paham mengapa orang-orang kerap beraganggapan bahwa kegiatan kepenulisan selalu diidentikkan dengan sesuatu yang dapat menghasilkan materi atau penghargaan, padahal tak selalu demikian. Apalagi saya menulis hanya untuk menyalurkan hobi dan memuaskan jiwa saja. Jadi memang tak pernah terpikir untuk dapat menghasilkan uang dari aktifitas ngeblog ini, setidaknya untuk saat ini.

    Dulu ketika masih sekolah saya juga sering mengirimkan karya tulis ke redaksi koran lokal di daerah saya. Sayang, memang hanya sedikit yang sempat dipublikasi, itupun tanpa honor sama sekali karena kolom sastra di koran itu masih baru dalam tahap percobaan. Mungkin karena tulisan yang saya kirimkan hanya saya tulis tangan karena ketiadaan sarana mesin ketik atau komputer (saya pernah mengirimkan cerpen yang saya tulis tangan dalam 8 halaman kertas folio), maka bisa jadi pihak redaksi mengalami kesulitan dalam proses editing. Jadi, saya memang tak berani berharap banyak.

    Ketika masih memiliki handphone berjaringan CDMA saya juga sering ikut on air membaca puisi di stasiun radio, pernah menang dan dapat suvenir menarik juga. Tapi dari semua itu, hadiah memang bukan prioritas saya. Tanpa bermaksud sombong, meski jelek-jelek begini dulu saya sering mewakili sekolah dalam berbagai kegiatan lomba dan sering juara juga loh. Hahah. . . Apa maksudnya coba? Ngoyo neh.

    Tak sedikit juga orang-orang yang berpikir bahwa mestinya seorang blogger bisa menerbitkan dan punya buku sendiri. Helloooo. . . Seakan-akan semudah itu? setidaknya bagi saya yang ‘berada dalam tempurung yang tertutup’ dan masih terbilang anak kemarin sore di dunia blogging, memang tak pernah semudah itu. Saya sedang tak berada dalam kapasitas untuk bisa punya buku sendiri atau menghasilkan hal-hal yang berkaitan dengan materi dari hobi menulis saya ini.

    Ketika tulisan saya dipublikasikan dan ada orang yang membacanya, itu adalah kebahagiaan yang tak dapat terlukiskan dengan kata-kata. Sebagai perbandingan mungkin sebelas duabelas lah dengan perasaan sangat gembira ketika mendapat kepastian positif hamil anak pertama yang memang telah dinanti-nantikan kehadirannya. Jadi semua ini meski hanya sampai ini sebenarnya telah melampaui harapan saya.

    Sebenarnya saya banyak sekali memperoleh hal positif karena ngeblog, di luar hitungan materi tentu saja. Saya dapat ilmu pengetahuan yang memperluas wawasan, misalnya saya jadi mengenal cara penulisan dan kode-kode HTML dan BBCode, tahu cara mendownload game, video atau ebook dari internet yang mana kalau saya tak bergelut dunia blogging maka mungkin saya tak akan pernah tahu caranya, apalagi mengingat posisi saya yang hanya ibu rumah tangga (luar) biasa. Saya juga mendapatkan berbagai referensi, aneka tips dan bahkan teman-teman yang memperluas pergaulan dan menambah pengetahuan tanpa saya harus keluyuran. Dan yang paling membuat saya bangga, saya bisa menjawab dan mengimbangi rasa ingin tahu anak sulung saya karena ngeblog adalah juga sebagai sarana belajar yang mencerdaskan sekaligus menghibur di saat bersamaan. Entahlah, yang jelas dengan ngeblog saya merasa sedikit lebih cerdas dan open minded. Juga lebih kritis dan update atas isu-isu dan trend kekinian. Dan semua itu jelas, adalah sesuatu yang lebih berharga dari penilaian materi.

    Karena itulah, blog ini adalah sesuatu yang dapat mewakili hati dan jiwa yang ‘gue banget’. Suatu kebahagiaan bentuk lainnya dalam bingkai eksistensi dunia maya, cinta dan karya. Saya bahkan tak peduli jika karena kegiatan ngeblog ini saya menandaskan pulsa sekian puluh ribu untuk kuota internet bulanan, mengorbankan kenyamanan memejamkan mata di tengah malam buta demi insomnia karena merangkai kata, bahkan menguji ketahanan dan kekuatan jempol kanan mengetik huruf demi hurup di keypad hingga level mutakhir sampai mengidap cantengan kronis, atau terus berusaha tabah menyabarkan diri karena menulis hanya menggunakan ponsel jadul sederhana berbasis Java (penting diketahui, saya adalah blogger yang tak pernah mengoperasikan komputer ataupun laptop. Nah, how could it be? Bayangkanlah sendiri). Yang terpenting dari semuanya itu adalah saya hanya ingin menulis tentang apa saja dan saya sajikan pada dunia.

    “Ilmu pengetahuan adalah seumpama hewan buruan, ikatlah ia dengan tulisan”.
    (Ali bin Abi Thalib)

    Jadi, kamu menulis dapat apa?

    LAMA GAK NGEBLOG, KENAPA ??

    Kalau dihitung-hitung hampir 2 minggu sudah saya tidak update postingan. Apa kabar pemirsa semua? Baik, aman dan sehat normal sentosa bukan?
    Semoga selalu.

    Ada suatu hal yang kali ini terjadi dan efektif membuat saya tak bisa menggeser kekakuan jempol di layar ponsel. Maka dari itu saya ingin merangkum beberapa penyebab blogger jarang update postingan yaitu :

    1. MALAS

    Ini memang sudah jadi semacam rumus pasti yang paling simple, jurus andalan terjitu ketika seorang blogger tak lagi memperhatikan aktifitas bloggingnya. Entah karena memang enggan menyebutkan alasan yang lebih spesifik atau karena memang sedang malas ngapa-ngapain. Pokoknya malas saja, titik!

    2. BOSAN

    Iya, hanya sedang bosan, gak usah tanya kenapa.

    3. PACEKLIK PULSA ATAU KUOTA

    Saya baru saja mengalaminya karena paket internet bulanan saya baru kadaluarsa beberapa hari lalu. Maka jadilah draf yang sudah ada dibiarkan begitu saja. Cuma sebentar sempat tengok-tengok beranda dan berakhirlah masa berlakunya. Ini baru bisa daftar lagi makanya baru muncul sekarang. Sori, bukannya sombong, saya emang gak pernah pake gratisan karena gak pernah work dan gaptek juga jadi kagak paham dengan oprekan-oprekan browser gratis segala macamnya.

    4. KUOTA PENUH TAPI LARI KE GAME, DOWNLOAD INI ITU dsb

    Saya banget ini, kalau pas lagi kuota pol saya bisa kalap seharian browsing mendownload mp3 atau klip video musik lagu-lagu favorit dari yang lawas sampai yang anyar. Gak cukup, masih dilengkapi dengan lirik dan review serta sejarah perilisan lagu tsb.

    Apalagi ketika kemarin baru punya android. Sayapun ikut keranjingan game online pemirsa budiman. Saya hobi baca juga, maka download ebook .pdf pun menjadi candu yang tak tertahankan. Membuat opsi menanggalkan kacamata minus saya terasa amat mustahil jadinya.

    5. KESIBUKAN DI DUNIA NYATA

    Yang namanya manusia hidup pasti berbagai macam kegiatannya. Setelah bisa punya waktu luang pun sering tubuh sudah lelah, jadi ketimbang menguras otak memikirkan kata-kata yang mantap buat tulisan, lebih baik istirahat saja.

    6. MERASA LEBIH EKSPRESIF DI SOSIAL MEDIA

    Banyak orang pasti tahulah kalau update status jauh lebih mudah dari pada menulis postingan di blog. Di sosmed kita bebas pakai bahasa atau gaya tulisan apapun. Kalau di blog tentu menulisnya gak bisa sembarangan dan harus memperhatikan kaidah berbahasa yang baik. Gak mutlak selalu pakai bahasa baku yang mungkin terasa monoton dan kaku, yang penting tetap sopan dan dapat dipahami karena blog adalah media sharing yang lebih serius dan luas.

    Saya pernah mengalami sulit posting gara-gara sosmed. Penyebabnya adalah ketika ide muncul saya langsung mengetik sebuah status yang cukup menjelaskan isi kepala saat itu. Karena saya menganggap itu lebih cepat dan praktis. Saya berpikirnya nanti saja ditulis di blog karena repot. Eh ternyata itu membuat blog saya jadi kurang produktif, karena ide pokoknya telah disampaikan dengan singkat padat dan jelas dalam sebuah status di Facebook atau sosmed lainnya. Dan itu membuat kegiatan menuliskan ide dalam sebuah postingan blog terasa tak lagi penting dan agak berat.

    7. KEBUNTUAN IDE a.k.a. MATI GAYA

    “Kebuntuan ide bagi penulis adalah malapetaka yang bisa membuat mati gaya.”

    Karenanya penting untuk menjadi aktif dan lebih kreatif dalam menemukan apapun yang sekiranya bisa jadi ide dan inspirasi untuk tulisan. Dan harus sigap pula ketika ide itu yang menemukan kita untuk segera mewujudkannya jadi tulisan.

    8. JEMPOL CANTENGAN STADIUM LANJUT

    Hohoho. . . Ini dia penyebab utama ketidakaktifan saya selama beberapa minggu ini. Jempol kanan saya terdiagnosa cantengan super nyut-nyut tingkat akut. Mau menulis dengan jempol kiri susah karena tak terbiasa. Amat sangat luar biasa sakitnya, sebelas duabelas lah sama bisulan di pantat dan nyeri menanggung rindu pada orang yang tak mempedulikanmu.

    Begitulah kira-kira saya menganalogikan kasus cantengan di jempol kanan ini. Benar-benar mengenaskan dan sangat tidak keren ketika cantengan bernanah ini mampu mematikan kreatifitas menulis.

    Nah, itulah mungkin beberapa penyebab vakumnya seorang blogger. Bagaimana dengan anda? Apa saja kiranya yang dapat menghambat kegiatan anda dalam menulis?? Monggo disharing di sini.