OKTOBER BAPER (Edisi Kehilangan Mywapblog)

Galaulah kalian, galaulah kita, galaulah saya!!

Faktanya, di dunia ini ada banyak hal yang berada di luar kendali kekuasaan kita. Salah satunya adalah tentang masalah Mywapblog yang kita cintai ini, yang peredarannya akan segera hilang dari muka bumi ini. Padahal…..

Dulu, bahkan sekarang pun jikalau Mywapblog resmi ditutup, ngeblog tanpa perangkat komputer atau laptop itu adalah suatu hal yang sangat niscaya mustahil. Kerena itulah kehadiran Mywapblog di tengah banyaknya umat manusia dengan kemampuan dan fasilitas terbatas yang hendak menyalurkan hobi sharing dan menulis tetapi tak punya laptop, itu laksana sebuah oase di tengah gersang dan kejamnya gurun pasir terpanas di dunia. Bayangkan, kita semua dapat bebas berkarya dan mengelola blog lewat ponsel saja, hampir nyaris semudah kita update status galau dan alay di facebook!!!
Dan tentu saja, kita dapat juga bergaya, bangga, gak kalah dengan blog sebelah. Jiah!!

Tapi mungkin memang benar apa kata orang, kegembiraan yang agak "terlalu" indah dan penuh euforia emang gak akan tahan lama. Dan… this is it, so inilah akhirnya, kita berkabung, saya berduka sodara sodara!!! Atas berita akan ditutupnya mywapblog.

Terasa memang agak ganjil selama saya ngeblog di Mywapblog, tiga tahun pemirsa, bukan waktu singkat untuk sebuah kesabaran, yap! Selama itu saya terus bersabar dengan keterbatasan menulis lewat ponsel java yang harganya tak seberapa jika dibandingkan ponsel android terkini. Bersabar atas fasilitas ngeblog gratis yang servernya sering down hingga tak bisa diakses berhari-hari. Bersabar atas kwalitas lemotnya paket jaringan internet yang dibeli dengan harga rupiah termurah. Bersabar atas segalanya, bahkan saya bersabar ketika menkominfo, UC Browser dan provider kartu seluler yang saya pakai berkonspirasi memblokir banyak situs, termasuk Mywapblog, yang membuat saya tak lagi bisa maksimal dalam ngeblog ria. Kejaaaaaammm….

Maka, kalau kalian yang baru aja tempo hari bikin blog di sini, dan udah mau nangis darah saking bapernya karena Mywapblog mau ditutup, PANDANGLAH SAYA, LIHATLAH SAYA DAN USER-USER LAWAS LAINNYA yang udah sedia ampe lumutan menulis dan koar-koar di Mywapblog selama ini, dan kemudian menemukan fakta paling menyakitkan seperti ini. HOW COULD IT BEEEE??!!!!! Bayangkan betapa bapernya kita!!! Yang udah pernah jatuh bangun merasakan rumit, nyesek, ngenes dan juga senangnya ngeblog lewat hape. Baper sebaper-bapernya sayang!!

Dulu, harapan dan ekspektasi saya ketika pertama ngeblog adalah ingin mengabadikan kenangan dan membuat sejarah saya sendiri, kerena saya takut jikalau saya tua nanti saya akan semakin pelupa dan mulai tak bisa mengingat lagi moment-moment terbaik dalam hidup ini, karena itulah kelak blog inilah yang akan menjadi penyambung lidah atas kisah yang tak pernah bisa saya sampaikan secara lisan, blog inilah yang akan jadi kotak pandora berharga tempat saya menyimpan semua cerita. Lebih dari itu, blog ini adalah bukan sekadar karya tulis saja, blog ini adalah kumpulan KEKAYAAN INTELEKTUAL saya yang tak ternilai harganya!!

Ok, mungkin memang agak berlebihan, tapi memang seperti itulah saya menganggapnya.

Barangkali memang seperti inilah kehidupan, kita tetap harus bertahan. Seperti halnya dulu kejayaan Friendster yang digantikan Facebook, Multyply yang punya begitu banyak user pun akhirnya juga tutup yang membuat anggotanya juga kocar kacir entah kemana, situs Ngerumpi dot com yang punya motto ngerumpi tapi pake hati juga akhirnya tiada lagi. Seperti itu…. datang, hilang, pergi, hanyalah bagian kecil dari kehidupan, dan jikalau karena itu saya merana, baper, menangis dan insomnia lalu menulis keluh kesah penuh luka ini, maka itu juga hanyalah sebagian kecil saja dari masih banyaknya luka dan guncangan masalah yang akan menimpa dalam hidup ini.
Harusnya tidak apa-apa, harusnya kita bisa, harusnya…. Tapi…..

Mywapblog….
Banyak hal yang tak dapat saya relakan dalam kehidupan, dan kau kini menjadi salah satu di antaranya.
Hikz…..

Advertisements

INDONESIA DARURAT KEKERASAN SEKSUAL

Tulisan ini dikirimkan oleh saudari saya melalui Whats Ap tempo hari. Sebuah tulisan yang disebarkan di media sosial namun tak diketahui siapa persis penulisnya, yang jelas tulisan ini lahir dari keprihatinan kaum perempuan yang merasa hatinya luka ketika menyaksikan berbagai berita pelecehan terhadap perempuan dan anak-anak gadis kita. Saya tergerak ikut serta menyampaikannya di sini dengan harapan dapat menyentuh kesadaran kita semua dan semakin meningkatkan kewaspadaan kita terhadap segala bentuk kejahatan terhadap perempuan, terutama kejahatan dan kekerasan seksual.


Saya tidak pernah tertarik untuk memposting foto ataupun kisah tentang kasus seseorang, namun kali ini, izinkan saya, sebagai seorang perempuan, mengeluh kesahkan apa yang saya rasakan.

Tidak heran, di Indonesia, ketika ada suatu kasus yang timbul, maka barulah kasus-kasus yang serupa ikut naik ke permukaan. Tak ubahnya kasus pemerkosaan sekaligus pembunuhan kpd Almh. Yuyun, siswi kelas 1 SMP asal Bengkulu yang diperkosa bergiliran oleh 14 laki-laki biadab dan tak berakhlak, yang sedang mabuk dan melampiaskan hasrat hewaninya kepada Almh, lantas dengan kejinya membuang mayat Almh, yang ternyata sudah meninggal dunia saat akhir-akhir pemerkosaan tsb dilakukan. Tragis memang. Anak perempuan yang sangat disayang oleh orangtuanya, yang diimpikan akan menjadi sukses, Ayahnya, Yakin (39), yang sejak kecil menjaga agar Yuyun baik-baik saja dan kelak menjadi wanita sukses, kemudian direnggut kewanitaan anak gadisnya dan dihancurkan hidupnya. Di akhir hidupnya, Yuyun harus menjadi santapan mereka yang mengaku manusia namun tak manusiawi, dan yang tak ingin disebut binatang, namun lebih rendah daripada binatang.

Muncul kasus lagi yang terkuak ke permukaan, kasus kali ini, siapapun yang membacanya, pasti akan tersayat hatinya, dan mungkin menitikan airmata. Bagaimana tidak, Eno Farihah (19), seorang pekerja di Tanggerang yang dengan sangat keji diperkosa dan dibunuh oleh lelaki yang mengaku berpacaran dengan Almh selama 1 bulan. Almh yang dengan sekuat tenaga menolak untuk berhubungan seksual, akhirnya membuat pacarnya yang baru berumur 16 tahun itu geram, dengan 2 orang lainnya, yang keduanya sama sama pernah ditolak dan tidak ditanggapi oleh Almh, mereka berusaha untuk memperkosa Almh. Ia pukul kepala Almh sampai berdarah darah, setelah itu diperksoa bergiliran oleh 3 orang biadab tersebut, Payudara Almh di gigit hingga berdarah, dan, yang saya tidak habis fikir dan sama sekali tidak terlintas di otak saya bahwa seorang manusia, yang hidup, memiliki alat indera yang sempurna, memiliki akal dan otak yang ukurannya sama disetiap individu, tega untuk memasukkan gagang cangkul kedalam vagina orang yang sempat dia bangga banggakan sebagai pacarnya, hasil visum Eno yang diakibatkan oleh masuknya gagang cangkul sedalam 50CM kedalam tubuhnya, yang dipaksakan, namun kemudian ditendang dengan kejinya agar gagang cangkul tersebut dapat masuk sepenuhnya kedalam vagina Eno. Almh. patah tulang pipi kanan berlubang, patah tulang rahang kanan, luka terbuka yang menembus lapisan penutup rongga panggul penggantung urat besar sebelah kanan. Robeknya hati sampai belakang bawah menembus ke atas dekat rongga dada kanan, robeknya paru-paru kanan bagian atas sampai bawah, pendarahan pada rongga dada 200 cc dan rongga perut 300 cc. Dan ya, Eno, yang menjadi satu satunya tulang punggung keluarga, harus diakhiri hidupnya oleh lelaki yang biadab.

Saya tidak ingin menyalahkan atau membenarkan pihak siapapun. Karena tanpa saya harus paparkan, kalian semua pasti sadar siapa yang tidak bermoral dan tak berkemanusiaan dalam kasus tersebut. Saya hanya ingin menyerukan, kepada yang membaca, bahwa, dibalik kehidupan manusia, dibalik tumbuh kembangnya seorang anak, ada orang tua, yang dengan keringat, air mata, biaya, dan tenaga, berusaha keras untuk membahagiakan anak anaknya, untuk menjaga anak anaknya, yang berharap anaknya dapat mengangkat derajat orangtuanya kelak. Bayangkan betapa hancurnya orang tua Almh ketika anaknya dijadikan hasrat pelampiasan nafsu syaitan? Bayangkan betapa kecewanya orang tua tersangka ketika anak yang Ia besarkan lantas tumbuh dan bersikap tak ubahnya seperti hewan?

Sekarang, saya, sebagai perempuan, merasa tidak aman berada dimanapun. Saya tidak ingin mengeneralisasi bahwa setiap laki-laki akan berbuat perbuatan keji yang dilakukan tersangka, namun pada kenyataannya, banyak serigala yang berlapis bulu domba. Dimanapun, kapanpun, siapapun, laki-laki, ataupun perempuan, semuanya punya hak hidup dan hak berteman dengan sesama. Namun siapa yang harus disalahkan ketika perlahan kebebasan individu untuk hidup dan berteman dengan sesama disalah gunakan sebagai ajang pelampiasan nafsu syaitan?

Maka kalau mati harus dibayar mati, saya akan lebih memilih para tersangka untuk dihukum mati. Kalau kalian ingin berpendapat bahwa dihukum mati adalah tindakan yang tak berkemanusiaan, maka, apakah tindakan memperkosa lalu membunuh adalah suatu tindakan kemanusiaan?

[REPOST] tulisan diatas tersebar luas di media sosial dan admin tidak tau siapa sebenernya penulis. Yang jadi garis besar adalah maraknya kasus kekerasan seksual pada perempuan semakin naik kepermukaan. Tapi apa yang harus dilakukan ketika hukuman bahkan bagi pelaku dibawah umur terkendala dengan HAM sehingga tidak bisa ditahan atau diberi hukuman setimpal?

ZAMRUD KHATULISTIWA YANG KEHILANGAN SINARNYA

kabut-asap.jpg
Kabut. . .
Sengajakah engkau mewakili pikiranku.

Pekat. . .
Hitam berarak menyelimuti matahari.
Aku dan semua yang ada di sekelilingku merangkak menggapai dalam kelam.

Mendung.
Benarkah pertanda akan segera turun hujan?

Deras.
Agar semua basah yang ada di muka bumi. . .
Siramilah juga jiwa kami semua yang tengah dirundung kegalauan. . .

Reff:
Roda zaman menggilas kita, terseret tertatih-tatih.
Sungguh hidup terus diburu berpacu dengan waktu.

Tak ada yang dapat menolong selain Yang Di Sana.
Tak ada yang dapat membantu selain Yang Di Sana.

Dialah Tuhan. . .
Dialah Tuhan. . .
(Menjaring Matahari, Ebiet G. Ade)



Kiranya lagu om Ebiet G. Ade inilah yang dapat mewakili kesupermumetan yang tengah melanda pikiran, hati dan jiwa saya (weeek, lebay!). Kata-katanya terasa lebih makjleb dari Berita Kepada Kawan yang kini seakan sudah disahkan jadi original soundtrack theme song bala bencana yang melanda tanah air Indonesia tercinta selama ini.

Ya, ini masih sama. Masih seperti di postingan terakhir saya di awal bulan tempo hari. Masih menanti janji-janji hujan yang akan mengairi sawah-sawah kami, yang akan membasahi hati-hati kami oleh airmata suka cita. Ya, hujan yang akan menghapus kabut jelaga yang bertahta di langit pertiwi, pilu dan nelangsa dirundung asap dan didera ISPA.

Dari kehijauan tanah Sumatera, senyapnya hutan Kalimantan hingga sunyi di ujung Papua, kami telah kehilangan pendar sang Zamrud Khatulistiwa.

Cahaya itu perlahan menjelma berubah asap dan jelaga. Kini sang Paru-Paru Dunia memendek nafasnya.

Oh, wahai!
Demi Tuhan lihatlah!!

Atas nama segala apa yang pernah tercerabut dari tanah di hutan-hutan kami.
Atas apa yang telah kami lahirkan dari kedalaman perut sang bumi.
Atas semua yang sudah, sedang dan akan masih kalian terima dari kekayaan kami yang miskin dan papa.

Berapa banyak tangis yang telah kami tumpahkan? Berapa banyak berita yang telah kami kabarkan? Dan berapa lagi yang mesti kami korbankan?

Adakah kau dengar?
Adakah kau lihat?

Adakah?

Adakah??

KAPAT OKTOBER DAN HUJAN PERTAMA YANG DITUNGGU-TUNGGU

Oktober sudah menyambangi kita, langit masih diliputi kabut asap dan udara beraroma jelaga, hawa panas dan kering. Di saat seperti inilah kebanyakan warga sedang dilanda galau sedemikian rupa. Karena masa panen telah lama berakhir dan ingin memulai masa tanam padi tetapi hujan belum turun, bibit tak bisa ditaburkan di atas tanah yang kering kerontang.

Ah, ternyata, kita manusiapun teramat sangat lemahnya karena masih bergantung pada kemurahan cuaca. Hujan selalu saja bisa membuat orang jadi lebih bahagia karena air berarti kehidupan dan kegairahan akan hidup itu sendiri.

Di Banjarmasin, masyarakat kami mengenal suatu istilah yang bernama KAPAT, yang artinya merujuk pada tanggal 10 bulan 10 (Oktober) yang dipercaya biasanya hujan pertama jatuh di bulan ini. Bisa pas di tanggal sepuluh itu atau setelahnya, syukur-syukur kalau hujan turun lebih awal. Karena Kapat ini menandakan awal mula memasuki musim hujan. Meskipun hujan yang turun tidak deras atau bahkan hanya hujan buatan hasil rekayasa pergerakan awan yang dilakukan BMKG.

Karena itulah Oktober menjadi penting bagi sebagian orang yang usahanya amat mengandalkan perubahan cuaca. Penting untuk mengetahui perubahan arah angin dan kadar kelembaban udara. Karena Oktober adalah penanda euforia bahwa musim tanam akan segera tiba. Di mana orang-orang akan jadi lebih sibuk sepanjang hari dan lebih lelap di malam hari.

Oktober juga menjadi bulan transisi, pancaroba, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan yang akan ditandai dengan berbagai penyakit khas daerah tropis seperti pilek, demam, gangguan pencernaan, gatal-gatal dsb yang biasanya mudah menyerang anak-anak. Jadi para orang tua harus senantiasa siap dan waspada.

Bagi orang yang cukup peka dan sensitif terhadap tanda-tanda alam, biasanya di waktu Kapat ini akan menyaksikan ada benang-benang halus seperti helaian sarang laba-laba yang melayang di udara. Itu semua semakin memastikan bahwa musim hujan segera tiba.

Setelah kepastian musim hujan di bulan Oktober berlalu, bulan Nopember dan Desember akan terasa lebih mudah dan sejuk tentu saja. Pertanda-pertanda alam pendeteksi musim hujan akan semakin kentara terasa. Jangkrik akan berbunyi sangat berisik sepanjang malam, ditingkahi nyanyian kodok yang teratur bergumam lewat suara dari lehernya yang bergelembung. Burung-burung gereja mematuk-matuk di atas atap dan Kutilang berkicau pagi-pagi.

Dan Desember akan membuat kita harus lebih banyak sedia ember karena biasanya kita akan kelebihan debit air alias banjir. Malam menjadi begitu dingin dan sejuk membuat para jomblo jadi lebih bersyukur jika ketika malam Minggu atau di malam tahun baru hujan turun tak kenal ampun. Haha. . .

Di musim hujan pula geliat kehidupan baru sangat terasa. Para pasangan muda pengantin baru menemukan momen yang paling pas untuk memperbanyak jumlah umat manusia. Hujan membuat orang orang lebih senang diam di rumah dan memerangkap diri dalam hangatnya tirai kelambu. Akay!

Ah, ternyata. . . Saya hanyalah seorang manusia yang teramat merindukan hujan.

TOPIK PEMBICARAAN IBU-IBU KETIKA NGUMPUL BERSAMA

Haha. . . Akhir-akhir ini berasa jadi emak-emak banget (loh emang udah ibu-ibu kan?), total banget dan penuh penghayatan peran karena tiap hari kudu nungguin anak sekolah TK dan semakin intens bertemu sesama ibu-ibu. Biasa deh, kalo udah ngumpul pasti emak-emak pada rame, ngomong ngalor ngidul, curhat-curhat, sampe gosipin artis anu kayak udah kenal dekat dan tetanggaan aja ama tu artis.

Sebenarnya apa sih yang biasa diomongin ibu-ibu kok tiap hari bisa rame aja terus macam pasar kaget. Ok, ini dia:

1. MERTUA

Nah, ini sengaja saya pajang di list teratas karena dari hasil survey dan observasi harian saya sepertinya memang topik mertua bisa dikatakan selalu masuk headline di halaman utama para ibu-ibu (biasanya sih antara mama mertua dan menantu perempuan). Gak ada habisnya, gak ada matinya. Mulai dari mertua yang baik hati nan sayang menantu ( konon katanya sangat sedikit, sekitar 10% ) sampai yang paling banyak dan paling santer terdengar yakni tipikal mertua yang bisa jadi musuh besar bagi menantu. Gak tanggung-tanggung populasinya mencakup hampir 90% bahwa mertua dan menantu gak bisa akur.

Sentimen khas dua perempuan beda zaman yang mencintai satu lelaki ini terus menuai polemik, dilema, curhat dan topik gosip yang selalu up to date di mana saja. Jadi, rasanya memang tak berlebihan bila ada peribahasa:

Adam dan Hawa adalah manusia paling berbahagia karena tak punya mertua.

2. SEKSUALITAS

Siapa bilang yang suka omongan nyerempet-nyerempet hanya kaum lelaki saja?

Perempuan pun bisa jadi sangat ahli dalam membicarakan perihal teori dalam ranah paling pribadi ini. Menuai reaksi beragam, dari cekikikan penuh rahasia, bisik-bisik tetangga sampai ledakkan tawa yang dapat meneteskan airmata. Seksualitas dan proses reproduksi manusia memang bahasan yang mampu menegakkan daun telinga, soal praktek tergantung kepribadian masing-masing dan kreatifitas pasangan tentunya. Hoho. . .

3. RESE bin KEPO

Apaan sih coba? Bukan ibu-ibu namanya kalo gak bawel, memang ada juga sih ibu-ibu yang anteng yang gak suka ngurusin masalah orang lain tapi seringnya (termasuk mak admin) ya rese dan kepo. Hobi gosipin artis, ngomongin orang lain atau minimal kepo nanya-nanya sekedar

“kerudung pinknya bu Ita cantik deh, berapa belinya? Di mana? Ada warna lain gak, mau douwnk. . .”

Panjang deh ceritanya kalau udah gitu bisa merembet-rembet ke pasar lokal Tanah Abang atau ngoyo ke lokasi pelelangan di luar negeri.

4. FASHION

Namanya ibu-ibu, belum afdol kalo gak menyinggung soal fashion dan trend kekinian.

“Itu daleman jilbabnya apa jeng? Ciput ninja apa ciput renda? Celana yang oke apa ya, legging apa celana harem? High heels apa sendal teplek? Alisnya dilukis aja apa disulam?”

Rempong abis dah kalo udah bicara fashionnya perempuan, makanya Syahrini sempat ngehits banget dengan trend busana Kaftan, Abaya Renda dan Tudung Fatima.

Kalo ada teman ibu-ibu yang jeli melihat peluang ya segera deh, besoknya bawa-bawa aneka pakaian grosiran buat di kreditkan. Lumayan. Gak heran juga ntar pas akhir tahun ajaran ada cekcok dikit perihal kredit macet utang yang gak dilunasi.

5. ISI TV

Ini ni yang saban hari gak pernah ketinggalan didiskusikan. Dari infotainment tentang perceraian artis anu yang padahal baru beberapa bulan menikah. Sinetron pak haji yang terus nambah episode bersession-session sampai beberapa kali musim haji gak kelar-kelar, sekumpulan serigala yang ternyata ganteng parasnya, gegap gempita drama korea sampai doktrin ajaran kepercayaan yang mengundang kontroversi dari tanah para Dewa, nuansa cinta dari Jazirah India dan yang paling gress dan membius kaum hawa adalah telenovela Cinta di Musim Duren, King Leman, sinetron langsung impor dari eksotisme negeri Turki.

Beberapa ibu yang kritis juga gak ketinggalan menanggapi kebijakan pemerintah, kenaikah harga sembako dan juga merosotnya nilai Rupiah terhadap Dollar. Berat juga ya bahasannya, ibu-ibu juga bisa serius loh.

6. CURHAT SEGALA BIDANG, dsb

Pokoknya curhat aja, udah. Kemampuan berbicara kaum hawa kan emang lebih mumpuni dari laki-laki, jadi ya gak usah pake heran.

Membuat saya mikir sendiri, mungkin karena kemampuan wanita yang seperti inilah yang akan membuat kaum wanita jadi penghuni terbanyak di neraka. Naudzubillah.

SEBENTUK HEDONISME ITU BERNAMA NGE-MALL

Siapa sih yang gak suka ke mall?

Merasakan kemudahan berbelanja dan dimanjakan diskon dan sale besar-besaran, makan-makan di gerai-gerai makanan cepat saji, atau sekadar cuci mata hang out bareng temen sambil ngadem menikmati ruang sejuk berAC.

Ah, mall. . .
Gedung besar bertingkat yang identik dengan tangga berjalan, yang diklaim menjual semua kebutuhan dan keinginan manusia itu memang mengundang kesenangan dan gairah mata.

Sejak terpuruknya perekonomian Indonesia karena diguncang krisis moneter di tahun 1998 lalu, negara kita terus berusaha bangkit dengan tetap memegang erat-erat azas ekonomi kapitalis yang kita adopsi mentah-mentah dari Barat. Geliat raksasa bisnis mulai bangkit dari tidurnya. Maka selama rentang waktu dua dekade terakhir ini semakin menjamurlah pusat-pusat perbelanjaan dan mall-mall (mulai dari minimarket, super, sampai yang hyper) yang keberadaannya justru terasa ironis di tengah kelesuan pangsa pasar sistem jual beli tradisional kita.

Bahkan ada salah satu nama brand minimarket A***mart yang mencanangkan pembangunan untuk setiap 1 km jalan akan ada setidaknya 1 buah A***mart hingga pelosok daerah. Hebat bukan? Tanpa saya jelaskanpun kita akan dapat membayangkan bagaimana dampak ke depannya bagi ekonomi kerakyatan dan para pelaku usaha kecil.

Apalagi menjelang lebaran, akhir tahun atau pada saat liburan sekolah, bisa dipastikan mall dan pusat pebelanjaan itu akan sangat bermurah hati memangkas harga barang-barang, mengobral diskon besar-besaran, tak tanggung-tanggung bisa sampai 90%. Belum lagi kemudahan dan bonus belanja bagi pemegang kartu atau voucher tertentu. Jua pemberian kupon nominal sekian puluh ribu untuk setiap pembelian beberapa ratus ribu dan kelipatannya, yang hanya bisa digunakan dihari itu, dan dengan sedikit agak jahat (yang sangat saya sayangkan) tak dapat diuangkan. Haha. . .

Mall. . . Mall. . .

Benar-benar sebuah surga hedonisme kesenangan semu, apalagi bagi kaum hawa yang kerap menjadi klepek-klepek, lemah tak berdaya oleh yang namanya potongan harga. Wanita sering terlena oleh bujukan untuk menandaskan uang pada jargon sale sepatu atau baju “beli dua gratis satu”. Duh. . . Benar-benar strategi bulus kapitalis untuk menghabiskan stok barang yang sudah out to date.

Juga terlena pada barang-barang yang dari labelnya menegaskan bahwa itu brand ternama yang _mungkin saja_ entah KW berapa. Maka tak heran, bila mereka yang tak berduit hanya akan menjadi lapar mata pasca kegiatan cuci mata.

Para remaja ababil hasil karbitan zaman juga tak ketinggalan nongkrong di food court dengan dandanan minim yang mendeklarasikan bahwa mereka cabe-cabean yang tengah mencari mangsa para dermawan yang dengan suka rela menggelontorkan beberapa lembaran rupiah dengan barter sedikit grepe-grepe atau ‘stimulasi fisik melenakan’ (apa itu?). Semua demi gaya hidup di tengah arus deras peradaban, demi ngemall bergengsi dan sebuah cup minuman di Starb***s, atau sepotong paha ayam di KF*.

Hmm??

PIRING KOSONG UNTUK TETANGGA

Sorry, tulisan ini tak bermaksud menjelek-jelekkan orang lain atau menggosipkan tetangga sendiri. Ini hanyalah puncak kegalauan jiwa yang terpendam sekian lama.

Mungkin bisa dibilang, gampangnya anggap saja saya adalah tetangga yang tidak baik. Saya sering kalap dalam berinteraksi dengan suami dan anak-anak saya dan suka menyetel musik yang berpotensi membuat polusi suara sampai telinga tetangga. Saya juga bukan tetangga yang bisa diandalkan untuk memberi bantuan bila orang sebelah rumah ada hajatan. Saya juga bukan tetangga yang bisa memberikan kelebihan kuah masakannya pada tetangga yang lain.

Ahh, menulis ini membuat saya merasa sangat berdosa.

Rasa percaya diri saya sudah lama sekali jatuh ke titik nadir perihal urusan bertetangga ini. Dahulu, ada tetangga yang memberikan makanan pada saya. Maka sebagai bentuk rasa terima kasih dan balas budi, ketika esoknya hendak mengembalikan wadah piring bekas makanan itu, sayapun mengisinya dengan masakan sayur yang dibuat oleh alm mertua saya. Sehari kemudian malah tetangga saya itu mengatakan dengan terang-terangan bahwa sayur itu rasanya aneh dan wajahnya tak senang mencibir pada saya. Padahal masakan alm mertua sudah teruji enaknya loh.

Pernah juga di awal Ramadhan tadi suami memetik buah kelapa muda untuk minuman buka puasa dan mengupasnya di depan rumah lalu ada tetangga (si A) yang menyapa. Karena kelapa mudanya banyak maka si A diitawari suami. Katanya bolehlah. Lalu saya berikan dua biji dan diletakkan di terasnya. Tapi kemudian, besoknya kelapa itu malah dijadikan mainan oleh anaknya (digelindingkan, diinjak-injak dsb) di depan mata kami dan si A tak berinisiatif sedikitpun untuk ‘mengamankannya’ sampai seharian. Lalu sore harinya menjelang buka puasa ada tetangga yang lain (si B) yang menegur kelapa siapa ini kok dibiarkan di tengah jalan? Karena suami saya terlanjur kesal pemberiannya tak dihargai akhirnya disuruhnya ambil saja kelapa itu dan itu terjadi di hadapan si A yang awalnya kita beri tadi. Tentu saja si B senang sedangkan si A hanya pasang wajah tak tahu menahu sambil sinis meremehkan. Sadis gak tuh?

Dari situlah kepercayaan diri saya lenyap. Padahal saya memberikan yang terbaik yang kami bisa (kelapanya dipilihkan yang paling besar) dan masakan yang baru dimasak. Sejak itulah jika tetangga memberi sesuatu saya tak lagi/jarang mengisi wadahnya (piring/mangkok) kembali. Kapok jikalau apa yang saya berikan kurang berkenan atau tidak sesuai dengan selera orang lain.

Sedangkan saya tak tega menunjukkan ketidaksukaan dengan cara seperti itu. Padahal saya pernah (bahkan sering) diberi makanan/sesuatu oleh tetangga yang hampir gak layak makan. Lebaran kali ini saja (MAAF) saya diantari sepiring kerupuk yang bahkan digoreng tak sempurna, masih ada bagian-bagiannya yang tidak mengembang, jadi keras dan alot dimakan. Saya juga pernah diberi bubur kacang hijau yang jahenya kebanyakan, sampai telinga panas berdenging dibuatnya. Juga roti goreng yang lembek penuh minyak yang ketika dimakan (MAAF, lagi) rasanya seperti memasukkan sesendok mentega kadaluwarsa ke dalam mulut.

Walaupun saya bukan orang yang pilih-pilih makanan dan bisa makan apa saja, tapi kalau seperti itu keadaannya sayapun angkat tangan.

Mengingat ini kok kesannya saya jadi kelinci eksperimen masakan tetangga yang jadi proyek gagal total (karena dia dengan tanpa malu bilang: masak ini belajar coba-coba, gak bisa bikinnya, dicicipi deh, katanya. Sembari menyerahkan semangkok besar bubur kacang ‘pedas’ itu). Yang kalau saya lihat dari wajahnya sayapun tak yakin apa ia sanggup memakan masakannya sendiri.

Jadi dilema banget deh pokoknya. Memang gak selalu sih, mereka sering juga memberi sesuatu yang memang enak (baca: layak makan). Cuma ya saya jadi mikir sendiri, kalau seandainya keadaan dibalik bagaimana? Saya yang memberi yang seperti itu bagaimana perasaan mereka?

Karena itulah akhirnya saya pilih aman dengan hanya mengembalikan piring kosong untuk tetangga.

Jahat ya saya.

Biarlah. . .