MENIKMATI MATAHARI

Galeri foto yang terdahulu:
Foto Pemandangan Di Dekat Rumah

Saya sangat menyukai pemandangan di area tempat tinggal saya. Udaranya yang sejuk, langitnya yang biru dan hangatnya matahari yang sangat bersahabat dengan jemuran cucian para ibu rumah tangga. Hal itu membuat rumah saya seakan terpisah dari kemegahan lingkungan komplek, seakan saya berada jauh dari keramaian kota.

Nah, saya akan coba lagi memposting foto-foto yang saya ambil di lingkungan saya. Kali ini bukan memakai kamera ponsel Java, melainkan dari lensa kamera ponsel Android.

Foto: dokumentasi pribadi.

Lokasi: Jl. A. Yani km. 14 komplek Lutfia Ujung, kecamatan Gambut, kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Alat: Android Oppo Neo kamera 5 megapixel.

sawah-berangin.jpg
Angin semilir membuat riak teratur pada air, melingkupi sawah yang baru mulai musim tanam.

the-sky.jpg
Langit biru dilapisi mendung kelabu dan menyembunyikan sinar matahari.

langit.jpg
Menikmati langit; luas, bebas, tanpa batas dan melindungi.

jalan-lain-menuju-rumahmu.jpg
Foto ini saya beri judul “ANOTHER WAY TO YOUR HOME” (Jalan lain menuju rumahmu).

langit-lanskap.jpg
My Landscape.

langit-dan-pondok.jpg
“Stay With Me, Here”

Jauh dari keramaian, berteman deru angin, menggigil dipagut hujan, dibakar hangat matahari dan biarkan dedaunan itu menari. Dan kita akan selalu pulang.

langit-dan-pohon-pisang.jpg
Meski angin mencabik daunmu. . .

senja1.jpg
Dan senja mencuri mataharimu. . .

jalan-masih-panjang.jpg
“Jalan masih panjang, kekasihku.”

senja-merah-pohan.jpg
Dan mengapa matahari nampak malu-malu? Mengintip sendu dari celah daun itu.

senja-makin-merah.jpg
Senja makin merah dan kelepak elang mengurai sunyi pada cakrawala.

Dan ini foto terakhir yang paling keren, mengesankan dan spektakuler, seorang pemancing sejati penakluk alam (penakluk umanya hadran, luku. . . Hahaha. . .)

fishing-man-siluet.jpg
“FISHING MAN SILUET”

Aku lelaki dan senja, kau tahu itu !!

Hahaha. . . Puas sekali rasanya hati saya pemirsa, jepret-jepret sepanjang sore tak peduli dengan komentar orang-orang yang mungkin mengatakan bahwa saya kurang kerjaan dan udik.

Biarlah saya berlagak seakan jadi seorang fotografer handal, bertingkah seperti seorang blogger traveler keren. Meski saya hanya seorang ibu rumah tangga yang diam-diam dalam hatinya berharap dapat memiliki kamera DLSR canggih yang harganya berbilang juta lalu beranjak keluar dari dalam ‘tempurung’ saya dan menjelajahi separuh dunia.

Salam fotografi !!
Salam blogger !!

TREND SOSIAL YANG PERNAH HITS DI INDONESIA (Dari Anggrek Selangit Sampai Jaman Batu)

2-hargabatuakikbacan2.jpg
Batu Akik
(pic: koleksibatu-akik.blogspot.com)

Beberapa waktu terakhir ini, di Indonesia kita tercinta ini tengah disibukkan oleh trend Batu Akik. Semua orang, dari kalangan artis sampai pejabat, yang tua ataupun muda, lelaki dan perempuan dari berbagai kalangan, semuanya tengah menggandrungi batu akik.

Fenomena semacam ini sebenarnya pernah berlangsung dan selalu berganti dengan berbagai trend yang menjadi hits di masyarakat. Apa sajakah itu? Dari percakapan orang-orang saya menyimpulkan ada beberapa macam trend yang pernah booming di Indonesia, terkhusus di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yaitu:

1. IKAN

ikan-cupang-crowntail-ser.jpg
Ikan Cupang
(pic: http://www.bibitikan.net)

Mulai dari ikan Cupang yang bisa diadu, ikan Koi dan Mas yang lucu unyu-unyu, ikan Sapu-Sapu yang hobinya ngesot di kaca aquarium, si benjol Lohan yang bermuka jelek sampai si ikan mahal yang konon katanya dpt membawa keberuntungan bagi pemiliknya, ikan Arwana. Semua pernah menjadi bagian dari trend di ranah hewan peliharaan.

2. BURUNG

kenari-5.jpg
Burung Kenari
(pic: http://www.gacormania.com)

Yang ini tidak terlalu booming tapi bisa dibilang yang paling awet sampai sekarang masih mendapat tempat di hati para pencintanya. Mulai dari Kenari yang cantik, Cucakrowo yang sukses dibikin lagunya sampai burung-burung langka yang dilindungi, tak ketinggalan pula mengikuti event-event kontes burung kicau tingkat nasional. Kalau sudah menang seekor burung bisa menjadi primadona dan mahal harganya.

3. BUNGA

anthurium-jenmanii-saw.jpg
Anthurium Jemani
(pic: jemani-klaten.blogspot.com)

Rasanya kita masih ingat ketika trend berkebun dan memelihara bunga mulai mewabah di Indonesia, sukses meracuni kaum hawa dan menyasar ibu-ibu rumah tangga.

anggrek-bulan.jpg
Anggrek Bulan
(pic: hiburan.dbagus.com)

Mulai dari bunga taman yang umum seperti mawar, melati, kembang sepatu, aster, bougenvil sampai melejitkan bunga Antherium Jemani dan Anggrek Hutan pedalaman Borneo dan Papua yang diklaim hingga puluhan juta rupiah. Benar-benar bukan ukuran yang murah untuk sebuah hobi dan trend.

4. TOKEK

gambar-tokek.jpg
Tokek
(pic: binatang.net)

Ini adalah trend yang saya paling tidak dapat memahaminya. Karena tokek yang dicari adalah yang berukuran besar (seperempat sampai setengah kg). Padahal kita semua tahu, tokek hanya sedikit lebih besar dari cicak. Dari kabar yang beredar, katanya tokek-tokek itu akan dibeli dengan harga yang mahal, dibawa ke perbatasan Kalimantan-Malaysia untuk selanjutnya dibuat obat AIDS di luar negeri sono.

Entah benar atau tidak, yang jelas sekarang trend tokek ini tak ada kabar beritanya lagi karena sulitnya (bisa dibilang mustahil) mendapatkan tokek yang ukurannya besar/memenuhi syarat.

5. HEWAN LUCU BERBULU

chihua2.jpg
Anjing Chi Hua Hua
(pic: anjingdijual.com)

Yang ini juga tak jauh beda dengan burung peliharaan, masih eksis hingga saat ini. Ada kucing jenis Anggora dan Persia yang anakannya saja bisa mencapai angka 3 juta rupiah perekornya. Anjing mungil lucu Chi Hua Hua yang sempat populer karena menjadi hewan peliharaan kesayangannya artis Hollywood, Paris Hilton. Atau dari kelas hewan pengerat jenis tikus-tikusan bernama Hamster.

Perawatan hewan-hewan ini juga tak sembarangan loh, ada salon, spa, butik dan tempat penitipannya juga kalau-kalau si pemiliknya mau mudik atau bepergian.

6. BATU AKIK

Inilah trend paling gress dan teranyar abad ini. Mulai dari Pacitan kampung halaman pak SBY sampai Martapura di Kal Sel yang dijuluki kota Intan, berbagai jenis batu-batu alam Indonesia yang kaya ragam pun bermunculan. Kecubung, Bacan, Merah Delima, Yakut, Zamrud, Giok, Batu Fosil sampai yang sedang naik daun sekarang Red Borneo, benar-benar mampu membuat mata siapa saja terpana. Hmm. . .

baturedborneo.jpg
Red Borneo
(pic: http://www.bifnews.com>

Kira-kira itulah beberapa trend yang pernah dan masih ada di lingkungan sosial masyarakat kita yang bisa saya tuliskan di sini. Mungkin masih banyak trend yang terlewatkan, dan entah akan ada trend apa lagi nantinya. Manusia memang makhluk sosial yang senang akan inovasi, perubahan, dan keunikan hobi. Dan Indonesia memang tempat istimewa yang dengan kekayaan alam dan keragaman budayanya mampu mendukung itu semua.

UNJUN PAIR; KEPERCAYAAN, MASKULINITAS DAN KENISCAYAAN KAUM LELAKI

Baca juga:
Pria dan Hobi yang Membuat Cemas Pasangan

Hampir 7 tahun lamanya bergelut dengan dunia perikanan dan segala tetek bengek pancing memancing, membuat saya tergerak untuk menulis tentang ini. Sebuah keniscayaan hidup dalam hobi kaum lelaki, yang masih diyakini bahwa wanita tak boleh sembarangan memasuki.

unjun-pair-kalai.jpg
Unjun Pair

Ada sebuah tragedi (kalau tak bisa dibilang aib yang sangat pamali dan mengerikan sekaligus memalukan) yang melatarbelakangi tulisan ini. Yaitu saya dengan tidak sengaja telah “terlintasi/terlangkahi (talingkang)” unjun pair (alat pancing ikan gabus yang terbuat dari bambu jenis tertentu yang diameter batangnya kecil dengan panjang 5-8 meter) yang jadi barang jualan suami saya. Dan naasnya kejadian itu dilihat oleh seorang calon pembeli yang amat sangat meyakini :

“bila unjun pair talingkang seorang wanita maka bisa tidak dapat memperoleh ikan lagi.” (kada pamatukan, lapah manating haja)

Saya tidak terima karena kepercayaan itu tidak berlaku jika lelaki yang malingkangnya. Saya merasa disudutkan dan terhina sebagai perempuan. Sayapun mendebat calon pembeli yang sudah terbilang tua itu karena kesal ketika beliau tanya “kamu tidak datang bulan kan?!” Karena kalau talingkang pas datang bulan dijamin unjun itu tak akan ada gunanya lagi, tak termaafkan dan tak terampuni. Dibuang saja sudah, terkutuk, najis, dan haram memakai unjun yang telah dilintasi wanita yang sedang datang bulan.

Jadi saya jawab ketus; “saya tidak sedang haid, dan kalau anda percaya hal itu ya itu bisa saja terjadi karena anda sangat meyakininya. Padahal itu hanya mitos, kepercayaan saja!!”

Tapi bapak itu kekeuh, tak jadi membeli unjun pilihannya yang tak sengaja saya lingkang tadi dan malah memilih unjun dalam ikatan yang lain. Dengan wajah tuanya yang kesal masih menyalahkan saya. Sukses membuat penyakit kambuhan SSG (Sindrom Sensitifitas Gender) saya kumat di tempat. Ckckck. . .

Benar-benar saya tak habis pikir. Hal sepele tentang perkara memancingpun bisa jadi sesuatu yang dengan mudahnya mendiskriminasi jenis kelamin perempuan. Dalam dunia memancing ikan gabus (maunjun pair iwak haruan) jelas sekali tak ada emansipasi berlaku di sini. Tak akan ada kesetaraan gender untuk hak yang sama dalam maunjun pair tak peduli seberapa pintar, piawai dan inginnya wanita menyentuhnya.

“Dunia memancing tradisional (yang hanya memakai bambu dan bukan joran pancing buatan pabrik berbahan fiber) dalam masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan amat lekat dengan mitos, mistis dan hal-hal tak masuk akal yang masih saja diyakini hingga detik ini. Unjun-unjun itu diperlakukan sedemikian rupa, dianggap istimewa, diyakini bertuah dan sakti dalam memancing kehadiran ikan yang besar-besar sampai tak sungkan dikeramatkan dan disayangi melebihi istri sendiri”.

“Unjun pair adalah simbol kedigdayaan dan maskulinitas kaum lelaki. Bukan hanya sekadar hobi, itu adalah sebuah eksistensi, sebuah keniscayaan tentang superioritas tertinggi yang hanya ada pada tangan lelaki dan perempuan tak berhak menandingi”.


Sebagai pelengkap postingan saya kali ini, berikut saya sertakan link video Basarang, kampung unjun yang telah saya unggah ke youtube.

ANTARA WANITA, FASHION DAN BAJU MENYESAL

Sebenarnya sudah lama sekali ingin mengangkat topik ini. Dulu-dulu sempat saya bicarakan di FB, eh ternyata ada juga pria yang mengomentari dan merasakan hal yang sama. Dari pembicaraan dengan teman-teman dan kerabat juga ada pengalaman yang seperti ini. Membuat saya merasa harus menulis ini dengan lebih serius dan sistematis (halah bahasanya!).

Oke, ladies and gentleman ini dia bahasan tentang

ANTARA WANITA, FASHION DAN BAJU MENYESAL

Di tengah perkembangan dunia dan industri fashion terkini yang kian dinamis, kaum wanita dihadapkan pada berbagai pilihan untuk penampilan dan gaya hidup sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Perihal kebutuhan pokok manusia terhadap bahan sandang (pakaian) tak lagi melulu tentang menutup bagian tubuh yang tak pantas terlihat atau hanya melindungi dari gempuran cuaca panas dan dingin. Mode, ragam dan tata cara dalam hal berpakaian telah sejak lama menjadi trend, simbol dan ikon tersendiri pada masanya, hingga detik ini.

Lalu apa itu yang dimaksud dengan BAJU MENYESAL ??

Adalah pakaian yang entah mengapa setelah dibeli atau selesai dijahit membuat kita kurang puas, kurang suka untuk memakainya. Intinya baju menyesal (yang sebenarnya masih terbilang baru dan bagus) adalah kebalikan dari baju favorit kita (yang walau udah jelek, jadul dan bulukan tapi tetap enak dipakai) itu.

Sebuah pakaian bisa tiba-tiba menjadi baju menyesal karena banyak hal dan sebab. Beberapa diantaranya yaitu:

1. PERUBAHAN BERAT BADAN

Bisa karena menjadi kurus atau gemuk.

Ini persis seperti yang saya alami sekarang ini. Sejak 2 tahun terakhir pasca saya berhenti memberi ASI pada si bungsu, berat badan melonjak drastis dari angka 54 kg (bobot dan pose ideal saya yang gak jauh beda sama Arzetti Bilbina atawa Nadine Chandrawinata; seksi dan slim tak terperi) ke 69 kg (bentuk fisik saya paling mutakhir nan termontok dan bohay tak tertahankan) pemirsa!

Maka jadilah ladies, banyak baju menyesal mendadak yang mesti didiskualifikasi dari arena etalase pajangan lemari yang amat saya cintai. Terhitung ada 6 lembar celana jins keramat, 3 rok bertuah, belasan atasan dan beberapa baju panjang, jubah, gamis yang mesti saya lantunkan sayonaraaa. . . Suksesss menjadi sesak, tak muat dan tak terpakai lagi.

Menjadi salah satu fase tergalau paling nyesek nomor 27 dalam hidup wanita (setelah liat mantan kita pacaran ama sahabat yang ada di urutan 26), yaitu perasaan sedih itu ketika menyaksikan pakaian yang kita cintai tak akan terpakai lagi.

2. PASARAN

Salah satu indikator kalo sesuatu itu sedang tren adalah dari banyaknya orang yang memakainya. Apa iya?

Tapi kalo misalnya dalam satu acara atau kemana-mana banyaknya orang memakai pakaian yang serupa itu, walau gak sama persis, pasti ada dong perasaan aneh itu. Apalagi kalo tren itu bertahan lama, dijamin dah mending punya kita dimuseumkan aja. Haha. . .

3. BAJU KEMBARAN

Ini ni yang bisa bikin shock therapy level tertinggi dan membuat wanita bisa uring-uringan gak jelas selama empatbelas hari dikamar gara-gara pas di acara hajatan atau pesta teman, kita make baju sama persis dengan yang dipakai musuh bebuyutan atau gebetan barunya si mantan.

Asli nyesek pilu deh, apalagi tu baju gak murah dan beli di distro yang diklaim pramuniaganya limited edition. Ini gak dimuseumkan lagi, bisa langsung masukin kardus buat sumbangan korban bencana alam atau panti asuhan.

4. KURANG PUAS DENGAN KONDISI PAKAIAN

Pernah gak setelah beli baju kok tiba-tiba ada yang rasa gak enak, gak pede saat memakainya? Padahal pas mau beli udah dicoba dan oke saja. Atau sudah empat kali bolak balik sampai ileran menjelaskan ke tukang jahitnya, pas tu baju udah selesai eh kok kurang sreg saat dipakai.

Pernahkan pasti?

Kalau saya sering, membuat saya menangisi malam-malam buta saat anak-anak dan bapaknya sudah tidur, memandangi pakaian itu sembari memutar otak sampai 7 kali lapangan sepak takraw dan mikir serius ini baju salahnya apa yak? Kok bisa gak enak dipakainya.

Maka jadilah selama masa aktifnya baju itu bisa jadi jablay abadi yang ditinggal bang Toyib tiga abad, tak tersentuh ladies. Sungguh mengenaskan.

Hal-hal semacam inilah yang membuat saya mendadak kerasukan dan bercita-cita ingin jadi desainer handal sekelas Dian Pelangi atawa Ivan Gunawan. Haha. . . Tapi bagaimana mungkin, membaca saja aku sulit. . . Eh, menjahit saja saya tak bisa. Habisnya kesal juga kelamaan jadi kolektor baju menyesal, walau sudah banyak yang dihibahkan ke orang yang lebih membutuhkan, tetap saja sakitnya tu di sini. Iya to?

Nah, ini ceritaku, apa ceritamu? Baju seperti apa yang membuatmu memberinya label menyesal?

FOTO PEMANDANGAN DI DEKAT RUMAH

Semenjak jadi seorang blogger yang hanya bisa menulis lewat keterbatasan sebuah ponsel, saya jadi sering berharap seandainya punya laptop dan kamera digital canggih agar bisa maksimal mendokumentasikan foto sebagai pelengkap postingan dan tulisan saya. Tapi tak apalah, lewat ponsel java Nokia Asha 206 milik saya inipun, saya tetap bisa berkarya dan membuat banyak orang tidak percaya bahwa saya menulis pakai HP saja. Yah. . . Anggap saja memaksimalkan dan mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang tersedia apa adanya ini.

Nah, saya sering iseng jepret-jepret foto di lingkungan saya, rasanya tak ada salahnya saya bagi di sini, karena bukan tak mungkin beberapa tahun yang akan datang pemandangan seperti ini tak akan saya temui lagi.

kursi-kabut-pagi.jpg
Foto ini dijepret kemarau setahun atau dua tahun yang lalu kalo gak salah, ada kabut halimun tipis di udara. Tapi sayangnya kursinya sudah hancur.mendung-pohon-pisang.jpg
Ini dijepret di bulan Desember ini saat musim hujan mulai datang dan mendung melukis langit.talipuksampingrumah.jpg
Foto ini so sweet banget kan? Ada teratai putih kecil menghias telaga, dan riak air yang bergerak diterpa sepoi angin sore. Menenangkan jiwa. . . (diambil pas musim hujan tahun kemarin, pas air sedang dalam-dalamnya kalo pas kemarau bisa kering kerontang gak ada lagi teratainya tinggal kangkung menjalar kesana kemari).sunset-di-sawah.jpgsenja-trbkr.jpgsenja-di-lutfia.jpgcakrawala-senja.jpg
sunsettoday.jpghalfsunset.jpg

Saya paling suka menikmati momen matahari terbenam di langit barat. Melihat cakrawala bermandikan cahaya jingga, hangatnya terasa hingga relung jiwa.

Semoga foto-foto di atas cukup menyegarkan mata. Teruslah berkarya walau dengan alat dan media sederhana. ^_^v


Foto:
dokumentasi pribadi.

Lokasi:
Jl. A. Yani km. 14 Komp. Lutfia Ujung, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

EDISI TERLAMBAT MENGENAL KREASI KAIN FLANEL

Setelah kemarin-kemarin sempat dibuat penasaran dan pengen banget sama hasil karyanya Eanreana tentang kain flanel, barang bekas dan segala kreasinya, maka saya pun mulai googling-googling mencari cara pembuatan kerajinan kain flanel.

Ternyata eh ternyata, gak cuma telat demam Korea, saya pun telat mengenal seni kerajinan tangan dan kreasi dari kain flanel ini. Secara, dari sekian banyaknya postingan dan tutorial cara pembuatannya di internet itu rata-rata tertanggal tahun 2011-2012 (kemana ya gue selama ini kok baru nyadar sekarang?? Dan saya lihat di pasar dekat rumah saya juga baru trend setahun terakhir ini, itu pun gak lengkap pernak-pernik kerajinan yang disediakan).

Nah, langsung saja saya gelar di sini, buah karya tangan saya, kreasi amatir dan bentuk-bentuk standar dari kain flanel yang super ajaib dan bisa dibuat apa saja:

cabai-isi-kresek-penggant.jpg
Berhubung saya gak punya dakron ataupun kapas untuk isiannya, maka saya ganti dengan kresek/kantong plastik bekas belanjaan saya di pasar. Lumayan gak perlu beli dakron sekalian memanfaatkan sampah plastik juga, yang penting bisa kencang dan gembung (yah. . .walau ada bonus aroma yang aneh, mungkin ini plastiknya bekas pembungkus terasi kali. Wkwkwkwk. . .)

2-cabai-flanel.jpg
Nah, ini dia cabai isi kresek, gak jelek-jelek amat kan walau isinya bukan dakron?

sekeluarga-kecil-wortel-d.jpg
Ini sekeluarga wortel tutorialnya dapat dari sini.

sampul-binder-dari-flanel.jpg
Ini sampul binder dari kain flanel, yang mana dulu seumur-umur gak pernah beli orgy/diary isi ulang yang lembaran kertasnya bisa diganti-ganti. Sekarang seneng banget udah bisa punya macam anak sekolahan dan bela-belain bikin sampulnya segala (halah, emak-emak masa kecil kurang bahagia dan masa remaja kurang cinta).

gantungan-kunci-sosmed-fl.jpg
Ini gantungan kunci logo facebook dan brand Apple rongkang yang contohnya saya dapat di internet, tapi lupa di mana situsnya.

dompet-bibir-gelas-flane.jpg
Ini dompet dari bibir gelas plastik dan bunga mawar dari kain flanel hasil berguru pada Eanreana (thanks banget udah mau berbagi kreatifitas dan gak pelit ide). Tapi warna kawat pengikat bibir gelasnya gak matching sama kain furing dalaman dompetnya, karena di Gambut gak ada yang jual dan beli yang rol-an di Banjarmasin. Jadi warnanya terpaksa yang itu ituu saja.

tas-orange-buat-mama.jpg
Ini istimewa, karena saya berikan buat mama dan selalu beliau pakai ke kondangan. Cukup sukses membuat mata orang-orang memandang dua kali dan menatap terpana (weww. . .lebay kepedean. Lagi, warna kawatnya itu loh kontras bingitz dan merusak pemandangan!)

Ternyata, seni tak pernah semudah dan seindah kelihatannya. Walau cuma bentuk sederhana dan biasa tapi itu cukup menguras tenaga dan kesabaran juga. Apalagi ketika menjahitnya tiba-tiba terjadi tragedi benang kusut, ckckck. . . Saya juga ingin bisa membuat toples hias, kotak tisu atau pigura unik dengan model-model dan kreasi yang rumit. Hm. . . Kapan yaa??

ANTARA HARAPAN DAN REALITA CINTA (REVIEW DRAMA KOREA CUNNING SINGLE LADY)

cunning-single-ladymbc201.jpg
Drama Korea Cunning Single Lady
(Foto dari: es.drama.wikia.com)

“Manusia bukanlah manusia bila tak mengalami perubahan.”

“Wanita punya dua kesempatan untuk sukses. Yang pertama; melalui usaha dan jerih payah sendiri, ke dua: menikah dengan pria mapan/kaya.”

“Bagaimana seseorang bisa mencintai tanpa dibiayai?”

Itu adalah beberapa kata kutipan yang saya ambil dari drakor ini. Sebuah drama yang paling saya nanti-nantikan di layar kaca sepanjang tahun 2014 ini (beruntung, akhirnya ditayangkan juga di sebuah stasiun TV swasta lokal; BanjarTV), karena saya dapat kembali menyaksikan akting cool yang mumpuni dari aktor negeri ginseng idola saya (siapa lagi kalau bukan) Joo Sang Wook (di drama ini Oppa berperan sebagai Cha Jung Woo).

ceo-cha-jsw1313.jpg
CEO keren Cha Jung Woo
(Foto dari: pearlsides19.rssing.com)

Drama ini kalau saya boleh bilang bisa diberi stempel ‘saya banget’ karena menceritakan tentang pasangan menikah yang membina rumah tangga dengan segala romantika, cinta, dan masalah kehidupan sampai kemudian si istri (Na Ae Ra) terpaksa meminta cerai karena tak tahan lagi menanggung kesulitan hidup akibat ambisi sang suami (Cha Jung Woo) yang berhenti jadi pegawai negeri dan hendak jadi bisnisman.

Dari sanalah segalanya bermula, selama 4 tahun pernikahan, Ae Ra diharuskan bekerja keras mati-matian, hutang modal sana sini untuk membantu suaminya dalam merintis bisnis jejaring sosial yang tengah diusahakannya.

Tapi untung belum dapat diraih dan kemalangan datang silih berganti. Ae Ra yang kelelahan setengah mati dan telah kehilangan kesabarannya akibat tumpukan hutang dan biaya hidup yang harus ditanggungnya, akhirnya menyerah dan merekapun berpisah. Walau masih saling mencintai dan sama-sama sakit hati, toh hidup masih harus diteruskan.

3-cunning-single-lady-sly.jpg
Cha Jung Woo sebelum jadi CEO (culunnya lebay gak ketulungan)

3 tahun kemudian pasca perceraian, mereka bertemu kembali dan alangkah terkejutnya Ae Ra ketika mendapati mantan suaminya telah berubah drastis seratus delapan puluh derajat, yang dulunya culun, cupu dan gaje gitu sekarang telah jadi keren dan tampan abis dengan stelan tuksedo dan jas mahal yang berpotensi meningkatkan denyut jantung, menggetarkan tulang belulang dan meremukkan sendi-sendi kaum hawa (termasuk sayah, hahaha. . .)

Dan yang paling hebatnya lagi adalah Cha Jung Woo kini telah sukses besar dan telah jadi seorang CEO di perusahaan Soft D &T Ventures dengan produk aplikasi jejaring sosial andalannya; Dontalk.

Maka ternganga, pangling dan terperangahlah Ae Ra yang hidupnya masih berkutat jadi karyawan toko yang selama 3 tahun terakhir ini menghabiskan hidupnya untuk melunasi pinjaman yang pernah digunakan mantan suaminya untuk bisnisnya yang kini telah sukses besar itu.

Ae Ra tidak rela atas segala cucuran darah, keringat dan airmata yang telah ia lalui bertahun-tahun ini. Ia ingin mantan suaminya tahu diri, berterima kasih dan minta maaf padanya. Tapi itu tak mudah, Cha Jung Woo yang juga merasa sakit hati dan menganggap Ae Ra wanita serakah yang mata duitan, telah berubah menjadi sosok yang arogan, dingin dan tak berperasaan.

Lalu akan kemanakah harapan cinta dan egoisme Ae Ra dan Cha Jung Woo bermuara??


Drakor bergenre komedi romantis ini sarat akan nilai-nilai kehidupan, membuat saya jadi terpekur sendiri merenungi kehidupan rumah tangga saya yang telah (alhamdulilah) berjalan sepuluh tahun ini. Setiap kehidupan pernikahan yang dibangun atas nama cinta pasti memiliki harapan indah dan cita-cita masa depan, dan jalan yang dilalui tak pernah semulus yang kita bayangkan.

Bahwa ternyata dalam hidup penuh hal-hal tak menyenangkan yang sering terjadi. Saat hal-hal baik menghampiri, justru di saat kita bukan bagian dari situasi itu lagi. Dan kita tak berhak untuk merasa punya andil atas segalanya.

Ada kalanya kegagalan bukan lagi suatu kesuksesan yang tertunda, tapi kegagalan kita adalah bisa jadi salah satu faktor penyebab atas kesuksesan orang lain. Karena kebaikan dan budi yang pernah kita perbuat tempo hari bukan semacam benda atau piutang yang mesti kita minta lunasi di dunia ini. Dan kita tak bisa (baca: tak boleh) memaksa orang yang telah kita tolong/bantu untuk berterima kasih atau membalas budi.

Hah. . . Jadi sentimentil sendiri dan mendadak sok idealis dan dramatis juga kalau sudah menikmati tontonan yang beginian. Biasalah ibu-ibu, kalau sudah ketemu drama udah kayak ikan bakar ketemu cocolan sambel terasi; p a s dan k l o p bingitz. Wkwkwkwk. . .

(MASIH) KOREAN FEVER BAGIAN 2

Setelah di posting kemarin saya curhat abis-abisan tentang betapa sukanya saya dengan drakor. Kali ini saya mau mengulas sedikit tentang apa yang kurang saya sukai tapi selalu ada di drakor.

Soju, tahu kan soju? Kalo di Jepang ada sake nah kalo Korea punya Soju si arak beras. Bukan sojunya yang saya tak suka (Soju adalah minuman tradisional Korea), tapi adegan mabuk mereka selalu ada nyaris di tiap drama, entah itu mabuk karena Soju ataupun minuman keras. Membuat saya bertanya saat pemeran ceweknya mabuk berat malem-malem eh gak bisa pulang tapi kok adaaaa aja cowok yang baek banget mau nganterin ke rumah dengan selamat pulak?

Berasa imposibel deh kadang, yang ada kan harusnya pas mabuk itu si cewek dilecehin dan pas sadar nangis jijay dah nyumpahin cowoknya. Hihi. . . .kebawa adegan sinet.

Trus, make up artisnya yang kadang membuat pemeran cowoknya jadi lebih ‘cantik’ dari pemeran cewek. Hanya ngerasa miris aja saya yang perempuan tulen aja alat make upnya cuma lipstik, pelembab dan bedak tabur doang, tapi kok bisa sih para aktornya pake riasan yang segitunya?

Trus. . .

Konon katanya dari berbagai tulisan yang pernah saya baca, udah bukan rahasia lagi kalo warga Korea itu tingkat kepuasan dan penerimaan dirinya rendah. Maka mereka menetapkan standar kerupawanan fisik berdasarkan hasil permak operasi plastik. Bahkan tempat operasi gak harus ke RS besar, di klinik-klinik kecantikan pun menyediakan jasa oplas dengan tarif murah nan terjangkau.

Ironisnya, karena kerasnya dunia pergaulan dan industri hiburan Korea membuat banyak remaja lebih memilih oplas sebagai hadiah ultah atau kelulusan mereka ketimbang gadget terbaru atau liburan ke luar negeri.

yoona-snsd2.jpgYoona SNSD

Hebatnya lagi, para ortu menyediakan tabungan dan anggaran khusus untuk biaya oplas anak mereka. Kabarnya wajah cantik seperti Yoona SNSD dan Song Hae Kyo adalah yang paling diminati. Wah, bakalan bertebaran dunk wajah kembar buatan. Ckckck. . .

songhyekyo3.jpgSong Hye Kyo

Tapi gak semua, ada juga yang emang cantik alami tanpa oplas. Seperti dua aktris tersebut di atas, termasuk favorit saya.

Trus, saya juga kurang suka dgn adegan-adegan romantis di drakor (loh?). Karena pas nonton saya sulit nyari waktu buat ‘menikmati’ sendiri, ada anak-anak, jadi saya terpaksa mengskip adegan romannya apalagi yang ada kiss scenenya (parah ni emak-emak).

Yah, kira-kira begitulah plus minusnya drakor menurut saya.

Sebenarnya sekarang jadi makin jarang blogging karena lagi malas tingkat akut, dan juga postingan di blog udah gak mau lagi di share ke facebook. Gak tahu kenapa?

Tapi jangan khawatir, saya gak akan vakum!! Selama hayat masih dikandung badan kita tetap ngeblog! Oce?!


. Pic Yoona: dinamazida.wordpress.com
Pic Hye Kyo: popularycar.blogspot.com

(MASIH) KOREAN FEVER

Sebenarnya. . . Sejak kapan ya saya suka Korea?

Perasaan booming K Pop sudah lewat, tapi kok saya baru heboh sekarang, sendirian.

Bisa dibilang saya telat banget suka hal-hal berbau Korea (terkhusus drama). Dulu, beberapa tahun lalu saat teman-teman dan saudara bilang tentang drama Korea rame-rame dan asik saya mah gak ngeh dan tak terlalu menanggapi. Secara dulu emang lagi sibuk-sibuknya mengurus anak yang masih baby dan seharian juga full bantuin suami berdagang pas masih punya satu anak. Jadi, mana ada waktu?

Trus, saat salah satu TV swasta nasional intens dan konsisten menayangkan drakor saya cuma sempat memajang mata dan kekaguman saya di beberapa judul drama saja. Bayangkan, dari sekian banyak judul drakor yang tayang saya cuma sempat lihat sekitar 4 cerita. Dan sekarang, sedihnya, stasiun TV itu udah gak lagi menayangkan drakor. Putar haluan ke genre drama dan sinetron lokal yang didominasi oleh perebutan suami. Ckckck. . .

Jadi kalo mau liat drakor ya kepaksa lewat DVD.

Kayaknya, opsi pemasangan TV berlangganan perlu ditinjau kembali. Sumpah, saya sebagai ibu rumah tangga dibuat kecewa berat dengan tayangan TV lokal.

Tapi yang namanya tayangan hiburan sebagus apapun tetap saja kita perlu bijak saat memilihnya jadi tontonan, apalagi kayak saya yang gak mungkin bisa selalu nonton sendirian, kan ada anak-anak. Positif negatif tetap saja ada.

Nah, kira-kira inilah yang membuat saya betah dan agak-agak maniak Korean fever (dan juga kayaknya yang bikin drakor laris manis di jagad Asia termasuk Indonesia):

1. CERITA

Saya itu kalo suka film atau drama gak terlalu maniak dengan tokohnya. Yang penting cerita dan alurnya, kalo ceritanya udah bagus ditambah pemainnya enak dan bagus pula. Pasti betah deh. . .

Pun saat nonton drakor pertama kali gak ada artis yang difavoritkan (belum). Cerita-cerita di drakor emang patut di kasih 4 jempol.

2. LOKASI

Ini nih, yang paling membuat mata betah banget liat drakor dan juga konon membuat dunia pariwisata Korea Selatan maju pesat. Lewat film dan drama mereka sukses membuka mata dunia tentang betapa indahnya negara mereka dan pantas menjadi list tempat destinasi wisata.

Mulai dari romantisme ala angin sepoi pantai, patah hati di taman di bawah guyuran hujan nyampe kesejukan area perkebunan. Semuanya nampak pas dan natural banget antara pemilihan lokasi syuting, cerita dan scene adegan yang diambil. Daebak banget lah pokoknya!!

3.LAGU PENGIRING DAN ORIGINAL SOUNDTRACK

Apa lagi?

Setelah 2 hal di atas, yang paling membuat kebahagiaan terasa lengkap saat melototin drakor adalah lagu-lagu OSTnya yang bener-bener ciamik. Sampai-sampai lagu tersebut seakan jadi satu kesatuan dengan adegan di dramanya. Jadi saat di suatu tempat denger lagunya otak jadi langsung refleks memutar scene demi scene di drama yang ada OST tersebut. Kok bisa ya lagu ama film/drama udah kayak kembar siam tak terpisahkan?

Kebayang kan gimana romannya pas jatuh cinta ada lagunya, pas patah hati ada lagu sedihnya? Ah, para Korean maniac pasti tahu lah lagu OST apa yang paling “OST gue banget” bagi mereka. Ayee. . . .

4. PANDAI MENCIPTAKAN KETEGANGAN

Siapa bilang kalo drakor identik dengan kisah romantik yang melow selalu? Ada kok yang ceritanya dibumbui action dan menegangkan. Tapi menurut saya yang drakor romantis sekalipun selalu menegangkan buat saya. Mereka emang pandai mengambil jeda dan memainkan adegan pada saat yang tepat yang sekiranya membuat para penonton enggan beralih tempat.

5. KARAKTER

Ini juga penting banget dalam suatu cerita, dan lebih penting lagi memilih dan menentukan karakter yang akan diperankan oleh pemain yang sesuai dengan wajah atau kemampuan si pemeran. Tak diragukan lagi, drakor emang jagonya.

6. MENGAJAK PENONTON JADI TAHU

Setiap nonton drakor saya sering merasa mengalami sendiri atau minimal berandai-andai. Mereka juga gak keberatan memberikan penjelasan tentang pembuatan sesuatu di drama mereka atau menerjemahkan istilah-istilah yang sulit dimengerti.

7. ARTIS

Saya meletakkan ini di urutan terakhir karena emang sengaja. Saya kurang suka karena konon katanya artisnya banyak manusia rakitan hasil oplas, dan kadang polesan make up pada wajah pemeran pria membuat saya merasa kurang sreg.

Tapi memang tak dipungkiri mereka memang rupawan, dan ada juga beberapa yang saya suka. Tapi jujur, artis lokal kita pun tak kalah rupawan dan menawan hanya saja belum kebagian cerita yang menggugah jiwa, masih berkutat di sinetron yang itu itu itu itu saja.

Nah, kiranya itulah pendapat saya tentang hal positif dan kenapa saya suka drama Korea. Sebenarnya saya berharap sinetron lokal bisa kembali seperti dulu yang ceritanya jelas dan episode tak terlalu panjang (hm. . .jadi ingat Pertalian, Janjiku, Senja Makin Merah dsb).

Nanti saya akan bahas tentang hal-hal negatifnya, jadi jangan kapok dan tunggu posting selanjutnya.