BOLEHKAH DAKU, KEKASIH KU??

Bolehkah daku sedikit mengingat beberapa kenangan yang pernah berlalu dilindas laju waktu?
Kemudian melirihkan beberapa tetes airmata, ketika tak ada kata yang dapat berbicara mewakili betapa berat luka.

Bolehkah daku membuka lagi lembar-lembar diary dan surat-suratmu dahulu?
Yang terserak diam di antara daun-daun semak kekeringan, menabur lara ketika serangkaian cintamu tak kuasa ku terjemahkan….

Bolehkah sayangku…
Ku ketuk lagi pintu hatimu yang pernah menutup beberapa tahun lalu?
Untuk kemudian ku kembalikan serpihan rindu kita yang pernah terpisah,
Dan barangkali masih dapat ku temukan cinta kali ini.

Advertisements

KETIKA CANTIK HARUS PUTIH(KAH??)

Hai hai hai….. pemirsa budiman semua. Lama banget ya saya gak lagi mengisi blog ini, semakin terlantar saja kayaknya. Sampai-sampai gak ngeh kalo lagi ada event besar tahunan. Hmmm… semoga sukses aja semuanya!!

Okeh, sekarang saya mau coba menulis lagi. Kali ini tentang sesuatu yg wanita banget. Yap!! Saya mau bahas tentang kecantikan dan kosmetika di kalangan wanita.

Rasanya sudah sering banget ya kita lihat tontonan di TV atau baca-baca artikel di internet, majalah atau surat kabar deesbe, tentang efek samping krim pemutih wajah instan yang mengklaim dapat mencerahkan dalam waktu singkat. Gak kapok-kapok deh kayaknya, banyak produk pemutih gak jelas dan abal-abal yang beredar. Udah kena razia badan POM tapi kok teteup aja ada celah untuk beredar lagi. Dan gak kapok-kapok juga teteup aja kaum hawa apalagi buebu yang mau memakainya.

Memang menjadi cantik emang harus putih gitu??

Mestinya kita realistis aja, di Indonesia yang beriklim tropis yang lingkungannya cenderung panas dan penuh matahari sepanjang tahun, kulit mayoritas orang kita emang gak putih-putih banget, kuning langsat sampai cenderung ke sawo matang. Jadi yaaa… mau menjadi putih kinclong yang pake banget itu kalo menurut saya agak sedikit (ini nulis beginian apa gak bakal kena timpuk pengusaha kosmetik gak gue ni?) "melawan kodrat" kali ya. Lah? Habis tu kulit muka ampek dipaksa-paksa kelupasan sampe merah, perih, bengkak nyeri juga DEMI. Iya demi dapetin kulit yang putih kinclong ituh.

Yang membuat saya tergerak buat menulis ini adalah ketika saya menyaksikan dua orang (anggap saja) teman lah ya, yang nekad make produk pemutih yang gaje itu, yang beberapa tahun lalu udah pernah kena daftar sitanya badan POM sebagai salah satu produk kosmetik berbahaya. Nah lo!!!

Pemakai pertama adalah seorang remaja yang saat awal make itu dia masih SMP, sekarang sudah SMA siy. Sebenarnya kulitnya itu udah bagus, gak jerawatan kayak kebanyakan abege lainnya, tekstur kulitnya juga halus. Tapi ya itu tadi, warna kulitnya agak coklat, ya memang anaknya item manis padahal. Dan ketika saya melihat perubahan drastis pada wajahnya akhir-akhir ini, saya pun tahu kalo dia telah memakai produk pemutih. Saya jadi agak menyesalkan, sangat menyayangkan, dia masih muda, sangat muda, kasian kulitnya, kok make produk "keras" macam itu? Yang saya lihat warna wajah dan lehernya jadi kontras banget, wajahnya sekarang memang terlihat lebih putih, tapi jerawat merah-merah memenuhi pipi dan dahinya, dan bila panas mulai terik maka jadi merahlah wajahnya.

Apa perubahan dengan penampakan kulit putih kemerahan itu kah yang menjadi arti dari kata "cantik" dan "lebih baik" ??

Bukankah kulit luar kita yang menggelap itu sebagai tanda bahwa melanin bekerja keras untuk melindungi dari paparan sinar UV matahari yang dapat merusak kulit. So, kalo kulit pelindung luar itu kita kelupas? Apa jadinya? Rasanya sudah sangat banyak orang yang mengalami kerusakan kulit parah karena obsesi ingin putih ini, mengapa para wanita tak jua belajar dari sana??

Pemakai kedua, adalah seorang ibu muda. Yang ini lebih horrible lagi karena saya melihatnya langsung ketika ia sedang treatment wajahnya dan menjelaskan proses menyakitkan itu pada saya. Kala itu ia sudah melewati proses pengelupasan selama tiga hari, sedang parah-parahnya. Saya hanya bisa ternganga dibuatnya. Bahkan dia menyitir quotes tentang kecantikan wanita yang amat populer.

Katanya: "hidup ini pilihan, dan aku ini sedang memilih cara menyakitkan untuk memutihkan wajah. Bukankah bila tak ada rasa sakit, maka tak akan ada pencapaian?"

APA ?!!

Katanya, sambil terus mengipasi wajahnya yang mulai memerah, terasa panas terbakar dan perih karena krim dan toner pemutih itu, membuat saya speechless tapi tetap berusaha memahami "derita dan perjuangannya". Maka sayapun hanya #gagalpaham dibuatnya.

Iseng, saya membuka botol produk itu, mendekatkan nya ke hidung saya. Wekk!! Tercium aroma menyengat, yang terasa seperti campuran bau sengak ruang UGD RS dan cairan pembersih WC. Memang katanya, baunya sangat gak enak, bahkan adiknya sampai muntah-muntah karenanya. Hororr!!! Dan masih dipake juga, tiap harii !!! Hororr pangkat tiga buuuu.

Katanya, ini adalah percobaan yang ke sekian kalinya yang diterapkan pada wajahnya. Ia dengan gamblang mengakui bahwa wajahnya memang sering jadi kelinci percobaan berbagai macam kosmetik. Mulai dari produk yang terbilang aman yang ada ijin depkes dan bersertifikat halal dari MUI seperti yang biasa muncul tiap hari di iklan TV (katanya produk semacam ini proses nya lambat dan gak bikin putih kinclong bgt seperti maunya, memang kan itu untuk membersihkan dan merawat yang pada proses nya juga akan membuat kulit lebih cerah dan gak kusam. Dan ia gak cukup sabar pada proses itu.) dan sampai yang mengandung kode keras semacam produk pemutih yang bahkan tanpa izin edar, mulai dari krim pelembab biasa sampai krim racikan dokter ternama. Dari yang harga biasa sampai yang warbyazaaa. Dia pernah mencobanya sodara sodara!! Apalagi ia sempat berkutat pada bisnis online berbagai produk pemutih juga. Keberaniannya dalam hal yg satu ini, seketika membuat nyali saya ciut sekaligus bergidik ngeri.

Melihat semua perjuangannya itu dalam hati saya hanya dapat mendoakan semoga keinginannya dapat tercapai segera dan mengakhiri deritanya. Karena itu gak hanya berdampak pada wajah saja, tapi pada penggunaan jangka panjang juga dapat membahayakan organ dalam semisal ginjal dan bahaya juga buat kehamilan.

Karena itulah, saya tidak hanya berharap agar kaum hawa berpikir ulang untuk urusan kosmetik, berhati-hati dan lebih selektif lagi. Tetapi juga untuk para lelaki yang sering disinyalir lebih memilih cewek cantik (kecenderungannya sekarang pasti cantik itu putih, kan?) ketimbang cewek cerdas yang lebih mencintai kulitnya yang apa adanya dan memilih gak memutihkan wajahnya dengan cara-cara ekstrim (baca: jelek). Karena pada faktanya memang, para cowok lebih mungkin untuk menoleh dua kali pada cewek berwajah kinclong ketimbang yang tidak, ini saya sudah hapal banget rasanya, kenyang!!. Jadi dalam perkara kerusakan wajah akibat produk pemutih ini tidak hanya salah pada bahasa iklan kecantikan yang sering keterlaluan, tapi juga pada perlakuan kaum pria pada wanita. T E R L A L U.

Agaknya hal ini cukup membuktikan bahwa hidup itu keras, dan bila itu kehidupan perempuan maka akan dua kali lipatlah kerasnya. Wanita memang makhluk rumit yang suka hal keras tapi tidak pada kekerasan, yang senang putih dan pemutih tapi tidak pada keputihan. Haha….

Tetap semangat dan tetaplah mandi minimal dua kali sehari!!!
MERDEKAAA !!!!

Udah pernah tayang di sini juga :
ANTARA WANITA, KECANTIKAN DAN RIASAN WAJAH

AKHIRNYA DESCENDANTS OF THE SUN TAYANG DI INDONESIA


Gambar dari; lensaremaja.com

Kabar gembira buat pencinta drama Korea, drama yang paling hits di awal tahun 2016 dan paling ditunggu-tunggu kehadirannya akhirnya tayang di televisi swasta di Indonesia. RCTI menyiarkan drama ini sejak hari Senin tanggal 25 Juli 2016 kemarin, dari Senin sampai Jumat jelang tengah malam, pukul 22.30 WIB (jam tayang favorit penderita insomnia). Kalo di tempat saya, Banjarmsin dan sekitarnya kena hampir jam 12 WITA. Horee….

Senang banget juga tayangnya pake subtitel aja dan bukan dubbing, soalnya saya kurang sreg dengan drama korea yang didubbing. Kurang greget karena gak bisa denger oppa, daebak, omo, atau gomawo dengan aksen khas yang terdengar begitu seksi di kuping saya. Thanks ya RCTI.

Drama yang dibintangi oleh si mega bintang Korea super cantik Song Hye Kyo dan aktor cute Song Joong Ki ini berkisah tentang dua anak manusia berbeda profesi, visi dan misi namun punya satu perasaan yang sama. Tentang seorang tentara anggota pasukan khusus dan seorang gadis dokter. Fix banget yah dua profesi itu emang paling klop kayaknya, di kehidupan nyata juga kalo ada pasutri yang profesi serupa itu pasti deh dimana-mana jadi bahan kebanggaan buat keluarganya dan membuat nyempil-nyempil rasa iri dari orang disekitarnya.

Baru di episode pertama saja saya sudah dibuat ngiler klepek-klepek oleh aksi Joong Ki yang super terus terang tentang rasa sukanya pada si dokter cantik. Hye Kyo juga gak kalah menawan, perannya sebagai dokter muda ahli bedah yang sudah menyandang gelar profesor itu sangat pas dengannya. Membuat saya percaya, pantas saja netizen dalam dan luar negeri pada heboh tentang drama ini. Pantas saja sampai ada meme-meme yang bikin mupeng tentang Song Joong Ki yang dibanding-bandingkan dengan tentara ganteng di kehidupan nyata; Agus Harimurti, anaknya pak SBY. Pantas saja ke dua pemerannya dapat julukan SONG SONG COUPLE. Pantas saja mereka berdua digosipkan menjalin hubungan asmara beneran di luar drama. Pantas saja rating dramanya menanjak naik terus. Pantas saja drama dan artis pemeran nya dapat banyak penghargaan dan booming di seantero asia. ARRRGHHHHH….. JOONG KI. .. kamu terlalu manis untuk jadi tentara yang mesti baku tembak dan bersimbah darah!! Tidaaakkkkkkkk….

Gambar dari: hmetro.com.my

Lihat kacamatanya, betapa keren dan gagahnya Song Joong Ki oppa di drama ini. Dari sekian judul drama yang pernah dibintanginya, bisa dibilang drama inilah yang paling sukses melambungkan namanya.

Gak sabar seperti apa ceritanya (padahal guenya aja yang paling gak sabar, adahay nasib tak punya saluran TV digital), pantengin aja di RCTI setiap Senin sampai Jumat pukul 22.30 WIB. (sambil berdoa dalam hati semoga tayangnya konsisten sampai selesai).

Amiin!!

LEBARAN KALI INI

Assalamualaikum…. pemirsa semuanya… masih dalam suasana lebaran kan ya. Saya dan keluarga mengucapkan selamat hari raya idul fitri dan mohon maaf lahir dan batin.

Berbulan-bulan lamanya saya tidak lagi mengisi blog ini dan baru sekarang muncul kembali, sungguh terlalu. Akhir-akhir ini saya memang sedang dibuat ribet oleh layanan kartu operator seluler yang saya pakai dan saya percayai, kartu itu dengan teganya telah "mengkhianati" saya dengan bekerjasama bersama UC browser dan Menkominfo; mereka memblokir banyak sekali situs bermuatan negatif, dan yang anehnya Mywapblog juga termasuk dalam daftar blokir mereka. Kalo situs porno sih saya setuju aja diblokir, tapi ini MWB loh, situs penyedia blog kesayangan kita semua loh, kok bisa?? Memang sih gak sepenuhnya diblokir, hanya fitur pengunggahan foto yang tak bisa lagi digunakan lewat UC browser. Setiap kali saya mau mengunggah foto pasti begini:

Kejam kan? oh kenapa?

Saya juga sudah mendownload aplikasi MWB di Google play store, dan hebatnya sama sekali gak bisa diakses, sepertinya provider Three punya masalah tersendiri dengan MWB. Karena sepertinya itu tak ada masalah bagi pengguna kartu operator yang lain.

Jadi saya terpaksa mengunggah foto lewat opera mini, yah walau agak lama dan berat loadingnya (untung opmin gak ikut-ikutan sekongkol). Hiks….

Okelah, cukup dengan keluhannya. Kali ini saya cuma mau sharing kegiatan lebaran tempo hari. Biasa aja sih, silaturrahmi, sungkeman, makan-makan. Hari pertama setelah salat ied ngumpul di rumah ortu, dan juga ortu saya yang ke dua (eh?), maksudnya ke rumahnya father's second wife sama kakak, ketemu adik2 satu bapak beda ibu, ketemu adik tiri juga, terus ziarah kubur almarhumah mertua. Hmmm…. Setelah semua cerita panjang, konflik, guncangan kehidupan itu, menerima segalanya adalah suatu keharusan, kalo kita tetap mau waras sepanjang sisa umur yang singkat ini.

Kemarin-kemarin sempat terlibat konflik juga antara kita tiga saudara dengan orang tua, biasalah… beda visi dan misi antara dua lintas generasi. Karena itulah moment lebaran ini harus jadi titik balik untuk berbuat yang lebih baik, itu juga kan yang mewarnai kehidupan anak manusia? Dari konflik itu kita akan belajar cara menyelesaikan masalah dan meluruskan kekeliruan, menerima kenyataan, dan yang terpenting meminta dan memberi maaf. Semogaa…

Nah, yang paling saya senang sekali di lebaran tahun ini adalah saat berkunjung ke rumah adik kita yang bungsu, dia dan keluarga kecilnya baru pindahan, sekalian juga kakak saya yang berdomisili di luar kota ikut ke sana dan menjadikan mudiknya tahun ini paling berharga (biasanya cuma ngumpul di rumah mama). Maka jadi hebohlah ketika tiga saudara ini bersama, membuat para suami geleng-geleng kepala. Haha….

My beloved sisters; Kakak, adik
dan penampakan bocah-bocah nyempil dimana-mana.


Rencananya cuma mau foto bertiga, e tapi anak-anak ini gak mau ketinggalan. Putri kecil anak adik saya lah yang paling menawan, tertib dan manis, dia dijagain tiga sepupu laki-laki yang sangat menyayanginya.
Gadis kecil kesayangan kita!


Kata adik, saya itu adalah "jembatan yang membuat kita tetap keep in touch". Anak tengah mah gitu….
co cwiiit….

#jembatan yang dari tahun ketahun tambah lebar.
Tapi gue tetep paling tinggi kan kan kan.


Ini ni, trio huru-hara, pembuat ramai seisi dunia. Very great moment, see them grow up day bay day from kids, a boy, and then be a man. Cool?

Trio bapak-bapak, yang dua itu senderan di tembok kecapean bawa kita para ibu naik motor di sore hari yang panas.

Wefie ma kakak, gede-gedean muka.

Wefie ma adik, gak tahu dulu mama ngidam apaan sehingga si bungsu ini jadi yang paling mungil, dan cantik jugak :p

Teteup… penampakan dimana-mana.

Trio charlies angles, kakak tercinta di tengah ya….

Ini gak jelas ni apa yang diketawain?

Seru ya bisa ngumpul bareng gini, rasanya baru kemarin kita rebutan kamar mandi setiap mau ke sekolah, ribut terus, sekarang kita sudah punya kehidupan masing-masing dan tinggal berjauhan, cuma Idul Fitri yang bisa mempertemukan kita lagi. Huaaaaaaa….. kakak, adek, aku mewek neh…

Malam harinya kita mampir sebentar ke taman patung bekantan. Saya kurang tahu apa nama persisnya tempat ini, ada tulisan TAHER SQUARE di dekat taman yang masih terbilang baru dibangun di tengah kota Banjarmasin ini.

Di sini juga ada lapangan basket, wisata air dengan naik kelotok keliling alur sungai Barito, bisa foto-foto juga. Tapi sayang, mungkin karena masih baru, pepohonannya masih kurang sehingga di siang hari di sini sangat panas.
Semoga nanti tambah baik ya dan bisa benar-benar jadi ruang terbuka hijau yang rindang dan asri.


yang paling senang dan paling gak bisa diem dari semuanya.


foto sekali lagi ya kak, besok sudah mau pulang ke Batu Licin. Setahun lagi baru kita bisa ketemu.

#fotonya kurang mantap dalam gelap, cahayanya buram dan pecah…


Patung bekantannya ternyata bisa nyemprot air loh… kita bisa basah-basahan di bawahnya, brrrr….

Patung bekantan ini mengingatkan saya pada patung singa Merlion yang jadi ikon Singapura. Gak kalah kan kan kan…

Dan ini Banjarmasin punya!!

INDONESIA DARURAT KEKERASAN SEKSUAL

Tulisan ini dikirimkan oleh saudari saya melalui Whats Ap tempo hari. Sebuah tulisan yang disebarkan di media sosial namun tak diketahui siapa persis penulisnya, yang jelas tulisan ini lahir dari keprihatinan kaum perempuan yang merasa hatinya luka ketika menyaksikan berbagai berita pelecehan terhadap perempuan dan anak-anak gadis kita. Saya tergerak ikut serta menyampaikannya di sini dengan harapan dapat menyentuh kesadaran kita semua dan semakin meningkatkan kewaspadaan kita terhadap segala bentuk kejahatan terhadap perempuan, terutama kejahatan dan kekerasan seksual.


Saya tidak pernah tertarik untuk memposting foto ataupun kisah tentang kasus seseorang, namun kali ini, izinkan saya, sebagai seorang perempuan, mengeluh kesahkan apa yang saya rasakan.

Tidak heran, di Indonesia, ketika ada suatu kasus yang timbul, maka barulah kasus-kasus yang serupa ikut naik ke permukaan. Tak ubahnya kasus pemerkosaan sekaligus pembunuhan kpd Almh. Yuyun, siswi kelas 1 SMP asal Bengkulu yang diperkosa bergiliran oleh 14 laki-laki biadab dan tak berakhlak, yang sedang mabuk dan melampiaskan hasrat hewaninya kepada Almh, lantas dengan kejinya membuang mayat Almh, yang ternyata sudah meninggal dunia saat akhir-akhir pemerkosaan tsb dilakukan. Tragis memang. Anak perempuan yang sangat disayang oleh orangtuanya, yang diimpikan akan menjadi sukses, Ayahnya, Yakin (39), yang sejak kecil menjaga agar Yuyun baik-baik saja dan kelak menjadi wanita sukses, kemudian direnggut kewanitaan anak gadisnya dan dihancurkan hidupnya. Di akhir hidupnya, Yuyun harus menjadi santapan mereka yang mengaku manusia namun tak manusiawi, dan yang tak ingin disebut binatang, namun lebih rendah daripada binatang.

Muncul kasus lagi yang terkuak ke permukaan, kasus kali ini, siapapun yang membacanya, pasti akan tersayat hatinya, dan mungkin menitikan airmata. Bagaimana tidak, Eno Farihah (19), seorang pekerja di Tanggerang yang dengan sangat keji diperkosa dan dibunuh oleh lelaki yang mengaku berpacaran dengan Almh selama 1 bulan. Almh yang dengan sekuat tenaga menolak untuk berhubungan seksual, akhirnya membuat pacarnya yang baru berumur 16 tahun itu geram, dengan 2 orang lainnya, yang keduanya sama sama pernah ditolak dan tidak ditanggapi oleh Almh, mereka berusaha untuk memperkosa Almh. Ia pukul kepala Almh sampai berdarah darah, setelah itu diperksoa bergiliran oleh 3 orang biadab tersebut, Payudara Almh di gigit hingga berdarah, dan, yang saya tidak habis fikir dan sama sekali tidak terlintas di otak saya bahwa seorang manusia, yang hidup, memiliki alat indera yang sempurna, memiliki akal dan otak yang ukurannya sama disetiap individu, tega untuk memasukkan gagang cangkul kedalam vagina orang yang sempat dia bangga banggakan sebagai pacarnya, hasil visum Eno yang diakibatkan oleh masuknya gagang cangkul sedalam 50CM kedalam tubuhnya, yang dipaksakan, namun kemudian ditendang dengan kejinya agar gagang cangkul tersebut dapat masuk sepenuhnya kedalam vagina Eno. Almh. patah tulang pipi kanan berlubang, patah tulang rahang kanan, luka terbuka yang menembus lapisan penutup rongga panggul penggantung urat besar sebelah kanan. Robeknya hati sampai belakang bawah menembus ke atas dekat rongga dada kanan, robeknya paru-paru kanan bagian atas sampai bawah, pendarahan pada rongga dada 200 cc dan rongga perut 300 cc. Dan ya, Eno, yang menjadi satu satunya tulang punggung keluarga, harus diakhiri hidupnya oleh lelaki yang biadab.

Saya tidak ingin menyalahkan atau membenarkan pihak siapapun. Karena tanpa saya harus paparkan, kalian semua pasti sadar siapa yang tidak bermoral dan tak berkemanusiaan dalam kasus tersebut. Saya hanya ingin menyerukan, kepada yang membaca, bahwa, dibalik kehidupan manusia, dibalik tumbuh kembangnya seorang anak, ada orang tua, yang dengan keringat, air mata, biaya, dan tenaga, berusaha keras untuk membahagiakan anak anaknya, untuk menjaga anak anaknya, yang berharap anaknya dapat mengangkat derajat orangtuanya kelak. Bayangkan betapa hancurnya orang tua Almh ketika anaknya dijadikan hasrat pelampiasan nafsu syaitan? Bayangkan betapa kecewanya orang tua tersangka ketika anak yang Ia besarkan lantas tumbuh dan bersikap tak ubahnya seperti hewan?

Sekarang, saya, sebagai perempuan, merasa tidak aman berada dimanapun. Saya tidak ingin mengeneralisasi bahwa setiap laki-laki akan berbuat perbuatan keji yang dilakukan tersangka, namun pada kenyataannya, banyak serigala yang berlapis bulu domba. Dimanapun, kapanpun, siapapun, laki-laki, ataupun perempuan, semuanya punya hak hidup dan hak berteman dengan sesama. Namun siapa yang harus disalahkan ketika perlahan kebebasan individu untuk hidup dan berteman dengan sesama disalah gunakan sebagai ajang pelampiasan nafsu syaitan?

Maka kalau mati harus dibayar mati, saya akan lebih memilih para tersangka untuk dihukum mati. Kalau kalian ingin berpendapat bahwa dihukum mati adalah tindakan yang tak berkemanusiaan, maka, apakah tindakan memperkosa lalu membunuh adalah suatu tindakan kemanusiaan?

[REPOST] tulisan diatas tersebar luas di media sosial dan admin tidak tau siapa sebenernya penulis. Yang jadi garis besar adalah maraknya kasus kekerasan seksual pada perempuan semakin naik kepermukaan. Tapi apa yang harus dilakukan ketika hukuman bahkan bagi pelaku dibawah umur terkendala dengan HAM sehingga tidak bisa ditahan atau diberi hukuman setimpal?

LAGU SLOW ROCK MALAYSIA; ANTARA TOTALITAS SENI, GETIRNYA CINTA DAN KENANGAN

Entah mengapa tiba-tiba jadi ingin menulis ini. Nostalgia sejenak yuk…….

Siapa yang tak kenal lagu-lagu bertema galau dari negeri jiran Malaysia? Yang dahulu pernah merajai chart-chart tangga lagu di radio di era 90 an. Mengenang ini, disadari atau tidak, maka kita sudah mulai tua. Sebutlah lagu milik Slam yang cukup fenomenal, Gerimis Mengundang, dulu, di masa jayanya dulu selalu diputar dimana-mana, sampai dirilis ulang dengan genre kedangdut-dangdutan oleh biduanita Indonesia. Atau lagu milik Iklim berjudul Suci Dalam Debu, atau dari band Fenomena Tiada yang Lain, yang sangat hits dengan lirik sendu dibuka oleh “semilirnya angin malam ini….. membuaiku larut dalam lamunan…” Ada juga grup band Screen, Stings, UKAY’s,Spoon, Eye, Lestari, Exist, dari penyanyi solo ada Darmansyah dan Sultan and many more…(dapatkan kaset dan CD mereka, udah kayak iklan penjualan kaset ajah, hahaha….)

Intinya, lagu-lagu jadul mereka sangat melekat di ingatan bagi orang-orang yang melalui masa muda/remaja nya di era itu. Everlasting love song lah pokoknya. Bahkan sampai detik ini saya masih ingat betul suasana ketika lagu-lagu Malaysia sedang trend-trend nya. Di dalam kelas ada gitar, sebuah buku lagu catatan sendiri, beberapa remaja SMA/SMP yang galau (dulu belum trend istilah galau ya) saat jam-jam kosong, duduk berkelompok sambil telapak tangan menepuk meja, alunan gitar, menyanyi, patah hati dan merasa terwakili oleh lagu-lagu itu. Benar-benar unforgettable moment banget dah.

Kinipun saya mengakui, bahwa suatu karya dapat jadi abadi di hati pencintanya (pengecualian bagi mereka yang menganggap itu musik menye-menye atau cengeng) karena memang ada “sesuatu” di dalamnya yang akan membuat orang tak bisa melupakan nya. Itu adalah totalitas mereka dalam seni musik, hampir bisa dipastikan, seingat saya, mereka benar-benar menjual kwalitas musik dan suara, bukan kelebihan fisik semisal ketampanan wajah (atau kelebihan onderdil dalam goyangan pengundang syahwat), bahkan ada yang sudah cukup berumur (untuk tak menyebut tua) seperti vokalis Iklim itu, Saleem kalo gak salah nama beliau. Suara serak nan menghanyutkan, dentuman drum yang menghentak dipadu irama gitar yang menyampaikan berjuta makna akan kegetiran takdir cinta dan kenangan yang tak akan terlupa.

Ya, sepertinya kita harus sepakat, bahwa kenangan-kenangan punya moment, timing, dan lagunya tersendiri, setiap kita punya itu, dan beberapa diantaranya saya temukan dalam kumpulan lagu-lagu lawas slow rock Malaysia.

Bahkan kala itu ada beberapa nama musisi dan penyanyi Indonesia yang sempat berkolaborasi dengan penyanyi Malaysia, sebutlah Inka Cristy dan Ami Search (penyanyi lagu Isabella yang fenomenal itu). Melahirkan lagu yang tak kalah fenomenal juga berjudul Nafas Cinta;

“sesaknya nafas di dadaku, mengenang percintaan kita….. Dapatkah kita meneruskan impian dan harapan…..”

Warna musik mereka sangat mempengaruhi trend musik di pasar tanah air, genre slow rock seakan jadi trademark tersendiri di era 90 an. Banyak nama-nama musisi yang mau tidak mau akan menyeret kita pada era kejayaan yang telah ditinggalkan itu. Ada Deddy Dores, pencipta lagu bertangan dingin yang melejitkan nama besar Nike Ardila dan Nafa Urbach. Yang mana kematian di usia muda Nike Ardila telah menjadi tragedi terbesar adalam sejarah industri musik tanah air.

Hmmm….. sedikit out of the topic ya, tapi gak papa, itu berarti bahwa lagu Malaysia memang sangat mempengaruhi kita di Indonesia, sebuah kenyataan yang tak terbantahkan. Tapi sayang, di era kekinian sepertinya eksistensi lagu-lagu semacam ini mulai memudar, di awal tahun 2000 an muncul musisi Malaysia dengan wajah lumayan dari kalangan muda, sebutlah New Boyz yang memulai debut pertama mereka bahkan bisa dibilang masih usia kanak-kanak, ada juga Spin yang sempat hits dengan lagu duetnya, atau Thomas dengan lagu andalannya Syahara. Setelah itu dunia musik Malaysia seakan tak terdengar lagi suaranya, mungkin yang masih bisa kita lihat di layar kaca hanya biduanita Malaysia lintas benua; Siti Nurhaliza, yang sempat wara wiri diundang jadi juri di sebuah acara pencarian bakat penyanyi dangdut.

Tak hanya musiknya saja yang membuat terlena, kata-kata dan liriknya pun puitis dan mengena. Sedikit perbedaan bahasa sama sekali bukan kendala untuk memahami maknanya. Maka sebagai penutup, ijinkan saya mengutip sebuah lagu milik FAIR, sebuah lagu berjudul TERLANJUR MENYINTA yang GUEH BUANGET :

Dari dahulu mendengarkan suaranya.
Siapakah ia intan atau permata. Lalu ku tulis kata-kata pujangga. Menghiasi isi hatiku, hanya untukmu….

Luas lautan usah cuba diduga. Jadi ingatan teman sebagai pedoman. Namun ku terus cuba mendekatimu. Tetapi aku tertewas, kita tak serupa.

Kau bandingkan ku dengan kekayaan, ternyata aku ketinggalan walau ikhlas mencintaimu. Kau hina tanpa rasa simpati. Masih kedengaran cinta yang ku cari.

Baru kini aku sedari, bukan mudah untuk melewati… Sememangnya aku bersalah tidak mengerti.

Ku antara sejuta yang mencintaimu. Terlanjur menyinta dengan tulus suci tanpa jawapan pasti.

Bagaimana, adakah kiranya lagu Malaysia yang jadi theme songnya kehidupan Anda??

KETIKA ANAK LELAKI MENANYAKAN SEKS

Nulis beginian porno gak yah?? Tahu deh, saya cuma mau sharing pengalaman dan menularkan kegundahan saja.Hihihi……

Akhirnya, pertanyaan “rumit” itu keluar juga dari mulut bocah lelaki saya yang duduk di kelas 5 sekolah dasar itu.

Kemarin sore yang tenang, sepulangnya dari bermain dengan teman sebayanya, Fikri duduk menghampiri saya yang tengah santai di depan televisi. Dan bertanya;

“Mama, bersetubuh itu apa?”

(Iya pemirsa, suerrrrr Fikri nanya gitu, gak dengan kata-kata yang lebih halus semisal hubungan intim.)

JDER…..

Kaget laksana disambar copet di siang bolong adalah reaksi saya dimenit-menit awal, padahal saya sudah menyiapkan momen ini sejak setahun lalu saat ia mulai bertanya masalah tanda-tanda pubertas pada anak laki-laki. Ternyata ini loh saatnya , membatin saya kala itu. Maka mau tidak mau saya jelaskan dengan sebenar-benarnya dengan kata-kata dan istilah umum (nama kelamin tidak diganti dengan istilah lain, tetap apa adanya) yang dapat ia pahami. Sedapat mungkin saya coba singkirkan perasaan malu dan tabu, saya mesti jujur dan terbuka tanpa harus vulgar tentunya.

Anak saya itu memang sejak kecil kritisnya bukan main (bapaknya saja bilang anak cowok kok mulutnya bawel kayak cewek, udah kayak penyidik KPK saja saking cerewet dan detailnya), dari satu pertanyaan yang dijelaskan muncul lg serentetan pertanyaan. “Cairan yang keluar kalau mimpi basah itu apa ma?”. Ya saya jawab itu sperma namanya yang kalau ketemu sel telur wanita bisa jadi hamil lalu jadi anak karena bersetubuh (saya beri atau berhubungan seksual/suami istri) tadi (dari pertanyaan ini juga merembet ke masalah kenapa saya tiap hari menkonsumsi pil KB untuk mencegah dan merencanakan kehamilan), tapi itu HANYA UNTUK ORANG YANG SUDAH MENIKAH SEPERTI AYAH DAN IBU, kalau belum menikah gak boleh melakukannya. INGAT, disini kita perlu menekankan adanya konsep pernikahan agar anak paham bahwa hubungan seksual tak boleh dilakukan tanpa ikatan pernikahan yang sah dan juga menuntut tanggung jawab yang besar dan tidak main-main.

Dia mengangguk paham, saya kira selesai disana, ternyata masih ada lagi: “kalau air mani itu apa ma?”

Saya garuk-garuk hidung jadinya, ya itu sperma, nama lain dari sperma yang bisa keluar karena berhubungan suami istri atau karena mimpi basah jelang pubertas itu. Oh… manggut-manggut lagi, nah nanti kalo Fikri sudah ada tanda-tanda mimpi basah itu, nanti bilang ke mama ya, biar nanti mama ajari niat dan tata cara mandi wajib karena itu termasuk hadas besar. Paham? Dia mengangguk, ok ma !!

Oke sipp!

Sementara ini sih saya lihat wajahnya cukup puas dengan penjelasan itu, pokoknya sampai dia gak nanya2 lagi. Kemudian saya yang bertanya kenapa Fikri menanyakan itu, ternyata katanya tadi siang pas di sekolah dia belajar agama tentang hal2 yang membatalkan puasa, bersetubuh dan keluar air mani dengan sengaja termasuk diantaranya, maka jadi penasaran lah bocah lanang saya yang tahun ini baru memasuki usia 11 tahun itu. Oh… pantesan kata saya dalam hati, yang walaupun sudah dijelaskan secara garis besar oleh gurunya, rupanya anak saya ini tetap membawa segudang penasaran ketika pulang ke rumah. Ckckck……

Saya selalu berpikir seandainya anak saya perempuan mungkin saya tak akan semumet ini menjelaskan masalah pubertas dan seks, paling tidak karena saya juga perempuan itu pasti akan lebih mudah menyampaikannya. Tapi apa daya saya, alhamdulillah selalu karena saya punya dua anak lelaki yang cerdas, sangat kritis, dan untungnya masih mau bertanya dengan mamanya. Artinya mereka masih menganggap saya sebagai narasumber utama yang terpercaya (semoga) untuk melengkapi referensi khazanah kekayaan hidup dan dunia anak-anak mereka yang penuh warna dan tantangan ke depannya. Hahay……. bahasanya bo, kebanyakan stress ala ibu muda gini mah jadinya..

Muter-muter ngomongin masalah itu kemarin sampai sejam lebih, saya berusaha memberikan penjelasan gak hanya dari segi agama dan norma saja, tapi juga dari siklus normal manusia karena anak-anak juga sudah belajar mengenai sistem reproduksi makhluk hidup, jadi semua itu sangat penting agar anak-anak dapat mengenal diri mereka dengan baik, dan dapat lebih menghormati sesama dan juga lawan jenis mereka. Agar mereka tahu bahwa ada batasan dalam pergaulan dan berperilaku.

Membuat saya teringat dulu saat mungkin seusia Fikri saya pernah bertanya dengan saudara tua ayah (kami biasa memanggil beliau Amang) tentang kondom itu apa? Ha… Ternyata buah memang telah jatuh di bawah pohonnya. Skak mat!!

Hmmm…… Begini rasanya setelah “bom waktu pertanyaan rumit” itu akhirnya meletus, menjelaskan masalah pubertas ternyata lebih menakutkan dari menghadapi pubertas itu sendiri. Dan lagi, satu lagi cah lanang cah bagus yang juga menuntut ketabahan mamanya, Raffi minta di sunat liburan bulan puasa tahun ini. Bapaknya panik, belum genap 6 tahun lo, masih TK kecil lo…….

Selalu, bagi saya menjadi ibu adalah enjoying sweet horrible moment, menikmati momen mengerikan yang manissss. 🙂