LEBARAN KALI INI

Assalamualaikum…. pemirsa semuanya… masih dalam suasana lebaran kan ya. Saya dan keluarga mengucapkan selamat hari raya idul fitri dan mohon maaf lahir dan batin.

Berbulan-bulan lamanya saya tidak lagi mengisi blog ini dan baru sekarang muncul kembali, sungguh terlalu. Akhir-akhir ini saya memang sedang dibuat ribet oleh layanan kartu operator seluler yang saya pakai dan saya percayai, kartu itu dengan teganya telah "mengkhianati" saya dengan bekerjasama bersama UC browser dan Menkominfo; mereka memblokir banyak sekali situs bermuatan negatif, dan yang anehnya Mywapblog juga termasuk dalam daftar blokir mereka. Kalo situs porno sih saya setuju aja diblokir, tapi ini MWB loh, situs penyedia blog kesayangan kita semua loh, kok bisa?? Memang sih gak sepenuhnya diblokir, hanya fitur pengunggahan foto yang tak bisa lagi digunakan lewat UC browser. Setiap kali saya mau mengunggah foto pasti begini:

Kejam kan? oh kenapa?

Saya juga sudah mendownload aplikasi MWB di Google play store, dan hebatnya sama sekali gak bisa diakses, sepertinya provider Three punya masalah tersendiri dengan MWB. Karena sepertinya itu tak ada masalah bagi pengguna kartu operator yang lain.

Jadi saya terpaksa mengunggah foto lewat opera mini, yah walau agak lama dan berat loadingnya (untung opmin gak ikut-ikutan sekongkol). Hiks….

Okelah, cukup dengan keluhannya. Kali ini saya cuma mau sharing kegiatan lebaran tempo hari. Biasa aja sih, silaturrahmi, sungkeman, makan-makan. Hari pertama setelah salat ied ngumpul di rumah ortu, dan juga ortu saya yang ke dua (eh?), maksudnya ke rumahnya father's second wife sama kakak, ketemu adik2 satu bapak beda ibu, ketemu adik tiri juga, terus ziarah kubur almarhumah mertua. Hmmm…. Setelah semua cerita panjang, konflik, guncangan kehidupan itu, menerima segalanya adalah suatu keharusan, kalo kita tetap mau waras sepanjang sisa umur yang singkat ini.

Kemarin-kemarin sempat terlibat konflik juga antara kita tiga saudara dengan orang tua, biasalah… beda visi dan misi antara dua lintas generasi. Karena itulah moment lebaran ini harus jadi titik balik untuk berbuat yang lebih baik, itu juga kan yang mewarnai kehidupan anak manusia? Dari konflik itu kita akan belajar cara menyelesaikan masalah dan meluruskan kekeliruan, menerima kenyataan, dan yang terpenting meminta dan memberi maaf. Semogaa…

Nah, yang paling saya senang sekali di lebaran tahun ini adalah saat berkunjung ke rumah adik kita yang bungsu, dia dan keluarga kecilnya baru pindahan, sekalian juga kakak saya yang berdomisili di luar kota ikut ke sana dan menjadikan mudiknya tahun ini paling berharga (biasanya cuma ngumpul di rumah mama). Maka jadi hebohlah ketika tiga saudara ini bersama, membuat para suami geleng-geleng kepala. Haha….

My beloved sisters; Kakak, adik
dan penampakan bocah-bocah nyempil dimana-mana.


Rencananya cuma mau foto bertiga, e tapi anak-anak ini gak mau ketinggalan. Putri kecil anak adik saya lah yang paling menawan, tertib dan manis, dia dijagain tiga sepupu laki-laki yang sangat menyayanginya.
Gadis kecil kesayangan kita!


Kata adik, saya itu adalah "jembatan yang membuat kita tetap keep in touch". Anak tengah mah gitu….
co cwiiit….

#jembatan yang dari tahun ketahun tambah lebar.
Tapi gue tetep paling tinggi kan kan kan.


Ini ni, trio huru-hara, pembuat ramai seisi dunia. Very great moment, see them grow up day bay day from kids, a boy, and then be a man. Cool?

Trio bapak-bapak, yang dua itu senderan di tembok kecapean bawa kita para ibu naik motor di sore hari yang panas.

Wefie ma kakak, gede-gedean muka.

Wefie ma adik, gak tahu dulu mama ngidam apaan sehingga si bungsu ini jadi yang paling mungil, dan cantik jugak :p

Teteup… penampakan dimana-mana.

Trio charlies angles, kakak tercinta di tengah ya….

Ini gak jelas ni apa yang diketawain?

Seru ya bisa ngumpul bareng gini, rasanya baru kemarin kita rebutan kamar mandi setiap mau ke sekolah, ribut terus, sekarang kita sudah punya kehidupan masing-masing dan tinggal berjauhan, cuma Idul Fitri yang bisa mempertemukan kita lagi. Huaaaaaaa….. kakak, adek, aku mewek neh…

Malam harinya kita mampir sebentar ke taman patung bekantan. Saya kurang tahu apa nama persisnya tempat ini, ada tulisan TAHER SQUARE di dekat taman yang masih terbilang baru dibangun di tengah kota Banjarmasin ini.

Di sini juga ada lapangan basket, wisata air dengan naik kelotok keliling alur sungai Barito, bisa foto-foto juga. Tapi sayang, mungkin karena masih baru, pepohonannya masih kurang sehingga di siang hari di sini sangat panas.
Semoga nanti tambah baik ya dan bisa benar-benar jadi ruang terbuka hijau yang rindang dan asri.


yang paling senang dan paling gak bisa diem dari semuanya.


foto sekali lagi ya kak, besok sudah mau pulang ke Batu Licin. Setahun lagi baru kita bisa ketemu.

#fotonya kurang mantap dalam gelap, cahayanya buram dan pecah…


Patung bekantannya ternyata bisa nyemprot air loh… kita bisa basah-basahan di bawahnya, brrrr….

Patung bekantan ini mengingatkan saya pada patung singa Merlion yang jadi ikon Singapura. Gak kalah kan kan kan…

Dan ini Banjarmasin punya!!

INDONESIA DARURAT KEKERASAN SEKSUAL

Tulisan ini dikirimkan oleh saudari saya melalui Whats Ap tempo hari. Sebuah tulisan yang disebarkan di media sosial namun tak diketahui siapa persis penulisnya, yang jelas tulisan ini lahir dari keprihatinan kaum perempuan yang merasa hatinya luka ketika menyaksikan berbagai berita pelecehan terhadap perempuan dan anak-anak gadis kita. Saya tergerak ikut serta menyampaikannya di sini dengan harapan dapat menyentuh kesadaran kita semua dan semakin meningkatkan kewaspadaan kita terhadap segala bentuk kejahatan terhadap perempuan, terutama kejahatan dan kekerasan seksual.


Saya tidak pernah tertarik untuk memposting foto ataupun kisah tentang kasus seseorang, namun kali ini, izinkan saya, sebagai seorang perempuan, mengeluh kesahkan apa yang saya rasakan.

Tidak heran, di Indonesia, ketika ada suatu kasus yang timbul, maka barulah kasus-kasus yang serupa ikut naik ke permukaan. Tak ubahnya kasus pemerkosaan sekaligus pembunuhan kpd Almh. Yuyun, siswi kelas 1 SMP asal Bengkulu yang diperkosa bergiliran oleh 14 laki-laki biadab dan tak berakhlak, yang sedang mabuk dan melampiaskan hasrat hewaninya kepada Almh, lantas dengan kejinya membuang mayat Almh, yang ternyata sudah meninggal dunia saat akhir-akhir pemerkosaan tsb dilakukan. Tragis memang. Anak perempuan yang sangat disayang oleh orangtuanya, yang diimpikan akan menjadi sukses, Ayahnya, Yakin (39), yang sejak kecil menjaga agar Yuyun baik-baik saja dan kelak menjadi wanita sukses, kemudian direnggut kewanitaan anak gadisnya dan dihancurkan hidupnya. Di akhir hidupnya, Yuyun harus menjadi santapan mereka yang mengaku manusia namun tak manusiawi, dan yang tak ingin disebut binatang, namun lebih rendah daripada binatang.

Muncul kasus lagi yang terkuak ke permukaan, kasus kali ini, siapapun yang membacanya, pasti akan tersayat hatinya, dan mungkin menitikan airmata. Bagaimana tidak, Eno Farihah (19), seorang pekerja di Tanggerang yang dengan sangat keji diperkosa dan dibunuh oleh lelaki yang mengaku berpacaran dengan Almh selama 1 bulan. Almh yang dengan sekuat tenaga menolak untuk berhubungan seksual, akhirnya membuat pacarnya yang baru berumur 16 tahun itu geram, dengan 2 orang lainnya, yang keduanya sama sama pernah ditolak dan tidak ditanggapi oleh Almh, mereka berusaha untuk memperkosa Almh. Ia pukul kepala Almh sampai berdarah darah, setelah itu diperksoa bergiliran oleh 3 orang biadab tersebut, Payudara Almh di gigit hingga berdarah, dan, yang saya tidak habis fikir dan sama sekali tidak terlintas di otak saya bahwa seorang manusia, yang hidup, memiliki alat indera yang sempurna, memiliki akal dan otak yang ukurannya sama disetiap individu, tega untuk memasukkan gagang cangkul kedalam vagina orang yang sempat dia bangga banggakan sebagai pacarnya, hasil visum Eno yang diakibatkan oleh masuknya gagang cangkul sedalam 50CM kedalam tubuhnya, yang dipaksakan, namun kemudian ditendang dengan kejinya agar gagang cangkul tersebut dapat masuk sepenuhnya kedalam vagina Eno. Almh. patah tulang pipi kanan berlubang, patah tulang rahang kanan, luka terbuka yang menembus lapisan penutup rongga panggul penggantung urat besar sebelah kanan. Robeknya hati sampai belakang bawah menembus ke atas dekat rongga dada kanan, robeknya paru-paru kanan bagian atas sampai bawah, pendarahan pada rongga dada 200 cc dan rongga perut 300 cc. Dan ya, Eno, yang menjadi satu satunya tulang punggung keluarga, harus diakhiri hidupnya oleh lelaki yang biadab.

Saya tidak ingin menyalahkan atau membenarkan pihak siapapun. Karena tanpa saya harus paparkan, kalian semua pasti sadar siapa yang tidak bermoral dan tak berkemanusiaan dalam kasus tersebut. Saya hanya ingin menyerukan, kepada yang membaca, bahwa, dibalik kehidupan manusia, dibalik tumbuh kembangnya seorang anak, ada orang tua, yang dengan keringat, air mata, biaya, dan tenaga, berusaha keras untuk membahagiakan anak anaknya, untuk menjaga anak anaknya, yang berharap anaknya dapat mengangkat derajat orangtuanya kelak. Bayangkan betapa hancurnya orang tua Almh ketika anaknya dijadikan hasrat pelampiasan nafsu syaitan? Bayangkan betapa kecewanya orang tua tersangka ketika anak yang Ia besarkan lantas tumbuh dan bersikap tak ubahnya seperti hewan?

Sekarang, saya, sebagai perempuan, merasa tidak aman berada dimanapun. Saya tidak ingin mengeneralisasi bahwa setiap laki-laki akan berbuat perbuatan keji yang dilakukan tersangka, namun pada kenyataannya, banyak serigala yang berlapis bulu domba. Dimanapun, kapanpun, siapapun, laki-laki, ataupun perempuan, semuanya punya hak hidup dan hak berteman dengan sesama. Namun siapa yang harus disalahkan ketika perlahan kebebasan individu untuk hidup dan berteman dengan sesama disalah gunakan sebagai ajang pelampiasan nafsu syaitan?

Maka kalau mati harus dibayar mati, saya akan lebih memilih para tersangka untuk dihukum mati. Kalau kalian ingin berpendapat bahwa dihukum mati adalah tindakan yang tak berkemanusiaan, maka, apakah tindakan memperkosa lalu membunuh adalah suatu tindakan kemanusiaan?

[REPOST] tulisan diatas tersebar luas di media sosial dan admin tidak tau siapa sebenernya penulis. Yang jadi garis besar adalah maraknya kasus kekerasan seksual pada perempuan semakin naik kepermukaan. Tapi apa yang harus dilakukan ketika hukuman bahkan bagi pelaku dibawah umur terkendala dengan HAM sehingga tidak bisa ditahan atau diberi hukuman setimpal?

LAGU SLOW ROCK MALAYSIA; ANTARA TOTALITAS SENI, GETIRNYA CINTA DAN KENANGAN

Entah mengapa tiba-tiba jadi ingin menulis ini. Nostalgia sejenak yuk…….

Siapa yang tak kenal lagu-lagu bertema galau dari negeri jiran Malaysia? Yang dahulu pernah merajai chart-chart tangga lagu di radio di era 90 an. Mengenang ini, disadari atau tidak, maka kita sudah mulai tua. Sebutlah lagu milik Slam yang cukup fenomenal, Gerimis Mengundang, dulu, di masa jayanya dulu selalu diputar dimana-mana, sampai dirilis ulang dengan genre kedangdut-dangdutan oleh biduanita Indonesia. Atau lagu milik Iklim berjudul Suci Dalam Debu, atau dari band Fenomena Tiada yang Lain, yang sangat hits dengan lirik sendu dibuka oleh “semilirnya angin malam ini….. membuaiku larut dalam lamunan…” Ada juga grup band Screen, Stings, UKAY’s,Spoon, Eye, Lestari, Exist, dari penyanyi solo ada Darmansyah dan Sultan and many more…(dapatkan kaset dan CD mereka, udah kayak iklan penjualan kaset ajah, hahaha….)

Intinya, lagu-lagu jadul mereka sangat melekat di ingatan bagi orang-orang yang melalui masa muda/remaja nya di era itu. Everlasting love song lah pokoknya. Bahkan sampai detik ini saya masih ingat betul suasana ketika lagu-lagu Malaysia sedang trend-trend nya. Di dalam kelas ada gitar, sebuah buku lagu catatan sendiri, beberapa remaja SMA/SMP yang galau (dulu belum trend istilah galau ya) saat jam-jam kosong, duduk berkelompok sambil telapak tangan menepuk meja, alunan gitar, menyanyi, patah hati dan merasa terwakili oleh lagu-lagu itu. Benar-benar unforgettable moment banget dah.

Kinipun saya mengakui, bahwa suatu karya dapat jadi abadi di hati pencintanya (pengecualian bagi mereka yang menganggap itu musik menye-menye atau cengeng) karena memang ada “sesuatu” di dalamnya yang akan membuat orang tak bisa melupakan nya. Itu adalah totalitas mereka dalam seni musik, hampir bisa dipastikan, seingat saya, mereka benar-benar menjual kwalitas musik dan suara, bukan kelebihan fisik semisal ketampanan wajah (atau kelebihan onderdil dalam goyangan pengundang syahwat), bahkan ada yang sudah cukup berumur (untuk tak menyebut tua) seperti vokalis Iklim itu, Saleem kalo gak salah nama beliau. Suara serak nan menghanyutkan, dentuman drum yang menghentak dipadu irama gitar yang menyampaikan berjuta makna akan kegetiran takdir cinta dan kenangan yang tak akan terlupa.

Ya, sepertinya kita harus sepakat, bahwa kenangan-kenangan punya moment, timing, dan lagunya tersendiri, setiap kita punya itu, dan beberapa diantaranya saya temukan dalam kumpulan lagu-lagu lawas slow rock Malaysia.

Bahkan kala itu ada beberapa nama musisi dan penyanyi Indonesia yang sempat berkolaborasi dengan penyanyi Malaysia, sebutlah Inka Cristy dan Ami Search (penyanyi lagu Isabella yang fenomenal itu). Melahirkan lagu yang tak kalah fenomenal juga berjudul Nafas Cinta;

“sesaknya nafas di dadaku, mengenang percintaan kita….. Dapatkah kita meneruskan impian dan harapan…..”

Warna musik mereka sangat mempengaruhi trend musik di pasar tanah air, genre slow rock seakan jadi trademark tersendiri di era 90 an. Banyak nama-nama musisi yang mau tidak mau akan menyeret kita pada era kejayaan yang telah ditinggalkan itu. Ada Deddy Dores, pencipta lagu bertangan dingin yang melejitkan nama besar Nike Ardila dan Nafa Urbach. Yang mana kematian di usia muda Nike Ardila telah menjadi tragedi terbesar adalam sejarah industri musik tanah air.

Hmmm….. sedikit out of the topic ya, tapi gak papa, itu berarti bahwa lagu Malaysia memang sangat mempengaruhi kita di Indonesia, sebuah kenyataan yang tak terbantahkan. Tapi sayang, di era kekinian sepertinya eksistensi lagu-lagu semacam ini mulai memudar, di awal tahun 2000 an muncul musisi Malaysia dengan wajah lumayan dari kalangan muda, sebutlah New Boyz yang memulai debut pertama mereka bahkan bisa dibilang masih usia kanak-kanak, ada juga Spin yang sempat hits dengan lagu duetnya, atau Thomas dengan lagu andalannya Syahara. Setelah itu dunia musik Malaysia seakan tak terdengar lagi suaranya, mungkin yang masih bisa kita lihat di layar kaca hanya biduanita Malaysia lintas benua; Siti Nurhaliza, yang sempat wara wiri diundang jadi juri di sebuah acara pencarian bakat penyanyi dangdut.

Tak hanya musiknya saja yang membuat terlena, kata-kata dan liriknya pun puitis dan mengena. Sedikit perbedaan bahasa sama sekali bukan kendala untuk memahami maknanya. Maka sebagai penutup, ijinkan saya mengutip sebuah lagu milik FAIR, sebuah lagu berjudul TERLANJUR MENYINTA yang GUEH BUANGET :

Dari dahulu mendengarkan suaranya.
Siapakah ia intan atau permata. Lalu ku tulis kata-kata pujangga. Menghiasi isi hatiku, hanya untukmu….

Luas lautan usah cuba diduga. Jadi ingatan teman sebagai pedoman. Namun ku terus cuba mendekatimu. Tetapi aku tertewas, kita tak serupa.

Kau bandingkan ku dengan kekayaan, ternyata aku ketinggalan walau ikhlas mencintaimu. Kau hina tanpa rasa simpati. Masih kedengaran cinta yang ku cari.

Baru kini aku sedari, bukan mudah untuk melewati… Sememangnya aku bersalah tidak mengerti.

Ku antara sejuta yang mencintaimu. Terlanjur menyinta dengan tulus suci tanpa jawapan pasti.

Bagaimana, adakah kiranya lagu Malaysia yang jadi theme songnya kehidupan Anda??

KETIKA ANAK LELAKI MENANYAKAN SEKS

Nulis beginian porno gak yah?? Tahu deh, saya cuma mau sharing pengalaman dan menularkan kegundahan saja.Hihihi……

Akhirnya, pertanyaan “rumit” itu keluar juga dari mulut bocah lelaki saya yang duduk di kelas 5 sekolah dasar itu.

Kemarin sore yang tenang, sepulangnya dari bermain dengan teman sebayanya, Fikri duduk menghampiri saya yang tengah santai di depan televisi. Dan bertanya;

“Mama, bersetubuh itu apa?”

(Iya pemirsa, suerrrrr Fikri nanya gitu, gak dengan kata-kata yang lebih halus semisal hubungan intim.)

JDER…..

Kaget laksana disambar copet di siang bolong adalah reaksi saya dimenit-menit awal, padahal saya sudah menyiapkan momen ini sejak setahun lalu saat ia mulai bertanya masalah tanda-tanda pubertas pada anak laki-laki. Ternyata ini loh saatnya , membatin saya kala itu. Maka mau tidak mau saya jelaskan dengan sebenar-benarnya dengan kata-kata dan istilah umum (nama kelamin tidak diganti dengan istilah lain, tetap apa adanya) yang dapat ia pahami. Sedapat mungkin saya coba singkirkan perasaan malu dan tabu, saya mesti jujur dan terbuka tanpa harus vulgar tentunya.

Anak saya itu memang sejak kecil kritisnya bukan main (bapaknya saja bilang anak cowok kok mulutnya bawel kayak cewek, udah kayak penyidik KPK saja saking cerewet dan detailnya), dari satu pertanyaan yang dijelaskan muncul lg serentetan pertanyaan. “Cairan yang keluar kalau mimpi basah itu apa ma?”. Ya saya jawab itu sperma namanya yang kalau ketemu sel telur wanita bisa jadi hamil lalu jadi anak karena bersetubuh (saya beri atau berhubungan seksual/suami istri) tadi (dari pertanyaan ini juga merembet ke masalah kenapa saya tiap hari menkonsumsi pil KB untuk mencegah dan merencanakan kehamilan), tapi itu HANYA UNTUK ORANG YANG SUDAH MENIKAH SEPERTI AYAH DAN IBU, kalau belum menikah gak boleh melakukannya. INGAT, disini kita perlu menekankan adanya konsep pernikahan agar anak paham bahwa hubungan seksual tak boleh dilakukan tanpa ikatan pernikahan yang sah dan juga menuntut tanggung jawab yang besar dan tidak main-main.

Dia mengangguk paham, saya kira selesai disana, ternyata masih ada lagi: “kalau air mani itu apa ma?”

Saya garuk-garuk hidung jadinya, ya itu sperma, nama lain dari sperma yang bisa keluar karena berhubungan suami istri atau karena mimpi basah jelang pubertas itu. Oh… manggut-manggut lagi, nah nanti kalo Fikri sudah ada tanda-tanda mimpi basah itu, nanti bilang ke mama ya, biar nanti mama ajari niat dan tata cara mandi wajib karena itu termasuk hadas besar. Paham? Dia mengangguk, ok ma !!

Oke sipp!

Sementara ini sih saya lihat wajahnya cukup puas dengan penjelasan itu, pokoknya sampai dia gak nanya2 lagi. Kemudian saya yang bertanya kenapa Fikri menanyakan itu, ternyata katanya tadi siang pas di sekolah dia belajar agama tentang hal2 yang membatalkan puasa, bersetubuh dan keluar air mani dengan sengaja termasuk diantaranya, maka jadi penasaran lah bocah lanang saya yang tahun ini baru memasuki usia 11 tahun itu. Oh… pantesan kata saya dalam hati, yang walaupun sudah dijelaskan secara garis besar oleh gurunya, rupanya anak saya ini tetap membawa segudang penasaran ketika pulang ke rumah. Ckckck……

Saya selalu berpikir seandainya anak saya perempuan mungkin saya tak akan semumet ini menjelaskan masalah pubertas dan seks, paling tidak karena saya juga perempuan itu pasti akan lebih mudah menyampaikannya. Tapi apa daya saya, alhamdulillah selalu karena saya punya dua anak lelaki yang cerdas, sangat kritis, dan untungnya masih mau bertanya dengan mamanya. Artinya mereka masih menganggap saya sebagai narasumber utama yang terpercaya (semoga) untuk melengkapi referensi khazanah kekayaan hidup dan dunia anak-anak mereka yang penuh warna dan tantangan ke depannya. Hahay……. bahasanya bo, kebanyakan stress ala ibu muda gini mah jadinya..

Muter-muter ngomongin masalah itu kemarin sampai sejam lebih, saya berusaha memberikan penjelasan gak hanya dari segi agama dan norma saja, tapi juga dari siklus normal manusia karena anak-anak juga sudah belajar mengenai sistem reproduksi makhluk hidup, jadi semua itu sangat penting agar anak-anak dapat mengenal diri mereka dengan baik, dan dapat lebih menghormati sesama dan juga lawan jenis mereka. Agar mereka tahu bahwa ada batasan dalam pergaulan dan berperilaku.

Membuat saya teringat dulu saat mungkin seusia Fikri saya pernah bertanya dengan saudara tua ayah (kami biasa memanggil beliau Amang) tentang kondom itu apa? Ha… Ternyata buah memang telah jatuh di bawah pohonnya. Skak mat!!

Hmmm…… Begini rasanya setelah “bom waktu pertanyaan rumit” itu akhirnya meletus, menjelaskan masalah pubertas ternyata lebih menakutkan dari menghadapi pubertas itu sendiri. Dan lagi, satu lagi cah lanang cah bagus yang juga menuntut ketabahan mamanya, Raffi minta di sunat liburan bulan puasa tahun ini. Bapaknya panik, belum genap 6 tahun lo, masih TK kecil lo…….

Selalu, bagi saya menjadi ibu adalah enjoying sweet horrible moment, menikmati momen mengerikan yang manissss. 🙂

HADIAH KEJUTAN UNTUK ISTRI TERCINTA

Sejak saya menjadi pengguna internet aktif beberapa tahun terakhir ini, saya suka dan sering browsing membaca situs-situs bertema parenting, keluarga dan rumah tangga. Senang saja mengetahui bahwa banyak hal yang saya alami juga pernah dialami oleh banyak ibu-ibu di luar sana. Apalagi setelah memiliki blog sendiri, saya gak hanya bisa jadi pembaca, tapi bisa sharing tulisan dan curhatan juga.

Nah, dari situ saya pernah membaca artikel yang menyatakan bahwa wanita yang sudah menikah dan berstatus istri, apalagi yang usia pernikahan nya sudah cukup lama, harus di refresh atau diupgrade lagi agar tidak monoton dan kehangatan cinta tetap terpelihara. Karena memang ya, semakin lama kita semakin terbiasa dan tak lagi saling mengucapkan cinta, terjebak rutinitas dan dihempas realita peliknya hidup berrumah tangga. Bah!! Lebay lah….

Salah satu caranya adalah dengan memberikan istri hadiah kejutan, katanya itu cukup ampuh untuk merekatkan lagi rasa kasih sayang yang selama ini merenggang karena aktifitas harian yang sangat menyita waktu, tenaga dan pikiran. Hadiah kejutan itu disinyalir dapat menjadi mood booster bagi para istri yang kewalahan menghadapi berbagai masalah dan tugas kerumahtanggaan, dapat menjadi penyemangat dan sebagai doping penambah kekuatan dalam menjalankan kewajiban. Hmmmm…..

Agaknya semua itu memang benar adanya, saya setuju dan mengamini. Tapi sejatinya hidup memang selalu penuh kejutan. Kalau bagi saya pribadi, meski suami bukan tipikal pria romantis seperti di film-film atau drama, hadiah kejutan itu lumayan sering terasa, ada lah pokoknya.

Kejutan itu sering hadir di pagi hari saat saya hendak belanja ke pasar; sembako yang kemarin lusa harganya sekian mendadak naik ke level sekian. Benar-benar “hadiah kejutan” buat para istri yang cukup membuat senam jantung pemirsah!!!

HAHAHA……

Kalau pembaca budiman, kira-kira ada kejutan apa hari ini?

M A N T A N

Waktu masih merindukanmu.
Membungkus rupamu dalam pundi-pundi kenangan.
Yang tertinggal di tikungan zaman.

Tak terlupakan…….



Sebenarnya kata-kata yang super singkat ini mau saya sertakan foto yang cukup klop mewakili, tapi entah mengapa hape, browser dan layanan seluler yang saya gunakan tidak bisa mengunggah foto ke akun Mywapblog saya. Kurang paham juga, setelah coba unggah selalu muncul laman error, setelah itu ada tulisan pemberitahuan dari menkominfo yang sepertinya bekerjasama dengan layanan operator seluler yang saya pakai menyatakan bahwa tak bisa diproses karena untuk melindungi dari konten internet yang bermuatan pornografi/negatif. Ada yang bisa menjelaskan kenapa ya?

REMAJA DAN SEPEDA MOTOR

Ternyata begini ya kelamaan gak posting, otak sudah nyaris hijrah ke dengkul, jempol juga udah tumpul, terlalu terlena dengan rutinitas hidup memang membahayakan pemirsa.

Gak ada yang spesial kali ini meski saya sudah lama gak hadir ngeblog, tulisan saya masih seputar curhatan standar dan keresahan khas ibu-ibu, semoga masih ada pembaca budiman yang sudi menengok di mari.

Jadi ceritanya saya sedang jadi ibu-ibu yang spesilaisasinya cemas melulu ini melihat kelakuan anak-anak muda jaman sekarang. Setelah kemarin-kemarin anak-anak pada nagih gadget berlayar sentuh, sekarang sudah mulai sesumbar minta tunggangan kuda besi, iyah pemirsa, para abege super labil itu ngotot mau belajar naek motor. Gak kira-kira, yang nagih mah bocah SD yang buang ingus aja masih kagak bener.

Jadi ibu di era kekinian mah kudu banyak sabar (dan banyak duit juga) mestinya ya. Fenomena beginian juga ditambah parah ama tayangan sinetron yang lagi naek daun yang temanya tentang anak sekolahan yang kerjanya balapan trek-trekan pake motor guede itu, yang meski sudah ditegur komisi penyiaran tetap gak mempan. Ajibbbbbbb…..

Di daerah saya sudah banyak remaja yang jadi korban motornya sendiri, malah ada yang sampai hilang nyawa karena balapan sama temannya, orangnya baru kelas satu SMP, baru lulus SD tahun lalu, koit dengan kepala pecah dan rusuk hancur. Trus tempo hari, ada dua bocah yang dari penampakannya saya yakin banget masih sekolah dasar, jatuh saat mengendarai motor matic dan serta merta menabrak warung nasi di tepi jalan. Untungnya gak makan korban jiwa, tapi setelah itu heboh semua, mereka menangis, mewek cengeng pemirsa karena shock berat, gemetar, gugup plus takut banget akibat insiden itu. Sukses membuat ibunya harus ganti rugi dan ngomel-ngomel juga sepanjang perjalanan. Ckckck…..

Nah lu, kalo sudah ginikan yang salah siapa? Makanya pak polisi itu emang benar tentang peraturan mengendarai motor dan memiliki SIM haruslah usia 17 tahun, secara anak remaja di bawah usia itu memang belum matang, belum siap fisik dan mentalnya dalam mengendarai motor, plusssss menanggung resikonya kalo terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Yuk, para bunda, ayah, jangan keburu senang (kalo gak bisa dibilang bangga) dulu kalo anak remajanya sudah berani menggeber motor sendiri dan dengan enaknya pergi ke sekolah mengendarainya. Resikonya sangat besar pak, bu!

Anak-anak, dan adek-adek, sayangi dan jaga diri kalian, karena yang akan menanggung akibatnya bukan hanya diri sendiri saja tapi orang lain juga. Karena itulah saya sangat mendukung rencana pemerintah daerah dan dinas pendidikan Banjarmasin yang akan melarang penggunaan motor bagi anak SMP/SMA sederajat yang belum memiliki SIM. Itu sebuah langkah bagus yang sangat tepat untuk setidaknya mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja, semoga bisa terrealisasi secepatnya dan konsisten penerapannya.

GAGAL MOVE ON

Rasanya ini adalah fase vakum saya yang terlama selama riwayat ngeblog di MWB. Agak aneh dan kagok juga rasanya ketika mau posting lagi, jadi kali ini saya mau curhat aja. Gak penting kayaknya yah. Oya, gimana kabar pemirsa budiman semua, gak pada gagal move on kan?

Gagal move on, sepertinya frasa itu sedang populer banget belakangan ini. Mengistilahkan secara lebih keren tentang kegagalan seseorang dalam menerima dan bangkit dari keterpurukan atas suatu peristiwa yang kurang menyenangkan. Ya, bisa jadi karena ditinggal pacar, ditolak cinta, itu penyebab paling umum ya. Malah istilah pasukan gagal move on juga merujuk pada orang-orang dengan status jomblo akut menahun yang sudah mau tahun baru kayak gini masih aja sendiri, juga sering dianalogikan pada para pemilih capres tempo hari yang jagoannya batal naik tahta. Pokoknya istilah GAGAL MOVE ON ini sesuatu banget dah.

Nah, kali ini saya baru tahu gimana rasanya gagal move on itu. Meski gak setragis gagal ginjal yang berpotensi menghabiskan anggaran BPJS karena mesti cuci darah dua kali seminggu seumur hidup, tapi ngenesnya lumayan bikin galau dan produktivitas hidup jatuh ke titik paling nadir.

Tersebutlah suatu hari handphone saya yang Nokia Asha 206 itu rusak dan mati total, iya HP yang selama ini menjadi perpanjangan jemari saya dalam kegiatan ngeblog, alat komunikasi curhat paling mutakhir bersama teman sesama ibu-ibu, kini tiada berfungsi lagi.

Pikiran saya berkecamuk tak karuan, bagaimana foto-foto yang banyak itu, video klip dan MP3 kesayangan saya?? Dalam masa berkabung itulah saya semakin menyadari betapa susahnya hidup di era kekinian tanpa gadget, padahal saya sudah setahun gak sosmed-an lagi lo, apalagi kalo masih aktif nyampah di facebook atau mentionan di twitter, bisa meriang saking galaunya.

Karena itulah saya mohon maaf banget karena gak lagi blogwalking dan lama menghilang dari peredaran (sambil ngarep dalam hati ada gak yah yang kangen sama sayah??) Ini juga meski posting pake android (ngoyo loh ini hahaha…) tetap gak bisa menghapus kenangan si Java Nokia Asha yang sudah almarhum itu. Posting nya juga ngumpet-ngumpet make kuota anak yang lagi super gandrung ama game COC. Hiks….

Jadi kalo ada salah harap maklum yaaaaaa. Dadaaah…..

IBU MASIH HARUS MENANGIS (LAGI)

kasih-ibu-tak-batas-waktu.jpg
(pic: iphincow.com)

Seorang Ibu,
adalah perempuan mulia yang mengalirkan curahan hujan dalam dekapan kasihnya.
Namun ia menyembunyikan mendung dan gerimis di balik matanya.

Adakah anak-anaknya dapat melihat itu?

Tidak.
Hanya kasih dan cintanya yang tampak,
dan cuma setia yang senantiasa terjaga.

Ibu masih harus sering menangis.
Mengemas airmata dan selaksa doa.
Untuk anak-anaknya yang lupa pada rumah.
Masih harus menghitung peluh matahari,
ketika anak-anaknya menjadi putra kenisbian zaman.
Diungsikan waktu.
Dan diasingkan peradaban.

Ibu. . .
Dalam hari-hari yang berkubang kecemasan demi kecemasan.
Dari pagi ke pagi.
Melalui malam demi malam.
Usia telah membuat derita dan pengorbanannya semakin kaya.

(Gambut nelangsa, 6 Nopember 2014)

ZAMRUD KHATULISTIWA YANG KEHILANGAN SINARNYA

kabut-asap.jpg
Kabut. . .
Sengajakah engkau mewakili pikiranku.

Pekat. . .
Hitam berarak menyelimuti matahari.
Aku dan semua yang ada di sekelilingku merangkak menggapai dalam kelam.

Mendung.
Benarkah pertanda akan segera turun hujan?

Deras.
Agar semua basah yang ada di muka bumi. . .
Siramilah juga jiwa kami semua yang tengah dirundung kegalauan. . .

Reff:
Roda zaman menggilas kita, terseret tertatih-tatih.
Sungguh hidup terus diburu berpacu dengan waktu.

Tak ada yang dapat menolong selain Yang Di Sana.
Tak ada yang dapat membantu selain Yang Di Sana.

Dialah Tuhan. . .
Dialah Tuhan. . .
(Menjaring Matahari, Ebiet G. Ade)



Kiranya lagu om Ebiet G. Ade inilah yang dapat mewakili kesupermumetan yang tengah melanda pikiran, hati dan jiwa saya (weeek, lebay!). Kata-katanya terasa lebih makjleb dari Berita Kepada Kawan yang kini seakan sudah disahkan jadi original soundtrack theme song bala bencana yang melanda tanah air Indonesia tercinta selama ini.

Ya, ini masih sama. Masih seperti di postingan terakhir saya di awal bulan tempo hari. Masih menanti janji-janji hujan yang akan mengairi sawah-sawah kami, yang akan membasahi hati-hati kami oleh airmata suka cita. Ya, hujan yang akan menghapus kabut jelaga yang bertahta di langit pertiwi, pilu dan nelangsa dirundung asap dan didera ISPA.

Dari kehijauan tanah Sumatera, senyapnya hutan Kalimantan hingga sunyi di ujung Papua, kami telah kehilangan pendar sang Zamrud Khatulistiwa.

Cahaya itu perlahan menjelma berubah asap dan jelaga. Kini sang Paru-Paru Dunia memendek nafasnya.

Oh, wahai!
Demi Tuhan lihatlah!!

Atas nama segala apa yang pernah tercerabut dari tanah di hutan-hutan kami.
Atas apa yang telah kami lahirkan dari kedalaman perut sang bumi.
Atas semua yang sudah, sedang dan akan masih kalian terima dari kekayaan kami yang miskin dan papa.

Berapa banyak tangis yang telah kami tumpahkan? Berapa banyak berita yang telah kami kabarkan? Dan berapa lagi yang mesti kami korbankan?

Adakah kau dengar?
Adakah kau lihat?

Adakah?

Adakah??