INI BLOG BARUNYA RUSMINAH QUMAINAH

Setelah mendapatkan kabar buruk tentang akan dihapuskannya layanan blog ponsel gratis Mywapblog, maka saya sebagai salah satu usernya yang sudah terlanjur menetap selama kurang lebih tiga tahun di http://qhumaie.heck.in, kini sayapun terpaksa membangun rumah baru lagi dari awal. Benar-benar dari awal lagi. Meski sempat pesimis untuk ngeblog di platform lain semisal WordPress ini atau Blogspot karena ketiadaan laptop, tapi saya putuskan untuk tetap jadi pejuang kata melalui tulisan dan tetap ngeblog lagi. Ini lewat hape lo, untunglah WordPress udah cukup ramah buat orang-orang yang gak bisa akses blog lewat laptop, sudah ada aplikasi WordPress untuk android yang bisa diunduh langsung, gratis di Playstore.

  • So,welcome for me!!!
Advertisements

PEMBERITAHUAN

Tes. . Tes. . Ting. . Setetes langsung bunting. Eh, tes percobaan! Iya, saya beritahukan bahwa saya MAU BELAJAR MENYUNTING CSS. Jadi apabila melihat blog saya kacau balau anggaplah kena ulekan sambal CSS yang gagal.

Burung Irian burung Cendrawasih, cukup sekian dan terima kasih.

KENDALA MENULIS DAN KUCING TAK BERTARING

Oh. .oh. . Ada apakah gerangan ini? Kemarin-kemarin sudah rampung baca buku Layla Majnun, dan ketika hendak mereviewnya di blog malah jadinya tidak karuan, drafnya hilang, padahal saya sudah demikian kerasnya menguras otak dan jemari saya keriting serupa mi instan kemarin.

Biasanya kan saya posting pakai UC BROWSER karena lebih cepat dan langsung full screen, sehingga bisa langsung atur kode penulisan. Ternyata dan ternyata UC saya mogok kerja. Ah. . . Jadi berandai-andai jika saja punya laptop. Oke, menabung dulu ya.

Terus ada lagi Nokia Express yang ternyata sangat bertolak belakang dengan namanya. Loadingnya secepat siput kena tabur garam dapur. Satu-satunya fiturnya yang lumayan hanyalah kemampuan unduh lagu bisa lebih dari satu. Jangan coba buat blogwalking, sampai bangkotan loadingnya gak penuh-penuh, menulis posting, draf gaib entah kemana, gagal simpan bahkan tanpa bisa kembali ke halaman sebelumnya. (nyesek). Jadi ini pakai opera mini hasil unduh kesana kemari, lumayan lah daripada lumanyun. Terus anak nagih game terus, gak tahu kalau memory hape saya Nokia 206 seharga 610.000 ribu rupiah ini sudah sesak padat dan semok.

Iri juga sebenarnya dengan android dan gadget cantik bertombol qwerty. Tapi sepertinya jari saya tak pantas untuk mereka. Karena kebiasaan jadi kuli dapur, korban ulekan cobek dan sambal. Maka bila mencet tombol qwerty, hurufnya bisa dobel dan kembaran dengan yang di sebelahnya. Layar sentuh apa lagi, bisa lari kemana-mana layarnya. Belum lagi kalau mesti klik yang kecil-kecil, jari saya benar-benar tidak di desain untuk itu. Gak kena-kena dan gak matching. Mahal pula ternyata, di atas bilangan juta

Huft. . . Begini ni, kalau sifat asli ibu-ibu keluar. Habis semua saya berondong satu persatu. Maklum efek siklus perempuan yang datang dengan segala aneka keluhan, perut sakit, pusing, sampai tulang beluang yang terasa lepas dari badan. Kucing pun gak luput jadi bahan omelan.

Iya, kucing saya di rumah tak mau lagi menangkap tikus, sukanya makan ikan goreng saja. Pantas ya, tikus-tikus modis sampai merangsek ke gedung dewan, morotin duit rakyat sesuka hatinya. Habisnya. . . Kucing-kucing keadilan pada kehilangan cakar dan taringnya. Makanya tikus-tikus semakin meraja lela, lemari antik di dapur saya pun tak luput di gerogotinya.

Kembali pada masalah menulis, bukan bosan atau kehabisan bahan. Tapi kendalanya di luar kemampuan saya, di era yang konon katanya moderen ini ternyata kita masih berkutat dengan segala ketertinggalan. Koneksi internet saja masih di bawah rata-rata, di jam-jam padat menjelang malam aksesnya sungguh memilukan, merayap, stagnan dan jalan di tempat persis tayangan sinetron di jam-jam prime time yang masih tak beranjak dari pola cerita yang itu juga.

Malu jadinya rasanya, ngaku melek teknologi, tapi masih tertinggal. Dan Estonia lah negara dengan akses internet tercepat di dunia, kabarnya unduh file dinosaurus cuma hitungan detik saja.

Lalu malas rasanya menulis sesuatu yang kesannya ‘berat dan berisi’ sekaligus memotivasi jikalau halangan dan rintangannya se kompleks ini. Padahal ide itu datangnya seperti bohlam menyala di atas kepala, jika tak di tuangkan segera, maka lampu itu akan padam dan pecah bertebaran, h i l a n g. . . Susah ditulis ulang.