MENULIS DAN MOMENT KERASUKAN ITU

Menilik judul di atas sepertinya ada sebuah kesan magis yang berurusan langsung dengan dunia lain. Sebenarnya ini tak ada hubungannya dengan gangguan roh halus, makhluk astral atau semacamnya. Lalu apa hubungannya antara menulis dan ‘kerasukan’?

Jadi begini, saya sempat membuka-buka lagi buku-buku harian lawas saya, dan juga membaca kembali tulisan-tulisan lama di blog ini. Ada yang membuat saya heran, karena saya lupa kapan tepatnya menulis itu, kejadian apa yang membuat saya bisa menuliskan sesuatu yang setelah sekian tahun berlalu membuat saya bertanya “apa benar saya yang menuliskannya?”

Nah, karena itulah saya menyebutnya momen kerasukan karena dari tulisan-tulisan itu saya seakan menangkap kesan bahwa ada pribadi atau sosok yang lain yang menuliskannya (dalam beberapa bagian bahkan mengendalikannya, hihi. . .syerem), dan itu bukan saya secara normalnya. Tapi ini bukan kepribadian ganda.

Mungkin setiap tulisan punya kesan emosional tersendiri, apalagi tulisan saya yang memang hasil ungkapan pikiran dan perasaan yang dilandasi sentimen khas perempuan. Dan selalu ada peristiwa atau situasi yang melatarbelakangi tulisan tersebut. Sehingga saat menuliskannya, emosi yang mewarnai peristiwa itulah yang mengendalikannya dan seakan menjadi “The Another Soul.”

Ada sebuah pepatah mengatakan:

Yang dibutuhkan seorang penyair (berlaku juga untuk penulis) hanyalah hujan dan patah hati.

Jujur, saya memang dapat lebih produktif dan banyak menulis ketika sedang patah hati, galau, marah, tertekan atau sedih. Saat-saat dipenuhi emosi negatif dan sedang down itu terasa lebih menyentuh kemanusiaan saya, terasa ada sesuatu yang merasuki ambang batas kesadaran, mungkin itulah yang disebut dengan inspirasi.

Karena di saat sedih manusia memang jadi lebih banyak merenung, lebih mudah menyelami hati dan menelaah ruang jiwa. Sehingga di saat badai telah berlalu, dalam diri manusia diharapkan telah tumbuh semangat yang baru.

Tapi harus hati-hati loh ya, bisa-bisa kerasukan beneran. Hahaha. . .

Mau?

NGEBLOG (MENULIS), DAPAT APA ??

Entah sudah berapa sekian kalinya saya diberondong pertanyaan serupa ini sejak memiliki hobi merangkai kata dalam tulisan, terlebih ketika saya putuskan untuk konsisten mengelola sebuah blog selama kurang lebih 2 tahun terakhir ini. Saya tak paham mengapa orang-orang kerap beraganggapan bahwa kegiatan kepenulisan selalu diidentikkan dengan sesuatu yang dapat menghasilkan materi atau penghargaan, padahal tak selalu demikian. Apalagi saya menulis hanya untuk menyalurkan hobi dan memuaskan jiwa saja. Jadi memang tak pernah terpikir untuk dapat menghasilkan uang dari aktifitas ngeblog ini, setidaknya untuk saat ini.

Dulu ketika masih sekolah saya juga sering mengirimkan karya tulis ke redaksi koran lokal di daerah saya. Sayang, memang hanya sedikit yang sempat dipublikasi, itupun tanpa honor sama sekali karena kolom sastra di koran itu masih baru dalam tahap percobaan. Mungkin karena tulisan yang saya kirimkan hanya saya tulis tangan karena ketiadaan sarana mesin ketik atau komputer (saya pernah mengirimkan cerpen yang saya tulis tangan dalam 8 halaman kertas folio), maka bisa jadi pihak redaksi mengalami kesulitan dalam proses editing. Jadi, saya memang tak berani berharap banyak.

Ketika masih memiliki handphone berjaringan CDMA saya juga sering ikut on air membaca puisi di stasiun radio, pernah menang dan dapat suvenir menarik juga. Tapi dari semua itu, hadiah memang bukan prioritas saya. Tanpa bermaksud sombong, meski jelek-jelek begini dulu saya sering mewakili sekolah dalam berbagai kegiatan lomba dan sering juara juga loh. Hahah. . . Apa maksudnya coba? Ngoyo neh.

Tak sedikit juga orang-orang yang berpikir bahwa mestinya seorang blogger bisa menerbitkan dan punya buku sendiri. Helloooo. . . Seakan-akan semudah itu? setidaknya bagi saya yang ‘berada dalam tempurung yang tertutup’ dan masih terbilang anak kemarin sore di dunia blogging, memang tak pernah semudah itu. Saya sedang tak berada dalam kapasitas untuk bisa punya buku sendiri atau menghasilkan hal-hal yang berkaitan dengan materi dari hobi menulis saya ini.

Ketika tulisan saya dipublikasikan dan ada orang yang membacanya, itu adalah kebahagiaan yang tak dapat terlukiskan dengan kata-kata. Sebagai perbandingan mungkin sebelas duabelas lah dengan perasaan sangat gembira ketika mendapat kepastian positif hamil anak pertama yang memang telah dinanti-nantikan kehadirannya. Jadi semua ini meski hanya sampai ini sebenarnya telah melampaui harapan saya.

Sebenarnya saya banyak sekali memperoleh hal positif karena ngeblog, di luar hitungan materi tentu saja. Saya dapat ilmu pengetahuan yang memperluas wawasan, misalnya saya jadi mengenal cara penulisan dan kode-kode HTML dan BBCode, tahu cara mendownload game, video atau ebook dari internet yang mana kalau saya tak bergelut dunia blogging maka mungkin saya tak akan pernah tahu caranya, apalagi mengingat posisi saya yang hanya ibu rumah tangga (luar) biasa. Saya juga mendapatkan berbagai referensi, aneka tips dan bahkan teman-teman yang memperluas pergaulan dan menambah pengetahuan tanpa saya harus keluyuran. Dan yang paling membuat saya bangga, saya bisa menjawab dan mengimbangi rasa ingin tahu anak sulung saya karena ngeblog adalah juga sebagai sarana belajar yang mencerdaskan sekaligus menghibur di saat bersamaan. Entahlah, yang jelas dengan ngeblog saya merasa sedikit lebih cerdas dan open minded. Juga lebih kritis dan update atas isu-isu dan trend kekinian. Dan semua itu jelas, adalah sesuatu yang lebih berharga dari penilaian materi.

Karena itulah, blog ini adalah sesuatu yang dapat mewakili hati dan jiwa yang ‘gue banget’. Suatu kebahagiaan bentuk lainnya dalam bingkai eksistensi dunia maya, cinta dan karya. Saya bahkan tak peduli jika karena kegiatan ngeblog ini saya menandaskan pulsa sekian puluh ribu untuk kuota internet bulanan, mengorbankan kenyamanan memejamkan mata di tengah malam buta demi insomnia karena merangkai kata, bahkan menguji ketahanan dan kekuatan jempol kanan mengetik huruf demi hurup di keypad hingga level mutakhir sampai mengidap cantengan kronis, atau terus berusaha tabah menyabarkan diri karena menulis hanya menggunakan ponsel jadul sederhana berbasis Java (penting diketahui, saya adalah blogger yang tak pernah mengoperasikan komputer ataupun laptop. Nah, how could it be? Bayangkanlah sendiri). Yang terpenting dari semuanya itu adalah saya hanya ingin menulis tentang apa saja dan saya sajikan pada dunia.

“Ilmu pengetahuan adalah seumpama hewan buruan, ikatlah ia dengan tulisan”.
(Ali bin Abi Thalib)

Jadi, kamu menulis dapat apa?

LAMA GAK NGEBLOG, KENAPA ??

Kalau dihitung-hitung hampir 2 minggu sudah saya tidak update postingan. Apa kabar pemirsa semua? Baik, aman dan sehat normal sentosa bukan?
Semoga selalu.

Ada suatu hal yang kali ini terjadi dan efektif membuat saya tak bisa menggeser kekakuan jempol di layar ponsel. Maka dari itu saya ingin merangkum beberapa penyebab blogger jarang update postingan yaitu :

1. MALAS

Ini memang sudah jadi semacam rumus pasti yang paling simple, jurus andalan terjitu ketika seorang blogger tak lagi memperhatikan aktifitas bloggingnya. Entah karena memang enggan menyebutkan alasan yang lebih spesifik atau karena memang sedang malas ngapa-ngapain. Pokoknya malas saja, titik!

2. BOSAN

Iya, hanya sedang bosan, gak usah tanya kenapa.

3. PACEKLIK PULSA ATAU KUOTA

Saya baru saja mengalaminya karena paket internet bulanan saya baru kadaluarsa beberapa hari lalu. Maka jadilah draf yang sudah ada dibiarkan begitu saja. Cuma sebentar sempat tengok-tengok beranda dan berakhirlah masa berlakunya. Ini baru bisa daftar lagi makanya baru muncul sekarang. Sori, bukannya sombong, saya emang gak pernah pake gratisan karena gak pernah work dan gaptek juga jadi kagak paham dengan oprekan-oprekan browser gratis segala macamnya.

4. KUOTA PENUH TAPI LARI KE GAME, DOWNLOAD INI ITU dsb

Saya banget ini, kalau pas lagi kuota pol saya bisa kalap seharian browsing mendownload mp3 atau klip video musik lagu-lagu favorit dari yang lawas sampai yang anyar. Gak cukup, masih dilengkapi dengan lirik dan review serta sejarah perilisan lagu tsb.

Apalagi ketika kemarin baru punya android. Sayapun ikut keranjingan game online pemirsa budiman. Saya hobi baca juga, maka download ebook .pdf pun menjadi candu yang tak tertahankan. Membuat opsi menanggalkan kacamata minus saya terasa amat mustahil jadinya.

5. KESIBUKAN DI DUNIA NYATA

Yang namanya manusia hidup pasti berbagai macam kegiatannya. Setelah bisa punya waktu luang pun sering tubuh sudah lelah, jadi ketimbang menguras otak memikirkan kata-kata yang mantap buat tulisan, lebih baik istirahat saja.

6. MERASA LEBIH EKSPRESIF DI SOSIAL MEDIA

Banyak orang pasti tahulah kalau update status jauh lebih mudah dari pada menulis postingan di blog. Di sosmed kita bebas pakai bahasa atau gaya tulisan apapun. Kalau di blog tentu menulisnya gak bisa sembarangan dan harus memperhatikan kaidah berbahasa yang baik. Gak mutlak selalu pakai bahasa baku yang mungkin terasa monoton dan kaku, yang penting tetap sopan dan dapat dipahami karena blog adalah media sharing yang lebih serius dan luas.

Saya pernah mengalami sulit posting gara-gara sosmed. Penyebabnya adalah ketika ide muncul saya langsung mengetik sebuah status yang cukup menjelaskan isi kepala saat itu. Karena saya menganggap itu lebih cepat dan praktis. Saya berpikirnya nanti saja ditulis di blog karena repot. Eh ternyata itu membuat blog saya jadi kurang produktif, karena ide pokoknya telah disampaikan dengan singkat padat dan jelas dalam sebuah status di Facebook atau sosmed lainnya. Dan itu membuat kegiatan menuliskan ide dalam sebuah postingan blog terasa tak lagi penting dan agak berat.

7. KEBUNTUAN IDE a.k.a. MATI GAYA

“Kebuntuan ide bagi penulis adalah malapetaka yang bisa membuat mati gaya.”

Karenanya penting untuk menjadi aktif dan lebih kreatif dalam menemukan apapun yang sekiranya bisa jadi ide dan inspirasi untuk tulisan. Dan harus sigap pula ketika ide itu yang menemukan kita untuk segera mewujudkannya jadi tulisan.

8. JEMPOL CANTENGAN STADIUM LANJUT

Hohoho. . . Ini dia penyebab utama ketidakaktifan saya selama beberapa minggu ini. Jempol kanan saya terdiagnosa cantengan super nyut-nyut tingkat akut. Mau menulis dengan jempol kiri susah karena tak terbiasa. Amat sangat luar biasa sakitnya, sebelas duabelas lah sama bisulan di pantat dan nyeri menanggung rindu pada orang yang tak mempedulikanmu.

Begitulah kira-kira saya menganalogikan kasus cantengan di jempol kanan ini. Benar-benar mengenaskan dan sangat tidak keren ketika cantengan bernanah ini mampu mematikan kreatifitas menulis.

Nah, itulah mungkin beberapa penyebab vakumnya seorang blogger. Bagaimana dengan anda? Apa saja kiranya yang dapat menghambat kegiatan anda dalam menulis?? Monggo disharing di sini.

MENIKMATI MATAHARI

Galeri foto yang terdahulu:
Foto Pemandangan Di Dekat Rumah

Saya sangat menyukai pemandangan di area tempat tinggal saya. Udaranya yang sejuk, langitnya yang biru dan hangatnya matahari yang sangat bersahabat dengan jemuran cucian para ibu rumah tangga. Hal itu membuat rumah saya seakan terpisah dari kemegahan lingkungan komplek, seakan saya berada jauh dari keramaian kota.

Nah, saya akan coba lagi memposting foto-foto yang saya ambil di lingkungan saya. Kali ini bukan memakai kamera ponsel Java, melainkan dari lensa kamera ponsel Android.

Foto: dokumentasi pribadi.

Lokasi: Jl. A. Yani km. 14 komplek Lutfia Ujung, kecamatan Gambut, kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Alat: Android Oppo Neo kamera 5 megapixel.

sawah-berangin.jpg
Angin semilir membuat riak teratur pada air, melingkupi sawah yang baru mulai musim tanam.

the-sky.jpg
Langit biru dilapisi mendung kelabu dan menyembunyikan sinar matahari.

langit.jpg
Menikmati langit; luas, bebas, tanpa batas dan melindungi.

jalan-lain-menuju-rumahmu.jpg
Foto ini saya beri judul “ANOTHER WAY TO YOUR HOME” (Jalan lain menuju rumahmu).

langit-lanskap.jpg
My Landscape.

langit-dan-pondok.jpg
“Stay With Me, Here”

Jauh dari keramaian, berteman deru angin, menggigil dipagut hujan, dibakar hangat matahari dan biarkan dedaunan itu menari. Dan kita akan selalu pulang.

langit-dan-pohon-pisang.jpg
Meski angin mencabik daunmu. . .

senja1.jpg
Dan senja mencuri mataharimu. . .

jalan-masih-panjang.jpg
“Jalan masih panjang, kekasihku.”

senja-merah-pohan.jpg
Dan mengapa matahari nampak malu-malu? Mengintip sendu dari celah daun itu.

senja-makin-merah.jpg
Senja makin merah dan kelepak elang mengurai sunyi pada cakrawala.

Dan ini foto terakhir yang paling keren, mengesankan dan spektakuler, seorang pemancing sejati penakluk alam (penakluk umanya hadran, luku. . . Hahaha. . .)

fishing-man-siluet.jpg
“FISHING MAN SILUET”

Aku lelaki dan senja, kau tahu itu !!

Hahaha. . . Puas sekali rasanya hati saya pemirsa, jepret-jepret sepanjang sore tak peduli dengan komentar orang-orang yang mungkin mengatakan bahwa saya kurang kerjaan dan udik.

Biarlah saya berlagak seakan jadi seorang fotografer handal, bertingkah seperti seorang blogger traveler keren. Meski saya hanya seorang ibu rumah tangga yang diam-diam dalam hatinya berharap dapat memiliki kamera DLSR canggih yang harganya berbilang juta lalu beranjak keluar dari dalam ‘tempurung’ saya dan menjelajahi separuh dunia.

Salam fotografi !!
Salam blogger !!

TREND SOSIAL YANG PERNAH HITS DI INDONESIA (Dari Anggrek Selangit Sampai Jaman Batu)

2-hargabatuakikbacan2.jpg
Batu Akik
(pic: koleksibatu-akik.blogspot.com)

Beberapa waktu terakhir ini, di Indonesia kita tercinta ini tengah disibukkan oleh trend Batu Akik. Semua orang, dari kalangan artis sampai pejabat, yang tua ataupun muda, lelaki dan perempuan dari berbagai kalangan, semuanya tengah menggandrungi batu akik.

Fenomena semacam ini sebenarnya pernah berlangsung dan selalu berganti dengan berbagai trend yang menjadi hits di masyarakat. Apa sajakah itu? Dari percakapan orang-orang saya menyimpulkan ada beberapa macam trend yang pernah booming di Indonesia, terkhusus di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yaitu:

1. IKAN

ikan-cupang-crowntail-ser.jpg
Ikan Cupang
(pic: http://www.bibitikan.net)

Mulai dari ikan Cupang yang bisa diadu, ikan Koi dan Mas yang lucu unyu-unyu, ikan Sapu-Sapu yang hobinya ngesot di kaca aquarium, si benjol Lohan yang bermuka jelek sampai si ikan mahal yang konon katanya dpt membawa keberuntungan bagi pemiliknya, ikan Arwana. Semua pernah menjadi bagian dari trend di ranah hewan peliharaan.

2. BURUNG

kenari-5.jpg
Burung Kenari
(pic: http://www.gacormania.com)

Yang ini tidak terlalu booming tapi bisa dibilang yang paling awet sampai sekarang masih mendapat tempat di hati para pencintanya. Mulai dari Kenari yang cantik, Cucakrowo yang sukses dibikin lagunya sampai burung-burung langka yang dilindungi, tak ketinggalan pula mengikuti event-event kontes burung kicau tingkat nasional. Kalau sudah menang seekor burung bisa menjadi primadona dan mahal harganya.

3. BUNGA

anthurium-jenmanii-saw.jpg
Anthurium Jemani
(pic: jemani-klaten.blogspot.com)

Rasanya kita masih ingat ketika trend berkebun dan memelihara bunga mulai mewabah di Indonesia, sukses meracuni kaum hawa dan menyasar ibu-ibu rumah tangga.

anggrek-bulan.jpg
Anggrek Bulan
(pic: hiburan.dbagus.com)

Mulai dari bunga taman yang umum seperti mawar, melati, kembang sepatu, aster, bougenvil sampai melejitkan bunga Antherium Jemani dan Anggrek Hutan pedalaman Borneo dan Papua yang diklaim hingga puluhan juta rupiah. Benar-benar bukan ukuran yang murah untuk sebuah hobi dan trend.

4. TOKEK

gambar-tokek.jpg
Tokek
(pic: binatang.net)

Ini adalah trend yang saya paling tidak dapat memahaminya. Karena tokek yang dicari adalah yang berukuran besar (seperempat sampai setengah kg). Padahal kita semua tahu, tokek hanya sedikit lebih besar dari cicak. Dari kabar yang beredar, katanya tokek-tokek itu akan dibeli dengan harga yang mahal, dibawa ke perbatasan Kalimantan-Malaysia untuk selanjutnya dibuat obat AIDS di luar negeri sono.

Entah benar atau tidak, yang jelas sekarang trend tokek ini tak ada kabar beritanya lagi karena sulitnya (bisa dibilang mustahil) mendapatkan tokek yang ukurannya besar/memenuhi syarat.

5. HEWAN LUCU BERBULU

chihua2.jpg
Anjing Chi Hua Hua
(pic: anjingdijual.com)

Yang ini juga tak jauh beda dengan burung peliharaan, masih eksis hingga saat ini. Ada kucing jenis Anggora dan Persia yang anakannya saja bisa mencapai angka 3 juta rupiah perekornya. Anjing mungil lucu Chi Hua Hua yang sempat populer karena menjadi hewan peliharaan kesayangannya artis Hollywood, Paris Hilton. Atau dari kelas hewan pengerat jenis tikus-tikusan bernama Hamster.

Perawatan hewan-hewan ini juga tak sembarangan loh, ada salon, spa, butik dan tempat penitipannya juga kalau-kalau si pemiliknya mau mudik atau bepergian.

6. BATU AKIK

Inilah trend paling gress dan teranyar abad ini. Mulai dari Pacitan kampung halaman pak SBY sampai Martapura di Kal Sel yang dijuluki kota Intan, berbagai jenis batu-batu alam Indonesia yang kaya ragam pun bermunculan. Kecubung, Bacan, Merah Delima, Yakut, Zamrud, Giok, Batu Fosil sampai yang sedang naik daun sekarang Red Borneo, benar-benar mampu membuat mata siapa saja terpana. Hmm. . .

baturedborneo.jpg
Red Borneo
(pic: http://www.bifnews.com>

Kira-kira itulah beberapa trend yang pernah dan masih ada di lingkungan sosial masyarakat kita yang bisa saya tuliskan di sini. Mungkin masih banyak trend yang terlewatkan, dan entah akan ada trend apa lagi nantinya. Manusia memang makhluk sosial yang senang akan inovasi, perubahan, dan keunikan hobi. Dan Indonesia memang tempat istimewa yang dengan kekayaan alam dan keragaman budayanya mampu mendukung itu semua.

UNJUN PAIR; KEPERCAYAAN, MASKULINITAS DAN KENISCAYAAN KAUM LELAKI

Baca juga:
Pria dan Hobi yang Membuat Cemas Pasangan

Hampir 7 tahun lamanya bergelut dengan dunia perikanan dan segala tetek bengek pancing memancing, membuat saya tergerak untuk menulis tentang ini. Sebuah keniscayaan hidup dalam hobi kaum lelaki, yang masih diyakini bahwa wanita tak boleh sembarangan memasuki.

unjun-pair-kalai.jpg
Unjun Pair

Ada sebuah tragedi (kalau tak bisa dibilang aib yang sangat pamali dan mengerikan sekaligus memalukan) yang melatarbelakangi tulisan ini. Yaitu saya dengan tidak sengaja telah “terlintasi/terlangkahi (talingkang)” unjun pair (alat pancing ikan gabus yang terbuat dari bambu jenis tertentu yang diameter batangnya kecil dengan panjang 5-8 meter) yang jadi barang jualan suami saya. Dan naasnya kejadian itu dilihat oleh seorang calon pembeli yang amat sangat meyakini :

“bila unjun pair talingkang seorang wanita maka bisa tidak dapat memperoleh ikan lagi.” (kada pamatukan, lapah manating haja)

Saya tidak terima karena kepercayaan itu tidak berlaku jika lelaki yang malingkangnya. Saya merasa disudutkan dan terhina sebagai perempuan. Sayapun mendebat calon pembeli yang sudah terbilang tua itu karena kesal ketika beliau tanya “kamu tidak datang bulan kan?!” Karena kalau talingkang pas datang bulan dijamin unjun itu tak akan ada gunanya lagi, tak termaafkan dan tak terampuni. Dibuang saja sudah, terkutuk, najis, dan haram memakai unjun yang telah dilintasi wanita yang sedang datang bulan.

Jadi saya jawab ketus; “saya tidak sedang haid, dan kalau anda percaya hal itu ya itu bisa saja terjadi karena anda sangat meyakininya. Padahal itu hanya mitos, kepercayaan saja!!”

Tapi bapak itu kekeuh, tak jadi membeli unjun pilihannya yang tak sengaja saya lingkang tadi dan malah memilih unjun dalam ikatan yang lain. Dengan wajah tuanya yang kesal masih menyalahkan saya. Sukses membuat penyakit kambuhan SSG (Sindrom Sensitifitas Gender) saya kumat di tempat. Ckckck. . .

Benar-benar saya tak habis pikir. Hal sepele tentang perkara memancingpun bisa jadi sesuatu yang dengan mudahnya mendiskriminasi jenis kelamin perempuan. Dalam dunia memancing ikan gabus (maunjun pair iwak haruan) jelas sekali tak ada emansipasi berlaku di sini. Tak akan ada kesetaraan gender untuk hak yang sama dalam maunjun pair tak peduli seberapa pintar, piawai dan inginnya wanita menyentuhnya.

“Dunia memancing tradisional (yang hanya memakai bambu dan bukan joran pancing buatan pabrik berbahan fiber) dalam masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan amat lekat dengan mitos, mistis dan hal-hal tak masuk akal yang masih saja diyakini hingga detik ini. Unjun-unjun itu diperlakukan sedemikian rupa, dianggap istimewa, diyakini bertuah dan sakti dalam memancing kehadiran ikan yang besar-besar sampai tak sungkan dikeramatkan dan disayangi melebihi istri sendiri”.

“Unjun pair adalah simbol kedigdayaan dan maskulinitas kaum lelaki. Bukan hanya sekadar hobi, itu adalah sebuah eksistensi, sebuah keniscayaan tentang superioritas tertinggi yang hanya ada pada tangan lelaki dan perempuan tak berhak menandingi”.


Sebagai pelengkap postingan saya kali ini, berikut saya sertakan link video Basarang, kampung unjun yang telah saya unggah ke youtube.

ANTARA WANITA, FASHION DAN BAJU MENYESAL

Sebenarnya sudah lama sekali ingin mengangkat topik ini. Dulu-dulu sempat saya bicarakan di FB, eh ternyata ada juga pria yang mengomentari dan merasakan hal yang sama. Dari pembicaraan dengan teman-teman dan kerabat juga ada pengalaman yang seperti ini. Membuat saya merasa harus menulis ini dengan lebih serius dan sistematis (halah bahasanya!).

Oke, ladies and gentleman ini dia bahasan tentang

ANTARA WANITA, FASHION DAN BAJU MENYESAL

Di tengah perkembangan dunia dan industri fashion terkini yang kian dinamis, kaum wanita dihadapkan pada berbagai pilihan untuk penampilan dan gaya hidup sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Perihal kebutuhan pokok manusia terhadap bahan sandang (pakaian) tak lagi melulu tentang menutup bagian tubuh yang tak pantas terlihat atau hanya melindungi dari gempuran cuaca panas dan dingin. Mode, ragam dan tata cara dalam hal berpakaian telah sejak lama menjadi trend, simbol dan ikon tersendiri pada masanya, hingga detik ini.

Lalu apa itu yang dimaksud dengan BAJU MENYESAL ??

Adalah pakaian yang entah mengapa setelah dibeli atau selesai dijahit membuat kita kurang puas, kurang suka untuk memakainya. Intinya baju menyesal (yang sebenarnya masih terbilang baru dan bagus) adalah kebalikan dari baju favorit kita (yang walau udah jelek, jadul dan bulukan tapi tetap enak dipakai) itu.

Sebuah pakaian bisa tiba-tiba menjadi baju menyesal karena banyak hal dan sebab. Beberapa diantaranya yaitu:

1. PERUBAHAN BERAT BADAN

Bisa karena menjadi kurus atau gemuk.

Ini persis seperti yang saya alami sekarang ini. Sejak 2 tahun terakhir pasca saya berhenti memberi ASI pada si bungsu, berat badan melonjak drastis dari angka 54 kg (bobot dan pose ideal saya yang gak jauh beda sama Arzetti Bilbina atawa Nadine Chandrawinata; seksi dan slim tak terperi) ke 69 kg (bentuk fisik saya paling mutakhir nan termontok dan bohay tak tertahankan) pemirsa!

Maka jadilah ladies, banyak baju menyesal mendadak yang mesti didiskualifikasi dari arena etalase pajangan lemari yang amat saya cintai. Terhitung ada 6 lembar celana jins keramat, 3 rok bertuah, belasan atasan dan beberapa baju panjang, jubah, gamis yang mesti saya lantunkan sayonaraaa. . . Suksesss menjadi sesak, tak muat dan tak terpakai lagi.

Menjadi salah satu fase tergalau paling nyesek nomor 27 dalam hidup wanita (setelah liat mantan kita pacaran ama sahabat yang ada di urutan 26), yaitu perasaan sedih itu ketika menyaksikan pakaian yang kita cintai tak akan terpakai lagi.

2. PASARAN

Salah satu indikator kalo sesuatu itu sedang tren adalah dari banyaknya orang yang memakainya. Apa iya?

Tapi kalo misalnya dalam satu acara atau kemana-mana banyaknya orang memakai pakaian yang serupa itu, walau gak sama persis, pasti ada dong perasaan aneh itu. Apalagi kalo tren itu bertahan lama, dijamin dah mending punya kita dimuseumkan aja. Haha. . .

3. BAJU KEMBARAN

Ini ni yang bisa bikin shock therapy level tertinggi dan membuat wanita bisa uring-uringan gak jelas selama empatbelas hari dikamar gara-gara pas di acara hajatan atau pesta teman, kita make baju sama persis dengan yang dipakai musuh bebuyutan atau gebetan barunya si mantan.

Asli nyesek pilu deh, apalagi tu baju gak murah dan beli di distro yang diklaim pramuniaganya limited edition. Ini gak dimuseumkan lagi, bisa langsung masukin kardus buat sumbangan korban bencana alam atau panti asuhan.

4. KURANG PUAS DENGAN KONDISI PAKAIAN

Pernah gak setelah beli baju kok tiba-tiba ada yang rasa gak enak, gak pede saat memakainya? Padahal pas mau beli udah dicoba dan oke saja. Atau sudah empat kali bolak balik sampai ileran menjelaskan ke tukang jahitnya, pas tu baju udah selesai eh kok kurang sreg saat dipakai.

Pernahkan pasti?

Kalau saya sering, membuat saya menangisi malam-malam buta saat anak-anak dan bapaknya sudah tidur, memandangi pakaian itu sembari memutar otak sampai 7 kali lapangan sepak takraw dan mikir serius ini baju salahnya apa yak? Kok bisa gak enak dipakainya.

Maka jadilah selama masa aktifnya baju itu bisa jadi jablay abadi yang ditinggal bang Toyib tiga abad, tak tersentuh ladies. Sungguh mengenaskan.

Hal-hal semacam inilah yang membuat saya mendadak kerasukan dan bercita-cita ingin jadi desainer handal sekelas Dian Pelangi atawa Ivan Gunawan. Haha. . . Tapi bagaimana mungkin, membaca saja aku sulit. . . Eh, menjahit saja saya tak bisa. Habisnya kesal juga kelamaan jadi kolektor baju menyesal, walau sudah banyak yang dihibahkan ke orang yang lebih membutuhkan, tetap saja sakitnya tu di sini. Iya to?

Nah, ini ceritaku, apa ceritamu? Baju seperti apa yang membuatmu memberinya label menyesal?