KETIKA TULISAN MANDEK DI DRAF

penulis-skenario.jpg

Rasanya akhir-akhir ini saya berkali-kali mau posting tapi akhirnya hanya terhenti di sebuah draf menjadi tulisan setengah jadi.

Rasanya saya mulai terlalu ‘menuntut sesuatu’ dari tulisan-tulisan saya seperti seorang tua durjana yang mengharap balas budi anaknya.

Sepertinya saya mulai kehilangan esensi dari ritual tulis menulis yang amat saya gandrungi ini. Entah, saya selalu ingin mengirimkan roh dan jiwa pada setiap kata-kata, berharap ia kelak mempunyai sayap dan sudi membawa si pembaca terbang melambungkan imaji. Dan tak akan pernah berhenti, seperti seseorang yang jatuh cinta dan meniadakan pijakan bumi di bawahnya.

Sekali waktu saya kerap dibuat kecewa oleh ketidakadilan sosial, fenomena hidup bermasyarakat dan dinamika cobaan manusia. Terkadang mulut mengutuk dan hati merutuk. Lalu jemari inginkan menari agar dapat mengukir karya abadi. Tapi kemudian, siapa aku? Yang kini mulai semena-mena membentuk tulisan dengan sejuta keinginan! Dan diam-diam mulai menyisipkan harapan.


Beberapa waktu yang lalu saya di inbox seorang kawan sekolah saya dulu. Ia membaca blog saya dan mengatakan bahwa tulisan-tulisan saya layak dijadikan buku. Ia juga merekomendasikan beberapa orang yang punya pengalaman di bidang kepenulisan karena ia saat ini tengah mengusahakan buku pertamanya.

Wow. . . Saya tersenyum dan besar kerah baju alias ge’er. Memangnya saya siapa? Cuma penulis tanpa nama dan pujangga yang kerap kehilangan kata-kata.

Jujur, saya salut akan usaha orang-orang yang senang menulis dan punya upaya lebih dari sekedar menjadi penulis. Karena sementara ini saya merasa cukup dengan blog ini, dan tak cukup bernyali untuk mendatangi penerbit seperti saran kawan saya itu. Juga saya belum menghubungi beberapa orang yang ia rekomendasikan tersebut. Saya masih takut dan memutuskan untuk tetap menyimpan diri dalam sebuah kegelapan tempurung yang memenjarakan seekor katak.

Ada yang bilang, sebuah buku fisik lebih ‘immortal’ dari pada sebuah blog (by blog Enigma), karenanya banyak kalangan blogger yang akhirnya punya buku sendiri dan sukses pula.

Tapi, mimpi dan cita-cita semacam ini ibarat pedang bermata ganda, bisa jadi ia melecut semangatmu dan membuat produktifitas menulis semakin baik. Atau malah menjatuhkan mental hingga titik nadir seperti yang saya alami saat ini. Puluhan ide dan tulisan setengah jadi hanya mandek terhenti menjadi draf saja.

Maka sayapun menata hati, dan mulai membenahi idealisme yang saya tanamkan dari awal saya mengelola blog ini. Biarlah mimpi tetap menjadi sesuatu yang pernah menerangi hati, karena mimpi hanya akan terjadi bila orang cukup berani menanamkan harapan dan menumbuhkannya dengan sekuat tenaga dan segenap jiwa, untuk kemudian memetik hasilnya.

Dan saya belum sampai pada kapasitas dan kapabilitas itu. Sebuah kutipan pernah ditandai oleh Taofiqussalam di dinding fb saya: “Seorang penulis tak boleh kebelet, seperti seorang penyanyi dangdut yang mau mendadak rekaman, atau seperti pegawai yang kepingin jadi caleg”.

Saya lupa lengkapnya, intinya seperti itulah. Saya jadi termenung, kok seperti tahu ‘badai aksara’ yang tengah mengguncang jiwa saya?

Dan tulisan ini, adalah sebuah draf dari sekian draf yang belum saya selesaikan. Saya menulis dan menyelesaikannya hari ini dalam sebuah keheningan kamar mandi, menutup telinga dari keributan di dalam rumah saat anak-anak rebutan gadget untuk main game.

Fiuh. . . *ngelap dahi.


Thanks buat seorang kawan atas inboxnya tempo hari, juga semangat, saran dan pemaklumannya atas diri dan tulisan-tulisanku.

22 thoughts on “KETIKA TULISAN MANDEK DI DRAF

  1. Assalamualaikum wr wb.

    Menulislah bila ingin menulis.
    Jgn paksa jari menari saat hati & otak tak mau mengiringi.
    Biarkan semua mengalir apa adanya.
    Biarkan takdir yg bicara karena Tuhan selalu punya rencana indah untuk hambanya, termasuk tulisan2 yg belum selesai. Ia akan jd tulisan utuh pd saat yg sudah ditentukan. Tetap semangat!

    Like

  2. Walau hanya menggerakan jari,mencet pipet,tp menulis itu butuh ketulusan..agar jadi tulisan yg mulus he he he
    Mengejar impian itu bagus,,tp kalau dipaksakan akan jd tulisan yg kaku…
    padahal yg namanya orang sukses menulis tuh yg bisa memahamkan pada pembacanya..

    Kamu tulisanya menurut saya sudah layak dibukukan…hanya perlu tambahan percaya diri aja kok..

    Percayalah bukan kita yg menilai tulisan kita tp pembaca,,,

    Like

  3. jangan perhitungan pd saat mau menghasilkan satu karya, butuh
    ketulusan dan keikhlasan spya apa yg tertuang dalam tulisan nantinya memberi hasil yang baik dan berkesan serta nampak natural mengalir apa adanya. Diri penulis haruslah menyatu dalam tulisannya supaya tulisan itu bermakna, lebih hidup dan mempunyai nilai. smangat! 😛

    Like

  4. hohoho. . .bhasanya menggebu-gebu. .

    Bhs pendidikan ibunda hebat, yg pnting jgn smpai kyak VICKY GOTIC yha…. Hehe

    Aku jg mngalami hl serupa, ratusan ideku terdampar ditengah perjalanan, n ngungsi di draft entah smpai kpan akan ku evakuasi ke tmpat yg lbh aman (posting mwb :-D).
    Berbagai prseoalan mjd pnyebab mlai kndurnya inspirasi, yaa slah stunya MALES .wkakakaka

    Oh iya hp ibu apa kok ada draftnya jg? SONY ERICSSON kaah?

    Like

  5. Dari atas cuma liat judul2nya aja,,

    langsung menuju ke kolom komentar, untuk kasih salam buat sang penulis..

    Selamat malam at-21:59

    Like

  6. hoby menulis itu memang mengasyikan..(bagi yg suka nulis),hehehe
    tapi perlu otak yg bener² fresh juga jika ingin mendapatkan sebuah karya tulis yg bagus…

    Tulisanku juga banyak yang masih sembunyi di draft mbak..
    gak ada wktu buat melanjutkan…

    Like

  7. Kadang kesengajaan malah hasilnya kurang memuaskan, tapi sesuatu yang mengalir spontan justru menghasilkan karya yang luar biasa.
    Semangat Bun,

    Santun pagiku

    Like

  8. wajar mba, seberapa pun produktifnya seorang penulis pasti badai aksara / stuck atau apalah istilahnya pernah datang menerpa.

    Like

  9. sejujurnya, saya jg punya keluhan yg sama..
    sy malu untuk merekomendasikan tulisan sy..
    sy 'terlalu' rendah diri dengan memikirkan anggapan org terlebih dahulu..

    akhirnya, karena bete sendiri, blog saya isi dengan hal2 yg saya suka (sebagian bukan asli tulisan saya)
    berlawanan banget dengan waktu awal2 saya ngeblog n prinsip hobi menulis saya dulu..

    huffft..jd curhat,

    #keep writing aja 😀

    Like

  10. Wow, marvelous blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your website is great, as well as the content! bfkgceccbakgddae

    Like

Leave a Reply to Ernadez Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s