OKTOBER BAPER (Edisi Kehilangan Mywapblog)

Galaulah kalian, galaulah kita, galaulah saya!!

Faktanya, di dunia ini ada banyak hal yang berada di luar kendali kekuasaan kita. Salah satunya adalah tentang masalah Mywapblog yang kita cintai ini, yang peredarannya akan segera hilang dari muka bumi ini. Padahal…..

Dulu, bahkan sekarang pun jikalau Mywapblog resmi ditutup, ngeblog tanpa perangkat komputer atau laptop itu adalah suatu hal yang sangat niscaya mustahil. Kerena itulah kehadiran Mywapblog di tengah banyaknya umat manusia dengan kemampuan dan fasilitas terbatas yang hendak menyalurkan hobi sharing dan menulis tetapi tak punya laptop, itu laksana sebuah oase di tengah gersang dan kejamnya gurun pasir terpanas di dunia. Bayangkan, kita semua dapat bebas berkarya dan mengelola blog lewat ponsel saja, hampir nyaris semudah kita update status galau dan alay di facebook!!!
Dan tentu saja, kita dapat juga bergaya, bangga, gak kalah dengan blog sebelah. Jiah!!

Tapi mungkin memang benar apa kata orang, kegembiraan yang agak "terlalu" indah dan penuh euforia emang gak akan tahan lama. Dan… this is it, so inilah akhirnya, kita berkabung, saya berduka sodara sodara!!! Atas berita akan ditutupnya mywapblog.

Terasa memang agak ganjil selama saya ngeblog di Mywapblog, tiga tahun pemirsa, bukan waktu singkat untuk sebuah kesabaran, yap! Selama itu saya terus bersabar dengan keterbatasan menulis lewat ponsel java yang harganya tak seberapa jika dibandingkan ponsel android terkini. Bersabar atas fasilitas ngeblog gratis yang servernya sering down hingga tak bisa diakses berhari-hari. Bersabar atas kwalitas lemotnya paket jaringan internet yang dibeli dengan harga rupiah termurah. Bersabar atas segalanya, bahkan saya bersabar ketika menkominfo, UC Browser dan provider kartu seluler yang saya pakai berkonspirasi memblokir banyak situs, termasuk Mywapblog, yang membuat saya tak lagi bisa maksimal dalam ngeblog ria. Kejaaaaaammm….

Maka, kalau kalian yang baru aja tempo hari bikin blog di sini, dan udah mau nangis darah saking bapernya karena Mywapblog mau ditutup, PANDANGLAH SAYA, LIHATLAH SAYA DAN USER-USER LAWAS LAINNYA yang udah sedia ampe lumutan menulis dan koar-koar di Mywapblog selama ini, dan kemudian menemukan fakta paling menyakitkan seperti ini. HOW COULD IT BEEEE??!!!!! Bayangkan betapa bapernya kita!!! Yang udah pernah jatuh bangun merasakan rumit, nyesek, ngenes dan juga senangnya ngeblog lewat hape. Baper sebaper-bapernya sayang!!

Dulu, harapan dan ekspektasi saya ketika pertama ngeblog adalah ingin mengabadikan kenangan dan membuat sejarah saya sendiri, kerena saya takut jikalau saya tua nanti saya akan semakin pelupa dan mulai tak bisa mengingat lagi moment-moment terbaik dalam hidup ini, karena itulah kelak blog inilah yang akan menjadi penyambung lidah atas kisah yang tak pernah bisa saya sampaikan secara lisan, blog inilah yang akan jadi kotak pandora berharga tempat saya menyimpan semua cerita. Lebih dari itu, blog ini adalah bukan sekadar karya tulis saja, blog ini adalah kumpulan KEKAYAAN INTELEKTUAL saya yang tak ternilai harganya!!

Ok, mungkin memang agak berlebihan, tapi memang seperti itulah saya menganggapnya.

Barangkali memang seperti inilah kehidupan, kita tetap harus bertahan. Seperti halnya dulu kejayaan Friendster yang digantikan Facebook, Multyply yang punya begitu banyak user pun akhirnya juga tutup yang membuat anggotanya juga kocar kacir entah kemana, situs Ngerumpi dot com yang punya motto ngerumpi tapi pake hati juga akhirnya tiada lagi. Seperti itu…. datang, hilang, pergi, hanyalah bagian kecil dari kehidupan, dan jikalau karena itu saya merana, baper, menangis dan insomnia lalu menulis keluh kesah penuh luka ini, maka itu juga hanyalah sebagian kecil saja dari masih banyaknya luka dan guncangan masalah yang akan menimpa dalam hidup ini.
Harusnya tidak apa-apa, harusnya kita bisa, harusnya…. Tapi…..

Mywapblog….
Banyak hal yang tak dapat saya relakan dalam kehidupan, dan kau kini menjadi salah satu di antaranya.
Hikz…..

Advertisements

KETIKA CANTIK HARUS PUTIH(KAH??)

Hai hai hai….. pemirsa budiman semua. Lama banget ya saya gak lagi mengisi blog ini, semakin terlantar saja kayaknya. Sampai-sampai gak ngeh kalo lagi ada event besar tahunan. Hmmm… semoga sukses aja semuanya!!

Okeh, sekarang saya mau coba menulis lagi. Kali ini tentang sesuatu yg wanita banget. Yap!! Saya mau bahas tentang kecantikan dan kosmetika di kalangan wanita.

Rasanya sudah sering banget ya kita lihat tontonan di TV atau baca-baca artikel di internet, majalah atau surat kabar deesbe, tentang efek samping krim pemutih wajah instan yang mengklaim dapat mencerahkan dalam waktu singkat. Gak kapok-kapok deh kayaknya, banyak produk pemutih gak jelas dan abal-abal yang beredar. Udah kena razia badan POM tapi kok teteup aja ada celah untuk beredar lagi. Dan gak kapok-kapok juga teteup aja kaum hawa apalagi buebu yang mau memakainya.

Memang menjadi cantik emang harus putih gitu??

Mestinya kita realistis aja, di Indonesia yang beriklim tropis yang lingkungannya cenderung panas dan penuh matahari sepanjang tahun, kulit mayoritas orang kita emang gak putih-putih banget, kuning langsat sampai cenderung ke sawo matang. Jadi yaaa… mau menjadi putih kinclong yang pake banget itu kalo menurut saya agak sedikit (ini nulis beginian apa gak bakal kena timpuk pengusaha kosmetik gak gue ni?) "melawan kodrat" kali ya. Lah? Habis tu kulit muka ampek dipaksa-paksa kelupasan sampe merah, perih, bengkak nyeri juga DEMI. Iya demi dapetin kulit yang putih kinclong ituh.

Yang membuat saya tergerak buat menulis ini adalah ketika saya menyaksikan dua orang (anggap saja) teman lah ya, yang nekad make produk pemutih yang gaje itu, yang beberapa tahun lalu udah pernah kena daftar sitanya badan POM sebagai salah satu produk kosmetik berbahaya. Nah lo!!!

Pemakai pertama adalah seorang remaja yang saat awal make itu dia masih SMP, sekarang sudah SMA siy. Sebenarnya kulitnya itu udah bagus, gak jerawatan kayak kebanyakan abege lainnya, tekstur kulitnya juga halus. Tapi ya itu tadi, warna kulitnya agak coklat, ya memang anaknya item manis padahal. Dan ketika saya melihat perubahan drastis pada wajahnya akhir-akhir ini, saya pun tahu kalo dia telah memakai produk pemutih. Saya jadi agak menyesalkan, sangat menyayangkan, dia masih muda, sangat muda, kasian kulitnya, kok make produk "keras" macam itu? Yang saya lihat warna wajah dan lehernya jadi kontras banget, wajahnya sekarang memang terlihat lebih putih, tapi jerawat merah-merah memenuhi pipi dan dahinya, dan bila panas mulai terik maka jadi merahlah wajahnya.

Apa perubahan dengan penampakan kulit putih kemerahan itu kah yang menjadi arti dari kata "cantik" dan "lebih baik" ??

Bukankah kulit luar kita yang menggelap itu sebagai tanda bahwa melanin bekerja keras untuk melindungi dari paparan sinar UV matahari yang dapat merusak kulit. So, kalo kulit pelindung luar itu kita kelupas? Apa jadinya? Rasanya sudah sangat banyak orang yang mengalami kerusakan kulit parah karena obsesi ingin putih ini, mengapa para wanita tak jua belajar dari sana??

Pemakai kedua, adalah seorang ibu muda. Yang ini lebih horrible lagi karena saya melihatnya langsung ketika ia sedang treatment wajahnya dan menjelaskan proses menyakitkan itu pada saya. Kala itu ia sudah melewati proses pengelupasan selama tiga hari, sedang parah-parahnya. Saya hanya bisa ternganga dibuatnya. Bahkan dia menyitir quotes tentang kecantikan wanita yang amat populer.

Katanya: "hidup ini pilihan, dan aku ini sedang memilih cara menyakitkan untuk memutihkan wajah. Bukankah bila tak ada rasa sakit, maka tak akan ada pencapaian?"

APA ?!!

Katanya, sambil terus mengipasi wajahnya yang mulai memerah, terasa panas terbakar dan perih karena krim dan toner pemutih itu, membuat saya speechless tapi tetap berusaha memahami "derita dan perjuangannya". Maka sayapun hanya #gagalpaham dibuatnya.

Iseng, saya membuka botol produk itu, mendekatkan nya ke hidung saya. Wekk!! Tercium aroma menyengat, yang terasa seperti campuran bau sengak ruang UGD RS dan cairan pembersih WC. Memang katanya, baunya sangat gak enak, bahkan adiknya sampai muntah-muntah karenanya. Hororr!!! Dan masih dipake juga, tiap harii !!! Hororr pangkat tiga buuuu.

Katanya, ini adalah percobaan yang ke sekian kalinya yang diterapkan pada wajahnya. Ia dengan gamblang mengakui bahwa wajahnya memang sering jadi kelinci percobaan berbagai macam kosmetik. Mulai dari produk yang terbilang aman yang ada ijin depkes dan bersertifikat halal dari MUI seperti yang biasa muncul tiap hari di iklan TV (katanya produk semacam ini proses nya lambat dan gak bikin putih kinclong bgt seperti maunya, memang kan itu untuk membersihkan dan merawat yang pada proses nya juga akan membuat kulit lebih cerah dan gak kusam. Dan ia gak cukup sabar pada proses itu.) dan sampai yang mengandung kode keras semacam produk pemutih yang bahkan tanpa izin edar, mulai dari krim pelembab biasa sampai krim racikan dokter ternama. Dari yang harga biasa sampai yang warbyazaaa. Dia pernah mencobanya sodara sodara!! Apalagi ia sempat berkutat pada bisnis online berbagai produk pemutih juga. Keberaniannya dalam hal yg satu ini, seketika membuat nyali saya ciut sekaligus bergidik ngeri.

Melihat semua perjuangannya itu dalam hati saya hanya dapat mendoakan semoga keinginannya dapat tercapai segera dan mengakhiri deritanya. Karena itu gak hanya berdampak pada wajah saja, tapi pada penggunaan jangka panjang juga dapat membahayakan organ dalam semisal ginjal dan bahaya juga buat kehamilan.

Karena itulah, saya tidak hanya berharap agar kaum hawa berpikir ulang untuk urusan kosmetik, berhati-hati dan lebih selektif lagi. Tetapi juga untuk para lelaki yang sering disinyalir lebih memilih cewek cantik (kecenderungannya sekarang pasti cantik itu putih, kan?) ketimbang cewek cerdas yang lebih mencintai kulitnya yang apa adanya dan memilih gak memutihkan wajahnya dengan cara-cara ekstrim (baca: jelek). Karena pada faktanya memang, para cowok lebih mungkin untuk menoleh dua kali pada cewek berwajah kinclong ketimbang yang tidak, ini saya sudah hapal banget rasanya, kenyang!!. Jadi dalam perkara kerusakan wajah akibat produk pemutih ini tidak hanya salah pada bahasa iklan kecantikan yang sering keterlaluan, tapi juga pada perlakuan kaum pria pada wanita. T E R L A L U.

Agaknya hal ini cukup membuktikan bahwa hidup itu keras, dan bila itu kehidupan perempuan maka akan dua kali lipatlah kerasnya. Wanita memang makhluk rumit yang suka hal keras tapi tidak pada kekerasan, yang senang putih dan pemutih tapi tidak pada keputihan. Haha….

Tetap semangat dan tetaplah mandi minimal dua kali sehari!!!
MERDEKAAA !!!!

Udah pernah tayang di sini juga :
ANTARA WANITA, KECANTIKAN DAN RIASAN WAJAH

GIGI: KESEHATAN, NILAI ESTETIS, SENYUMAN DAN PESONA

Ada apa dengan gigi??

Eit, bukan Gigi yang telah resmi jadi istri Raffi Ahmad, atau band Gigi yang sempat eksis dulu. Ini adalah tentang gigi dalam arti yang sebenarnya, gigi yang ada dalam mulut kita.

Saya itu termasuk orang yang sebenarnya cukup sadar dalam hal menjaga kesehatan gigi, setidaknya sekarang setelah punya anak dan semakin sadar betapa pentingnya gigi dan betapa menyakitkannya ketika kita bermasalah dengan gigi.

Saya juga penggemar makanan manis dan masa kecil saya punya kenangan buruk tentang betapa seringnya saya sakit gigi, padahal orangtua sudah cukup melakukan segalanya untuk menjaga kesehatan gigi saya.

Karena itulah saya terbilang cerewet tentang gigi anak-anak saya. Sejak usia 8 bulanan saat mulai tumbuh gigi, saya sudah mulai merawat gigi anak-anak, mulai dari sikat lembut dengan jari (sampai digigit), pasta gigi berhadiah mobil (mobilan, haha), gosok gigi sebelum tidur, tapi entah kenapa ke dua anak saya tetap sering banget sakit gigi.

Mungkin usaha saya belum maksimal, atau karena mereka ASI nya lama (hampir 3 tahun dan waktu menyusunya bisa sampai 2-3 jam). Atau karena emang doyan banget roti-rotian, permen dan makanan manis??

Entahlah. . .

Dan sekarang saya juga dibuat resah karena gigi tetap anak sulung saya sudah mulai tumbuh tapi gigi susunya belum lepas, dan dia ogah dicabut. Hiks. . .

Nah, karena itulah kesehatan gigi jadi amat penting karena berhubungan langsung dengan penampilan dan nilai estetis, gak kebayangkan wajah cakep dan keren tapi giginya gak rata dan ‘maju mundur’. Kecuali gigi abnormal yang bikin cantik; ginsul.

Jadi ada cerita menarik yang melatarbelakangi bahasan saya tentang gigi kali ini.

Kemarin-kemarin kami beli es jus di penjual tepi jalan di daerah saya yang terkenal lumayan enak dan laku juga. Yang paling menonjol sih si penjualnya. Ibu muda beranak satu, cantik, modis dan stylish juga dengan dandanan pake turban model mutakhir, make up, eye shadow biru, eye liner dan gak ketinggalan bulu mata palsu dan lipstik mentereng. Cocok-cocok aja sih dan gak berlebihan, sesuai usianya lah. Tapi kemudian ada yang janggal ketika ia tersenyum dan bicara.

Maaf, bukannya saya membicarakan kejelekan orang, ini hanya sebagai pelajaran tentang pentingnya kebersihan gigi karena berhubungan langsung dengan kecantikan dan kesehatan. Giginya amat bertolak belakang dengan penampilannya yang total tadi. Bisa dibilang kurang bersih, kuning kecoklatan dan aneh karena ada tempelan (entah perak, mutiara sintetis atau asesoris apa, yang jelas bukan behel) warna-warni di giginya itu. Sungguh kontras dan berpotensi meluluhlantakkan image bengkeng (Bahasa Banjar yang artinya keren, gaya, aksi dsb) yang telah terbangun melalu dandanannya tadi.

Ironiskan jadinya??

Lalu ada juga orang yang biasa-biasa saja, dandanannya standar gak make up, tapi ketika tersenyum mampu memalingkan duniaku dan duniamu karena manis dan pesonanya dan deretan gigi yang bersih terawat.

Memang ya, kalo perawatan gigi modern yang aman gak bisa dibilang murah, mahhal bingit dan lumayan menyita waktu juga (dulu pas menambal gigi anak saya maharnya dua ratus ribuan, seorang family pasang satu gigi palsu di depan hampir setengah juta dan tiga kali pertemuan). Tapi kalau sejak dini telaten membersihkan kita sebenarnya tak perlu merogoh kocek dalam-dalam hanya demi gigi. Resep nenek moyang selalu bisa jadi andalan: abu gosok dan sirih bisa menolong sebagai pencegahan. Syukur-syukur kalau rajin ke dokter gigi 6 bulan sekali.

Jadi ingat ada aktris Korea yang punya deretan gigi yang rapi dan putih bersih, walau dandanannya minimalis ia sangat mempesona di drama Miss Korea berperan sebagai Oh Ji Young yang di kompetisi wajah polos di drama itu, ia dinilai karena senyumnya yang menawan. Inilah dia Lee Yoon Hee:

miss-korea-e11-mkv-002070.jpg

oh-ji-young-senyum-screen.jpg
Waikikiii. . .

So sweet banget kan senyuman yang tampil bersama deretan gigi yang bersih terawat?

Gigi oh gigi. . .

Cerita tentang gigi lainnya:
Jangan Mengaku Galau Kalau belum Merasakan Sakit Gigi

Gigi Julak Ijuh



Gambar dari:
Eyang Kakung Google

JANGAN MENGAKU GALAU KALAU BELUM SAKIT GIGI

GALAU. . .

Kata itu sempat hits banget tahun lalu, apalagi di sosial media banjir status galau saban hari. Apa sih sebenarnya artinya? Terjemah bebasnya sih biasanya identik dengan suasana hati yang gak enak, sedih, melow, atau apalah yang sejenis itu. Biasanya sih yang paling mudah abis patah hati atau ketemu mantan udah move on dan punya gandengan (ha. . .nyesek pasti dan dijamin galau berhari-hari).

Tapi ternyata, gak cuma sakit hati yang bisa bikin galau, sakit gigi juga.

sakit-gigi.jpg

Hmm. . . Jadi ingat lagunya Meggy Z. tempo dulu yang katanya LEBIH BAIK SAKIT GIGI DARI PADA SAKIT HATI. Ah, apa iya??

Kalau menurut saya galau karena patah hati itu mah biasa (saya masih bisa makan dengan lahap ketika sakit hati). Yang luar biasa itu GALAU KARENA SAKIT GIGI. Yah. . .kecuali orang-orang yang gak pernah mengalami sakit gigi, beruntunglah dia, karena sakit gigi merupakan peringkat galau tingkat dewa alias ada pada kasta tertinggi (menurut saya, tapinya).

Jadi, masalahnya adalah, anak bungsu saya yang masih 3 tahun itu sakit gigi karena giginya berlubang (ketahuan dah mamahnya payah jaga kesehatan gigi anaknya). Sudah seminggu berlalu gitu deh, pas dibawa ke puskesmas kecamatan cerita galau itu berlanjut.

Ni anak udah hampir semaleman gak bobo, pagi banget saya ke puskesmas, eh dapet nomer antrian 4. Nunggu deh, gak taunya itu puskesmas ada perubahan sistem data pasien. Biasanya dicatet manual aja pake pulpen di kertas, tapi sekarang pake sistem komputer online-online gitu. Dan parahnya, itu adalah hari pertama pemberlakuan penyalinan data. Maka jadilah pasien yang antri berjubel menjejali ruang tunggu dan menyesaki tempat duduk yang kelebihan muatan.

Hari Senin pula, bertepatan dengan jadwal imunisasi bayi dan jadwal cek kondisi ibu ibu hamil. Fiuh. . .dah! Kebayang gak, 45 menit saya menunggu dengan di iringi backsound tangisan anak digendongan saya yang cetar menggelegar karena gigi yang nyut nyut tak tertahankan??

Setelah hampir satu jam yang melelahkan dan menguras kesabaran juga emosi, akhirnya saya terima juga kertas keterangan surat periksa untuk memasuki ruang dokter gigi. Dan apa? Sedihnya lagi, galaunya lagi, saat dokter gigi yang ramah nan cantik itu harus menambal lubang gigi anak saya, katanya tidak bisa karena sudah 5 bulan Dinas Kesehatan tidak mengirimkan pasta dan bahan obat yang biasa digunakan untuk menambal gigi.

Berasa pengen mewek di tempat jadinya, untung saya masih waras dan isi kepala belum pindah ke dengkul. Duh. . . Apa pemerintah sibuk ngurusin mau pemilu aje? Nyampe lupa suplay obat ke puskesmas yang saban hari selalu jadi tempat andalan masyarakat menengah ke bawah untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Sungguh TEGANYA TEGANYA TEGANYA. . . . . . (lagi, minjam liriknya om Meggy).

Walhasil, saya pulang dengan membawa Paracetamol sirup dan disuruh ke rumah sakit besar atau dokter gigi praktek. Karena percuma juga diobati kalau lubang gigi yang jahat itu belum diatasi.

Maka jadilah minggu ini di awal tahun 2014 ini adalah FASE TERGALAU DALAM HIDUP SAYA. Halah, lebay parah, efek kebangun-bangun tengah malam.

Nah, mangkanya! Masih males ngerawat gigi? Masih menyepelekan sakit gigi? Masih males dan alergi dokter? Apa iya sakit gigi biasa aja? Sakit hati dan sakit gigi sama aja gak enaknya. Suara orang bicara aja udah kayak petir membelah kepala. Saking sakitnya ampe berasa nyaris gila, liat orang ketawa mau dicekik saja.

Duh. . . Sakit gigi!


Gambar dari:
klinikgalau.net

KETIKA PENYAKIT MAAG SEMAKIN PARAH

Ketika Penyakit Maag Semakin Parah

Siapa yang tidak kenal dengan penyakit maag? Penyakit yang nampaknya biasa dan sepele (atau disepelekan), yang hadir lantaran masalah pencernaan, asupan makanan dan peningkatan kadar asam pada lambung.

Tapi siapa sangka jika sakit maag bisa berbuntut panjang dan tambah parah? Yang lebih gawat lagi bisa mengundang penyakit yang lainnya datang. Loh, kok bisa?

Nah, karena itulah saya akan berbagi sedikit pengalaman tentang penyakit maag akut yang pernah saya derita.

Setelah kelahiran anak ke dua, saya merasakan perubahan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Tambah repot itu pasti, karena disamping harus mengurus bayi, saya juga masih harus mengurus anak pertama saya yang kala itu masih TK. Antar jemput setiap hari, kerepotan pagi dan kelelahan membuat saya tak sempat sarapan dan makan tak teratur. Buntutnya selama dua tahun saya sering mual, pusing dan muntah. Mengkonsumsi obat maag jadi pilihan saya.

Sampai suatu hari saya muntah terus setiap kali makan atau minum sesuatu. Disangka hamil lagi, tapi setelah dicek negatif. Saya sudah berobat tapi tak kunjung membaik. Sampai disarankan opname saja karena hampir seminggu tak dapat makan apapun. Walah. . . Bagaimana dengan anak-anak? Siapa yang mengurusnya?

Lalu suami mencoba membawa saya ke tukang urut yang terkenal bisa menangani masalah gangguan pada perut (karena saat itu obat-obatan sudah tak mempan lagi). Ternyata maag saya benar-benar parah bukan buatan, bagian ulu hati saya kembung dan mengeras. Kala itu nyeri dan sakit sekali.

Oleh beliau saya disarankan mengkonsumsi bawang putih dan kencur setiap pagi sebelum makan apa-apa selama 3 hari berturut-turut. Dan alhamdulilah, kondisi saya membaik, dan mulai bisa makan tanpa muntah lagi.

Saya sempat kehilangan berat badan 6 kg dan wajah pucat, tubuh super lemas. Ternyata, itu belum berakhir, mendadak mata saya menjadi kuning/jaundice. Saya periksa lagi, ternyata saya mengidap gejala hepatitis. Duh. . . Rasanya tak percaya saya bisa kena radang hati yang bila tak ditangani dengan segera dan benar bisa menjadi sirosis sampai kanker hati.

Rupanya karena sering mengkonsumsi obat karena sakit maag menahun, barangkali hati saya mengalami kerusakan. Saya nyaris putus asa dan benar-benar tertekan. Saya malas jika harus ke RS lagi karena sudah sering ke sana saat operasi tumor di tahun 2009 (nanti jika ada kesempatan saya akan sharing).

Penyakit itu menebus dosa-dosa kecil yang pernah dilakukan.

Membuat saya tersadar dari kealpaan yang membuat terlena selama ini. Muncul tekad dalam diri saya untuk sembuh walau tanpa obat, karena mengkonsumsi obat-obatan hanya akan memperparah kerusakan hati saya.

Namanya ibu rumah tangga, walau sakit (saya sempat meriang, pusing, mudah lelah dan nafas ngos-ngosan) saya paksakan tetap beraktifitas seperti biasa, meski tak semua pekerjaan rumah terselesaikan dan amat sangat berantakan. Sampai kemudian di pasar saat saya hendak beli buah-buahan ada yang menyarankan untuk meminum air perasan temu lawak. Katanya bagus untuk lever dan menguatkan organ hati.

Sekali lagi alhamdulilah, Allah yang Maha Menyembuhkan, lewat ramuan temu lawak itu berangsur-angsur mata saya tidak kuning lagi, nafsu makan membaik, tubuh segar dan tak lemas lagi. Sekarang saya bisa sehat dan normal kembali menjalankan aktifitas harian sebagai istri sekaligus ibu.

Sekedar saran buat para pembaca setia blog saya. Penyakit bukan akhir segalanya. Terima apapun keadaannya dan tetap yakin, tak menyerah untuk mencari solusi penyembuhan. Bagusnya lagi, penyakit itu mengurangi dosa dan jadi ladang pahala jika kita tabah dan sabar bersamanya dalam mencari kesembuhan.

bawangputih1.jpg

Bawang putih bagus untuk penyakit maag dan mengatasi gangguan lambung seperti mual dan muntah atau kembung. Caranya bisa dikonsumsi langsung atau diparut bersama satu ruas jari kencur, diberi sedikit air, diperas dan diminum air perasannya. Minum setiap pagi sebelum makan apapun atau bisa kapan saja saat gangguan lambung menyerang.

temulawaklengkap.jpg

Temulawak, tumbuhan rimpang yang mirip dengan kunyit ini tidak hanya menambah nafsu makan. Kandungan zat kurkuminnya terbukti ampuh mengatasi peradangan dan memperbaiki fungsi organ hati, juga menambah vitalitas, imunitas dan kebugaran tubuh supaya tak mudah lelah dan tak gampang sakit. Caranya parut temulawak beri air matang kira-kira setengah gelas, peras dan minum rutin setiap hari 1-2 kali sehari, boleh ditambah madu atau gula merah.


Gambar bawang putih dari:
pharmabright.wordpress.com
Gambar temulawak dari:
sehatituanugerah7.blogspot.com

BERMAIN PASIR: KEGEMBIRAAN YANG BERBUAH PETAKA

Masih ingat dengan tulisan saya yang berjudul ANAK-ANAK ITU ?. Yang menceritakan tentang asyiknya anak-anak saya bermain pasir.Ternyata, dibalik kreatifitas dan kesenangan yang didapat saat bermain pasir itu, ada bahaya tersembunyi yang luput saya sadari.

Apa pasal? Ke dua anak saya mengalami bentol-bentol dan gatal-gatal yang amat sangat gatal terutama pada malam hari. Dari info seorang teman, ada kemungkinan anak saya terinfeksi cacing pasir yang amat sangat kecil/mikro yang masuk ke dalam kulit.

Lalu saya googling dan menemukan sebuah artikel yang menjelaskan tentang ini, dan semua tanda dan gejala persis ada pada anak saya.

Cacing pasir atau cutaneous larva migrans atau creeping eruption adalah cacing yang bisa masuk ke dalam kulit karena kontak langsung dengan media yang kotor seperti tanah, lumpur atau pasir. Rentan menyerang anak-anak karena hobi mereka bermain di tanah, duduk ‘balapak’. Paling sering yang kena adalah kaki, sela-sela pantat dan perut.

Perjalanan penyakit( larva migrans cutaneous). Pada manusia, masa tunasnya mencapai beberapa hari dan penyakit ini dapat berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan bila tidak diobati. Awalnya hanya berupa bintik merah gatal (mbentol), lalu melonjong, memanjang, berkelak-kelok seperti spiral. Gatal pada malam hari, lantaran saat itu si Larva cacing jalan-jalan berlenggak-lenggok menyusuri kulit rata-rata 2mm-3mm per hari. Jadi jika alur lenggak-lenggoknya sekitar 15 cm, berarti kira-kira sudah berlangsung sekitar 5 hari.

Pengobatan biasanya dilakukan dengan penyemprotan Chlorethyl, tapi hanya bersifat sementara dan tidak mematikan cacing dan larvanya sampai tuntas. Jadi pengobatan yang lebih dianjurkan adalah dengan Albendazole. Dosis dewasa dan anak di atas 2 tahun: 400 mg perhari, dosis tunggal, selama 3 hari atau 200 mg dua kali sehari selama 5 hari. Dosis anak kurang dari 2 tahun: 200 mg perhari selama 3 hari. Atau 10-15 mg per kg berat badan, 4 kali perhari selama 3-5 hari.Jining Wang, MD, February 28, 2006. (sumber: http://cakmoki86.wordpress.com/2007/02/02/ Dengan sedikit perubahan)”

Sungguh mengerikan bukan? Jadi ini penting bagi para orang tua ataupun kalian yang punya adik atau keponakan, sanak saudara, tetangga, anak-anak agar tidak mengalami hal seperti yang saya alami ini.

Berikut foto telapak kaki anak saya yang gatal-gatal karena ada larva cacing di dalamnya dan menjadi parasit yang sangat mengganggu.

cacing-pasir-1.jpgcacing-pasir-2.jpg

Saya dan suami sudah melakukan usaha pengobatan sedini dan semaksimal mungkin sebelum tambah parah. Dengan segenap kerendahan hati kami sekeluarga mohon bantuan doa kepada semua pembaca dan pengunjung setia blog ini, agar Allah memberikan kesembuhan kepada ke dua anak saya agar segera terbebas dari infeksi cacing ini.